SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Oktober 2021, Kampus Yuwati Bhakti mengundang pegiat literasi dan inisiator Seni Baca Relief (SEBAR), Bapak Bambang Eka Prasetya, M.M. sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Berbahasa Berbasis Dongeng Nusantara. Kegiatan itu dilaksanakan pada hari Rabu – Jumat, 27 – 29 Oktober 2021 secara virtual yang terbagi dalam 7 kelompok, yaitu kelompok TB-TK, kelas I – II, III – IV, V – VI, VII, VIII, dan IX. Setiap kelompok menerima materi berupa kisah relief sesuai dengan tingkat pendidikan masing-masing. Tema yang diangkat dalam pelatihan ini adalah “Karakter Kepemimpinan dalam Dongeng Nusantara”.

Latar belakang pemilihan tema ini adalah karakter kepemimpinan banyak terkandung dalam dongeng nusantara, secara khusus kisah-kisah dalam relief candi yang banyak terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Dalam kesempatan ini, pemateri mengangkat 7 kisah dari relief Candi Borobudur dan Candi Mendut (Magelang, Jawa Tengah), serta Candi Sojiwan (Klaten, Jawa Tengah). Dengan menemukan salah satu karakter kepemimpinan tersebut, peserta didik diharapkan mampu mengembangkannya dalam bentuk karya, baik lisan maupun tulisan. Sesuai dengan Value Preposition (VP) Kampus Yuwati Bhakti, yaitu “Pemimpin Masa Depan Berpola Pikir Sains”, peserta didik diharapkan mampu memahami dan mengolah secara lebih dalam, karakter kepemimpinan yang ditemukan dalam kisah.

Antusiasme peserta didik sangat terlihat dari kehadiran peserta didik di Microsoft Teams lebih awal dari jadwal, rasa penasaran mereka terhadap narasumber yang akan hadir, dan banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan kepada narasumber. Bahkan, demi menjawab semua pertanyaan mereka yang unik dan bervariasi, narasumber rela memperpanjang waktu hingga 30 – 45 menit.

“Eyang, bagaimana cara menjadi pendongeng yang baik? Mengapa Eyang masih semangat mendongeng meskipun sudah tua? Apakah Eyang punya channel youtube?” demikian beberapa pertanyaan yang dilontarkan peserta didik. Dengan sabar dan penuh pengertian, Eyang BEP, sapaan akrabnya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk memuaskan dahaga para peserta didik Kampus Yuwati Bhakti.

Kegiatan pelatihan berbahasa ini ditutup dengan komitmen peserta didik untuk menghasilkan karya, yaitu bercerita untuk kelompok TB-TK dan kelas I SD, menulis cerita anak untuk SD kelas II – VI, menulis puisi, cerpen, dan esai untuk peserta didik SMP. Semoga komitmen mereka dapat dilaksanakan dengan baik sesuai deadline dan mereka mampu mewujudnyatakan karakter kepemimpinan yang mereka olah lewat karya dalam hidup sehari-hari hingga menjadi milik mereka masing-masing secara pribadi.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Yuwati Bhakti: www.yuwatibhakti.sch.id

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com- Jumat, 17 September 2021, peserta didik TB-TK Sukapirena belajar virtual di Kantor Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi yang terletak di Jalan Yulius Usman No. 2 Kota Sukabumi. Pembelajaran virtual ini dilakukan karena situasi pandemi yang belum memungkinkan peserta didik untuk hadir secara fisik. Di sisi lain,pembelajaran ini sangat penting bagi mereka karena merupakan kesimpulan dari tema pembelajaran dalam seminggu yaitu “Profesi dalam Keluarga”.

Pembelajaran virtual ini diikuti oleh seluruh peserta didik TB-TK Sukapirena dengan antusias. Melalui kegiatan jalan-jalan virtual tersebut, peserta didik memperoleh informasi tentang profesi dan kelembagaan petugas pemadam kebakaran, sumber api, penyebab kebakaran, cara memadamkan api mulai dari yang tradisional, pemadaman api ringan hingga pemadaman api menggunakan alat besar.

