SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Peserta didik TB – TK Sukapirena, SD, dan SMP Yuwati Bhakti Sukabumi berbagi berkat kepada saudara umat Muslim yang sedang berpuasa. Seluruh siswa didampingi Bapak Ibu Guru, para Suster Ursulin membagikan takjil kepada pengendara di tepi Jalan Suryakencana, Rabu, 11 Maret 2026. Sebanyak kurang lebih 300 kantong takjil diolah dan dikemas sendiri oleh para Suster Ursulin Komunitas Sukabumi bersama tim Kampus Yuwati Bhakti.

Kegiatan berbagi takjil di bulan Ramadhan merupakan tradisi yang terus dilakukan oleh Kampus Yuwati Bhakti setiap tahun. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan seluruh warga kampus, kepada saudara umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa sekaligus untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama.  Setelah berbagi takjil, Ketua II Yayasan Yuwati Bhakti, Sr. Theresia Sri Biastuti, OSU mengundang seluruh siswa-siswi dan pegawai Kampus beserta keluarga yang Muslim untuk berbuka puasa bersama.

Menjelang waktu berbuka, salah seorang pemuka agama asal Sukaraja, yang diundang untuk memberikan tausiah sore itu Bapak Deden Jamaludin, S.Pd.I, menjelaskan kepada para hadirin arti berpuasa. Kemudian Bapak Deden menjelaskan hal-hal yang dapat membatalkan puasa, hingga contoh sikap yang bisa menghilangkan pahala puasa.

Untuk itu, Bapak Deden mengajak seluruh hadirin, agar masa puasa ini bukan hanya mengendalikan diri dalam hal makan dan minum, tapi juga sikap-sikap yang bisa menghilangkan pahala puasa seperti bergosip, berbohong, atau menghina orang lain. Sebaliknya, masa ini dijadikan kesempatan untuk berbuat baik bagi sesama. 

Senada dengan yang disampaikan oleh Bapak Deden, Sr. Biastuti, OSU menyampaikan bahwa saat ini umat Katolik juga sedang melakukan pantang dan puasa. Dalam masa Prapaskah ini, umat Katolik juga melakukan puasa dengan cara yang berbeda dengan saudara kita yang beragama Muslim. Meski demikian, ada persamaan dalam hal pengendalian diri dari makan, minum, perilaku yang kurang bermanfaat atau merugikan orang lain, mengurangi rasa marah, menyebar fitnah, dan lainnya.  

Sebaliknya, orang berpuasa diharapkan memperbanyak perilaku yang bermanfaat dan membahagiakan sesama.  Harapan dari Sr. Biastuti, OSU dengan adanya berbuka puasa bersama, kita bisa lebih meningkatkan suasana kasih dan persaudaraan sebagai umat Allah.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti : https://yuwatibhakti.sch.id/

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Asia Pacific Ursuline Education Conference (APUEC), pertemuan sekolah-sekolah Ursulin tingkat Asia Pasifik kembali digelar pada 2-6 Maret 2026 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat. Acara bertajuk Living Angela’s Spirit and Building Bridges for the Future ini dihadiri oleh 127 peserta dari 15 negara: Indonesia, India, Thailand, Taiwan, Jepang, Filipina, Kamboja, Australia, Perancis, Italia, Inggris, Senegal, Kenya, Irlandia, dan Timor Leste. Hadir sebagai narasumber yaitu Dr. Wilasa Vichit-Vadakan dan Ratih Andjyani Ibrahim, MM, Psikolog.

APUEC 2026 diisi dengan refleksi pendidikan, pelatihan bagi para pendidik, diskusi lintas negara, membatik, kolaborasi antar peserta, Cultural Night: The Story of Creation, kunjungan ke sekolah Ursulin di DKI Jakarta dan Banten. Konferensi ini menyediakan ruang bagi para pendidik untuk saling mendukung dan menghayati dalam mewujudkan visi Santa Angela dalam konteks masa kini. Melalui berbagi pengalaman serta praktik-praktik tentang bagaimana menghidupi dan mengaktualisasikan semangat Santa Angela dalam lingkungan pendidikan. Pertemuan ini juga bertujuan untuk memperkuat jejaring antar sekolah Ursulin maupun sekolah-sekolah yang berlandaskan semangat Santa Angela.

