JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Asia Pacific Ursuline Education Conference (APUEC), pertemuan sekolah-sekolah Ursulin tingkat Asia Pasifik kembali digelar pada 2-6 Maret 2026 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat. Acara bertajuk Living Angela’s Spirit and Building Bridges for the Future ini dihadiri oleh 127 peserta dari 15 negara: Indonesia, India, Thailand, Taiwan, Jepang, Filipina, Kamboja, Australia, Perancis, Italia, Inggris, Senegal, Kenya, Irlandia, dan Timor Leste. Hadir sebagai narasumber yaitu Dr. Wilasa Vichit-Vadakan dan Ratih Andjyani Ibrahim, MM, Psikolog.



APUEC 2026 diisi dengan refleksi pendidikan, pelatihan bagi para pendidik, diskusi lintas negara, membatik, kolaborasi antar peserta, Cultural Night: The Story of Creation, kunjungan ke sekolah Ursulin di DKI Jakarta dan Banten. Konferensi ini menyediakan ruang bagi para pendidik untuk saling mendukung dan menghayati dalam mewujudkan visi Santa Angela dalam konteks masa kini. Melalui berbagi pengalaman serta praktik-praktik tentang bagaimana menghidupi dan mengaktualisasikan semangat Santa Angela dalam lingkungan pendidikan. Pertemuan ini juga bertujuan untuk memperkuat jejaring antar sekolah Ursulin maupun sekolah-sekolah yang berlandaskan semangat Santa Angela.



Acara hari pertama dimulai dengan Press Conference, Opening Ceremony, Misa yang dipimpin oleh Bapa Kardinal Ignatius Suharyo, dan ditutup makan malam bersama. Pada hari kedua sesi dibawakan oleh Dr. Wilasa Vichit-Vadakan, salah satu sesi yaitu Listening Game Session, sebuah sesi interaktif yang mengajak peserta untuk lebih fokus mendengar, berkomunikasi, dan memahami satu sama lain. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkuat kerja sama, empati, dan keakraban antar peserta dari berbagai negara. Pada hari itu, peserta juga diajak untuk mengikuti kegiatan membatik, tujuannya untuk memperkenalkan dan merasakan kekayaan budaya khas Indonesia. Acara hari kedua ditutup dengan penampilan dari perwakilan peserta tiap negera untuk menunjukkan kebolehannya dalam Cultural Night: The Story of Creation.



Pada hari ketiga, sesi dibawakan oleh alumni Santa Ursula Jakarta, Ratih Andjyani Ibrahim, MM, Psikolog dengan tema “Accompanying Young People”. Sesi membahas mengenai pendekatan komunikasi serta cara memahami karakter generasi Z dalam konteks pendidikan masa kini. Pada hari keempat, peserta mengunjungi salah satu dari 5 sekolah Ursulin di Regio DKI Jakarta dan Banten: Kampus Ursulin Santa Ursula, Kampus Ursulin Santa Theresia, Kampus Ursulin Santo Vincentius, Kampus Ursulin Santa Maria, dan Kampus Ursulin Santa Ursula BSD. Setelah itu, bersama Dr. Wilasa Vichit-Vadakan peserta diajak berdiskusi dari hasil kunjungan ke sekolah.



Pada hari terakhir pelaksanaan APUEC acara diisi dengan menukar gantungan kunci antar peserta. Gantungan kunci melambangkan kolaborasi, Building Bridges. Setelah itu peserta menulis buah – buah APUEC 2026 di secarik kertas dan digantung bersama di ranting. Acara kemudian ditutup dengan Flashmob Insieme Dance. Semoga melalui kegiatan APUEC semangat Santa Angela terus menginspirasi kita untuk membangun jembatan bagi masa depan pendidikan yang penuh harapan. Semoga semangat persaudaraan Ursulin untuk memperkuat pelayanan dan pendidikan yang berakar pada spiritualitas Santa Angela Merici semakin nyata dan berkobar dalam hati kita semua. Sampai jumpa pada APUEC 2030 di Thailand.