Peserta didik juga mengenal pekerjaan yang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran yakni: pencegahan dan penanggulangan kebakaran, pemadaman kebakaran, penyelamatan manusia dan harta benda, pemberdayaan masyarakat, dan pengawasan bahan peledak. Selain tentang kebakaran, peserta didik juga dapat menyaksikan berbagai jenis ular, cara menangkap, cara meghindari, dan pentingnya melestarikan ular.

Antusiasme dan rasa ingin tahu peserta didik TB-TK Sukapirena ternyata luar biasa dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada petugas kebakaran maupun pawang ular. Berbagai pertanyaan terlontar dari bibir mungil mereka dengan rasa ingin tahu yang besar. “Ularnya makan apa? Makanannya matang atau mentah? Ularnya umur berapa? Apakah ular bisa menggigit?” demikian beberapa pertanyaan yang sempat mengundang tawa Sr. Grace, OSU dan Miss Rani yang menjadi pengajar saat itu, serta para narasumber dari pemadam kebakaran. Terpercik perasaan bangga menyaksikan para peserta didik bertumbuh secara fisik, emosi, sosial, dan intelektual. Semoga kelak mereka mampu menjadi pemimpin-pemimpin yang berpola pikir sains, tangguh, jujur, dan penuh kasih pada sesama.

Agnes Tri Maryunani (Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi)

Kampus Yuwati Bhakti: www.yuwatibhakti.sch.id

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-76 tahun 2021 dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa keramaian di tengah pandemi Covid 19. Ada yang merayakan di tengah keluarga, lingkungan sekitar secara terbatas, ada juga yang merayakan secara virtual. Hal itu menandakan bahwa pandemi covid 19 tidak mematahkan semangat kemerdekaan, namun justru meningkatkan kreativitas dan inovasi. Demikian juga dengan peserta didik Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi.

Peserta didik Kampus Yuwati Bhakti, mulai dari TB-TK, SD dan SMP mengadakan berbagai kegiatan untuk menyongsong HUT Kemerdekaan RI ke-76.  Mereka mempersiapkan kegiatan dengan penuh antusias, semangat  dan sukacita, meskipun dilaksanakan secara daring. SMP Yuwati Bhakti memulai kegiatan lebih awal, yaitu pada tanggal 7 Agustus 2021.

Seluruh kegiatan direncanakan dan dilaksanakan oleh pengurus OSIS. “Dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-76, OSIS SMP Yuwati Bhakti mengadakan acara lomba dengan tema 76 Merdeka,”ungkap Beatrice Halim,ketuaOSIS SMP Yuwati Bhakti 2021-2022.Beatrice juga menjelaskan bahwa dalam lomba “76 Merdeka” ada 4 macam lomba untuk peserta didik dan satu lomba untuk para guru. Empat lomba untuk peserta didik adalah Self Make Up Capture, Decorate Your Mask, Tiktok Merdeka, dan  Kahoot Quiz.

Dalam lomba Self Make Up Capture peserta didik merias wajah atau melakukan face painting dengan tema kemerdekaan Indonesia. Decorate Your mask adalah lomba menggambar/melukis dengan media masker bertema Kemerdekaan Indonesia. Pada lomba “Tiktok Merdeka”, peserta didik mengikuti pakaian, aksesoris, dan gerak-gerik para pahlawan. Kahoot Quiz berisi tentang sejarah kemerdekaan Indonesia. Peserta didik diajak mengingat perjuangan para pahlawan dari sebelum merdeka hingga merdeka.

Sedangkan untuk guru, panitia menyiapkan lomba Copy The Picture, yaitu para guru harus mengikuti gaya, pakaian, dan latar belakang foto yang diberikan oleh panitia. Setiap lomba yang diikuti peserta didik akan dipilih 3 terbaik dan mendapatkan apresiasi dari sekolah, sedangkan lomba untuk guru dipilih satu yang terbaik. Peserta didik maupun guru sangat antusias dan bersemangat mengikuti semua lomba dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-76. Ada tiga tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan lomba tersebut yaitu meningkatkan rasa nasionalisme, kepercayaan diri, dan kreativitas peserta didik.

