SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Jumat-Minggu, 16-18 Agustus 2019, Kampus Yuwati Bhakti, Sukabumi, Jawa Barat menyemarakkan perayaan HUT RI ke-74 tahun dengan berbagai kegiatan perlombaan, donor darah, stand bazaar, dan upacara bendera. Perlombaan diadakan  di Satuan Pendidikan TB-TK Sukapirena, SD dan SMP Yuwati Bhakti. Jenis lomba yang diadakan antara lain memindahkan bendera, makan kerupuk, mengancingkan baju, tarik tambang, menyanyikan lagu-lagu nasional,  meraih impian, joget balon, memasukkan paku ke dalam botol, dan menghias kelas.

Diadakannya berbagai lomba itu juga bertujuan untuk mewujudnyatakan penanaman nilai dasar Pendidikan Ursulin yang dihidupi oleh Kampus Yuwati Bhakti yaitu disiplin, sportif, jujur, mandiri, percaya diri, mau bekerja keras, kebersamaan, bertanggung jawab, dan berdaya juang tinggi. Setiap peserta didik diharapkan memiliki keinginan untuk menang dengan cara yang jujur dan taat pada aturan permainan. Peserta yang menang boleh bangga atas prestasinya, namun harus tetap rendah hati. Peserta yang kalah harus berani mengakui kekalahan dan kehebatan lawan, namun  harus percaya diri serta punya keinginan yang kuat untuk berjuang kembali.

Pada tanggal 16 Agustus 2019 diselenggarakan donor darah dengan tajuk “Donor Darah Merdeka” oleh Ikatan Alumni (IKA) Yuwati Bhakti. Donor darah merdeka mengajak seluruh warga Kampus Yuwati Bhakti dan masyarakat sekitar memiliki semangat kemerdekaan untuk berbagi kasih kepada sesama. Kegiatan ini dilakukan secara rutin oleh IKA Yuwati Bhakti setiap 3 bulan sekali.

Pada donor darah merdeka ini IKA Yuwati Bhakti mampu mengumpulkan 128 kantong darah. Melalui  kegiatan ini, peserta didik diajak mengamalkan nilai Serviam yaitu peduli pada sesama. Semoga sumbangan mereka dapat bermanfaat bagi sesama yang membutuhkan dan semakin banyak orang yang tergerak hatinya untuk berbagi kasih lewat donor darah.

Selain lomba dan donor darah, Kampus Yuwati Bhakti juga terlibat dalam bazaar kemerdekaan yang digelar oleh Paroki Santo Joseph Sukabumi. Kampus Yuwati Bhakti mengisi stand bazaar dengan menampilkan hasil karya peserta didik TB-TK Sukapirena, SD, dan SMP Yuwati Bhakti. Dengan penampilan hasil karya tersebut diharapkan peserta didik Kampus Yuwati Bhakti memiliki jiwa entrepreneur sesuai minat dan bakatnya sehingga mereka siap terjun di masyarakat.

Untuk menanamkan cinta tanah air, pada tanggal 17 Agustus 2019 seluruh warga kampus Yuwati Bhakti mengikuti upacara bendera di lapangan kampus dengan Pembina Upacara Ketua III. Dalam amanatnya, ditekankan pentingnya peningkatan kualitas diri sebagai pribadi yang cerdas, bijak, tangguh, dan unggul  sebagai sumbangan bagi negara untuk mengisi kemerdekaan yang ke-74 agar Indonesia makin maju.

Agnes Tri Maryunani  (Humas Kampus YB)

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

Seluruh warga Kampus Santa Theresia Jakarta merayakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 tahun. Suster, Bapak Ibu Guru/Karyawan, dan Siswa SD-SMK Santa Theresia mengikuti upacara pengibaran bendera, di lapangan Kampus Santa Theresia, Sabtu, 17/8. Upacara dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 08.30. Sebelum upacara berakhir, para guru memanggil siswa berprestasi dari tingkat SD-SMK untuk kemudian maju menerima hadiah dan berfoto bersama. Usai upacara, para guru /karyawan mengadakan ramah tamah.

