JAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Setiap tanggal 10 November kita memperingati Hari Pahlawan yang mengingatkan pada pertempuran Surabaya tahun 1945. Pertempuran yang terjadi antara Arek-Arek Surabaya dengan tentara Belanda memakan banyak korban jiwa pejuang. Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November menjadi sangat penting sebagai bentuk penghargaan kita terhadap para pahlawan yang mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekaligus tetap mengobarkan semangat juang bagi kita di masa kini.

Kita memaknai nilai-nilai kepahlawanan di era milineal. Tantangan di dunia digital sekarang adalah bagaimana kita secara bijak menggunakan teknologi untuk kepentingan positif bagi sesama. Di masa pendemi Covid-19 ini, kita menggunakan teknologi di bidang pendidikan, bidang usaha, bidang perkantoran, dan bidang lain. Kita diajak secara bijak memilah-milah informasi. Media sosial harus digunakan secara positif dengan menyebarkan gagasan, ajakan, seruan yang dapat membangun bangsa.

Melalui media sosial, kita membuat konten kreatif yang diharapkan dapat selalu merawat semangat juang kepahlawanan. Sosok pahlawan zaman sekarang adalah mereka yang memiliki inspirasi, karakter, dan integritas tinggi. Mari, jadikan momentum peringatan Hari Pahlawan dengan membangun diri sendiri dan sesama melalui pemikiran serta informasi yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

Aprianita Ganadi

MALANG, SERVIAMNEWS.com– Pada tanggal 16 dan 20 Oktober 2020, para guru SMAS Katolik Cor Jesu Malang mengikuti pelatihan AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) yang menjadi salah satu program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) dalam Merdeka Belajar. Berbagai ilmu baru didapatkan langsung oleh para guru SMACO dengan bimbingan Ibu Sri Kaeni, M.Pd., salah satu pengawas sekolah di Kota Malang.

Melalui pelatihan ini, para guru SMACO terus beradaptasi dengan jenis-jenis soal AKM yang terbilang baru dan menggantikan jenis soal pilihan ganda yang telah bertahun-tahun diterapkan dalam pembuatan soal ujian di Indonesia. Jenis-jenis soal AKM diharapkan mampu mengakomodasikan pikiran siswa melalui soal berbentuk uraian, setuju-tidak setuju dengan alasan logis, kecermatan memahami grafik dan tabel, hingga pilihan ganda kompleks (lebih dari satu jawaban).

“Penilaian bermutu, kunci pendidikan bermutu,” terang Bu Sri Kaeni mengakhiri sesi pelatihan AKM bersama guru-guru SMACO. Semoga transformasi UN ke AKM menjadi titik baru menuju Indonesia yang lebih berkualitas. Diharapkan mutu pendidikan di Indonesia semakin meningkat dan semakin menumbuhkan para orang muda yang cakap, kritis, dan berkarakter baik.

Fransiska Yuni A., S.Pd

SMAS Katolik Cor Jesu Malang: www.smakcorjesu.org

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com- Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi memacu peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif salah satunya dengan kegiatan membaca, baik di sekolah (sebelum pandemi) maupun di rumah bekerja sama dengan orangtua. Membaca dan menyimak merupakan pintu masuk menuju keterampilan berbahasa produktif, yaitu menulis dan berbicara. Keempat keterampilan itu harus dikuasai peserta didik sebagai salah satu sarana membentuk pemimpin masa depan berpola pikir sains.

TB-TK Sukapirena berupaya membangun habitus membaca sejak dini. Selain di perpustakaan, di tiap kelas disediakan berbagai buku cerita anak-anak. Peserta didik dapat  membaca buku setelah selesai belajar, saat istirahat atau sebelum dijemput orangtua. Habitus membaca juga dikolaborasikan dalam proses pembelajaran, dengan cara membacakan cerita atau dongeng kepada peserta didik. Karena saat ini sedang berlangsung pembelajaran online, pendidik menyarankan orangtua tetap melanjutkan pembiasaan yang telah dilakukan di sekolah dengan membacakan cerita di rumah setelah proses pembelajaran usai atau sebelum tidur.