TB-TK Sukapirena menyongsong HUT Kemerdekaan RI ke-76 dengan mengadakan Upacara Bendera melalui meeting room di Microsoft Teams pada tanggal 16 Agustus 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air dan mengenalkan lagu kebangsaan Indonesia Raya kepada peserta didik. Setelah itu, peserta didik diajak membuat bendera  merah putih mini untuk menumbuhkan semangat nasionalisme serta mengenal makna warna merah putih yang terkandung dalam warna bendera kebangsaan Indonesia. Untuk menambah kemeriahan dalam merayakan HUT RI, mereka berfoto dan dipasang di twibbon.

SD Yuwati Bhakti juga melakukan kegiatan menyongsong HUT Kemerdekaan RI pada tanggal 16 Agustus 2021. Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Hari Merdeka,  menyaksikan kisah singkat Proklamasi Kemerdekaan RI, dan membuat ucapan HUT Kemerdekaan RI ke-76. Tanggal 17 Agustus 2021, seluruh peserta didik SD Yuwati Bhakti menyaksikan pementasan seni dengan tema “Kemerdekaan RI ke-76” dari tiap kelas dan para guru yang telah dikemas dalam bentuk Video.

Meskipun semua kegiatan dan lomba diadakan secara virtual, antusiasme dan optimisme peserta didik  dan para guru sungguh luar biasa. Mulai dari TB-TK, SD, dan SMP mengikuti semua kegiatan dengan penuh semangat dan sukacita. Semoga tema HUT Kemerdekaan RI ke-76 “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” dapat diwujudnyatakan di Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi.

Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Bagi Anda, hiduplah sedemikian rupa, hingga Anda menjadi contoh bagi mereka. Apa yang Anda ingin mereka lakukan, lakukanlah sendiri itu lebih dahulu. Bagaimana Anda bisa mencela atau menegur kekurangan mereka apabila mereka melihat kekurangan itu masih ada dalam diri Anda sendiri? Bagaimana Anda dapat mengajarkan dan menganjurkan suatu kebajikan kecuali kalau Anda sendiri memiliki kebajikan itu atau setidak-tidaknya bersama-sama mereka mulai menjalankannya. Maka, berusahalah memimpin dan mendorong mereka dengan contoh Anda sendiri sehingga mereka hidup baik (Nasihat 6: 1-6).

Menjadi contoh, teladan, model bagi orang lain dan bagi peserta didik dalam konteks sekolah merupakan inti dari cuplikan nasihat Santa Angela di atas. Tenaga pendidik, kependidikan, maupun penunjang di sekolah harus mampu menjadi contoh/model yang dapat dilihat dan ditiru oleh peserta didik.  Ketika kita mengharapkan peserta didik melakukan sesuatu, baik itu sikap maupun keterampilan hendaknya hal itu sudah dimiliki atau minimal dilakukan bersama-sama dengan mereka. Sikap demikian yang diharapkan Santa Angela, ada dalam diri kita sebagai pengikutnya.

Sebab, apabila kita hanya memberi instruksi tanpa memiliki atau tanpa pernah melakukan apa pun, mustahil peserta didik atau siapa pun percaya dan mau melakukan tindakan yang kita instruksikan tersebut. Ajakan dan himbauan Santa Angela ini sangat sederhana, tapi menyentuh jiwa manusia dan mengajak kita berani melihat ke dalam diri sendiri, memotivasi diri untuk berusaha memimpin dan mendorong mereka yang kita bimbing dengan contoh dan teladan kita sendiri.

