BANDUNG, SERVIAMNEWS.com – Peserta didik TK A Santa Angela melaksanakan outing ke Bandung Champion City, sebuah arena rekreasi di daerah Antapani, Selasa, 19 November 2019. Di dalam Bandung Champion City, peserta didik dapat bermain peran seperti orang dewasa. Terdapat berbagai wahana dimana peserta didik bisa merasakan bekerja sebagai polisi, dokter, chef, kurir, pemadam kebakaran, dan lain-lain.


Peserta didik bahkan diajak untuk mengelola uang mereka sendiri seperti orang dewasa, contohnya seperti bekerja untuk mendapatkan uang dan harus mengeluarkan uang untuk apa yang mereka inginkan. Pada awal masuk arena bermain, peserta didik diberi cek sebesar 1000 ciciz. Ciciz merupakan mata uang yang hanya bisa dipakai di Bandung Champion City.
Setelah peserta didik mendapat cek uang, mereka diajak ke wahana Bank untuk menukarkan cek dengan mata uang Ciciz. Setelah itu, peserta didik diajak ke wahana University. Di wahana ini, peserta didik diberikan pengetahuan bahwa setiap orang yang ingin bekerja, harus sekolah sampai Universitas. Peserta didik pun bermain peran sebagai mahasiswa serta mendapatkan ijazah sebenarnya.
Kemudian, peserta didik dibawa ke wahana Hospital dan Driving School, karena sebelum bisa bermain sebuah wahana, peserta didik harus memiliki Surat Kesehatan dan SIM. Peserta didik diajak berperan bagaimana cek kesehatan dan tes mengemudi. Peserta didik baru bisa berbagai wahana setelah mereka mendapat Ijazah, Surat Kesehatan, dan SIM.



Peserta didik pun terbagi menjadi beberapa kelompok untuk bermain. Setiap mereka bermain, ada sejumlah Ciciz yang harus peserta didik keluarkan, seperti pada saat bermain balap mobil, tetapi ada juga wahana yang akan memberikan gaji berbentuk Ciciz, sehingga peserta didik dapat mengerti konsep bekerja seperti orang dewasa. Dengan konsep seperti ini, peserta didik juga diajak untuk bisa mengelola uang yang mereka punya.
Peserta didik TK A Santa Angela tidak hanya bisa bermain dengan senang di Bandung Champion City karena dapat berperan sesuai cita-cita mereka, tetapi juga dapat belajar bagaimana beraktivitas sebagai orang dewasa seperti orangtua mereka. Peserta didik pun dapat menghargai usaha orangtuanya untuk mencari nafkah.
TK Santa Angela Bandung : http://tk.santa-angela.sch.id/
Serviam
BANDUNG, SERVIAMNEWS.com– Pengenalan lingkungan alam sekitar kepada anak merupakan salah satu komponen terpenting dalam pengembangan kepribadian anak sebagai bagian dari alam. Anak diajak untuk mengenal juga unsur lingkungan yaitu abiotik dan biotik. Dengan cara yang inovatif dan kreatif dapat menjadikan proses mengenal dan membedakan lingkungan abiotik dan biotik ini menjadi hasil karya yang menarik.


Terlebih jika proses pembuatan prakarya ini dilakukan dengan sistem kelompok. Bukan hanya ilmu yang diperoleh namun keterampilan bersosialisasi dan bekerja sama semakin terasah. Kali ini, peserta didik kelas 3 SD Santa Angela, Bandung, Jawa Barat mempraktikkan proses membedakan lingkungan abiotik dan biotik terpadu dengan prakarya bersama teman – teman kelompoknya.


Mereka bekerja sama mulai dari menemukan ide, merancang bentuk dan gambar, sampai menghasilkan karyanya. Hasilnya semua keren dan menarik. Semangat selalu dalam belajar, ya!
SD Santa Angela Bandung : http://sd.santa-angela.sch.id/
Serviam
ENDE, SERVIAMNEWS.com– Keluarga besar Kampus Santa Ursula Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) merayakan peringatan Hari Guru Nasional, Senin, 25 November 2019. Ucapan “Selamat Hari Guru” meluncur dari peserta didik kepada para guru sebagai apresiasi atas dedikasinya mengabdi, Seusai upacara hari Senin, peserta didik berbaris dan memberi salam satu persatu kepada para guru tercinta.


Tidak itu saja, untuk memeriahkan acara peringatan Hari Guru, para guru mengadakan lomba masak nasi goreng, lomba dandan, dan fashion show, Jumat, 22 November 2019. Adapun tujuan dari kegiatan Hari Guru adalah sebagai bentuk apresiasi kepada para guru atas cinta dan semangatnya dalam mendidik generasi Bangsa Indonesia.


Dalam lomba nasi goreng, para guru dibagi dalam beberapa kelompok, dengan satu kelompok terdiri dari 5- 6 orang. Para guru terlihat semangat dan senang memasak sekaligus menghias nasi goreng. Saat para guru ikut lomba, para peserta didik pun tidak mau kalah. Mereka berjoget bersama di tengah lapangan dan bertugas sebagai juri sekaligus suporter memberi semangat kepada guru.
Serviam
KOTAMOBAGU, SERVIAMNEWS.com– SMP Katolik Theodorus, Kotamobagu, Sulawesi Utara meraih juara 1 Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Kotamobagu 2019. Para pemenang LSS tingkat Kotamobagu menerima hadiah yang diberikan Asisten II, Gunawan Damopolii didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Andin Matali di Kantor Sekretariat Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Kelurahan Mongkonai Barat, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kamis, 21 November 2019.
Bapak Gunawan Damopolii dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para pemenang LSS tingkat Kotamobagu 2019. Ia berharap agar pemenang lomba dapat semakin meningkatkan kualitas pendidikannya dan kualitas lingkungan sekolah yang sehat.
“Sangat bersyukur, ternyata usaha Pemerintah Kota Kotamobagu melalui instansi terkait dan para kepala sekolah mampu meningkatkan kesadaran sekolah-sekolah dalam menjaga kebersihan, sehingga kedepannya bisa masuk tingkat provinsi hingga nasional,” kata Gunawan.
Program LSS merupakan sebuah kampanye berupa lomba bagi sekolah-sekolah di daerah dalam mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat. Tidak itu saja, LSS adalah upaya memotivasi sekolah untuk menciptakan budaya bersih, sehat, dan berkarakter dalam membentuk generasi yang unggul. Kegembiraan dan kecakapan peserta didik merupakan tanda bahwa hidup sehat telah membudaya di sekolah.
Serviam
ENDE, SERVIAMNEWS.com– Sebanyak 32 peserta yang terdiri dari guru SD, SMP, dosen Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) dan tenaga kependidikan asrama dan sekolah mengikuti pembinaan pegawai baru di Kampus Santa Ursula, Ende, Nusa Tenggara Timur Senin-Rabu, 18-20 November 2019. Hadir sebagai narasumber Ketua I Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin, Sr. Ferdinanda Ngao, OSU yang membawakan materi mengenai Pendidikan Menurut Santa Angela, Visi-Misi, dan Struktur Organisasi.


Sedangkan materi mengenai Uraian Pekerjaan akan dibawakan oleh Koordinator Bidang Human Capital Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin, Bapak Petrus Doni Karno. Pembinaan Pegawai Baru di Kampus Santa Ursula Ende memiliki 3 tujuan. Pertama, agar tercipta kedekatan batin antara pegawai dengan para Suster Ursulin sebagai pemilik serta pengelola sekolah. Kedua, agar para pegawai merasakan kebahagiaan dalam panggilannya.


Ketiga, agar semakin kuat rasa memiliki, perlu adanya “Inner Drive” dan “Fighting Spirit”. Selain mendengar penjelasan dari materi yang dibawakan, peserta diajak melakukan relfeksi dan sharing bersama untuk menggali dan memperkuat motivasi satu sama lain. Selanjutnya, para peserta diharapkan dapat membangun kehendak baik bersama membangun dan mengembangkan pelayanan pendidikan di Kampus Santa Ursula Ende.
Serviam
SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Open house hari ke-2 Kampus Yuwati Bhakti, Sukabumi, Sabtu, 16 November 2019 diwarnai dengan kegiatan sinergitas yang mengembangkan potensi dan melatih jiwa sosial peserta didik. Pengembangan diri peserta didik teraktualisasi dalam lomba, pentas seni, bazar, dan kabaret, sedangkan pelatihan jiwa sosial diaplikasikan dalam donor darah dan minum teh.