Aprianita Ganadi
JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin bekerja sama dengan Univeristas Bina Nusantara menyelenggarakan Lokakakarya Inspiratif dan Interaktif: Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Kampus Ursulin di Era Digital, pada Kamis – Sabtu, 13-15 November 2025, di auditorium Kampus Ursulin Santa Maria Jakarta. Sebanyak 111 peserta yang terdiri dari Suster Pembina, Pengawas, Ketua II, Koordinator Kampus, Bendahara, Kepala Satuan Pendidikan, Tim Yayasan, Koordinator Kurikulum, dan Koordinator Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari Kampus Ursulin di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur hadir mengikuti kegiatan ini.



Lokakarya dirancang untuk memahami serta mengimplementasikan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan. Kegiatan menghadirkan kombinasi seminar inspiratif, demo langsung, serta lokakarya interaktif agar peserta tidak hanya memahami tren AI, tetapi juga mampu mempraktekkannya secara nyata di unit karya masing-masing. Pendekatan praktis dan berbasis kasus nyata.



Adapun tujuan dari lokakarya: Pertama, Kampus Ursulin dapat menjadi lebih efisien, adaptif, dan siap menghadapi era digital. Kedua, memahami tren AI global & Indonesia yang relevan untuk dunia pendidikan. Ketiga, mendapatkan inspirasi sekaligus praktik langsung penggunaan AI di sekolah, Keempat, menyusun kebijakan etis AI yang sesuai dengan visi Yayasan Pendidikan Ursulin Indonesia dan Timor Leste. Kelima, networking antara Pengurus Yayasan, Kepala Satuan Pendidikan, Koordinator Kurikulum dan TIK Kampus Ursulin.



Aprianita Ganadi
JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari Kepala Satuan Pendidikan, Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Pastoral Kampus, serta Kesiswaan Kampus Ursulin Indonesia mengikuti Zoom pembekalan Safeguarding, Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan, pada Senin, 26 Mei 2025. Hadir sebagai narasumber Tim Pastoral Sekolah Yayasan Pendidikan Ursulin yaitu Sr. Anastasia Ratnawati, OSU dan Sr. Yovita Tiwang, OSU.


Dalam pemaparannya, Sr Ratna, OSU mengungkapkan bahwa Safeguarding seperti payung yaitu alat untk melindungi diri agar tetap aman. Safeguarding adalah tanggung jawab bersama bagi semua orang dalam komunitas kita, dan merupakan kewajiban kita dalam menanggapi perintah Injil untuk saling mengasihi. “Safeguarding lebih dari sekadar Perlindungan Anak, ini tentang kepedulian dan belaskasih bagi semua anak dan orang dewasa yang rentan, “kata Sr. Ratna, OSU.


Dalam salah satu sesi, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diminta untuk menceritakan ancaman perlidungan anak dan dewasa rentan yang terjadi di masyarakat sekitar. Dilanjutkan menceritakan ancaman perlindungan anak dan dewasa rentan yang terjadi di sekolah masing-masing. Dalam sesi berikut, peserta juga diminta untuk menceritakan pengalaman masa kecil yang kurang menyenangkan dan menyenangkan yang masih berpengaruh sampai saat ini.


Aprianita Ganadi
JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Ikatan Alumni Serviam Indonesia (IASI) mengadakan Serviam Charity Christmas Market di Borobudur Backyard Garden, Hotel Borobudur Jakarta pada tanggal 22-24 November 2024. Serviam Charity Christmas Market resmi dibuka oleh Ibu Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Jumat, 22 November 2024. Kehadiran Ibu Veronica membawa semangat kebersamaan dan mendukung tujuan mulia acara ini.



Adapun tujuan acara Serviam Charity Christmas Market yaitu untuk pendanaan Ursuline Scholarship Foundation dan Pengembangan Sekolah di daerah. Acara menampilkan lebih dari 100 booth, mulai dari food & beverage hingga non-food items seperti fashion, beauty, dan craft. Acara juga dimeriahkan oleh lebih dari 3.000 pengunjung, termasuk para alumni Serviam bersama keluarga dan sahabat. Kegiatan melibatkan para alumni dari Kampus Ursulin Regio DKI Jakarta dan Banten yaitu Kampus Ursulin Santa Ursula Jakarta, Kampus Ursulin Santa Theresia, Kampus Ursulin Santa Maria, Kampus Ursulin Santa Ursula BSD, dan Kampus Ursulin Santo Vincentius.



IASI adalah Ikatan alumni dari sekolah-sekolah Ursulin seluruh Indonesia dan dilatarbelakangi dengan niatan untuk menerapkan nilai-nilai Serviam (Saya Mengabdi) yang sudah ditanamkan sejak di bangku sekolah, dalam melayani sesama khsususnya di bidang sosial kemanusiaan. Semangat Serviam adalah pembentuk kepribadian yang luhur dalam keseharian, terutama kepedulian kepada sesama.para alumni kemudian secara resmi membentuk perkumpulan IASI pada 17 Agustus 2021.Berbagai kegiatan akan dilakukan guna melayani sesama khsususnya di bidang sosial kemanusiaan. Sampai saat ini, ada lebih dari 100.000 alumni dengan rentang usia 19-80 tahun dan 90% berdomisili di Indonesia.








Aprianita Ganadi
Ikatan Alumni Serviam Indonesia: https://alumniserviam.org/
JAKARTA,SERVIAMNEWS.com – Kampus Ursulin Regio DKI Jakarta- Banten menyelenggarakan Perlombaan dan Olahraga bersama Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan bertajuk “Serviam Forever, Insieme Together” di Kampus Ursulin Santa Ursula, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, Sabtu, 4 Mei 2024. Acara diikuti oleh 5 Kampus Ursulin Regio DKI Jakarta –Banten yaitu Kampus Ursulin Santa Maria Jakarta, Kampus Ursulin Santa Ursula Jakarta, Kampus Ursulin Santa Theresia Jakarta, Kampus Ursulin Santo Vincentius Jakarta, dan Kampus Ursulin Santa Ursula BSD.



Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dari semua unit membaur bersama mengikuti aneka kegiatan seperti senam bersama dan penampilan yel-yel dari masing-masing kampus. Tidak itu saja, acara juga diisi oleh aneka lomba seperti futsal, voli, tarik tambang, memasak, dan estafet karet gelang. Dalam sambutannya, Bapak Sumardi selaku ketua panitia menuturkan acara Serviam Forever, Insieme Together artinya kita semua memiliki semangat kesatuan dan kekeluargaan sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Kampus Ursulin Regio DKI Jakarta – Banten.



“Kita semua disini adalah teman-teman seperjuangan. Untuk itu, mari kita semua untuk saling mengenal dan saling menyapa satu sama lain. Terima kasih kepada panitia mulai dari Kepala Satuan Pendidikan unit SMP dan SMA yang menjadi panitia inti, para guru olahraga, dan keluarga besar Kampus Ursulin Santa Ursula BSD yang bersedia menjadi tuan rumah,” kata Pak Mardi.
Sementara itu, Sr. Edith Watu, OSU Ketua II Regio DKI Jakarta –Banten dalam sambutannya mengatakan salah satu enam nilai dasar Serviam yaitu persatuan. Untuk itu, acara Serviam Forever, Insieme Together ini diadakan sebagai salah satu bentuk nyata kita dalam menjalankan nilai – nilai Serviam. “Setelah rapat, lalu dicari kegiatan apa yang sifatnya ringan lalu tercetuslah ide untuk memuat kegiatan olahraga bersama dan perlombaan, “kata Sr. Edith, OSU.



Acara kemudian dibuka secara simbolis oleh Sr. Edith, OSU dengan memukul gong. Setelah itu, para peserta masing-masing mengikuti lomba yang telah ditentukan. Acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang, menyanyikan lagu Insieme dan makan siang bersama.
Aprianita Ganadi
MALANG, SERVIAMNEWS.com – Serviam Camp VII Regio Jawa Tengah dan Jawa Timur bertajuk “Cerdas, Berani, Gembira” resmi dibuka di Kampus Ursulin Cor Jesu, Malang, Jawa Timur, Rabu, 6 Maret 2024. Acara dihadiri 200 anak-anak dari Sekolah Ursulin Regio Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka datang dari SDK Santo Bernardus Madiun, SDK Maria Assumpta-Klaten, SDK Cor Jesu Malang, SDK Santa Maria Surabaya, SDK Santa Maria Sidoarjo. Masing-masing perwakilan sekolah mengirim 20 orang siswa dan 20 orang siswi. Dalam acara pembukaan, setiap sekolah menunjukkan kebolehannya menari dan menggunakan pakaian daerah. Serviam Camp merupakan kegiatan rutin pertemuan siswa –siswi tingkat Sekolah Dasar yang diselenggarakan oleh Sekolah-Sekolah Ursulin.



Dalam acara, yang diselenggarakan 6 – 8 Maret 2024 anak-anak berproses bersama. Mereka dibagi ke dalam 20 kelompok dengan masing-masing 1 kelompok berisi 10 orang yang terdiri dari peserta lintas kampus Adapun tujuan dari Serviam Camp VII yaitu untuk memupuk rasa persahabatan dan persaudaraan antar peserta, baik antar lima sekolah Ursulin regio Jawa Tengah – Jawa Timur, maupun dengan siswa dari sekolah lain. Dalam sambutannya, Ibu Lucia Yutri Yaningtyas, Ketua Panitia acara menuturkan cerdas yaitu anak-anak zaman sekarang sudah menggunakan gadget, jadi mereka harus cerdas dalam menggunakan gadget, menggunakan untuk kegiatan yang positif.



Kemudian berani untuk mencari informasi, berani untuk membuat video atau karya dan membagikan informasi kepada orang lain, dan berani mewawancarai orang lain. Sedangkan gembira, kami bersama lima sekolah gembira mengikuti seluruh rangkaian acara Serviam Camp VII. Acara kemudian dibuka oleh Sr. Maureen Damayanto, OSU – Sekretaris Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin secara simbolis dengan memukul gong. Kemudian melepaskan 5 burung merpati oleh 5 Kepala Satuan Pendidikan dari masing-masing sekolah.



Aprianita Ganadi
JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari Pengurus Yayasan, Kepala Satuan Pendidikan TK –SD-SMP-SMA-SMK, Kepala Program Studi dari Kampus Ursulin di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Timor Leste mengikuti Leadership Development Program di Kampus Ursulin Santa Ursula, Jalan Pos No.2, Jakarta Pusat 29 Februari -2 Maret 2024. Hadir sebagai narasumber yaitu A.C. Mahendra K. Datu – Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta, A.M. Lilik Agung – Pengelola dan Senior Trainer di Galeri Human Capital (HC) , dan Santi Djiwandono – Praktisi Komunikasi.



Adapun A.C. Mahendra K. Datu menyampaikan materi mengenai Strategic Management, Manajemen Resiko Umum, Berpikir Kritis – Berpikir Sistem – dan Strategik. Sedangkan A.M. Lilik Agung memberi materi mengenai Strategic Management, Pemimpin Sebagai Komunikatior Organisasi, dan Memimpin Perubahan. Sementara, Santi Djiwandono memaparkan materi mengenai Identifikasi Isu Komunikasi, Membangun Keterampilan Berkomunikasi, Membangun Engagement Komunikasi dengan Stakeholders, dan Simulasi Dialog “Jumpa Pers”.



Leadership Development Program adalah kegiatan yang diadakan bersama antara Komisi Pendidikan Ursulin dan Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin. Acara dibuka secara simbolis oleh Ketua I Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin, Sr. Hilda Sri Purwaningsih, OSU, dan ditutup oleh Ketua Komisi Pendidikan Ursulin, Sr. C. Fitri Murniati, OSU. Selama acara, para peserta duduk dalam kelompok yang berisi enam orang.



Aprianita Ganadi
JAKARTA, SERVIAMNEWS,com- Chief Executive Officer PT Semesta Cipta Lab Indonesia, Anugerah Biji Sembada melakukan serah terima program sistem informasi manajemen yang di beri nama URSA (Ursuline School System of Academic) kepada Ketua I Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin, Sr. Ferdinanda Ngao, OSU, di Wisma Ursulin, Jumat, 5 Mei 2023. Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin yang berperan dalam mengarahkan, mengkoordinasi, serta mendukung penyelanggaraan pendidikan di ketiga-belas Yayasan Pendidikan Ursulin.


Sistem informasi manajemen sekolah dirancang untuk membantu sekolah dalam mengelola informasi terkait dengan siswa, pegawai, kurikulum, keuangan, fasilitas, dan lainnya secara terintegrasi dan efektif. Dengan adanya sistem informasi manajemen sekolah, informasi yang diperlukan dapat diakses dengan mudah dan cepat, sehingga manajemen sekolah dapat terbantu membuat keputusan yang tepat dan akurat. Melalui sistem ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan, meningkatkan produktifitas dan kinerja, dan meningkatkan kualitas pelayanan.


Sementara itu, pada Hari Sabtu, 6 Mei 2023 diadakan peluncuran yang ditandai dengan log in URSA oleh Sr. Ferdinanda, OSU. “Bagi pendidikan Ursulin, peluncuran URSA artinya kita masuk ke dalam babak baru. Kami harap semua dapat memanfaatkan URSA untuk menghadapi masa depan. Semoga dengan hadirnya URSA dapat memperkuat posisi sekolah Ursulin sebagai sebuah institusi pendidikan yang terdepan. Mari kita bergandeng tangan dengan penuh cinta dan kesetian membesarkan URSA,” kata Sr. Ferdinanda, OSU.


URSA sendiri adalah sebuah nama yang diambil dari gugus bintang URSA MINOR. Letak gugusan bintang URSA MINOR yang selalu berada di atas cakrawala di garis lintang utara melambangkan arah yang akan kita tuju bersama-sama. URSA melambangkan cita-cita yang luhur setinggi bintang di langit. URSA juga merujuk pada nama Ordo Santa Ursula
Aprianita Ganadi
JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – OSIS SMPK Cor Jesu Malang menyelenggarakan kegiatan bersama “Insieme” SMP Ursulin Provinsi Indonesia yang ke tiga yaitu “Cetury” (Welcome to Our Story) secara virtual, Sabtu, 15 April 2023. Acara bertajuk “Impactful Generation” ini diikuti oleh seluruh pengurus OSIS dari 18 SMP Ursulin Provinsi Indonesia yang masing-masing sekolah mengirimkan perwakilan sebanyak 20 siswa. Welcome to Our Story (Cetury) merupakan kegiatan tahunan secara daring yang diadakan oleh Sekolah Ursulin di Indonesia.


Sebagai pengurus OSIS perlu untuk bisa menjadi teladan bagi teman-teman sebayanya. Harapannya dengan diadakan kegiatan ini dapat menjadi motivasi setiap pengurus OSIS sekolah-sekolah Ursulin menjadi generasi yang berdampak positif bagi sekitarnya, serta dapat melaksanakan nilai-nilai serviam dengan baik di setiap tugas yang dipercayakan.


Hadir dalam acara Kepala Satuan Pendidikan SMPK Cor Jesu Malang, Sr. Dafrosa Noni, OSU. Dalam sambutannya, Sr. Rosa mengucapkan selamat kepada para peserta karena kegiatan Cetury merupakan kegiatan berkelanjutan. Dan Tahun ini SMPK Cor Jesu ditunjuk sebagai tuan rumah. “Tema acara kali ini yaitu generasi yang berdampak positif bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk itu, disini kita berkumpul dan belajar bersama. Dan dalam belajar bersama kita akan membahas isu terkini yang penting bagi kaum muda,” kata Sr. Rosa.


Turut hadir pula Ketua III Yayasan Dhira Bhakti, Sr. Regina Supraptiwi, OSU yang mengucapkan selamat mengikuti kegiatan Cetury. Sementara itu, Ketua I Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin, Sr. Ferdinanda Ngao, OSU secara resmi membuka acara. Dalam sambutannya, Sr. Ferdin menekankan bahwa acara Cetury penting karena berkaitan dengan generasi muda yang akan berpengaruh dan berdampak positif bagi sekitar.


Untuk itu, lanjut Sr. Ferdin, generasi muda harus memiliki: pertama, keterampilan yang positif. Kedua, memelihara keseimbangan dan kebijaksanaan dalam menggunakan teknologi sesuai dengan kebutuhan, waktu dan tempat. Ketiga, kembangkan minat dan bakat dimanapun kita berada. Keempat, kemampuan menghayati nilai- nilai Serviam terutama nilai cinta belas kasih, integritas, keberanian, ketangguhan. “Semoga acara ini, mendorong kita menjadi pribadi yang bertumbuh memiliki kekuatan- kekuatan dan memiliki cinta kasih, integritas, berani, dan tangguh,” imbuh Sr. Ferdin.


Acara dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan narasumber aktivis bidang musik yang juga komposer dan konduktor musik yaitu Budi Susanto Yohanes, BA yang bercerita mengenai bagaimana menjadi generasi yang berdampak atau Impactful Generation. Dan Romo Fransiskus Antonius Dimas Satywardhana, Pr yang memberikan peneguhan mengenai rangkaian kegiatan yang telah dilakukan.
Aprianita Ganadi
Dalam rangka Hari Kemerdekaan RI ke- 77 tahun, kita mengulas seputar Merdeka dalam Pendidikan Ursulin bersama Ketua I Yayasan Pendidikan Ursulin, Sr. Ferdinanda Ngao, OSU:
Mendengar kata merdeka, saya selalu ingat akan Kemerdekaan Indonesia yang kita rayakan pada setiap tanggal 17 Agustus, Secara historis arti kata “merdeka” adalah terlepas dari penjajahan, penindasan, ketergantungan, keterikatan dengan penjajah. Di masa lalu arti kata merdeka dimengerti dengan konotasi negatif. Singkat kata, merdeka dimaknai sebagai “merdeka dari penjajah”.
Setelah lepas dari penjajah, kata merdeka dimaknai sebagai kebebasan dan kemandirian untuk mengatur dan menentukan kehidupan sendiri berdasarkan hak dan martabatnya. Ada pergeseran makna kata, dari bebas dari menjadi bebas untuk orang makin menyadari haknya untuk menikmati kebebasan. Ia ingin tumbuh menjadi manuasia merdeka
2. Mengapa kita masih terus berjuang meski sudah 77 tahun merdeka?
Banyak kata-kata indah yang mengatakan bahwa kemerdekaan itu adalah sebuah anugerah bagi bangsa Indonesia. Anugerah ini belum disyukuri dan dihayati sungguh-sungguh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita memang sudah merdeka sekian lama dari penjajah, tapi sebagai manusia kita lupa bahwa kita masih dijajah oleh kelemahan dan kerapuhan kita masing-masing.
Perjuangan untuk merdeka atau bebas dari kelemahan dan kerapuhan diri, tidak mudah, membutuhkan proses yang jauh lebih lama untuk menjadi bebas. Bahkan menurut saya memerdekakan diri dari bentuk penjajahan yang ini jauh lebih sulit. Bisa menjadi perjuangan seumur hidup jika tiap kali kita jatuh lagi, jatuh lagi, dan terperangkap ke dalam kelemahan yang sama. Kesulitan memerdekakan diri seringkali menyebabkan kita justru bertumbuh menjadi penjajah-penjajah bagi orang lain yang hidup bersama dan bekerja bersama kita.
3. Bagaimana mengisi Kemerdekaan dengan hal-hal yang positif?
Menurut hemat saya, yang paling mendsar adalah berusaha memerdekakan diri dari segala bentuk kerapuhan kita sebagai manusia dengan mengadakan rekonsiliasi dengan diri sendiri dan dengan orang lain yang hidup dan bekerja bersama kita. Hanya dengan kesadaran untuk mengakan rekonsiliasi secara terus menerus dengan diri sendiri dan dengan orang lain, perlahan-lahan namun pasti, kita akan bertumbuh menjadi manusia Indonesia merdeka.
Salah satu ciri manusia Indonesia Merdeka adalah manusia yang memfokuskan dirinya bagi kepentingan dan kebahagiaan orang lain baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun bangsa. Ia tidak sibuk dengan kepentingan dan keuntungan diri terus menerus, melainkan terus berupaya memberikan sebagala bakal, potensi, kemampuan-kemampuan, waktu, tenaga, dan perhatian hanya demi kesejahteraan orang lain dan kesejahteraan bangsa. Jadi, kita bereskan semua hal yang membelenggu dalam diri kita terlebih dahulu. Setelah itu baru kita bisa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.
Dampak peristiwa kemerdekaan 77 tahun, kita menikmati buah-buah kemerdekaan, seperti:

4. Bagaimana cara memerdekaan manusia melalui pendidikan?
Selaras perkembangan zaman yang semakin pesat dan cepat, kata merdeka sekarang ini lebih dimaknai sebagai kebebasan untuk bereksplorasi, menciptakakan berbagai inovasi dan kreativitas dalam menjawab kebutuhan dan tantangan zaman dengan daya analisa yang tinggi. Perkembangan zaman yang serba tidak pasti, menantang manusia Indonesia untuk lebih bersikap kritis, kreatif, dan analitis dalam melakukan adaptasi- adaptasi.
Sikap-sikap ini saja tidak cukup. Generasi muda kita perlu dibiasakan dalam pendidikan untuk memiliki “wisdom” atau kebijaksanaan dan kemampuan untuk memilih dan membuat keputusan secara cepat dan tepat. Pendidikan nuranis sangat penting. Nurani yang baik akan menuntun generasi muda kita mampu memilah-milah mana yang baik dan berguna, dan mana yang tidak baik dan tidak berguna.
Jadi, saya mau katakan memerdekakan bukan berarti membiarkan saja mereka mengikuti arus perubahan zaman secara mambabi buta. Asak mereka senang, mereka pilih. Tidak demikian. Pilihan dan keputusan yang mereka ambil harus berdasarkan nurani yang baik dan bersih. Dari nurani yang demikian muncul keyakinan-keyakinan yang benar. Keyakinan-keyakinan dimaksud adalah keyakinan yang mendorong mereka untuk melakukan hal-hal positif yang membahagiakan dan memajukan kesejahteraan banyak orang.
Sekarang ini saya masih berpikir begini. Memerdekakan manusia melalui pendidikan adalah membiasakan keberanian, kemandirian, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagi tantangan hidup dalam diri generasi muda kita. Selama manusia takut terhadap tantangan hidup, dia belum merdeka karena ketakutan membelenggu dirinya. Maka dalam pendidikan, generasi muda kita perlu diberi ruang untuk membiasakan diri dengan keberanian, kemandirian, dan ketangguhan mental.
Proses pembiasaan perlu dimulai sejak dini. Generasi negara-negara maju usia 18 tahun sudah bisa mandiri. Mereka merasa malu jika masih dibiayai oleh orang tua. Mengapa generasi muda kita pada umumnya masih nebeng hidup dengan orang tua? Karena belum bebas alias masih takut, belum bisa mengatur hidupnya, ingin bergantung terus, dan cenderung memanjakan diri.
5. Merdeka seperti apa yang dihayati dalam semangat Serviam?
Bersyukur sekarang ini ada kurikulum merdeka belajar. Mudah-mudahan kurikulum ini lebih mengutamakan pembiasaan karakter keberanian, kemandirian, dan ketangguhan, Berani bersikap kritis, mandiri melakukan inovasi-inovasi dan menciptakan hal-hal baru, serta tangguh menemukan peluang-peluang dalam setiap hambatan yang dihadapi. Tidak mudah menyerah pada perubahan zaman yang serba cepat, kompleks, dan mendua tetapi berani menghadapi dengan sikap kritis, kreatif, dan membuat pilihan-pilihan positif yang berguna bagi kesejahteraan orang lain dalam keluarga, masyarakat, dan bangsa Indoensia dengan bijaksana.
Sekolah-sekolah Ursulin mempunya core value berupa nilai-nilai Serviam: Cinta dan Belas Kasih, Integritas, Totalitas, Keberanian dan Ketangguhan, Persatuan dan Pelayanan. Keenam nilai ini adalah pilar-pilar bagi kita semua untuk bertumbuh menjadi manusia- manusia merdeka, manusia yang memiliki kebebasan batin. Ia bebas mencintai dan menaruh belas kasih, bebas menjadi panutan, bebas memberikan diri secara utuh, bebas untuk bersikap berani, bebas untuk membangun persatuan dan terakhir bebas untuk melayani siapa saja tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan.
Sebagai penutup, saya mengutip kata-kata penyair Khalil Gibran: “Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa, Kebebasan tanpa akal seperti roh yang kebingungan. Hidup, kebebasan dan akal adalah tiga dalam satu, abadi dan tidak pernah sirna….