Acara hari pertama dimulai dengan Press Conference, Opening Ceremony, Misa yang dipimpin oleh Bapa Kardinal Ignatius Suharyo, dan ditutup makan malam bersama.  Pada hari kedua sesi dibawakan oleh Dr. Wilasa Vichit-Vadakan, salah satu sesi yaitu Listening Game Session, sebuah sesi interaktif yang mengajak peserta untuk lebih fokus mendengar, berkomunikasi, dan memahami satu sama lain. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkuat kerja sama, empati, dan keakraban antar peserta dari berbagai negara. Pada hari itu, peserta juga diajak untuk mengikuti kegiatan membatik, tujuannya untuk memperkenalkan dan merasakan kekayaan budaya khas Indonesia. Acara hari kedua ditutup dengan penampilan dari perwakilan peserta tiap negera untuk menunjukkan kebolehannya dalam Cultural Night: The Story of Creation.

Pada hari ketiga, sesi dibawakan oleh alumni Santa Ursula Jakarta, Ratih Andjyani Ibrahim, MM, Psikolog dengan tema “Accompanying Young People”. Sesi membahas mengenai pendekatan komunikasi serta cara memahami karakter generasi Z dalam konteks pendidikan masa kini. Pada hari keempat, peserta mengunjungi salah satu dari 5 sekolah Ursulin di Regio DKI Jakarta dan Banten:  Kampus Ursulin Santa Ursula, Kampus Ursulin Santa Theresia, Kampus Ursulin Santo Vincentius, Kampus Ursulin Santa Maria, dan Kampus Ursulin Santa Ursula BSD. Setelah itu, bersama Dr. Wilasa Vichit-Vadakan peserta diajak berdiskusi dari hasil kunjungan ke sekolah.

Pada hari terakhir pelaksanaan APUEC acara diisi dengan menukar gantungan kunci antar peserta. Gantungan kunci melambangkan kolaborasi, Building Bridges. Setelah itu peserta menulis buah – buah APUEC 2026 di secarik kertas dan digantung bersama di ranting. Acara kemudian ditutup dengan Flashmob Insieme Dance. Semoga melalui kegiatan APUEC semangat Santa Angela terus menginspirasi kita untuk membangun jembatan bagi masa depan pendidikan yang penuh harapan. Semoga semangat persaudaraan Ursulin untuk memperkuat pelayanan dan pendidikan yang berakar pada spiritualitas Santa Angela Merici semakin nyata dan berkobar dalam hati kita semua. Sampai jumpa pada APUEC 2030 di Thailand.

Aprianita Ganadi

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Para tenaga pendidik TB-TK Sukapirena dan SD- SMP Yuwati Bhakti mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam, di aula Rumah Retret Griya Angela, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat-Sabtu, 13-14 Februari 2026.  Pelatihan bertajuk “Implikasi Spiritualitas Santa Angela Dalam Pembelajaran Mendalam” ini dibawakan oleh Dr. Ignatius Agus Budiono, A.Md. Kat,S.Pd, M.Pd.

Dalam kata sambutannya, Ketua II Yayasan Yuwati Bhakti, Sr Theresia Sri Biastuti, OSU berharap pelatihan tidak hanya sekedar mendapat teori pembelajaran mendalam, tetapi para pendidik juga harus mendidik dengan “hati”. Bapak Ignatius Agus Budiono, lanjut Sr, Biastuti, OSU akan berbagi pengalaman tentang belajar mendalam dan mampu memberi semangat kepada para guru untuk mendampingi para siswa dengan penuh kasih dan kesabaran.

Harapannya, nilai-nilai Serviam dan spiritualitas St. Angela sungguh mampu menjiwai para pendidik dalam proses pembelajaran di sekolah, lingkungan keluarga, dan masyarakat. Inilah alasan Yayasan memilih pelatih Pembelajaran Mendalam Tingkat Nasional yang secara khusus telah menghidupi nilai-nilai Serviam di lingkungan tugasnya sebagai pendidik.

Pada hari pertama, peserta diajak untuk melihat kembali hal-hal yang sudah diberikan kepada para siswa di kelas dalam pembelajaran. Sejauh mana pendidik menjadi teladan bagi para siswa, dan sejauh mana pendidik menjadi teladan (role model) bagi para siswa. Contohnya, ketika di akhir pelajaran para siswa diminta membuat refleksi, guru sebaiknya membuat refleksi juga pada saat itu, sehingga jika ada anak yang bertanya tentang cara membuat refleksi, guru memberikan contoh dari refleksinya sendiri bukan sekedar memberikan penjelasan.

Materi hari kedua, Pendidikan sebagai Proses Transformasi Hidup. Tujuan pembelajaran mendalam bukan hafalan tetapi merupakan suatu proses dalam perubahan cara berpikir, perubahan sikap, perubahan tindakan yang selaras dengan prinsip learning for life bukan sekedar for test. Belajar untuk hidup, bukan sekedar untuk kepentingan tes atau ujian.

Ketika anak bersalah, ia tidak diberi hukuman, tetapi diberi arahan dan pendampingan yang positif dengan kegiatan yang membangun, yaitu dengan restitusi, sebuah cara menanamkan disiplin positif pada siswa. Restitusi dalam pembelajaran merupakan pendekatan disiplin positif bertujuan memulihkan, memperbaiki kesalahan, dan memperkuat karakter siswa, bukan dengan menghukum. Contohnya, siswa diminta berdoa. Para siswa tidak akan merasa sakit hati, bila sulit mengucapkan langsung, siswa bisa diminta menuliskan doanya.

Para pendidik juga diajak untuk membuat rencana pembelajaran kelas, dari awal, inti sampai pada akhir pelajaran. Kesimpulan dari Pelatihan Pembelajaran Mendalam berdasarkan spritualitas Santa Angela adalah pendidikan yang mengutamakan siswa sebagai subjek, diperlakukan khusus oleh para pendidik dengan memperhatikan keunikan tiap pribadi dan diberi ruang. Selain itu, kesempatan untuk bertumbuh kembang sesuai dengan kelebihan dan kekurangan atau keterbatasannya.

Sebagai contoh, ketika di kelas ada siswa yang berkebutuhan khusus. Dengan keterbatasan guru yang mendampingi berhadapan dengan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), siswa tersebut tidak bisa dituntut sama seperti siswa lain yang normal cara berpikir dan bertindaknya.

Selain itu, narasumber juga berbagi kisah hidup memberikan diri seutuhnya bagi para siswa dan keluarga. Terutama memberi ruang bagi para siswa untuk bertumbuh kembang dalam dunianya di zaman ini, tanpa menyalahkan, menghukum, atau menghakimi. Sehingga mereka mampu menemukan solusi ketika mengalami jalan buntu, menemukan talenta ketika mencari arah hidup, menemukan role model ketika mereka membutuhkannya.

Sr. Theresia Sri Biastuti, OSU

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi : https://yuwatibhakti.sch.id/

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Peserta didik kelas II SD Yuwati Bhakti melakukan kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu, 28 Januari 2026. Jarak Sekolah Yuwati Bhakti menuju gedung Dispusipda tidak jauh, lokasi dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 5 menit. Dengan berbaris rapi berdua-dua, peserta didik jalan kaki bersama menuju gedung Dispusipda.

Setibanya di gedung Dispusipda, dengan tertib peserta didik mengambil buku yang berada di rak buku. Ada yang mengambil buku cerita, dongeng, olahraga, sejarah, majalah Bobo, dan jenis buku lainnya. Para peserta didik terlihat santai saat membaca buku, meski begitu mereka tetap serius karena harus menulis isi buku setibanya di sekolah. Itulah kebisaaan yang telah lama ditanamkan di SD Yuwati Bhakti untuk membudayakan kebiasaan membaca sejak dini.

Para peserta didik bisa membaca buku di mana saja. Di perpustakaan kota, di perpustakaan sekolah, di kelas, di pojok baca, di aula atau di halaman sekolah terutama ketika sedang diadakan kegiatan membaca bersama atau Readathon. Ada 5 hal yang dilatih pada kegiatan tersebut yakni: mengantri, hening, budaya baca tulis, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab.

Harapan kami, para peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh karyawan Yuwati Bhakti dapat memiliki kebiasaan membaca agar wawasan mereka dapat semakin luas dan global. Hal ini selaras dengan Value Proposition (VP) Yuwati Bhakti 2023 – 2026 yakni menjadi pemimpin holistik, berkarakter Serviam, dan berwawasan global.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi : https://yuwatibhakti.sch.id/

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com –  Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi mengadakan kegiatan perayaan Pesta Santa Angela Merici pendiri Kompani Santa Ursula, pada Senin, 26 Januari 2026. Perayaan di sekolah disesuaikan dengan satuan pendidikan masing-masing. Unit TB dan TK A menempel gambar Santa Angela dan kelompok TK B mewarnai gambar Santa Angela dengan pensil warna.

 Sedangkan unit SD seluruh peserta didik mengikuti lomba bertema Santa Angela. Kelas I dan II mewarnai gambar Santa Angela. Kelas III dan IV menggambar Santa Angela. Kelas V dan VI menulis puisi Santa Angela. Peserta didik SMP Yuwati Bhakti juga tidak mau ketinggalan. Di pagi hari, mereka berkumpul di aula untuk Ibadat bersama. Selanjutnya, menuju ke lapangan rumput, di sana pengurus OSIS telah menyiapkan lomba Cerdas Cermat bertema Santa Angela.

Usai kegiatan di sekolah, para Suster dan seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan tenaga penunjang mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Tarcisius Puryatno. Dalam homilinya, Romo Tarcisius mengingatkan kepada semua mengenai misi utama Santa Angela mendirikan Kompani Santa Ursula. Misi Santa Angela yakni mengajak para pengikut dan mitra kerjanya menjadi garam, terang, dan ragi bagi sesama. Perayaan ini ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama di taman Biara.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti: https://yuwatibhakti.sch.id/

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi mengadakan “Workshop Smart Teaching: Hybird Coding & AI” bagi tenaga pendidik unit TB –TK, SD, dan SMP, pada Senin, 15 Desember 2025. Hadir sebagai narasumber Koordinator Bidang (Korbid) Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin (PYPU) Bapak Ockyanto Wibowo dan Korbid Penelitan dan Pengembangan (Litbang) PYPU Bapak Sonny Prasetio.

Adapun tujuan acara yaitu memberikan pengetahuan dan keterampilan cara memanfaatkan Coding dan AI untuk membekali para pendidik dalam kegiatan pembelajaran. Serta menambah pengetahuan dan wawasan bagi tenaga pendidik agar semakin terampil, kritis, kreatif, dan inovatif.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua II Yayasan Yuwati Bhakti, Sr. Theresia Sri Biastuti, OSU bahwa pelatihan diadakan agar para tenaga pendidik semakin percaya diri dalam perkembangan Coding dan AI. “Semoga bermanfaat dan dapat digunakan untuk pelayanan di sekolah maupun untuk mengembangkan diri. Terima kasih untuk Bapak Sonny dan Bapak Ocky,” tutur Sr. Bias, OSU.

Sementara itu, pelatihan dimulai dengan pengantar yang dibawakan oleh Bapak Ocky dan dilanjutkan dengan praktik membuka aplikasi Notion bersama Bapak Sonny. Ketika masuk dalam perencanaan pembelajaran, kelas dibagi menjadi dua, yakni kelas kecil (TB-TK, I – III) dan kelas besar (IV – IX). Pembelajaran dimulai dari perencanaan, pembelajan, hingga analisis.

Di akhir kegiatan, Guru SD, Ibu Emilita memberikan testimoninya. “Materi ini sangat berarti dan sangat bermanfaat bagi kami. Harapannya, semua guru di Kampus Yuwati Bhakti dapat menggunakan materi ini dalam pembelajaran,” tutur Ibu Emilita.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti : https://yuwatibhakti.sch.id/

BANTEN, SERVIAMNEWS.com – Kampus Ursulin Santa Ursula BSD mengadakan Pergelaran Natal bertajuk “A Musical Christmas Journey: From Stage to Sanctuary” di auditorium kampus, pada Rabu- Kamis, 17-18 Desember 2025. Total peserta yang hadir termasuk pemain, tamu undangan, dan tiket yang terjual adalah pada17 Desember sebanyak 407 orang dan pada 18 Desember sebanyak 556 orang.

Sementara itu, sebanyak 228 peserta didik terlibat dalam pergelaran Natal.  Mereka terdiri dari 30 murid TK yang tergabung dalam Paduan Suara Canarini, 44 murid SD yang tergabung dalam Paduan Suara Los Pajaritos, 32 murid SMP dan 48 murid SMA yang tergabung dalam Paduan Suara Septem Stellarum, dan 74 murid yang tergabung dalam kelompok Symphony Orchestra Santa Ursula BSD.

Dalam pergelaran Natal, mereka membawakan lagu-lagu dari pergelaran sebelumnya seperti The Phantom of the Opera, Les Misérables, dan Carmen, dibungkus dengan nuansa Natal yang hangat dan penuh pengharapan. Ditambah beberapa lagu baru seperti Christmas Medley yang dibuat oleh pelatih Pak Lunggo dan lagu Seribu Lilin aransemen oleh Aubrey Victoria Pratama. Pergelaran ditutup dengan menyanyikan lagu Céline Dion – Les Cloches du Hameau secara bersama-sama dengan semua penonton pergelaran.

Selain pergeralan Natal, terdapat pameran perjalanan 20 Tahun Symphony Orchestra Santa Ursula BSD dari tahun ke tahun. Di lapangan upacara Gedung SMP-SMA juga terdapat pameran 26 pohon tanjung yang sudah dihiasi dengan hiasan Natal oleh murid SMP-SMA dari bahan bekas yang bisa dikunjungi.

Kampus Ursulin Santa Ursula BSD : https://sanurbsd-tng.sch.id/

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Kampus Yuwati Bhakti (YB) Sukabumi kembali menggelar kegiatan “Road to 100 Tahun Yuwati Bhakti”, pada Jumat- Sabtu, 12-13 Desember 2025. Berbagai acara diadakan untuk memeriahkan kegiatan ini. Panitia juga turut menggandeng Paguyuban Peduli Pendidikan Yuwati Bhakti (P3YB), para alumni YB, RS Betha Medika, dan UMKM Kota Sukabumi.

Hari pertama, panitia mengadakan lomba cosplay yang dikuti oleh 40 peserta dari kelompok TK, SD, dan umum. Mereka menampilkan kostum yang diperagakan secara unik. Di tempat lain, RS Betha Medika melayani pengunjung untuk pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis. Tim P3YB melayani bakti sosial dalam bentuk pembagian sembako dan pasar murah kepada masyarakat sekitar kampus.

Panitia juga menyiapkan ruang pameran sejarah Yuwati Bhakti yang berisi narasi singkat, foto-foto para pendahulu, dan benda-benda antik yang pernah digunakan oleh para Suster, pendidik, peserta didik pada zaman dahulu, yang masih tersimpan rapi di biara dan sekolah. Di kelas TB-TK, SD, SMP, para pendidik dan peserta didik menampilkan hasil karya mereka setelah berproses selama 6 bulan belajar.

