JAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Santa Theresia mengadakan Open House Saint Theresia Competition Award (STCA) bertajuk “Grow with Talent” atau bertumbuh dalam berbagai talenta di Kampus Santa Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat-Sabtu, 13-14/9. Pada awalnya, STCA diselenggarakan untuk unit SD, akan tetapi pada tahun ini panitia melakukan insieme atau bersinergi dengan unit KB/TK dan SMP. Acara yang rutin diadakan setiap tahunnya ini, diisi dengan berbagai lomba dan penampilan dari tingkat KB/TK, SD, SMP, aneka permainan, bazar, pendaftaran online, booth alumni, dan lain-lain.



Menurut Penasehat Acara, Sr Theresia Ike Rachmadianawati, OSU tujuan STCA, pertama untuk memberi wadah bagi anak-anak TK, SD, dan SMP terutama yang menyukai bidang seni dan olahraga untuk menunjukkan kebolehannya. Kedua, sekolah membuka pintu bagi orang tua dan khalayak terutama yang belum mengenal Santa Theresia untuk datang. Ketiga, sebagai salah satu kesempatan untuk promosi sekolah.
Dalam acara, lanjut Sr Ike, semua keluarga besar Kampus Santa Theresia Jakarta ikut terlibat sebagai panitia. Anak-anak dilibatkan misalnya menjadi Master of Ceremony (MC), presentasi menjelaskan profil sekolah, mengajak tamu untuk tour ke sekolah, terlibat dalam petugas kebersihan, dan lain-lain. “Anak-anak menjadi pemimpin dalam berbagai macam kegiatan dan tugas yang diberikan,” kata Sr Ike.



Setelah acara ini, harapannya anak-anak dapat diberi kesempatan untuk berlatih kepemimpinan dalam berbagai hal mulai dari menjadi panitia sampai menjadi petugas-petugas khusus. Selain itu, agar kerjasama atau insieme antar unit sekolah dapat lebih erat. “Agar kami menjadi lebih semangat dalam satu rasa sebagai keluarga besar Kampus Santa Theresia, Jakarta,” ungkap Sr Ike.
Aprianita Ganadi
Kampus Santa Theresia Jakarta : http://www.sttheresia-jkt.sch.id/
Serviam
JAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Kegiatan Open House bertajuk “Synergy” berlangsung meriah di Kampus Santa Maria, Juanda, Jakarta Pusat, Jumat-Sabtu, 13-14/9. Acara yang dihadiri oleh keluarga besar Kampus Santa Maria seperti para suster Ursulin, guru, alumni, orang tua murid, para peserta didik ini mengedepankan nilai menjadi pribadi yang tangguh, siap menyongsong masa depan sebagai sosiopreneur yang cerdas, mandiri, dan penuh kasih. Berbagai lomba tingkat KB/TK, SD, SMP, SMK, talkshow, bazar, pameran, dan carnaval turut memeriahkan open house.


Acara diawali dengan pembukaan yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua III Yayasan Nitya Bhakti, Sr Korina Ngoe, OSU. Dalam Sambutannya, Sr Korina menuturkan Kampus Santa Maria menyiapkan anak-anak untuk terjun di dunia usaha dan industri. Agar nantinya mereka mampu berwirausaha, berbisnis, dan meningkatkan taraf hidup orang banyak. Adapun tujuan dari open house ini dibagi dalam 2 sisi yaitu sisi internal dan eksternal.


Dilihat dari sisi internal, pencapaian Rencana Strategis (Renstra) Kampus Santa Maria dimulai pada 2015 dan sekarang sudah memasuki tahun ke-5. Oleh karena itu, open house merupakan tolak ukur sudah sejauh mana Renstra Kampus Santa Maria berjalan mulai dari unit KB/TK, SD, SMP, dan SMK. Sedangkan dari sisi eksternal, sebagai promosi kampus, agar publik semakin mengenal Kampus Santa Maria, Jakarta.


Selain itu, lanjut Sr Korina, kami ingin memberi tahu bahwa apa yang diajarkan di Kampus Santa Maria dapat diimpelementasikan oleh peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga kami semakin dikenal. Tidak itu saja, kesiapan kelulusan kami juga sudah mampu bersaing di dunia industri.
Dalam open house kali ini, setiap unit akan menampilkan pameran di booth masing-masing. “Kami juga akan berfoto dan menampilkannya di sosial media, ini merupakan implementasi dari program multimedia,” kata Sr Korina. Selain itu, panitia juga akan memberi informasi mengenai proses belajar mengajar di Kampus Santa Maria. Kemudian, saat talkshow hadir narasumber para alumni yang sukses dibidangnya untuk memberikan tips bagaimana membentuk jiwa sosiopreneur.