Sejak pagi, pentas seni gabungan TB-TK Sukapirena, SD, dan SMP Yuwati Bhakti mengawali kegiatan open house di lapangan basket. Seluruh peserta didik TB – TK menari dengan wajah ceria didampingi para guru yang ekspresif memotivasi peserta didik. Kelompok wushu SD Yuwati Bhakti mencuri perhatian penonton dengan musiknya yang menggelegar. Lincah dan atraktif gerakan mereka mampu membius penonton yang hadir. Peserta didik SMP tampil memukau dengan modern dance terinspirasi dari film “The Greatest Showman”.


Usai penampilan terbuka di lapangan basket, pemain kabaret yang terdiri dari peserta didik TB-TK, SD, dan SMP yang dilatih oleh Kak Mino dan Kak One dari Sanggar Warriors Family tampil di aula Kampus Yuwati Bhakti disaksikan oleh orangtua peserta didik, alumni dan tamu undangan. Sementara itu, peserta didik TB-TK menampilkan pameran hasta karya dan pentas seni, kelas I – V lomba mewarnai, mozaik, dan melukis bersama orangtua. Sedangkan, peserta didik kelas VI membantu Ikatan Alumni Yuwati Bhakti (IKA YB) dalam kegiatan donor darah Pahlawan. Donor darah yang rutin dilakukan oleh IKA YB itu mampu mengumpulkan 102 kantong darah dari 158 pendaftar.


Peserta didik SMP mengasah keterampilan entrepreneur mereka dengan membuka bazar tiap kelas sambil menyaksikan tampilan budaya Rally Galang yang pernah menjadi juara 1 Se-Keuskupan Bogor tahun lalu. Di akhir acara, hidangan teh dan makanan lokal, seperti jagung, pisang, dan ubi rebus disajikan untuk para pengunjung yang hadir di Kampus Yuwati Bhakti.


Semoga kegiatan open house ini dapat menjadi salah satu sarana bagi peserta didik untuk lebih mengembangkan potensi diri. Selain itu, dapat melatih diri menjadi pribadi yang disiplin, percaya diri, jujur, tangguh dan memiliki jiwa sosial. Sehingga peserta didik dapat memiliki bekal untuk terjun ke masyarakat yang semakin maju dan kompleks.
Eva Renata (IX.2 SMP Yuwati Bhakti)
Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/
Serviam
ENDE, SERVIAMNEWS.com– Sebanyak 142 wisudawan mengikuti Rapat Senat terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Sekolah Tinggi Pembangungan Masyarakat (STPM) program S1 Jurusan Ilmu Sosial (Sosiatri) dan 6 wisudawan jurusan Ilmu Pemerintahan (angkatan I). Acara bertajuk “Menjadi Dinamisator Dalam Pembaharuan Desa” ini berlangsung di Graha Ristella Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 16 November 2019. Terpilih Sr. Pricilla OSF sebagai lulusan terbaik dengan IP tertinggi dan lulus tercepat.


Hadir dalam acara wisuda, Ketua I Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin, Sr Ferdinanda Ngao, OSU. Dalam sambutannya, Sr. Ferdinanda mengajak para wisudawan untuk memiliki achievement motivation yaitu motivasi untuk selalu berprestasi. Tidak itu saja, para wisudawan juga harus menjadi penggerak yang memiliki pola pikir kreatif dan inovatif. Kemudian, selalu berpikir out of the box, membawa hasil yang bermanfaat bagi banyak orang.
“Jangan lupa untuk selalu memiliki critical thinking. Membangun pola pikir yang fleksibel, kemampuan beradaptasi untuk menjawab berbagai jenis tantangan. Kita harus memberdayakan bukan memperdayakan. Pemimpin yang melayani dan memberdayakan,” tegas Sr Ferdinanda.