Pada hari kedua, acara dikhususkan bagi alumni Yuwati Bhakti dengan mengambil tema “Alumni YB Pulang Kampung”. Sejak pagi, para alumni yang berasal dari berbagai daerah, dari angkatan tahun 1950 an hingga 2025 mulai berdatangan dan memenuhi halaman kampus maupun aula. Tepat Pukul 08.30 WIB, semua alumni menempati area depan biara sambil menyaksikan Marching Band SMP YB di lapangan basket. Acara kemudian dilanjutkan dengan pawai keliling menuju Jalan Suryakencana diikuti oleh para alumni untuk menuju aula.

Di depan aula, para alumni disambut tarian lengser diikuti para penari SD Yuwati Bhakti dan ucapan Selamat Datang dari ketua panitia dalam Bahasa Sunda. Selanjutnya, para alumni disuguhkan dengan berbagai acara menarik dan sambutan dari ketua panitia, ketua yayasan, ketua Ikatan Alumni, dan perwakilan purnabhakti.

Ungkapan kasih para alumni terkumpul dan diwujudkan dalam bentuk bingkisan mungil dan unik dengan kartu ucapan 100 tahun perjalanan kasih Yuwati Bhakti. Semoga peristiwa ini bisa menjadi awal yang baik untuk acara selanjutnya hingga di puncak perayaan, di tahun 2026 mendatang.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti : https://yuwatibhakti.sch.id/

Dalam dinamika pendidikan yang terus mengalami perubahan, tuntutan terhadap guru semakin besar. Guru diminta menjadi pengajar yang kompeten, pembimbing yang sabar, sekaligus teladan yang berwibawa. Gambaran ideal ini sering menempatkan guru sebagai sosok yang harus selalu siap, kuat, dan serba mampu. Namun kenyataan sehari- hari menunjukkan bahwa guru tetaplah manusia yang membawa kelelahan, keterbatasan, dan pergumulan pribadi. Dari sini kita diajak melihat kembali makna keteladanan yang sejati. Guru hebat bukanlah pribadi yang sempurna, tetapi pribadi yang terus bertumbuh melalui kerapuhan yang diolah dengan jujur. Kerapuhan memberi ruang bagi guru untuk belajar, mengevaluasi diri, dan memperbarui cara mendampingi murid. Guru hebat adalah guru yang menyadari bahwa ia pun sedang bertumbuh setiap hari, sama seperti murid yang ia bimbing.

Keteladanan yang sejati tidak lahir dari gambaran diri yang tanpa cela. Keteladanan tumbuh dari kejujuran dan kerendahan hati untuk mengakui kelemahan, belajar dari pengalaman, serta memperbaiki diri. Guru yang bersedia meminta maaf ketika keliru, berani mempelajari hal baru meski mengalami kesulitan, atau tetap hadir meski sedang lelah, sesungguhnya menghadirkan teladan yang mendalam bagi murid. Anak – anak belajar bahwa kedewasaan tidak diukur dari kesempurnaan, tetapi dari kemampuan untuk jujur, bertanggung jawab, dan bangkit kembali ketika gagal.

Siswa masa kini merindukan teladan yang otentik. Mereka tidak mengharapkan guru yang tidak pernah salah. Mereka membutuhkan sosok yang jujur, dekat, dan mampu memahami pergumulan mereka. Ketulusan guru dalam mengakui keterbatasan membuka ruang dialog yang hangat. Dari sinilah tumbuh rasa percaya dan penghargaan yang tidak dapat dipaksakan. Guru yang mampu mengatakan bahwa ia juga masih belajar mengajak murid melihat hidup sebagai perjalanan panjang yang senantiasa memberi kesempatan untuk bertumbuh.

Budaya sekolah yang sehat tumbuh dari ketulusan guru untuk bertumbuh bersama. Ketika guru bersedia merefleksikan tindakan, mendengarkan umpan balik, dan membuka diri terhadap perubahan, terciptalah suasana yang aman bagi murid untuk melakukan hal yang sama. Sekolah menjadi ruang yang ramah, tempat di mana kesalahan bukan sesuatu yang memalukan, tetapi kesempatan untuk belajar. Murid merasa aman untuk mencoba, bereksperimen, bahkan gagal. Mereka belajar bahwa proses jauh lebih bermakna daripada penampilan luar. Relasi yang hangat antara guru dan murid menumbuhkan rasa percaya, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk mengeksplorasi hal-hal baru. Di sinilah keteladanan guru berakar dan membentuk ekosistem sekolah secara menyeluruh.