Agar pembiasaan membaca tidak terputus, SD dan SMP Yuwati Bhakti menjadwalkan kegiatan membaca seminggu sekali di perpustakaan selama 1 jam pelajaran (sebelum pandemi). Pada jam itu, peserta didik melakukan kegiatan membaca, menulis, menggambar, diskusi, atau menceritakan kembali isi buku. Selama masa pandemi, pendidik mengingatkan peserta didik untuk tetap memperoleh dan mengolah informasi melalui buku maupun media lain. Untuk mendukung hal itu, perpustakaan melayani peminjaman buku dengan menerapkan protokol kesehatan. Habitus membaca pun dibangun melalui proses pembelajaran yang berlangsung, baik dalam meeting class atau tugas mandiri. Meskipun belum semua peserta didik menyadari dan merasakan kebutuhan informasi melalui membaca, mereka mulai membuka hati untuk mencintai buku dan merasakan asyiknya membaca buku.

Pada peringatan bulan bahasa 2020 ini, ketika peserta didik belajar dari rumah (BDR) habitus membaca tetap dilakukan di rumah. Orangtua peserta didik TB-TK Sukapirena membacakan cerita kepada putra-putri mereka sedangkan para pendidik mendongengkan satu cerita secara virtual. Peserta didik SD dan SMP diberi tugas membaca buku dan mempresentasikan isi buku selama lebih kurang 1 menit dalam bentuk video dan dikirimkan kepada wali kelas untuk dipublikasikan lewat media sosial. Sebagai persembahan kasih dan apresiasi hasil karya peserta didik, seluruh pendidik SD berpantun secara kolaboratif, sedangkan pendidik SMP membacakan cerita pendek hasil karya salah satu peserta didik SMP Yuwati Bhakti secara virtual.

Semoga semua kegiatan yang dilakukan pendidik dan peserta didik Kampus Yuwati Bhakti, khususnya pada peringatan bulan Bahasa dan Sastra Indonesia 2020 ini mampu meningkatkan rasa cinta terhadap bangsa, negara, bahasa dan sastra Indonesia serta keterampilan berbahasa dan bersastra seluruh warga Kampus Yuwati Bhakti. 

Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

ENDE, SERVIAMNEWS.com- Gereja Katolik sangat mengagungkan dan memuliakan Bunda Maria sebagai Ibu Gereja sepanjang zaman. Untuk itu, pada bulan Oktober, semua umat beriman merayakan dan mengkhususkan bulan ini sebagai bulan Rosario. Tidak ketinggalan dengan Keluarga Besar SDK Santa Ursula, Ende, Nusa tenggara Timur yang merayakan dan menghormati bulan Rosario dengan penuh iman.

Para Suster, guru, pegawai kependidikan, dan pegawai penujang berkumpul bersama di Gua Maria Kampus Santa Ursula Ende, Sabtu, 17 Oktober 2020 untuk mengikuti Ibadat Rosario yang dipimpin oleh Ibu Meci. Dalam doa Rosario bersama ini, beberapa guru mempersembahkan intensi. Semoga Bunda Maria senantiasa melindungki kita, keluarga, dan sesama.

Meci (SDK Santa Ursula Ende)

Kampus Santa Ursula Ende : http://sanurende.sch.id/

Serviam

MALANG, SERVIAMNEWS.com– Pembelajaran kolaborasi adalah pembelajaran dengan memadukan berbagai mata pelajaran yang memiliki Kompetensi Dasar-Kompetensi Dasar (KD) beririsan. Pembelajaran kolaboratif menempatkan peserta didik dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam bekerja sama dalam suatu kelompok kecil untuk mencapai tujuan bersama.

Perencanaan pembelajaran kolaboratif sudah dilakukan pada saat rapat kerja guru pada bulan Juni dan dibimbing oleh Tim dari Universitas Sanatha Dharma. Pematangan perencanaan pembelajaran terkolaborasi di SMAS Katolik Cor Jesu Malang ini diselenggarakan selama dua hari yaitu pada hari Kamis, 15 Oktober 2020 dan Sabtu, 17 Oktober 2020. Dalam dua hari tersebut, para guru merancang beberapa mata pelajaran yang memiliki Kompetensi Dasar beririsan sehingga bisa dipakai dalam pembelajaran kolaboratif baik proyek kecil maupun proyek besar.

Pembelajaran terkolaborasi dapat menciptakan merdeka belajar. Konsep merdeka belajar mengarah kepada kemandirian dalam belajar dan kemerdekaan dalam memilih metode yang sesuai dengan kondisi peserta didik. Peserta didik mempunyai kebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri, kreatif, dan menciptakan suasana belajar yang bahagia. Merdeka belajar dapat memberikan kesempatan belajar yang bebas, tenang, nyaman, dan gembira tanpa merasakan tekanan-tekanan dalam belajar. Pembelajaran kolaboratif akan direalisasikan di SMAS Katolik Cor Jesu mulai semester ganjil ini.    

C. Endang S.W.

SMAS Katolik Cor Jesu Malang: www.smakcorjesu.org

LABUAN BAJO, SERVIAMNEWS.com– Dalam rangka memeriahkan pesta Santa Ursula, Rabu, 21 Oktober 2020, para guru Kampus Santa Angela Labuan Bajo mengadakan ibadat singkat dan membuat makanan lokal khas Manggarai. Adapun jenis makanan lokal yang dibuat seperti sombu, rakap, rebok, bombol, lenco, onde-onde. Hampir semua makanan bahan dasarnya adalah singkong, jagung, kelapa dan gula merah.

Labuan Bajo merupakan salah satu kota pariwisata di Nusa Tenggara Timur, maka kampus Santa Angela ingin melestarikan nilai budaya salah satunya adalah makanan lokal. Oleh karena itu, selain memeriahkan pesta Santa Ursula kegiatan ini juga bertujuan agar para guru mampu mempelajari proses pembuatan makanan lokal yang nantinya akan diajarkan ke peserta didik sehingga peserta didik menjadi pewaris budaya daerah.  Selamat merayakan Pesta Santa Ursula. Salam Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com- Selama enam hari yaitu Senin – Sabtu, 21-26 September 2020, pendidik TB-TK Sukapirena, Sukabumi ikut serta dalam bimbingan teknis (Bimtek) penguatan pembelajaran pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen PAUD Kemendikbud) bekerja sama dengan Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK). Bersama 187 peserta dari Keuskupan Purwokerto dan Benteng Jawa, Flores, pendidik TB-TK Sukapirena mendalami berbagai persoalan yang dihadapi dalam membimbing anak-anak usia dini, khususnya pada masa pandemi covid-19, yaitu Belajar Dari Rumah (BDR).

Anak merupakan tanggung jawab keluarga. Pendidik membantu orangtua dalam mengembangkan intelektual, motorik, psikomotorik, dan karakter anak di sekolah. Sebagai rumah kedua bagi anak, sekolah harus dikondisikan sebagai tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Karena situasi belum memungkinkan belajar di sekolah, anak-anak harus Belajar Dari Rumah (BDR). Selama BDR, pendidik berperan sebagai desainer dan fasilitator untuk membantu orangtua memberikan pembelajaran secara daring kepada anak dengan memanfaatkan kemajuan teknologi ICT dan fasilitas pembelajaran yang memungkinkan anak mengerjakan dari rumah.

Kegiatan pembelajaran dikemas secara menarik dan kontekstual oleh pendidik sehingga anak dapat  belajar, bermain, sekaligus membantu orangtua di rumah. Tanpa disadari anak telah mempelajari ilmu pengetahuan konkrit sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mereka pasti memiliki motivasi belajar yang tinggi, senang belajar, dan tidak mudah bosan sehingga orangtua lebih mudah mendampingi anak di rumah.  

Pada bimtek tersebut, pendidik memperoleh wawasan dan inspirasi tentang pentingnya bermain bagi anak usia dini dan tips mendesain permainan  bermakna di TB-TK, seperti permainan matematika, sains, bahasa, seni kriya, dan bermain musik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun lingkungan sekitar. Pendidik juga diharapkan dapat memberikan informasi kepada orangtua mengenai cara pengasuhan yang positif dan komunikasi efektif dengan anak. Sehingga pembelajaran dari rumah yang harus dilalui anak saat ini tidak menghambat proses perkembangan mereka di usia emas (golden age) pertumbuhan hidup sebagai manusia yang berkembang secara jasmani dan rohani.

Semoga dengan mengikuti bimtek ini, pendidik TB-TK Sukapirena makin kritis, kreatif, inovatif berwawasan luas, dan bersemangat serta mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk memperlancar proses belajar dari rumah. Informasi, pengetahuan, skill maupun pengalaman konkrit yang diberikan atau dibagikan oleh pembicara maupun peserta lain merupakan sumbangan yang sangat besar bagi perkembangan para pendidik maupun anak-anak Indonesia yang merupakan generasi emas. Semoga mereka dapat berkembang dengan baik seiring perkembangan fisik, motorik, intelektual, sosial, dan spiritual. Salam sehat.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

ENDE, SERVIAMNEWS.com– Selama pandemi Covid-19, seluruh aktivitas pembelajaran peserta didik SDK Santa Ursula Ende dilakukan di rumah melalui sistem E-Learning. Terkecuali, peserta didik kelas 1 yang diagendakan pihak sekolah untuk melakukan metode home visit. Sekolah sudah mengatur pelaksanaan home visit dengan cara berkelompok dan menggunakan estimasi waktu. Adapun estimasi waktu yang digunakan harus sesuai dengan jumlah peserta didik yaitu maksimal 18 orang agar mereka dapat belajar, bersosialisasi, mengenal suster, bapak-ibu guru, dan teman-teman lain.

Agenda home visit sudah diatur dan dijadwal selama 3 hari berturut-turut. Kunjungan hari pertama pada Kamis, 6 Agustus 2020 yaitu Kelompok I bagi peserta didik yang bertempat tinggal di sekitar Jalan Udayana dan Jalan Sam Ratulangi, pukul 07.30- 09.00 WIT dengan jumlah 15 orang. Kelompok II bagi peserta didik yang bertempat tinggal di sekitar Jalan Wirajaya, Jalan Prof W.Z. Yohanes, dan Jalan Hayam Wuruk, pukul 09.30-11.00 WIT, dengan jumlah 10 orang. Kelompok III bagi peserta didik yang bertempat tinggal di sekitar Jalan Kelimutu, Jalan Nangka, Jalan A. Yani, dan Jalan Ponegoro, pukul 11.30-13.00 WIT, dengan jumlah 10 orang.

Kemudian kunjungan hari kedua dilakukan pada Jumat, 7 Agustus 2020 yaitu Kelompok I bagi peserta didik yang bertempat tinggal di sekitar Jalan Marilonga, Jalan Potu, Jalan Nangaba, Jalan Woloare, Jalan Onekore, pukul 07.30-09.00 WIT dengan jumlah 6 orang. Kelompok II bagi peserta didik yang bertempat tinggal di sekitar Jalan Gatot Subroto, dan Jalan PLTD, pukul 09.30-11.00 WIT dengan jumlah 13 orang.  Hari ketiga kunjungan dilakukan pada Sabtu, 8 Agustus 2020 dengan kelompok siswa yang bertempat tinggal di sekitar Jalan Nanganesa, Jalan Roworeke, Jalan Anggrek, Jalan Melati, dan Jalan D.I Panjaitan, pukul 09.00-10.30 WIT dengan jumlah 18 orang.