Kampus Yuwati Bhakti, Sukabumi menyelenggarakan Misa Awal Tahun Pelajaran 2019/2020, yang dipimpin oleh Romo Agustinus Hardono di aula Kampus, Senin, 29 Juli 2019. Misa diadakan untuk memohon berkat Tuhan di awal tahun pelajaran sekaligus menjalin kebersamaan antar unit dan melatih kepemimpinan bagi peserta didik. Dalam kebersamaan ini, tercipta suasana yang saling mendukung. Peserta didik TB-TK didampingi para guru duduk tenang di belakang altar, SD sebagai petugas lektor-lektris dan koor tampil percaya diri dan penuh semangat mempersembahkan suara mereka. SMP duduk tenang dan khusyuk menjadi contoh bagi peserta didik TB-TK dan SD. Diharapkan, insieme yang terjalin hari ini menjadi dasar dan akar dalam pelaksanaan kegiatan edukasi di Kampus Yuwati Bhakti.

Bacaan Injil diambil dari Matius 13: 47 – 52 yakni perumpamaan tentang pukat dan hal Kerajaan Surga. Sebelum homili, seluruh peserta didik menyaksikan sebuah tayangan yang memperlihatkan nelayan melempar pukat untuk menangkap ikan. Setelah pukat penuh, nelayan memilah ikan yang baik dan buruk. Ikan baik akan dikumpulkan sedang yang buruk akan dibuang. Demikian juga kita pada akhir zaman.

Oleh karena itu, kini saatnya kita berjuang menemukan harta terpendam agar kita tumbuh menjadi orang pilihan dan berkumpul dalam kebahagiaan bersama Tuhan. Dalam homilinya, Pastor Hardono mengajak peserta didik menemukan harta yang terpendam dalam dunia pendidikan yaitu ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan yang dapat dikembangkan dalam diri peserta didik.

Sementara itu, Ketua III Kampus Yuwati Bhakti, Sr Elisabeth Sri Utami, OSU dalam sambutannya menekankan pentingnya mengaktualisasikan Value Proposition (VP) kampus yaitu menjadi pemimpin masa depan yang berpola pikir sains (School of Future Science Minded leader). Proses menjadi pemimpin harus dimulai sejak dini yaitu memimpin diri sendiri sebelum dapat memimpin orang lain dengan cara mengendalikan diri dalam ucapan maupun tindakan, baik di kelas maupun di luar kelas.

Peserta didik harus mampu mendengarkan orang lain yang berbicara, bersikap santun kepada setiap orang yang dijumpai, berpikir sebelum berbicara dan bertindak. Aktualisasi VP kampus selaras dengan visi kampus yaitu komunitas pembelajar yang kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela. Sehingga, lulusan Yuwati Bhakti akan tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berpola pikir sains, kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela.

Agnes Trimaryunani (Humas Kampus Yuwati Bhakti)

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

Pada Senin, 1 Juli 2019, Yayasan Winayabhakti Solo menyelenggarakan workshop Neuro Linguistic Programming (NLP) bertema “Good Leader Create Great Leader” yang bertempat di Auditorium Kampus Regina Pacis Solo. Kegiatan yang dibawakan oleh mindset motivator, Krishnamurti, ini diikuti oleh guru SMP, SMA, beserta para karyawan. Nama Krishnamurti terbilang tidak asing di dunia motivator nasional. Sepak terjang kariernya diantaranya memperoleh apresiasi berupa penghargaan 3 Motivator Sukses versi Majalah Intisari (2007), Top 5 Motivator Terbaik versi RCTI (2011), serta The Most Favourite Speaker di Indonesia NLP Summit (2012).

Dibuka pada pukul 08.00 oleh Bu Fyanti selaku pembawa acara, workshop diawali dengan bernyanyi dan berjoget bersama yang dipandu oleh Bu Sisil, Pak Adi, Pak Sani, serta Pak Tejo. Mengisi hari di awal bulan, peserta workshop diajak untuk mengenali diri pribadi melalui cara-cara unik yang diajarkan oleh pembicara.

NLP merupakan ilmu yang mempelajari struktur cara berpikir dan perilaku manusia. NLP juga berkaitan dengan bagaimana bahasa mampu mempengaruhi paradigma seseorang. NLP mampu membuat seseorang merefleksi diri pribadinya secara jelas. Dalam workshop ini Krishnamurti meminta peserta berpasangan dengan peserta lain. Dalam pasangan tersebut, beliau kemudian membagi antar peserta ke dalam tim susu dan tim coklat. Sepanjang jalannya workshop, pembicara menginstruksikan sejumlah games yang wajib dilakukan oleh antar pasangan. Aneka permainan yang dilakukan pun bukan sembarang permainan. Meski terlihat sederhana, namun perilaku masing-masing individu dapat dilihat ketika beraktivitas dalam permainan tersebut.