Kampus Yuwati Bhakti terus menerus memotivasi seluruh pegawai untuk menghayati spiritualitas Santa Angela, salah satunya dengan menjadi contoh/model bagi peserta didik dengan cara apa pun. Semangat berprestasi, berdaya juang tinggi merupakan salah satu sikap yang ditanamkan dalam diri peserta didik di Kampus Yuwati Bhakti. Semangat itu  diwujudkan dengan mengikuti berbagai lomba baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Dalam upaya menjadi contoh bagi peserta didik, Pendidik dan tenaga kependidikan SMP Yuwati Bhakti Sukabumi mulai mengeksplor kemampuan mereka. Ibu Heny Alfanti Krisnareni, S.Pd. mengikuti Sayembara Puisi Kartini 2021 yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indoenesia, dalam rangka memperingati Hari Kartini 2021. Dalam sayembara yang bertema “Kartini Masa Kini dalam Meningkatkan Budaya Literasi” tersebut,  puisinya yang berjudul “Kartini Masa Kini” terpilih menjadi 50 karya terbaik dan diapresiasi dalam buku “Antologi Puisi Kartini”.

Bapak Heri Sujatmo dan Ibu Agnes bergabung menjadi peserta Antologi 1001 Puisi Gogyoshinus I tahun 2020 dan Urband Legend Story 2020 bersama beberapa penyair dari berbagai daerah di Indonesia. Semoga upaya mereka dapat menjadi contoh dan motivator bagi pendidik maupun peserta didik di Kampus Yuwati Bhakti, untuk berani berkarya dan berinovasi dalam dunia pendidikan, sehingga Yuwati Bhakti semakin dikenal sebagai lembaga pendidikan bermutu dalam menyiapkan generasi yang mampu menjadi pemimpin masa depan berpola pikir sains, bermartabat, mandiri, berdaya juang, dan penuh kasih. Salam Indonesia maju.

Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi  

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Ikatan Alumni Yuwati Bhakti (IKA YB) bekerja sama dengan Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi kembali menyelenggarakan donor darah. Pada bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah ini, IKA YB mengetuk hati masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk berbagi, menyumbangkan setetes darahnya demi keselamatan jiwa sesama. Kegiatan donor darah ini berlangsung pada hari Jumat, 30 April 2021 di gedung UTD PMI Kota Sukabumi, Jalan A.R. Hakim No. 51, Benteng Sukabumi, yang diselenggarakan dalam 2 sesi, yaitu sesi 1 Pkl. 08.00 – 14.00 WIB dan sesi 2 Pkl. 18.00 – 21.00 WIB.

Warga Kampus Yuwati Bhakti sangat mendukung kegiatan donor darah tersebut dengan menyebarluaskan kegiatan melalui whatshap grup maupun media sosial serta berpartisipasi menjadi pendonor. Para suster,  pendidik, dan orangtua murid antusias dengan rela menyumbangkan darah mereka demi pengabdian kepada sesama. Masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi hilir mudik memenuhi gedung PMI Kota Sukabumi untuk mendonorkan darah mereka. Ada yang baru pertama kali menjadi pendonor, ada juga yang telah rutin mendonorkan darah mereka tiap tiga bulan. Beberapa dari para pendonor mengatakan bahwa mereka merasa senang dengan adanya kegiatan donor darah ini. Dengan mendonorkan darah, mereka dapat berbagi tanpa kehilangan sekaligus dapat membarui darah mereka dengan sel darah yang baru. Setelah mendonorkan darah, mereka merasa bahagia karena punya kesempatan berbagi dan badan mereka terasa lebih sehat dan bersemangat.

Pada kegiatan donor darah ini, IKA YB dapat mengumpulkan 144 labu darah dari 158 peserta. Semoga kegiatan ini dapat membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan darah. Bagi IKA YB dan Kampus Yuwati Bhakti, semoga kegiatan ini dapat semakin meningkatkan relasi dan mempererat jalinan kasih demi kemajuan bersama, terutama dalam menanamkan nilai-nilai dasar pendidikan Ursulin (Serviam) di Kampus Yuwati Bhakti. “Jika Anda semua hidup bersatu hati, Anda seperti benteng yang kuat, menara yang tak tergoyahkan” (Nasihat Terakhir:15).

Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

ENDE, SERVIAMNEWS.com- Meningkatkan ketertarikan dan kemampuan peserta didik untuk membaca sebuah buku adalah salah satu tugas kewajiban setiap guru. Guru adalah pelopor utama dalam pendidikan yang bertugas mencerdaskan anak didiknya termasuk di dalamnya adalah membaca. Namun, sebelum itu guru hendaknya terlebih dahulu menunjukkan teladannya dalam membaca buku.

Pada pandemi covid 19 ini, dengan proses pembelajaran jarak jauh para guru juga diwajibkan untuk meningkatkan kreativitasnya bagaimana cara mengajak anak untuk membaca. Hal ini dialami oleh para guru di SDK Onekore 2 Santa Ursula Ende yang berhasil lolos dalam seleksi oleh tim Taman Bacaan Pelangi dan menjadi mitra Taman Bacaan Pelangi untuk program membaca menyenangkan di tahun 2021 ini.

Taman Bacaan Pelangi berdiri sejak November 2009 di Flores. Bekerja sama dengan tokoh masyarakat, Nila Tanzil, pertama kali mendirikan perpustakaan di Roe, sebuah kampung kecil di kaki gunung Flores dengan menyediakan 200 buah buku. Sekarang, dengan bantuan dari para donor dan relawan, perpustakaan Roe memiliki 2.000 buah buku anak-anak. Pada 2013, Taman Bacaan Pelangi telah terdaftar secara resmi sebagai sebuah yayasan dengan nama “Yayasan Pelangi Impian Bangsa”.

Dengan dukungan dari relawan dan donatur dari berbagai belahan dunia, NGO dan perusahaan yang kredibel, Taman Bacaan Pelangi telah bertumbuh dari pemberian menuju jalan kehidupan. Hingga kini, telah mendirikan 62 perpustakaan anak-anak yang tersebar di 15 pulau di Indonesia Timur. Tujuan sederhana saja, yaitu memberikan kesempatan kepada anak-anak di daerah terpencil untuk mendapatkan akses terhadap buku cerita dan perpustakaan yang akan membuka cakrawala hidup mereka.

Setiap perpustakaan memiliki setidaknya 1.000 judul buku cerita anak, beberapa perpustakaan memiliki koleksi buku lebih dari jumlah tersebut dan dalam kurun waktu enam tahun terakhir, Taman Bacaan Pelangi telah menyediakan akses buku bacaan kepada lebih dari 12.000 anak-anak di Indonesia bagian Timur.

Literacy Cloud

Pada hari Senin 22 Februari 2021 hingga Rabu, 24 Februari 2021, para guru Santa Ursula Ende  mengikuti kegiatan sosialisasi tentang Literacy Cloud dari Tim Taman Bacaan Pelangi. Kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa sekolah lain yakni SDI Onekore 3, SDI Onekore 5, SDI Mbongawani, SDK Ndona 2, SDI Paupanda 3, SDI Woloara, SDK Koanara dan SDK Marsudirini. Dengan tiga narasumber yakni Bapak Koen Setyamwan selaku ketua Tim Taman Bacaan Pelangi, Bapak Widodo, dan Bapak Upan Thamrin sebagai angggota Tim Taman Bacaan Pelangi. Poin penting yang dibagikan ialah bagiamana membaca nyaring untuk anak-anak melalui akun Literacy Cloud.

Literacy Cloud adalah salah satu aplikasi yang menghadirkan berbagai macam buku cerita bagi anak-anak. Buku-buku tersebut bisa digunakan untuk dibacakan kepada anak secara nyaring melalui zoom. Untuk membaca secara nyaring adapun langka-langkahnya. Pertama, sebelum membaca. Langkahnya adalah guru menunjukkan sampul buku kepada anak, mengajukan pertanyaan tentang gambar sampul tersebut, memperkenalkan judul buku, penulis dan illustrator serta memperkenalkan  1-2 kosa kata baru.