Selama masa pandemi ini, metode home visit dianggap efektif karena peserta didik merasa senang dan termotivasi untuk belajar dengan gembira. Orang tua menyambut baik pembelajaran dengan metode home visit, bahkan mereka juga menyiapkan ruangan sesuai kebutuhan dan sesuai dengan protokol kesehatan. Apalagi sejak pandemi, peserta didik terlihat bosan dan jenuh ingin pergi ke sekolah.

Adapun, kedatangan Suster dan para guru ke rumah peserta didik untuk berkenalan, belajar, dan bermain. Mulai dari belajar membuat yel-yel, memperkenalkan diri, mengucapkan salam dalam Bahasa Inggris, cara berdoa yang baik, berhitung, bernyanyi dan bermain melatih konsentrasi. Proses kegiatan selalu diawali dan diakhiri dengan doa. Sebelum peserta didik pulang mereka diwajibkan membersihkan tangan dengan menggunakan Hand Sanitizer.

Selain itu, peserta didik juga melakukan proses belajar dengan sistem E-learning, agar mereka tetap dapat berinteraksi dengan para guru di sekolah. Sementara itu, Kepala SDK Santa Ursula Ende, Sr. Paulina Ping, OSU menjelaskan bahwa pembelajaran home visit diperuntukkan bagi wali murid yang berkenan. “Saat ini sedang pandemi, sehingga penerapan pembelajaran harus hati-hati. Tetapi, yang paling penting di setiap pelaksanaan harus dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir, agar peserta didik dapat kembali belajar di sekolah. Kita satu dalam doa,” kata Sr Ping.

Kampus Santa Ursula Ende : http://sanurende.sch.id/

Serviam

ATAMBUA, SERVIAMNEWS.com– Kampus Santa Angela Atambua mengadakan Misa Pembukaan Tahun Ajaran baru 2020/2021 di Aula SMP Santa Angela Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu,15 Agustus 2020. Misa dihadiri oleh perwakilan peserta didik setiap unit TK- SMP masing-masing 5 orang, peserta didik unit SMA 24 orang, seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga penunjang Kampus Santa Angela Atambua. Misa Pembukaan juga diikuti oleh peserta didik dan orang tua secara live streaming Youtube di channel Kampus Santa Angela Atambua.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Kristianus Fallo, Pr. Dalam homilinya yang mengambil tema “Mengubah Tantangan menjadi Peluang” ia mengungkapkan bahwa orang benar pasti akan hidup, orang benar pasti akan selamat, dan orang yang berjuang sungguh-sungguh pasti akan berhasil. Seperti bacaan Injil, dimana ada tantangan ketika anak-anak datang menghampiri Yesus. Tantangan muncul dari murid-murid Yesus yang menahan mereka. Hidup kita pun penuh dengan tantangan.

Perjuangan kita dalam dunia pendidikan juga ada tantangan. Seperti Tuhan Yesus memberkati anak-anak, kita juga mohon berkat Tuhan untuk perjuangan kita di lembaga pendidikan selama 1 tahun ke depan caranya dengan datang dan berserah diri kepada Tuhan. Usai Perayaan Ekaristi acara dilanjutkan dengan pemberian kata sambutan yang diwakili oleh Sr.Lidvina Tina, OSU. Serta perkenalan singkat dari Suster Kepala SMA dan para gurunya.   

Humas Kampus Santa Angela Atambua

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com–  Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus. Lihatlah betapa pentingnya persatuan dan keserasian maka dambakanlah, carilah, peluklah, pertahankanlah hal itu sekuat tenaga karena saya berkata kepadamu, jika Anda semua hidup bersatu hati, Anda seperti benteng yang kuat, menara yang tak tergoyahkan (Nasehat Terakhir: 1, 2, 10-15).