“Semua persiapan open house, dan semua panitia dilakukan oleh siswa kami tentunya dengan didampingi para guru. Jadi selamat datang di Kampus Santa Maria, Jakarta,” ungkap Sr Korina.
Aprianita Ganadi
Kampus Santa Maria Jakarta : www.santamaria.sch.id
Serviam
BOGOR, SERVIAMNEWS.com– Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih Gugus Depan (Gudep) Santa Angela Atambua menjadi perwakilan dalam ajang “Lomba Gugus Depan Unggul dan Festival Penggalang Ceria Tingkat Nasional. Kemudian terpilihlah 16 siswa-siswi yaitu 8 orang putra dan 8 orang putri tingkat Sekolah Dasar khususnya yang sudah berusia 11 tahun dan 3 orang guru pembina untuk mengikuti lomba di Grand Mulya Bogor Resort & Convention Hotel, Jawa Barat, Senin-Jumat, 9-13/9.


Ada 15 lomba yang yang diikuti mereka seperti lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB), lomba ketangkasan, yel-yel, sandi morse, membuat tenda, bidik kompas, lomba membuat laporan investigasi, dan lain-lain. Pada malam kesenian, anak-anak memakai pakaian khas Belu, NTT, dengan menari Likuarai Belu dan Tebe. Dalam lomba kali ini, perwakilan NTT meraih juara 3 lomba keterampilan kompas atas nama Cahaya Gloriata Manbu dan Ester Wynona Silvester.


Pengalaman Pertama
Selama 5 hari, anak-anak ikut lomba dan berada di atas teriknya matahari. Meski begitu, tak menyurutkan semangat Christina Febiyola Mendonca atau yang akrab disaba Febi. Ia mewakili tim dalam salah satu lomba yaitu ketangkasan, Siswi kelas VI SD Santa Angela Atambua ini sangat senang dapat mewakili Provinsi NTT untuk ikut lomba ke Bogor.


“Ini pengalaman pertama saya. Sebelum ke sini, saya sudah latihan giat seperti latihan semapur, tali temali, latihan membuat gapura, latihan PBB. Kalah atau menang tidak apa-apa yang penting kami sudah berikan yang terbaik. Kami akan sharing cerita, ilmu, dan pengalaman kami dengan teman-teman lain di Santa Angela Atambua,” kata Febi.


Hal senada juga diungkapkan oleh Gabriella Queenta Aprilnia Christiani atau yang akrab disapa Queenta. Ini adalah pengalaman pertamanya ikut lomba ke Bogor. Ia senang dapat memiliki teman baru dari berbagai daerah. “Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan,” kata siswi kelas VI A SD Santa Angela Atambua ini.
Selain para siswa-siswi, ada Guru Pendamping yaitu Ibu Linda Mesakh yang juga tiada henti-hentinya memberi semangat, dukungan, dan pelatihan kepada anak-anak. Sebelum pergi lomba ke Bogor, selama 2 minggu mereka sudah dilatih mengenai ketangkasan, PBB, kekompakan, dan disiplin.


Proses pemilihan peserta yang ikut lomba ke Bogor juga cukup cepat. Perwakilan dari Provinsi Pusat NTT mengadakan kunjungan dan berhadapan langsung dengan anak-anak. Mereka dipilih dengan proses seleksi, dilihat dari segi umur dan keterampilan. Saat proses seleksi berlangsung pun, anak-anak mampu melewatinya karena sejak kelas 4 mereka wajib mengikuti ekstrakurikuler pramuka.
“Selama berproses bersama anak-anak banyak suka dan duka yang saya alami, tetapi saya percayakan semua kepada Tuhan dan Bunda Angela. Banyak pengalaman dari sini, kami akan pulang membawa bekal dan ilmu untuk teman-teman di Santa Angela Atambua. Saya salut dengan antusias, semangat, rasa ingin tahu, dan tidak kenal lelah yang dimiliki anak-anak,” cerita Ibu Linda.
Ciri Khas Santa Angela Atambua
Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Santa Angela Atambua, Sr Beti Sede, OSU menjelaskan awal mula Santa Angela terpilih mewakili Provinsi NTT. Selama proses seleksi, pihak sekolah mengirim portfolio ke Kantor Pusat Provinsi NTT. Setelah itu mereka nilai, lalu terpilihlah 10 sekolah. Setelah itu terpilih lagi 3 sekolah, semua dari daratan Timor dan salah satunya adalah Santa Angela Atambua. Kemudian ada proses visitasi, mereka meninjau langsung proses kegiatan sekolah bersama anak-anak. Dan terpilihlah Santa Angela Atambua mewakili Provinsi NTT.


Menurut pihak panitia, Santa Angela Atambua terpilih karena saat mereka datang, anak-anak menyapa memberi salam menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu, daya tangkap dan daya serap anak-anak cepat, memiliki kreativitas sendiri, dan secara finansial pihak orang tua dan yayasan juga turut berperan aktif.
Lomba ini adalah pengalaman pertama bagi Santa Angela Atambua mewakili Provinsi NTT. Disatu sisi sekolah bangga, itu berarti mereka memiliki potensi. Tetapi disisi lain,kegiatan seperti ini masih baru, jadi masih harus banyak belajar. “Kami masih meraba-raba, tetapi kami terus mencoba dan yakin saja. Meski banyak rintangan, tapi kami harus terus belajar maju dan bertekun sampai akhir. Jika ingin mencapai sesuatu butuh perjuangan,” kata Sr Beti.


Setelah mengikuti lomba dan pulang ke Atambua banyak pelajaran penting yang bisa diambil. Pelajaran untuk mandiri, pantang menyerah, mempertahankan nilai Servite Et Amate, berani melawan arus, dan kekompakan. “Mereka adalah masa depan bangsa dan gereja. Harapannya kita harus mampu mengembangkan karakter orang muda, karena pada 2045 mereka yang jadi pemimpin. Tentunya mereka harus menjadi pemimpin yang cerdas pikiran, memiliki hati, dan memiliki karakter,” ungkap Sr Beti.
Aprianita Ganadi
Serviam
ENDE, SERVIAMNEWS.com– Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende mengadakan turnamen Bola Voli Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) STPM Cup ke -22. Turnamen yang diikuti oleh 46 tim dari SMA/SMK dan Perguruan Tinggi di Ende ini berlangsung di lapangan Santa Ursula Ende, Senin, 9/9. Turut hadir pula dalam acara Ketua STPM Santa Ursula Ende, Bapak Andreas Ngea dan Ketua Yayasan Nusa Taruni Bhakti, Sr. Lidwina Suhartati, OSU.


Adapun tujuan pelaksaan turnamen bola voli Ormawa STPM Cup adalah sebagai wadah pembinaan dan penyalur bakat bagi generasi bangsa yang memiliki kemampuan dicabang olahraga bola voli. Selain itu, Ormawa STMP Cup juga menjadi wadah untuk menjalin persaudaraan antara sesama generasi muda khususnya di NTT dan Flores.


Dalam acara pembukaan, adik-adik SMPK Santa Ursula Ende menyambut peserta dan tamu undangan yang datang dengan tarian Jai. Para peserta kemudian mengambil tempat sesuai papan nama yang sudah disediakan. Setelah itu, penyerahan Piala Bergilir Gubernur NTT Turnamen Ormawa STPM Cup oleh Juara Bertahan Ormawa STPM Cup 2018 kepada pihak panitia.


Ditandai dengan pelepasan balon, secara resmi Bapak Bupati Ende yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (PPO) membuka kegiatan turnamen bola Voli Ormawa STPM Cup ke-22 Tahun 2019. Selama acara, peserta dihibur oleh penampilan dance dari adik-adik SDK Santa Ursula.
Serviam
JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Tingkat SMA dan SMK Kampus Santa Theresia, Jakarta mengadakan Edutravel Fair pada Jumat-Sabtu, 6-7/9. Acara bertajuk “Find Your Next Journey” ini melibatkan seluruh peserta didik dan guru dari unit SMA dan SMK Santa Theresia. Setiap tahun, acara seperti ini rutin diadakan untuk mengarahkan minat peserta didik setelah lulus dari SMA/SMK. Edutravel Fair kali ini meliputi kegiatan pameran pendidikan dan travel, presentasi universitas dan konsultan pendidikan, test International English Language Testing System (IELTS), dan sarasehan alumni. Dalam acara pembuka, para peserta didik SMA/SMK menunjukkan bakat kebolehan seperti menyanyi dan menari.





Kampus Santa Theresia Jakarta : http://www.sttheresia-jkt.sch.id/
Serviam
JAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Para peserta didik KB- TK Santa Theresia, Jakarta melakukan aksi “Peduli Kebersihan” di Car Free Day sekitaran Bundaran HI, Pk 06.30-09.00 WIB, Minggu, 8 September 2019. Didampingi guru dan masing-masing orang tua, anak-anak dengan giat mengumpulkan sampah yang berserakan di sekitar area.

Mereka terlihat semangat dan antusias dengan banyaknya sampah yang diberikan oleh pengunjung yang melintas. Dalam aksinya, para siswa-siswi menggunakan karung sebagai wadah atau tempat untuk mengumpulkan sampah yang berada di jalan. Tak lupa, mereka juga menggunakan sarung tangan. Mari kita ajarkan anak menjaga dan peduli kebersihan sejak dini !



Serviam
JAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Sebanyak 17 Guru Bahasa Inggris hadir mengikuti pelatihan mengenai strategi dan teknik pengajaran menggunakan bahan belajar dari Cambridge University Press, di Kampus Santo Vincentius, Otista, Jakarta Timur, Sabtu, 7/9. Mereka datang dari Kampus Santa Ursula Jakarta, Kampus Santa Theresia Jakarta, Kampus Santa Maria Jakarta, dan Kampus Santo Vincentius.


Hadir sebagai narasumber Teacher Development Manager tingkat ASEAN di Cambridge University Press yaitu Mr. Allen Davenport. Pelatihan dibagi ke dalam 2 sesi yaitu sesi pertama untuk Guru Bahasa Inggris tingkat SD dan sesi kedua untuk Guru Bahasa Inggris tingkat SMP-SMA/SMK. Selama pelatihan, para peserta diberi tugas atau soal untuk dikerjakan bersama.


Selama 3 tahun, pelatihan bagi Guru Bahasa Inggris rutin diadakan. Tahun 2017, acara diadakan di Kampus Santa Maria Jakarta dan pada tahun 2018 acara diadakan di Kampus Santa Theresia Jakarta. Tujuannya agar para Guru Bahasa Inggris semakin memahami bahan belajar dari Cambridge University Press.
Aprianita Ganadi
Serviam
ATAMBUA, SERVIAMNEWS.com– Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih Gugus Depan (Gudep) Santa Angela Atambua menjadi perwakilan NTT untuk berpartisipasi dalam ajang “Lomba Gugus Depan Unggul dan Festival Penggalang Ceria tingkat Nasional”, Sabtu, 7 September 2019. Kegiatan diawali dengan Upacara Pelepasan Kontingen oleh Ketua Kwarcab Kabupaten Belu Bapak Petrus Bere (Sekretaris Daerah Belu) selanjutnya peserta yang terdiri dari 3 orang pembina dan 16 siswa-siswi yang terbagi menjadi dua regu akan mengikuti serangkaian kegiatan di Bogor pada tanggal 8 – 13 September 2019.
Serviam



MADIUN, SERVIAMNEWS.com– Serviam Camp VI resmi dibuka oleh Walikota Madiun, Maidi, di Kampus Santo Bernardus, Madiun, Jawa Timur, Selasa, 3/9. Acara bertajuk “Against The Tide” atau “Berani Melawan Arus” ini dihadiri oleh 200 orang dari Sekolah Ursulin Regio Jawa Tengah dan Jawa Timur. Serviam Camp merupakan kegiatan rutin pertemuan siswa –siswi tingkat Sekolah Dasar yang diselenggarakan oleh Sekolah-Sekolah Ursulin.



Mereka datang dari SDK Santo Bernardus Madiun, SDK Maria Assumpta-Klaten, SDK Cor Jesu Malang, SDK Santa Maria Surabaya, SDK Santa Maria Sidoarjo. Masing-masing perwakilan sekolah mengirim 20 orang siswa dan 20 orang siswi. Dalam acara pembukaan, setiap sekolah menunjukkan kebolehannya menari dan menggunakan pakaian daerah.