Selain Kampus Santa Ursula, para suster Ursulin di Komunitas Ende melayani kaum muda melalui kerasulan asrama. Ada 2 buah asrama Putri Santa Ursula untuk siswi SMP Santa Ursula Ende dan Asrama Putri Santa Angela untuk siswi SMA/SMK.
STPM Santa Ursula Ende : http://stpmsantaursula.ac.id/
Serviam
SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Pembukaan Open House Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi, Jawa Barat berlangsung meriah dan penuh warna. Kegiatan bertajuk “Pemimpin yang Jujur, Disiplin, dan Tangguh” ini dihadiri oleh keluarga besar Kampus Yuwati Bhakti seperti para Suster Ursulin, guru, orangtua murid, peserta didik, alumni (IKA YB) dan pensiunan. Acara berlangsung selama dua hari yaitu Jumat – Sabtu, 15-16 November 2019. Tema yang diangkat merupakan implementasi penanaman karakter (disiplin, jujur, tangguh) yang ditekankan dalam pembelajaran pada tahun pelajaran 2019 – 2020.


Perarakan peserta didik TB-TK, SD, dan SMP Yuwati Bhakti mengenakan pakaian sesuai kekhasan tiap kelas, bendera dan papan nama sebagai identitas kelas mereka mengawali kegiatan open house. Tari Gunungan yang ditampilkan oleh peserta didik SD Yuwati Bhakti dengan bimbingan Ibu Euis (alumni YB 1986) mengantarkan Ketua III Kampus Yuwati Bhakti, Sr. Elisabeth Sri Utami, OSU dan para kepala satuan pendidikan ke tengah lapangan.


Tari gunungan merupakan tari tradisi tatar Sunda sebagai simbol pembuka suatu acara atau menyambut tamu, dilanjutkan penampilan dance dari TK dan tari Kodok oleh peserta didik SD serta penampilan modern dance dari SMP. Orangtua murid sangat antusias atas kegiatan ini. Mereka dengan senang hati membantu persiapan, baik dari segi dana maupun tenaga. Mereka berharap peserta didik Kampus Yuwati Bhakti memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan tangguh untuk menghadapi tantangan di masa depan.


Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Sr Utami, mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga kampus atas partisipasinya untuk mendukung kegiatan ini. Ia juga menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini agar peserta didik merasa gembira dan bersemangat dalam belajar yang tidak hanya di kelas tapi mengembangkan potensi diri melalui pentas seni dan keterampilan yang dipamerkan hari ini. Pada kesempatan ini pun diresmikan pembentukan Paguyuban Peduli Pendidikan Yuwati Bhakti (P3YB) tiap unit.


Kegiatan di unit menampilkan pentas seni dan pameran. TB-TK Sukapirena membuat kegiatan “marketday” yaitu peserta didik berperan sebagai karyawan di rumah makan. Ada yang menjadi manager, penerima tamu, pelayan, dan kasir dengan tujuan melatih peserta didik berani berkomunikasi, melayani, dan menghargai tiap profesi. Tamu yang hadir sangat antusias dilayani oleh pelayan-pelayan kecil tersebut. Peserta didik SD Yuwati Bhakti menyajikan pameran hasil kerajinan tangan, ekstrakurikuler, dan pentas seni, SMP menyajikan entrepreneur dan pentas seni tiap kelas serta demo ekstrakurikuler. Acara di tutup dengan menari poco-poco dan foto bersama seluruh orangtua murid dan alumni YB.
Tim jurnalistik SMP YB
Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/
Serviam
BANDUNG, SERVIAMNEWS.com– Seluruh siswa-siswi dan guru SMP Santa Ursula, Bandung, Jawa Barat nonton bareng Film “Susi Susanti: Love All” di Bioskop, Jumat, 8 November 2019. Film Susi Susanti: Love All mengisahkan perjuangan dan kerja keras pebulutangkis legendaris Susi Susanti. Dalam film, banyak pesan dan pelajaran yang bisa kita ambil seperti bahwa musuh terbesar adalah diri kita sendiri. Para peserta didik belajar bahwa rasa takut tidak perlu dimusuhi namun harus kita terima.

Kemudian, kita belajar bahwa sebuah perjuangan akan membawa hasil. Pesan lain yang diceritakan dalam film yaitu seseorang tidak cukup hanya memiliki bakat besar namun juga diperlukan mental juara. Selain itu, dukungan orang tua sangat menentukan keberhasilan seorang anak. Caranya dengan menentukan target sejak awal, membuat prioritas mendukung keberhasilan, dan jangan lupa doa yang selalu memberikan kita kekuatan dalam menghadapi masalah, Selain pelajaran tersebut, film mengambarkan pula masa-masa suram bagi keturunan Tionghoa dan nilai patriotisme.
Kampus Santa Ursula Bandung : https://www.santaursula-bdg.sch.id/
Serviam
SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Sejak pagi, Rabu, 7 November 2019, telah hadir perwakilan beberapa instansi pemerintahan Kota Sukabumi seperti Bapak Camat Cikole, Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Pengawas TK, Bapak Lurah Selabatu, Kepala Puskesmas Selabatu, Pengurus Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia, dan Kelompok Kerja Kepala TK. Mereka datang untuk mendukung pelaksanaan penilaian Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Jawa Barat di TB – TK Sukapirena Sukabumi, Jawa Barat.


Pukul 09.30 peserta didik menyanyikan lagu “Mars UKS” dan “Selamat Datang” mengiringi kedatangan Tim Penilai LSS Tingkat Provinsi Jawa Barat, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Pembina UKS tingkat Kota Sukabumi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabuni, Polsek Cikole, dan Polres Kota Sukabumi. Penampilan tari tor-tor, permainan angklung, lagu “Mars UKS” pidato berbahasa Inggris dan Indonesia dipersembahkan untuk menyambut kedatangan Tim Penilai LSS beserta para tamu undangan yang hadir.
Sebelum menyampaikan sambutannya, salah satu Tim Penilai mengungkapkan rasa bahagia atas penyambutan yang luar biasa dan mengagumi penampilan peserta didik di atas panggung. Panitia mengungkapkan tujuan diadakannya Lomba Sekolah Sehat adalah upaya memotivasi sekolah untuk menciptakan budaya bersih, sehat, dan berkarakter dalam membentuk generasi yang unggul. Kegembiraan dan kecakapan peserta didik merupakan tanda bahwa hidup sehat telah membudaya di sekolah ini.


Sambutan Bapak Walikota Kota Sukabumi disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Sukabumi bahwa penilaian mengarah pada sekolah berkarakter sebagai media hidup sehat yang berpengaruh pada indeks pendidikan Kota Sukabumi. Sebelum dilakukan penilaian, Kepala TB-TK Sukapirena menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah atas terselenggaranya Lomba Sekolah Sehat sebagai upaya memberi motivasi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan.
Penilaian Lomba Sekolah Sehat dilakukan oleh tiga orang penilai, masing-masing didampingi oleh dokter kecil (dokcil), guru, dan Tim Peduli Pendidikan TB – TK Sukapirena. Dengan lincah dokter-dokter kecil mengantarkan para penilai ke setiap ruang dan menjawab pertanyaan yang diajukan. Kepala TB – TK juga turut mendampingi salah satu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. Penilaian dilakukan secara cermat dan sangat detail hingga pukul 12.00.


Tim penilai mengapresiasi karakter peserta didik yaitu para dokcil yang luar biasa dan mampu menjawab semua pertanyaan yang diberikan, life skill, kelengkapan peralatan UKS, dan tanaman Toga. Segala upaya telah dilakukan oleh TB – TK Sukapirena secara optimal demi kelancaran pelaksanaan penilaian Lomba Sekolah Sehat. Semoga upaya ini membuahkan hasil yang menggembirakan semua pihak, terutama TB-TK Sukapirena agar semakin maju dan menjadi sekolah yang berkarakter dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan demi terwujudnya generasi yang unggul.
Agnes Tri Maryunani (Humas Kampus YB)
Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/
Serviam