Di sini, semakin jelas bahwa pendidikan adalah perjalanan panjang yang memerlukan kesetiaan. Guru hebat tidak terbentuk dalam semalam. Mereka dibentuk melalui pergulatan batin, refleksi yang jujur, dan keberanian untuk melanjutkan pelayanan meskipun tidak selalu memperoleh pengakuan. Setiap langkah kecil yang diambil dengan hati terbuka menjadi bagian dari perjalanan menuju kematangan dan kebijaksanaan.

Agar pertumbuhan ini dapat terus berlangsung, pihak manajemen yayasan dan sekolah perlu menyediakan dukungan yang memadai. Program pengembangan diri, pendampingan profesional, komunitas refleksi, dan pembelajaran berkelanjutan menjadi sarana penting untuk menolong guru merawat kompetensi sekaligus keseimbangannya sebagai manusia. Upaya semacam ini bukan beban tambahan, melainkan investasi bagi pendidikan yang lebih utuh. Guru yang didampingi dengan baik akan lebih siap menghadirkan pembelajaran yang kreatif, dialogis, dan penuh perhatian bagi murid.

Pada akhirnya, keteladanan guru adalah perjalanan yang tidak pernah selesai, sebuah proses yang senantiasa tumbuh bersama kesadaran untuk terus memperbaiki diri. Dari kerapuhan yang diterima dengan rendah hati, lahirlah kekuatan dan kebijaksanaan yang menginspirasi murid serta menghidupkan komunitas sekolah. Di tengah tuntutan dan perubahan dunia pendidikan, kita diingatkan bahwa masa depan tidak dibangun oleh sosok yang sempurna, tetapi oleh guru yang setia melangkah, tekun berkembang, dan konsisten menghadirkan nilai-nilai kebaikan. Dari tangan merekalah harapan pendidikan menemukan bentuknya.

Anastasia M D Batmomolin (Dosen STPM Santa Ursula)

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin bekerja sama dengan Univeristas Bina Nusantara menyelenggarakan Lokakakarya Inspiratif dan Interaktif: Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Kampus Ursulin di Era Digital, pada Kamis – Sabtu, 13-15 November 2025, di auditorium Kampus Ursulin Santa Maria Jakarta. Sebanyak 111 peserta yang terdiri dari Suster Pembina, Pengawas, Ketua II, Koordinator Kampus, Bendahara, Kepala Satuan Pendidikan, Tim Yayasan, Koordinator Kurikulum, dan Koordinator Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari Kampus Ursulin di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur hadir mengikuti kegiatan ini.

 Lokakarya dirancang untuk memahami serta mengimplementasikan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan. Kegiatan menghadirkan kombinasi seminar inspiratif, demo langsung, serta lokakarya interaktif agar peserta tidak hanya memahami tren AI, tetapi juga mampu mempraktekkannya secara nyata di unit karya masing-masing. Pendekatan praktis dan berbasis kasus nyata.

Adapun tujuan dari lokakarya: Pertama, Kampus Ursulin dapat menjadi lebih efisien, adaptif, dan siap menghadapi era digital. Kedua, memahami tren AI global & Indonesia yang relevan untuk dunia pendidikan. Ketiga, mendapatkan inspirasi sekaligus praktik langsung penggunaan AI di sekolah, Keempat, menyusun kebijakan etis AI yang sesuai dengan visi Yayasan Pendidikan Ursulin Indonesia dan Timor Leste. Kelima, networking antara Pengurus Yayasan, Kepala Satuan Pendidikan, Koordinator Kurikulum dan TIK Kampus Ursulin.

Aprianita Ganadi

Follow by Email
Instagram
Copy link
URL has been copied successfully!