Misalnya ketika tiap pasangan diminta untuk meletakkan barang yang dibawa di satu titik (misal pena atau dompet). Di dalam pasangan, satu orang diminta untuk memegang siku dan punggung tangan pasangannya sembari pembicara memerintahkan agar bergeser ke arah pukul 3, 6, 9, dan 12. Permainan ini bertujuan untuk melihat cara pandang setiap peserta terhadap benda dari berbagai arah lokasi.

Dalam hal menguji daya stress peserta, pembicara diminta untuk membentuk lingkaran besar beranggotakan delapan orang dengan meletakkan sepasang sumpit yang diletakkan di hadapan. Dengan aba-aba dari pembicara, setiap peserta kemudian melakukan dua gerakan yang sama sebelum mengoper sumpit searah jarum jam. Gerakan lalu menjadi semakin cepat seiring dengan irama aba-aba yang semakin cepat pula. Krishnamurti mengajarkan lebih dari lima permainan yang menegaskan bahwa kita dapat menilik sifat diri kita dari kegiatan yang dilakukan.

Pembicara juga memberikan kata-kata positif yang wajib diisi oleh peserta dalam modul workshop. Misalnya adalah kata-kata seperti context is more important than content, masalah tidak akan jadi masalah bila tidak dipermasalahkan, dan memperbesar hal kecil hanya membuat Anda jadi kerdil. Penyampaian materi yang diwujudkan dalam rangkaian games membuat durasi workshop selama tujuh jam terasa singkat. Acara ditutup dengan refleksi diri yang dilakukan dengan memejamkan mata.

Christianto Dedy Setyawan, S.Pd (Guru SMA Regina Pacis Solo)

Kampus Regina Pacis Solo : http://smareginapacis-solo.sch.id/

Serviam

SD Santa Angela Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) meraih juara umum Ujian Nasional (UN) Se-Kabupaten Belu. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia peringkat 6 Se- Kabupaten Belu dengan nilai 85,21. Mata Pelajaran IPA peringkat 1 – 10 Se- Kabupaten Belu dengan nilai tertinggi 96.01. Mata Pelajaran Matematika peringkat 1-10 Se- Kabupaten Belu dengan nilai tertinggi 97,69. Yayasan Ananta Bhakti memberikan penghargaan kepada 19 siswa-siswi yang memperoleh nilai diatas 90 pada mata pelajaran IPA dan Matematika.

Serviam

MADIUN, SERVIAMNEWS.com- Bapak Walikota Madiun, H. Maidi beserta jajarannya datang mengunjungi Kampus St. Bernardus, Madiun, Jawa Timur, Selasa, 14 Mei 2019. Maksud kedatangan Walikota ke Kampus St. Bernardus adalah sebagai bentuk apresiasi atas sikap toleransi anak-anak TK St. Bernardus yang berbagi kasih dengan TK Aisyiah Bustanu Athfal (ABA) 1, PAUD Asther, dan PAUD Permata Cendekia.

Seluruh keluarga besar Kampus St. Bernardus pun menyambut kedatangan Bapak Walikota dengan meriah. Terlihat wajah senang dari anak-anak ketika Bapak Walikota memasuki pintu masuk Kampus St. Bernardus. Bapak Walikota dengan ramah menyalami anak-anak satu per satu, meladeni permintaan foto bersama, dan melayani permintaan tanda tangan.

Selama berjalan di area kampus, Bapak Walikota disuguhkan oleh penampilan barongsai dari anak-anak SMP, penampilan kulintang dari anak-anak SD, dan penampilan nyanyian kulintang serta tarian pincuk dari anak-anak TK. Terlihat pula dalam rombongan Bapak Walikota yaitu anak-anak TK ABA 1 yang kali ini datang secara bergantian mengunjungi anak-anak TK St. Bernardus.

“Toleransi antar sesama penting, tunjukkan bahwa aku orang Madiun, aku orang Indonesia. Sehingga memiliki karakter damai, saling menghargai, dan saling menghormati. Sejak dini harus sudah ditanamkan,” kata Bapak H. Maidi.

Pada kesempatan itu pula, karena Bapak Walikota memiliki latar belakang mengajar, maka ia meminta pihak kampus untuk diperbolehkan mengajar disalah satu kelas. Bapak Walikota memasuki kelas V.2 dan terlihat bagaimana ia menanyakan beberapa pertanyaan kepada anak-anak di kelas.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK St. Bernardus, Madiun, Imelda Gurita Ulam Sari menuturkan agenda kunjungan Bapak Walikota ini sangat mendadak. “Kehadiran mereka merupakan hadiah sekaligus tanda cinta. Ini pertama kalinya kami mendapat kunjungan dari TK Islam ke sekolah kami.  Harapannya anak-anak ke depan terus melakukan kegiatan seperti ini,” kata Ibu Rita.

Serviam

MADIUN, SERVIAMNEWS.com –Memasuki bulan puasa, anak-anak TK Santo Bernardus, Madiun, Jawa Timur belajar berbagi kasih dan toleransi dengan mengunjungi teman sesamanya yang berbeda agama. Mereka datang berkunjung ke TK Aisyiah Bustanu Athfal (ABA) 1, Kamis, 9 Mei 2019. Kedatangan anak-anak yang didampingi oleh kepala sekolah, guru, para suster Ursulin, komite dan sejumlah wali murid ini disambut hangat.

 Acara berbagi kasih juga berlangsung di tempat lain yaitu di TK Asther. Sedangkan, hari kedua berbagi kasih yaitu pada Jumat, 10 Mei 2019 diadakan di PAUD Cendekia dan PAUD Anggur. Mereka datang membagikan bingkisan kepada anak-anak dan guru.

Dalam acara penyambutan di TK ABA 1 berlangsung menarik. Anak-anak perempuan yang berbusana muslim serba putih menari riang gembira, menyambut kedatangan para tamu. “Ini menjadi tanda kasih untuk berbagi kepada saudara umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa,” kata Kepala Sekolah TK St. Bernardus, Madiun, Imelda Gurita Ulam Sari ini.

Seluruh anak-anak TK membaur dan bersukacita. Para siswa TK St. Bernardus juga berbagi kasih dengan membagikan tasbih dan peci kepada siswa TK ABA 1. “Mengajarkan kerukunan sejak dini itu penting. Memiliki rasa menghormati, bertoleransi dan berbagi antar sesama sampai dewasa nantinya,” lanjut Ibu Rita.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK ABA 1, Ida Ayu Tristiawati mengapresasi dengan acara yang diprakarsai oleh TK St. Bernardus. Ida mengaku tidak menyangka, bahwa TK St. Bernardus datang membawa peci, tasbih, serta jajanan untuk berbuka. “Kami merasakan tali persaudaraan antar agama yang lebih erat,” ujar Ibu Ida.  

Ida juga berusaha menanamkan nilai moral toleransi dan kerukunan umat beragama kepada anak didiknya. Mengajarkan, bahwa di Indonesia tidak hanya ada agama Islam. Melainkan juga ada agama Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan lainnya. “Sehingga anak-anak tidak ada jarak antar umat Muslim dan Nasrani, kami sambut dengan gembira terima kasih untuk TK St. Bernardus,” jelas Ibu Ida.

Serviam

JAKARTA,SERVIAMNEWS.com – Pada Jumat, 12 April 2019 KB-TK Santa Theresia, Menteng, Jakarta Pusat melaksanakan acara Family Gathering dengan tema “Aku Cinta Indonesia”. Kegiatan Family Gathering bertujuan untuk memupuk rasa percaya diri, memiliki semangat juang dan dapat bekerjasama pada anak. Selain itu, kegiatan ini untuk menciptakan rasa kekeluargaan diantara orangtua dengan sekolah dan orangtua dengan orangtua. Kegiatan diawali dengan upacara bendera bersama anak dan orangtua.  Perwakilan orangtua bertugas dalam upacara bendera.