Kedua, selama membaca. Guru membacakan cerita diiringi dengan ekspresi yang menarik, mengajukan pertanyaann prediksi, dan menunjukkan ilustrasi pada anak. Ketiga, Sesudah membaca. Setelah membaca guru mengajukan pertanyaan tentang cerita yang dibacakan dan mengajak anak untuk menirukan suara atau gerakan yang ada dalam cerita. Inilah tiga langkah yang hendaknya dilakukan oleh guru ketika membaca nyaring kepada  peserta didik.

Melalui sosialisasi dari Tim Taman Bacaan Pelangi ini,  para guru SDK Onekore 2 Santa Ursula Ende diharapkan untuk mengimplementasikan cara membaca nyaring kepada peserta didik, sehingga selaras dengan nilai-nilai Pendidkan Ursulin yakni Against  the tide (Melawan Arus) serta Renstra Kampus Santa Ursula Ende “Humanis dan Menguasai Teknologi”.

Daniel Sori dan Eltin

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Jumat, 8 Januari 2021, Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi merayakan Natal bersama peserta didik, orangtua, dan seluruh pegawai kampus yang terdiri dari tenaga pendidik, kependidikan, dan penunjang, meskipun tidak berada di satu ruangan. Perayaan Natal di masa pandemi ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, perbedaan ini sama sekali tidak mengurangi kekhusyukan beribadah, kreativitas, dan sukacita di hati. Seluruh warga kampus sungguh merasakan sukacita dalam perayaan Natal di tengah pandemi.

Perayaan diawali dengan ibadat Natal melalui microsoft teams (SMP) dan link Youtube satuan pendidikan masing-masing. Pada perayaan ini, TB-TK Sukapiena, SD, dan SMP Yuwati Bhakti merenungkan Allah yang menyertai kita, yang hadir dalam diri Sang Penyelamat, Yesus Kristus. Allah yang mencari, menyertai dan menghadirkan sukacita di hati. Sebagai wujud nyata dalam hidup sehari-hari, kami pun hendaknya saling mencari, terutama dalam situasi pandemi dan pembelajaran jarak jauh ini. Saling membuka hati dengan penuh sukacita dan berkomunikasi efektif satu sama lain demi kemajuan Kampus Yuwati Bhakti.  Hati yang terbuka akan dipenuhi  cinta kasih Tuhan dan sukacita  yang dapat diwartakan kepada sesama di lingkungan sekitar kita.

Perayaan Natal ini semakin meriah dengan penampilan peserta didik yang direkam di rumah masing-masing bekerja sama dengan orangtua yang selalu mendukung kegiatan sekolah.  Dengan penuh semangat dan sukacita mereka tampil percaya diri mengekspresikan kemampuan dan bakat mereka. Ada yang menyanyi, menari, berpuisi, bermain musik, melukis, dan story telling. Bukan kesempurnaan yang diharapkan, tapi kepercayaan diri dan proses kreativitas peserta didik yang ingin digali melalui acara perayaan Natal bersama.

 Dengan demikian, setiap peserta didik di Kampus Yuwati Bhakti mampu menemukan bakat, mengasah, dan berani mengekspresikannya dengan percaya diri dalam berbagai bentuk tampilan di hadapan publik. Untuk memotivasi peserta didik, para pendidik pun menampilkan kreativitas mereka dengan menyanyi, menari, bermain drama, dan sulap. Kolaborasi yang memukau meskipun dalam tampilan yang sederhana.

Tenaga pendidik, kependidikan, dan penunjang Kampus Yuwati Bhakti merayakan Natal bersama dalam suasana yang berbeda dan menerapkan protokol kesehatan. Dalam kesempatan ini, selain bersukacita dalam acara tukar kado, Kami juga merefleksikan kata-kata Santa Angela, merenungkan penyertaan Tuhan selama tahun 2020 dan membangun niat di tahun 2021. Semoga sukacita ini tetap tinggal di hati dan kami mampu mewartakannya kepada setiap orang yang kami jumpai sehingga menjadi sukacita bersama.

Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Selama bulan November sejak tanggal 6-7, 13-14 dan 20-21 November 2020 Kampus Santa Maria Jakarta melaksanakan pelatihan coding. Pada 6-7 November pelatihan diikuti oleh unit KB-TK, SD Santa Maria pada 13-14 November, kemudian diikuti oleh unit SMP Santa Maria. Dan pada tanggal 20-21 November diikuti oleh SMK Santa Maria. Adapun peserta pelatihan coding yaitu semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Siapa yang tidak jenuh jika setiap hari harus bertatapan dengan layar komputer, sehingga pihak sekolah pun berusaha berinovasi agar pembelajaran lebih menyenangkan. Pelatihan coding sederhana bertujuan agar tenaga pendidik lebih variatif dan inovatif dalam pembelajaran. Pembelajaran Jarak Jauh berbasis online masih terus dijalankan selama masa pandemi Covid 19, besar harapan agar para peserta didik dapat menguasai materi pelajaran maupun menikmati proses pembelajaran.

Bersama Bapak Stephen, Bapak Denny dan Bapak Eky, semua tenaga pendidik KB-TK, SD, SMP, SMK Santa Maria Jakarta belajar bahasa pemrograman scratch. Adapun Scratch adalah sebuah bahasa pemrograman visual untuk lingkungan pembelajaran yang memungkinkan pemula untuk belajar membuat program tanpa harus memikirkan salah-benar penulisan sintaksis.

Peserta pelatihan cukup men-drag block instruksi yang sesuai dengan keinginan agar gambar bergerak. Dengan Scratch, tenaga pendidik dapat membuat game, animasi yang mana kontennya dapat disesuaikan dengan materi pelajaran. Antusias ya ng luar biasa terasa saat bapak ibu guru mencoba membuat project masing-masing.

Bapak Stephen menyemangati tenaga pendidik di Kampus Santa Maria dengan kisah Masako Wakamiya seorang progammer berusia 81 tahun, yang direkrut oleh perusahaan Apple setelah mengembangkan salah satu Aplikasi iPhone. Bahwa tidak ada yang tak mungkin jika ada kemauan untuk belajar, diusia berapa pun ketika ada kemauan maka akan ada jalan.

Sementara itu, Ketua III Yayasan Nitya Bhakti, Sr. Korina Ngoe, OSU menambahkan bahwa ke depannya akan mempertimbangkan Coding untuk dimasukan ke dalam ekstrakurikuler agar anak-anak tidak hanya bermain game melainkan bisa inovatif, kreatif dan produktif berkarya menjadi programer. Manfaat belajar coding lainnya yaitu untuk membantu cara berpikir yang runtut logis, berlogika, sekaligus memberikan efek fun. Tak hanya itu, dengan belajar coding diharapkan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan efektf dimasa pembelajaran saat ini.

Humas Santa Maria Jakarta

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Agnes Harmi Prihantini S.Pd telah membawa SD Santa Maria Jakarta meraih Juara II pada ajang bergengsi Lomba Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-75 dan Hari Guru Nasional tingkat Provinsi DKI Jakarta. Acara bertajuk “Kreativitas dan Dedikasi Guru Menuju Indonesia Maju,” ini diselenggarakan di Gedung Guru, Jagakarsa Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Sabtu, 21 November 2020.

Lomba yang diselenggarakan oleh PGRI Provinsi DKI Jakarta, mengambil tiga kategori yaitu Best Practice Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Menyanyi Tunggal dan Membaca Puisi. Proses hingga menuju ke babak final berlangsung dari 19 Oktober 2020 hingga 25 November 2020.

Perjuangan cukup panjang dilalui oleh Ibu Agnes sebelum maju menjadi finalis 10 besar menyanyi tunggal. Berawal dari mengikuti kegiatan di tingkat Kecamatan Gambir pada Agustus 2020 dalam lomba Menyanyi Tunggal Virtual untuk memperingati HUT RI 17 Agustus 2020 dan berhasil memperoleh juara I.