Salah satu agenda Serviam Camp yaitu berkemah. Selain itu, acara yang diselenggarakan 3-6 September 2019 ini juga diisi dengan berbagai hal. Antara lain, program tali asih ke rumah ibadah dan panti asuhan, permainan tradisional, serta gerakan menanam pohon yang akan dilaksanakan di Taman Lalu Lintas Kota Madiun.


Aprianita Ganadi
Pada awal akan memutuskan mengikuti lomba peneliti sosial tingkat provinsi Jawa Timur, kami sedikit termangu- mangu, ada sebuah bayang-bayang kegagalan yang sempat menghinggapi pikiran kami kala itu. Awal mula yang terbersit adalah mampukah kami yang ditawari lomba peneliti sosial oleh Pak Martinus sebagai pembimbing penelitian. Kami pun menyanggupi setelah melalui perdebatan batin yang cukup mendalam, Pak Mar memberikan motivasi lakukanlah yang terbaik pasti Bunda Maria memberi jalan kalau kita semua melakukannya secara tulus dan dengan hati ikhlas.

Singkat cerita kami (Rafael Asa Krisdinanda, Clarissa Pramesti Tiara Putri, SMP Santa Maria Surabaya) mengikuti kompetisi tersebut walau sebenarnya masih ada sedikit keraguan tersebut. Pada awal melakukan bimbingan dengan guru pembimbing, kami masih kebingungan untuk menentukan tema peneitian. Dengan arahan dan bimbingan dari Pak Martinus akhirnya kami memutuskan mengangkat media sosial bagi remaja saat ini.
Dengan arahan intensif dan bimbingan terstruktur kami melakukan kajian-kajian sosial dan mencari teori-teori untuk mendukung landasan berpikir dalam penelitian ini. Kadang Pak Mar meminta kami membaca buku-buku yang tebal-tebal dan kami harus menjalankannya dengan penuh suka cita. Proses penelitian bejalan lancar dan kami harus mengumpulkan extended abstract secara online ke Center Young of Scintiest.
Sebenarnya kami tidak memliki target tertentu dalam kompetisi ini, yang ada dalam benak kami adalah lakukan yang terbaik. Sepulang sekolah dan bahkan kami sampai malam selalu berdiskusi lewat online untuk membahas materi penelitian. Sampai akhirnya pengumuman pemenang secara online disampikan, ditingkat provinsi kami dari SMPK Santa Maria Surabaya meraih juara pertama. Awalnya kami tidak menyangka menjadi juara pertama diantara SMP dan SMA di Jawa Timur, tetapi kemudian kami mensyukuri kerja keras kami membuahkan hasil.

Sebagai pemenang pertama di Provinsi Jawa Timur, kami mengikuti seleksi tingkat nasional. Untuk mengikuti seleksi tersebut kami harus merubah video presentasi yang sudah kami buat sebelumnya. Kami merubah video presentasi menjadi lebih baik secara kualitas gambar dan tampilan. Kami melakukan pengambilan gambar dengan dibantu team shooting yang sudah kami persiapkan sebelumnya di laboratorium Biologi SMP Santa Maria. Proses pengambilan gambar memakan waktu hampir setengah hari, kemudian setelah melakukan editing video tersebut dikirim via online kepada panitia seleksi.
Di tingkat nasional kami mendapat posisi juara ke tiga diantara SMP dan SMA se- Indonesia dari setiap perwakilan provinsi. Sebagai peringkat ke tiga maka kami berhak mengikuti seleksi ke Serbia dan kami pun lolos seleksi dan diikutkan ke Serbia. Proses pembinaan ke Serbia tidaklah mudah dan kami harus mengganti judul penelitian kami. Dengan bimbingan Pak Martinus dan pembimbing dari CYS maka kami bisa melalui proses tersebut.

Di Serbia kompetisi diikuti oleh 45 peserta dengan 36 judul penelitian yang dikuti dari beberapa negara diantaranya Rusia, China, Makau, India, Iran, Malaysia, Meksiko, Nepal, Sebia, Singapura, Slovenia, Taiwan, Tunisia dan Turki. Dari kompetisi tersebut SMP Santa Maria Surabaya Indonesia mendapatkan juara ke 3 dengan bronze medal di bidang sociology. Servite et amate berkibar di Serbia.
Martinus Ekonugroho, S.S (Guru PPKN SMP Santa Maria Surabaya)
SMP Santa Maria Surabaya : http://smp.sanmarosu.org/
Serviam