Nasihat terakhir Santa Angela Merici mengawali kegiatan bersama tenaga pendidik, kependidikan, dan penunjang Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi, Jawa Barat bertajuk “Team Building & Leadership”, Kamis-Jumat, 13-14 Agustus 2020. Kegiatan didampingi Bapak Kamil Inglan, S.Pd, M.M,CH.CHt dan Bapak Ign. Teguh Eko P, S.Pd. Dua poin penting sebagai awal kegiatan yaitu gerak cepat dan mindset.

 Seorang pemimpin (leader) harus gerak cepat dan menjadi role model. Gerak cepat dimulai dari hal kecil dan konsisten, hingga menjadi kebiasaan. Mindset mempengaruhi perilaku manusia. Apa pun yang dipikirkan atau dikatakan kepada orang lain dan sebaliknya akan menjadi kenyataan jika otak manusia mengijinkan. Kontrol ada pada diri sendiri agar hanya pikiran positif yang diterima otak bawah sadar.

Pemimpin harus memiliki keterampilan public speaking. Meskipun tidak semua orang memiliki bakat berbicara, semua yang terlibat dalam pendidikan di Kampus Yuwati Bhakti harus mampu berbicara di depan umum supaya dapat menjadi model bagi peserta didik. Oleh karena itu, Pak Teguh melatih hal paling dasar dan penting saat berbicara di depan umum, yaitu menguasai diri, materi, teknik, dan audiens. Cara berdiri, memegang mic, dan tatapan mata pun menjadi kunci keberhasilan seorang pembicara hingga dilatih tersendiri oleh Pak Teguh.

Permainan menjaga harta dan lempar tangkap bola mengajarkan pentingnya komunikasi efektif, kolaborasi, daya juang, pengorbanan, teknik, rencana strategis (renstra), dan fokus. Hasil dari refleksi permainan, kami merumuskan komitmen untuk perbaikan diri, salah satunya empat keterampilan yang harus dikuasai tahun 2020 ini yaitu critical thinking, communicative, collaborative, and creative (4C).

Proses hari kedua diwarnai dengan permainan dan dinamika kelompok yang mengarahkan kami lebih dalam melihat diri sebagai anggota komunitas dan menyadari bahwa keberhasilan kampus mencapai tujuan tergantung dari tiap pribadi. Harus ada komitmen yang konkret, mau berkembang, dan  bergerak bersama supaya roda kampus berjalan seimbang dan bergerak cepat.

Di akhir acara, 2 pendidik memberikan testimoni bahwa mereka sangat bersyukur, acara ini sangat membantu untuk saling mengenal, merasa diterima, dihargai, diakui, dan dianggap penting sehingga tiap pribadi lebih bebas berekspresi dan mengembangkan diri sesuai bakat, minat, dan keahlian yang dimiliki. Dengan demikian, Kampus Yuwati Bhakti menjadi kumpulan orang-orang yang berani berubah dan berkembang sejalan dengan kemajuan zaman dan bergerak cepat menjadi yang terdepan.  

Pada keesokan harinya Sabtu, 15 Agustus 2020 tiap satuan pendidikan melakukan refleksi bersama dan mengkongkritkan niat pribadi dan bersama serta langsung diterapkan dari hal paling kecil. Setelah merayakan hari Kemerdekaan RI ke-75, Selasa 18 Agustus 2020, terjadi perubahan kecil di Kampus Yuwati Bhakti yaitu datang, bergerak lebih cepat, dan pelayanan lebih ramah. Semoga niat dan komitmen yang telah ditargetkan dapat diwujudkan dan akan membawa dampak yang lebih besar dalam memajukan bangsa Indonesia. 

Agnes Tri Maryunani

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

Follow by Email
Instagram
Copy link
URL has been copied successfully!