Wanita asal Yogyakarta ini dipilih kembali untuk mengikuti lomba menyanyi tunggal ke tingkat Provinsi, melalui seleksi kandidat yang berasal dari berbagai wilayah di Kecamatan Se- Jakarta Pusat. Proses ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Jakarta di SD Kenari 7 yang dilakukan secara virtual dengan mengirimkan video murni vokal tanpa editan. Lagu Hymne PGRI melesatkan langkah Ibu Agnes ke- 10 terbaik dari 96 peserta, sekaligus mewakili Jakarta Pusat ke tingkat provinsi.

Pada hari Sabtu 21 November 2020 menjadi hari penentuan babak final, peserta wajib menyanyikan lagu Gebyar-Gebyar ciptaan Gombloh dan juga lagu pilihan daerah Betawi Sirih Kuning ciptaan Eng Cuih. Juri dalam lomba ini antara lain Bapak Bambang Guru Seni Musik SMP 99 Pulomas, Bapak Rony Simanjuntak Dosen Unindra, dan Ibu Ika jebolan Solo Vokal dalam ajang pencarian bakat salah satu stasiun TV Indonesia.

Terdapat 10 finalis dan terpilih 5 pemenang semua mendapatkan hadiah penghargaan berupa piala, sertifikat, bingkisan Wardah sebagai sponsor serta uang pembinaan. Juara I berasal dari perwakilan Wilayah Jakarta Timur yang akan melanjutkan ke tingkat nasional, sedangkan juara 2 dipersiapkan sebagai cadangan mewakili Provinsi Jakarta di tingkat nasional.

Latihan dan berdoa menjadi kunci sukses bagi Ibu Agnes, melakukan persiapan maksimal dengan mempelajari lagu, mulai dari syair, mengetahui penciptanya, makna, mengetahui cerita dibalik lagu itu sehingga dapat melakukan interpretasi musik yang sesuai. Semoga dapat terus berkarya dan mengharumkan nama Sekolah Santa Maria Jakarta.

Humas Kampus Santa Maria Jakarta

SURABAYA, SERVIAMNEWS.com– Keluarga Besar Kampus Santa Maria Surabaya merayakan Hari Guru Nasional yang bertemakan “Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar”, Rabu, 25 November 2020. Berbagai dinamika kegiatan dilakukan oleh unit KB/TK, SD, SMP, dan SMA Santa Maria. Unit KB/TK merayakan Hari Guru dengan membangun kebersamaan dan membangkitkan semangat tenaga pendidik serta kependidikan dengan permainan pembangun kebersamaan.

Unit SD Santa Maria mengadakan upacara bersama secara langsung melalui media zoom dengan menampilkan video ucapan selamat Hari Guru dari para siswa dan persembahan tenaga pendidik serta kependidikan. Hal tersebut mendapat apresiasi yang positif dari para orangtua. Unit SMP Santa Maria sedang fokus mempersiapkan diri untuk pembelajaran secara langsung pada bulan Desember karena menjadi salah satu sekolah percontohan new normal di Kota Surabaya.

Unit SMA mempersembahkan vlog yang diunggah melalui Youtube. Guru-guru yang tergabung dalam kelompok menampilkan atraksi sesuai dengan dinamika yang berkembang di kelompoknya dan memasukkan unsur pendidikan. Youtube tersebut ditayangkan langsung pada hari guru. Di antara Youtube diberi tampilan langsung bagaimana refleksi para guru terhadap panggilan. Para siswa SMA dapat berinteraksi dan berdinamika bersama para pendidiknya di SMA Santa Maria.

Dari semua kegiatan yang diadakan tiap unit memiliki spirit yang sama, membangkitkan semangat, meniti panggilan, memperjuangkannya, dan merdeka belajar dapat diraih melalui dinamika kegiatan yang dikemas secara apik. Selamat Hari Guru Nasional 2020 buat para pendidik di Indonesia.

FX. Marjanto-Guru SD Santa Maria Surabaya

Kampus Santa Maria Surabaya: https://sanmarosu.org/

Serviam