Acara Family Gathering dimeriahkan dengan berbagai macam perlombaan. Perlombaan itu meliputi: Lomba Menyanyi “Aku Anak Indonesia” untuk jenjang KB, Lomba Menari “Si Patokaan” untuk jenjang TK A serta Lomba Presentasi Kebudayaan yang ada di Indonesia (Yogyakarta, Flores dan Bali) untuk jenjang TK B. Selain itu, ada juga lomba ketangkasan seperti karpet strategi, lari membawa bendera dan memakaikan baju daerah yang diikuti oleh anak-anak dan orangtua juga sangat kompak.

Kami merasa bersyukur dan senang melihat antusias dari para orangtua dan anak-anak dalam mengikuti acara Family Gathering ini. Jelas terlihat nilai Team spirit, Achievement Motivation, Compasionate motherhood terlihat dalam acara ini. Dimana para orangtua saling memberikan support kepada anak-anak serta orangtua lainnya.

Setelah perlombaan selesai, seluruh orangtua dan anak-anak makan bersama. Semua orangtua saling berbagi kasih dengan membawa makanan bersama-sama untuk dimakan oleh seluruh anak-anak dan para orangtua. Yang sangat menarik dari kegiatan makan bersama ini adalah seluruh orangtua membawa kotak makan masing-masing saat antri untuk mengambil makanan. Ini merupakan salah satu implementasi renstra sekolah “Eco art preneur”. Bangga dengan seluruh keluarga besar KB – TK Santa Theresia. Tuhan Memberkati.

Kampus Santa Theresia Jakarta : http://www.sttheresia-jkt.sch.id/

Serviam

KLATEN, SERVIAMNEWS.com – Selagi siswa kelas IX berjuang menghadapi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), siswa kelas VIII SMP Maria Assumpta mengisi waktu liburan dengan mengikuti kegiatan live in, Senin, 22 April 2019 sampai Kamis, 25 April 2019 di Mranggen, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Adapun tujuan live in, yaitu mengajak siswa untuk mengalami secara pribadi hidup di desa (beberapa siswa yang tinggal di kota kabupaten mungkin tidak mengalami suasanan kehidupan di desa).

Selanjutnya mereka juga belajar menemukan makna hidup di tengah kesederhanaan masyarakat di desa, khususnya di lingkungan Mranggen, Jatinom, Klaten. Dalam kegiatan live in kali ini, anak-anak ditempatkan di rumah orang tua asuh yang memiliki mata pencaharian sebagian besar adalah petani ladang dan peternak yang sehari-hari bekerja di ladang atau mencari pakan ternak.

Hari Senin, 22 April 2019 pukul 12.00 WIB rombongan tiba di lokasi live in disambut oleh beberapa orang tua asuh yang akan membawa anak-anak selama live in. Setelah upacara penyambutan dan serah terima siswa SMP Maria Assumpta kepada orang tua dan perwakilan lingkungan Mranggen, anak-anak diajak pulang oleh orang tua asuhnya. Seluruh anak-anak melakukan kegiatan rumah tangga di rumah orang tua asuhnya, belajar berbaur dengan masyarakat dan lingkungan yang baru, dan tentunya belajar mandiri melakukan kegiatan dan memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Hari kedua pelaksanaan live in, anak-anak melakukan kegiatan di rumah orang tua asuh mereka masing-masing, ada yang membantu membersihkan rumah, memberi makan ternak, berladang, membantu mengasuh balita, memasak, dan lain sebagainya. Anak-anak belajar untuk hidup mandiri melakukan pekerjaan yang mungkin selama ini tidak mereka lakukan di rumah.

Hari ketiga, anak-anak melakukan kerja bakti bersama di Kapel St. Christophorus Mranggen. Sebelum kerja bakti, guru pendamping membagi tugas terlebih dahulu, ada yang menyapu bagian dalam kapel, menyapu halaman kapel, membersihkan rumput di halaman, mengamplas cat pagar gereja, dan mengecat pagar gereja agar tampak cantik kembali.

Pada malam hari, anak-anak beserta orangtua asuhnya bersama-sama berkumpul di Klaten untuk membuat acara malam keakraban.

Di acara malam keakraban ini, turut hadir pula Kepala SMP Maria Assumpta, Sr. Claudia Dalo, OSU. Dalam sambutannya, Sr. Claudia mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang bapak ibu warga lingkungan Mranggen berikan sehingga anak-anak bisa belajar apa arti hidup melalui kegiatan live in. Dalam acara tersebut, anak-anak peserta live in juga menampilkan kesenian berupa paduan suara dan ada juga tampilan dari adik-adik PIA kapel St. Christophorus Mranggen. Semua bergembira dan ada beberapa juga orangtua terharu karena pertemuan yang singkat dengan siswa SMP Maria Assumpta ini.

Masuk hari keempat, 25 April 2019, hari terakhir live in, anak-anak melakukan kerja bakti di Pasar Mranggen. Didampingi oleh bapak ibu guru pendamping, anak-anak membersihkan area di sekitar Pasar Mranggen. Setelah acara kerja bakti selesai, dilanjutkan acara MCK dan berkemas-kemas karena sebentar lagi tim penjemput akan tiba di lokasi. Siang hari pukul 12.30 WIB, tibalah acara perpisahan peserta live in. Pukul 13.00 WIB rombongan anak-anak kembali lagi ke sekolah untuk selanjutnya pulang ke rumah masing-masing membawa pengalaman berharga live in 2019.

Terima kasih Mranggen atas pengalaman hidup yang boleh kami dapatkan. Cerita ini akan terus mewarnai hari-hari kami selanjutnya. Salam Serviam!

Kampus Maria Assumpta Klaten : http://mariaassumpta.sch.id/

Serviam

Menjadi seorang guru harus senantiasa berbahagia, sebab kebahagiaan memancarkan aura positif ke lingkungan sekitar.

SURAKARTA, SERVIAMNEWS.com – “Menjadi Guru yang Bahagia” merupakan tema rekoleksi yang dibawakan oleh Romo Yohanes Abdi Pranata, SJ di auditorium Kampus Regina Pacis Surakarta, Sabtu 13 April 2019. Diikuti oleh suster serta guru-guru dari TK-SD-SMP Maria Assumpta Klaten dan SMP-SMA Regina Pacis Surakarta, rekoleksi dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Suster Veronica Sri Andayani, OSU. Acara yang bertajuk bahagia tersebut dilanjutkan dengan penampilan Pak Tono dari TK Maria Assumpta Klaten yang menyanyikan lagu seraya membawa nuansa ceria.

Dalam rekoleksi ini, Romo Abdi mengawali dengan pertanyaan yakni mengapa kita harus bahagia. Setiap orang ingin bahagia, namun tidak setiap orang mampu menjelaskan alasan di balik kebahagiaan yang didambakan. Terdapat empat poin tentang alasan bahagia yang diutarakan oleh Romo Abdi. Pertama, karena bahagia adalah ciri orang normal. Kedua, karena kita orang yang beriman akan Kristus. Ketiga, karena siapa berbahagia maka dia akan profesional. Keempat, karena kita harus punya aura bahagia.

Romo Abdi menerangkan bahwa guru yang bahagia menyemarakkan keadilan, peserta didik, dan sekolah. Guru yang bahagia melimpah berkat dan rezeki dari-Nya, bukan dari iblis. Guru yang bahagia akan selalu “survive” dalam situasi apa pun. Kebahagiaan seorang guru tidak dapat dilepaskan dari aspek pelayanan. Dalam hal ini, melayani yang dimaksud adalah melayani layaknya Yesus melayani, seperti yang tertulis dalam Matius 20: 28 dan Markus 10: 45

Melayani berarti mengikuti Yesus dan melakukan sabda-Nya. Dengan melayani maka kita akan bahagia. Dengan melayani maka kita akan menghayati panggilan sebagai guru. Semangat pelayanan inilah yang digaungkan dalam rekoleksi ini. Romo Abdi juga memaparkan sikap-sikap diri yang mampu menghambat semangat pelayanan. Sikap egois, mendua, diskriminasi, bermental minimalis, dan kebiasaan untuk tidak jujur merupakan gambaran tabiat yang wajib disingkirkan.

Penyampaian materi rekoleksi yang disampaikan dengan menyertakan contoh-contoh dari pengalaman nyata membuat peserta merasakan unsur kedekatan yang mendalam. Nuansa humor dan penuh canda tawa mendominasi jalannya rekoleksi ini sehingga waktu terasa begitu cepat ketika acara berakhir pada pukul 12.30 WIB.

Christianto Dedy Setyawan, S.Pd (Guru SMA Regina Pacis Surakarta)

Kampus Regina Pacis Solo : http://smareginapacis-solo.sch.id/

Serviam