19
Aug

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com–  Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus. Lihatlah betapa pentingnya persatuan dan keserasian maka dambakanlah, carilah, peluklah, pertahankanlah hal itu sekuat tenaga karena saya berkata kepadamu, jika Anda semua hidup bersatu hati, Anda seperti benteng yang kuat, menara yang tak tergoyahkan (Nasehat Terakhir: 1, 2, 10-15).

Nasihat terakhir Santa Angela Merici mengawali kegiatan bersama tenaga pendidik, kependidikan, dan penunjang Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi, Jawa Barat bertajuk “Team Building & Leadership”, Kamis-Jumat, 13-14 Agustus 2020. Kegiatan didampingi Bapak Kamil Inglan, S.Pd, M.M,CH.CHt dan Bapak Ign. Teguh Eko P, S.Pd. Dua poin penting sebagai awal kegiatan yaitu gerak cepat dan mindset.

 Seorang pemimpin (leader) harus gerak cepat dan menjadi role model. Gerak cepat dimulai dari hal kecil dan konsisten, hingga menjadi kebiasaan. Mindset mempengaruhi perilaku manusia. Apa pun yang dipikirkan atau dikatakan kepada orang lain dan sebaliknya akan menjadi kenyataan jika otak manusia mengijinkan. Kontrol ada pada diri sendiri agar hanya pikiran positif yang diterima otak bawah sadar.

Pemimpin harus memiliki keterampilan public speaking. Meskipun tidak semua orang memiliki bakat berbicara, semua yang terlibat dalam pendidikan di Kampus Yuwati Bhakti harus mampu berbicara di depan umum supaya dapat menjadi model bagi peserta didik. Oleh karena itu, Pak Teguh melatih hal paling dasar dan penting saat berbicara di depan umum, yaitu menguasai diri, materi, teknik, dan audiens. Cara berdiri, memegang mic, dan tatapan mata pun menjadi kunci keberhasilan seorang pembicara hingga dilatih tersendiri oleh Pak Teguh.

Permainan menjaga harta dan lempar tangkap bola mengajarkan pentingnya komunikasi efektif, kolaborasi, daya juang, pengorbanan, teknik, rencana strategis (renstra), dan fokus. Hasil dari refleksi permainan, kami merumuskan komitmen untuk perbaikan diri, salah satunya empat keterampilan yang harus dikuasai tahun 2020 ini yaitu critical thinking, communicative, collaborative, and creative (4C).

Proses hari kedua diwarnai dengan permainan dan dinamika kelompok yang mengarahkan kami lebih dalam melihat diri sebagai anggota komunitas dan menyadari bahwa keberhasilan kampus mencapai tujuan tergantung dari tiap pribadi. Harus ada komitmen yang konkret, mau berkembang, dan  bergerak bersama supaya roda kampus berjalan seimbang dan bergerak cepat.

Di akhir acara, 2 pendidik memberikan testimoni bahwa mereka sangat bersyukur, acara ini sangat membantu untuk saling mengenal, merasa diterima, dihargai, diakui, dan dianggap penting sehingga tiap pribadi lebih bebas berekspresi dan mengembangkan diri sesuai bakat, minat, dan keahlian yang dimiliki. Dengan demikian, Kampus Yuwati Bhakti menjadi kumpulan orang-orang yang berani berubah dan berkembang sejalan dengan kemajuan zaman dan bergerak cepat menjadi yang terdepan.  

Pada keesokan harinya Sabtu, 15 Agustus 2020 tiap satuan pendidikan melakukan refleksi bersama dan mengkongkritkan niat pribadi dan bersama serta langsung diterapkan dari hal paling kecil. Setelah merayakan hari Kemerdekaan RI ke-75, Selasa 18 Agustus 2020, terjadi perubahan kecil di Kampus Yuwati Bhakti yaitu datang, bergerak lebih cepat, dan pelayanan lebih ramah. Semoga niat dan komitmen yang telah ditargetkan dapat diwujudkan dan akan membawa dampak yang lebih besar dalam memajukan bangsa Indonesia. 

Agnes Tri Maryunani

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam