Sr. Viktoria Dalima, OSU  

Dosen STPM Santa Ursula Ende

Tahun 2025 adalah Tahun Yubileum, dan Gereja Katolik di seluruh dunia menyambutnya dengan tema: Pilgrims of Hope (Peziarah Harapan). Sebagai umat beriman, kita diajak berjalan bersama sebagai peziarah: melangkah dalam iman, dipenuhi harapan, dan bersandar pada kasih Allah yang setia. Di tengah dunia yang haus akan makna, keadilan, dan pengharapan sejati, kehadiran sosok-sosok yang mampu menyalakan harapan menjadi sangat penting. Salah satunya adalah Santa Angela Merici, seorang perempuan sederhana yang hidupnya menjadi inspirasi lintas zaman.

Santa Angela (Angela Merici) adalah perempuan inspiratif pembawa harapan. Ia menjalani hidupnya sebagai pilgrim of hope sejati, dengan iman yang teguh, kasih yang nyata, dan keberanian untuk menjawab kebutuhan zaman. Di masa ketika perempuan sering terpinggirkan, ia justru membuka ruang bagi pendidikan dan pelayanan. Ia membangun komunitas yang menumbuhkan iman dan memulihkan martabat perempuan. Visi profetiknya melampaui batas waktu, dan hingga hari ini, buah karyanya tetap hidup melalui para Ursulin yang meneruskan semangatnya.

Angela Merici lahir di Desenzano, sebuah kota kecil di tepi Danau Garda, Italia Utara, pada tahun 1474. Ayahnya bernama Giovanni Merici dan ibunya Caterina Biancosi. Di zaman itu, tidak semua perempuan diizinkan mengenyam pendidikan formal. Namun, orang tua Angela memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan pribadi anak-anak mereka. Angela belajar membaca dan menulis dari kedua orang tuanya.

Saat itu, Eropa sedang dilanda perang berkepanjangan yang membawa penderitaan luas: banyak keluarga kehilangan orang-orang yang mereka cintai, anak-anak terlantar, ekonomi terpuruk, dan kehidupan moral masyarakat memburuk. Dalam Gereja pun, pilihan hidup terbatas: menikah atau menjadi biarawan/biarawati monastik. Bahkan, tidak semua umat Katolik diperkenankan menerima Komuni Kudus. Namun, Angela tidak kecewa, patah semangat, atau menyerah. Ia melihat situasi itu sebagai peluang untuk menghadirkan harapan baru. Salah satu contohnya: agar dapat menerima Komuni, Angela bergabung dengan Ordo Ketiga Fransiskan. Sebagai anggota ordo ini, ia mendapat ruang untuk menolong sesama yang menderita.

Angela tidak memilih salah satu bentuk hidup baku dalam Gereja saat itu. Ia justru menawarkan jalan baru: hidup selibat di luar tembok biara, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan dan melayani-Nya melalui sesame terutama mereka yang paling membutuhkan.

Bagi kita, kaum perempuan muda yang hidup di era serba instan dan berteknologi tinggi, ada tantangan tersendiri: mudah patah semangat, tidak sabar menghadapi proses, dan cepat putus asa. Dari Angela, kita belajar keberanian untuk menghadapi tantangan dan kemampuan memunculkan inspirasi baru dalam keterbatasan.

Angela menyadari bahwa cita-cita besar tidak dapat dicapai dengan kekuatan sendiri. Ia senantiasa bertanya dalam hatinya: “Apa yang harus aku lakukan bagi sesamaku yang menderita?” Dalam suatu penampakan di Brudazzo, ia melihat tangga yang menghubungkan langit dan bumi, dan para malaikat turun-naik di atasnya. Di antara mereka, tampak kakaknya yang telah meninggal, yang selama ini selalu ia doakan. Kakaknya menyampaikan pesan bahwa suatu hari nanti, Angela akan mengumpulkan perempuan-perempuan muda yang akan mengabdikan hidup mereka secara total kepada Tuhan.

Sejak saat itu, Angela semakin tekun berdoa, baik dalam Perayaan Ekaristi, doa pribadi, maupun melalui ziarah ke Roma dan Tanah Suci. Ia membuka diri sepenuhnya terhadap bimbingan Tuhan dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada kehendak Allah.

Angela mengajak kita, kaum perempuan, untuk mencintai Tuhan di atas segalanya, membuka hati bagi pimpinan-Nya, dan membina relasi yang mendalam melalui doa dan Perayaan Ekaristi. Ia pernah berkata. “Berdoalah, dan usahakan agar orang lain juga berdoa, supaya Allah tidak meninggalkan Gereja-Nya.” Ia juga menegaskan: “Engkau tidak akan menemukan perlindungan lain kecuali di kaki Yesus Kristus. Serahkanlah dirimu dengan rendah hati dalam perlindungan tangan-Nya yang kuat, maka engkau akan selamat dan diterangi.”

Angela setia pada panggilannya hingga akhir hayat. Ia menekankan hidup dalam kasih, saling meneguhkan dalam panggilan, dan membaktikan diri demi pembaruan moral masyarakat dan Gereja. Baginya, kehidupan apostolik adalah kehidupan yang sesuai dengan teladan Kristus yang datang dari pangkuan Bapa demi keselamatan dunia.

Angela adalah pribadi yang tekun berkontemplasi sekaligus aktif dalam aksi. Ia mencintai keheningan untuk menimba kekuatan dari Tuhan, namun juga penuh semangat melayani demi kemanusiaan. Dalam kontemplasi, ia menemukan inspirasi untuk berbicara dan bertindak. Ia tahu kapan dan bagaimana menyampaikan kebenaran dengan bahasa kasih, yang membangun persaudaraan sejati.

Cahaya kebijaksanaan yang terpancar dari dirinya bersumber dari Tuhan. Ia menjadi terang bagi banyak orang di Brescia yang haus akan harapan dan kepercayaan kepada Allah. Tentu, bukan Angela yang bercahaya, tetapi Kristus, Sang Mempelai, yang memancar melalui dirinya. Cahaya itu menumbuhkan harapan baru dalam hati setiap orang yang menjumpainya.

Angela juga memusatkan perhatian pada dunia perempuan dan kesetaraan gender. Ia memiliki intuisi kenabian tentang pentingnya peran perempuan dalam Gereja dan masyarakat. Ia adalah seorang “feminis-religius” yang membaca tanda-tanda zaman dan menanggapi kenyataan sosial dengan visi masa depan. Pesan utamanya Adalah (1) Cinta akan Allah dan manusia dihidupi sebagai satu kesatuan, dan (2) Kontemplasi dan kerasulan tak terpisahkan dalam hidup beriman.

Menjelang wafatnya, Angela berpesan kepada para pengikutnya: “Jaga persatuan, hiduplah dalam semangat kasih, dan setialah kepada Tuhan dan Gereja.” Ia juga meyakinkan mereka: “Jika Allah sendiri yang telah mendirikan kompani ini, Allah tidak akan meninggalkannya.” Dan yang paling menguatkan: “Aku akan selalu berada di tengah-tengah kalian dan menyampaikan doa-doamu kepada Tuhan.”

Angela memberi harapan kepada para pengikutnya bahwa, dengan menyadari diri sebagai mempelai Kristus, hidup mereka akan penuh penghiburan. Ia berkata bahwa: “Semua kesedihan akan berubah menjadi sukacita, dan jalan yang berduri, curam, serta berbatu-batu akan menjadi berbunga, indah, dan penuh kegembiraan.”

Angela dikukuhkan sebagai santa oleh Paus Pius VII. Ia dikenang sebagai perempuan pendoa, pribadi apostolik yang ramah dan penuh kasih, seorang pendidik bijaksana, guru yang penuh cinta, dan ibu rohani bagi banyak orang.

Hari ini, kita semua dipanggil menjadi Angela-Angela masa kini; perempuan yang menyalakan inspirasi positif dalam langkah hidup sehari-hari. Situasi sulit bukan penghalang, melainkan peluang untuk menciptakan cara baru yang menyegarkan dan bermakna.

Sebagai Angela zaman ini, hidup kita harus memancarkan cahaya harapan bagi sesama: peduli, berbagi, dan melayani dengan sukacita. Namun, untuk dapat memancarkan harapan, kita harus memiliki relasi yang mendalam dengan Tuhan seperti Angela.
Dari kedalaman relasi inilah, cahaya harapan Tuhan terpancar melalui kita dan menyentuh hati setiap pribadi yang kita jumpai, hingga akhirnya mereka pun dikuatkan untuk berjalan bersama sebagai peziarah harapan.

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi menyelenggarakan seminar kesehatan bertajuk “Cek Fakta Kesehatan Reproduksi” di aula Sekolah,  pada Jumat, 8 Agustus 2025. Hadir sebagai narasumber yaitu dokter spesialis dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG (K) dan dr. Martasono. Acara turut dihadiri juga oleh Ketua II Yayawan Yuwati Bhakti, Sr. Theresia Sri Biastuti, OSU, M.Pd, orang tua peserta didik, seluruh pegawai, dan Pengawas Pembina SD Yuwati Bhakti, Bapak Anwar Gymaris, M.Pd.

Seminar merupakan bagian dari rangkaian kegiatan perayaan 100 Tahun Karya Ursulin di Sukabumi yang puncaknya pada 1 Agustus 2026.  Usia 100 tahun merupakan tonggak sejarah yang penting dalam pengabdian di bidang pendidikan. Untuk itu, perlu adanya komitmen kolektif agar memberikan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat Kota Sukabumi.

Adapun tujuan dari seminar ini adalah untuk memberikan informasi dan menumbuhkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi kepada para orang tua peserta didik. Selain itu, untuk membekali data serta fakta sehingga mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dalam keluarga dan komunitas.

Sementara itu, menurut Pak Anwar seminar kali ini sangat penting terutama untuk memahami dan menggali informasi tentang kesehatan reproduksi. “Ini adalah informasi yang sangat berguna supaya kita dapat mengajarkan kepada anak-anak dan menjadi agen informasi kepada masyarakat sekitar,” ungkap Pak Anwar dalam sambutannya.

Dokter Spesialias, dr. Caroline menuturkan bahwa sebagian besar orang tua masih merasa tabu ketika membicarakan tentang organ reproduksi kepada putra-putrinya. Bahkan dengan sesama orang dewasa, kita sering malu untuk membicarakannya, “Untuk itu, penting memberikan pendidikan dan informasi tentang kesehatan reproduksi kepada putra-putri kita. Sejatinya, kita dapat memperkecil resiko hadirnya berbagai penyakit di tubuh kita dengan melakukan gaya hidup sehat, baik makanan, pakaian, maupun cara merawat organ tubuh kita, terutama organ reproduksi,” kata dr. Caroline.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi : https://yuwatibhakti.sch.id/

LABUAN BAJO, SERVIAMNEWS.com – Serviam Camp III Regio NTT dan Timor Leste bertajuk “Unity in Diversity” resmi dibuka pada Kamis, 7 Agustus 2025. Adapun tema “Unity in Diversity” yang berarti bersatu dalam keanekaragaman sejalan dengan salah satu nilai dasar Pendidikan Ursulin (Core Values) yaitu semangat persatuan. Sejak dini, peserta didik diajarkan mengenai persatuan dengan merangkul perbedaan, sehingga nantinya dapat menjadi individu yang berkarakter.

Acara dibuka dengan Misa Konselebrasi yang dipimpin oleh Bapa Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus, Sekretaris Jenderal (Sejken) Keuskupan Labuan Bajo Romo Fransiskus Nala, Ketua Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Labuan Bajo Romo Ivan, Romo Lorens Sopang, dan Romo Martinus Tolen di Gereja Stella Maris, Labuan Bajo, NTT. Serviam Camp merupakan kegiatan rutin pertemuan peserta didik tingkat Sekolah Dasar yang diselenggarakan oleh Sekolah-Sekolah Ursulin.

Dalam acara, yang diselenggarakan 7 -11 Agustus 2025 anak-anak akan berproses bersama. Mereka datang dari 4 sekolah Ursulin yang berada di Regio NTT dan Timor Leste. Setiap sekolah mengirimkan 30 peserta masing-masing 15 orang putra dan 15 orang putri dengan 2 guru pendamping. Para peserta datang dari Kampus Ursulin Santa Angela Atambua, Kampus Ursulin Santa Ursula Ende, Kampus Ursulin Santa Ursula Baucau Timor Leste, dan Kampus Ursulin Santa Angela Labuan Bajo.

Sementara itu, dalam kata sambutannya Ketua I Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin, Sr. Hilda Sri Purwaningsih, OSU menuturkan hatinya ikut senang dan berbunga-bunga melihat keceriaan peserta Serviam Camp. Setiap hari, peserta didik dibantu para suster, bapak/ibu guru melaksanakan Core Values salah satunya semangat persatuan. “Core Values semangat persatuan sama dengan tema acara kita kali ini yaitu Unity in Diversity.  Kebersamaan dan keberagaman tentu asyik, tetapi tidak mudah. Terima kasih kepada panitia, para suster, bapak/ibu guru yang terus merawat dan membiasakan hidup dalam keberagaman,” kata Sr. Hilda, OSU.

Adapun tujuan dari Serviam Camp III yaitu agar peserta didik mampu mengenal dan menerima diri sebagai pribadi yang unik. Mengenal semangat santa Angela yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi hidup dalam persatuan. Mengembangkan karakter dan potensi peserta didik untuk membangun hidup dalam keharmonisan di tengah berbagai perbedaan. Mengembangkan semangat peduli pada sesama dan alam ciptaan dengan segala isinya. Membangun semangat persatuan dan persaudaraan di tengah keluarga, sekolah, sesama di masyarakat dan alam ciptaan dengan segala isinya.

Aprianita Ganadi

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Peserta didik SD dan SMP Yuwati Bhakti mengikuti Perayaan Ekaristi awal tahun ajaran 2025/2026 dan pembukaan perayaan 100 tahun biara, TK – SD Yuwati Bhakti, di Gereja Santo Joseph, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat, 25 Juli 2025. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Wolfgang Amadeus Mario Sara. Dalam homilinya, Romo Mario menekankan ajakan Tuhan pada umat beriman yakni marilah hidup untuk melayani.

Lanjut Romo Mario, ada 3 hal yang ingin Tuhan katakann kepada kita. Pertama, hendaknya kita membantu orang lain tanpa pamrih. Kedua, besar kecil yang kita punya jangan menjadi ukuran untuk membantu orang lain. Ketiga, syukurilah apa yang kita punya, tapi jangan kita menjadi sombong. “Kita diundang untuk selalu berbuat baik supaya kita dan semua orang di sekitar kita menjadi bahagia,” tutur Romo Mario menutup homilinya.

Sementara itu, sebelum berkat penutup, Ketua II Yayasan Yuwati Bhakti, Sr. Theresia Sri Biastuti, OSU, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Romo Mario yang telah memimpin Perayaan Ekaristi dan seluruh petugas liturgi. Sr. Biastuti, OSU juga mengajak seluruh siswa, pegawai dan perwakilan orang tua untuk terlibat dalam kegiatan HUT ke -100 tahun.

“Kita bersyukur atas kesehatan yang baik sehingga hari ini dapat bersukacita bersama di gereja. Di awal tahun ajaran, mari siswa-siswi untuk makin tekun, semangat, optimis dalam menimba ilmu sebanyak-banyaknya, rendah hati, mau melayani bersama Santa Angela untuk meraih cita-cita,” ajak Sr. Biastuti, OSU.

Untuk menandai dibukanya Perayaan 100 Tahun Biara, TK, dan SD Yuwati Bhakti, Sr. Biastuti, OSU didampingi Romo Mario, semua Suster Ursulin Komunitas Sukabumi, KSP TB-TK Sukapirena, SD, dan SMP Yuwati Bhakti memukul gong sebanyak 3 kali. Usai gong dibunyikan muncul di layar Logo Perayaan 100 tahun dengan tema “Bersyukur Bersama Santa Angela dalam Menebar Kasih”.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti : yuwatibhakti.sch.id

BANTEN, SERVIAMNEWS.com – Dengan penuh syukur, Kampus Ursulin Santa Ursula BSD memperingati 35 tahun perjalanan pelayanan pendidikan. Acara ditandai dengan Perayaan Ekaristi secara konselebrasi yang dipimpin oleh Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo, Romo Rafael M.H. Adipramono, OSC, dan Romo Yohanes Haris Andjaja, OSC, di Auditorium Santa Ursula BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 24 Juli 2025.

Melalui tema acara “Building the Future, Preserving the Legacy and Growing Together” Kampus Ursulin Santa Ursula BSD meneguhkan kembali tekad untuk: membangun masa depan dengan harapan, menjaga warisan nilai luhur yang telah ditanam para pendahulu, dan bertumbuh bersama seluruh komunitas dalam kasih dan pelayanan. Dalam Homilinya, Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-35 tahun kepada seluruh keluarga besar Sekolah Santa Ursula BSD.

“Terima kasih atas kehadiran sekolah Santa Ursula BSD yang ikut memberi warna pada umat Gereja Katolik di Keuskupan Agung Jakarta. Terima kasih kepada para Suster Ursulin, Ibu/ Bapak Guru, Orang Tua, Tenaga Kependidikan, semua siswa yang dengan cara dan peran berbeda-beda telah ikut merawat, menjaga, dan berusaha mengembangkan lembaga pendidikan ini terus- menerus, tanpa henti.” kata Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo.

Sementara itu, dalam kata sambutan Ketua II Yayasan Sancta Ursula, Sr. Moekti K. Gondosasmito, OSU mengucapkan bahwa Kampus Ursulin Santa Ursula BSD bisa mencapai usia ke -35 tahun karena berkat rahmat Tuhan dan berkat Suster pendahulu yang telah membangun sekolah ini. Terima kasih kepada Bapak/ Ibu Guru, Tenaga Kependidikan, Tenaga Penunjang, para Orang Tua, siswa, dan alumni yang telah membangun Sekolah Santa Ursula BSD.  

“Seperti membangun rumah, fondasi sudah ditanam, fondasi sudah berdiri 35 tahun artinya sudah menjadi fondasi yang kuat. Untuk itu, kita sekarang yang masih berada di Santa Ursula BSD harus ikut serta membangun dan membesarkan, sehingga nantinya Santa Ursula BSD dapat menjadi rumah yang aman dan nyaman untuk kita semua. Itu hanya bisa dilakukan jika setiap dari kita sungguh- sungguh ikut serta mengambil bagian sesuai dengan peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing,” imbuh Sr. Moekti, OSU.

Aprianita Ganadi

Kampus Ursulin Santa Ursula BSD:  www.sanurbsd-tng.sch.id

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Kampus Ursulin Santo Vincentius mengadakan Seminar AI for Learning di aula Sekolah, Senin, 7 Juli 2025. Acara yang diikuti oleh Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan ini menghadirkan narasumber Prof.Dr.Ir Richardus Eko Indrajit, M.Sc, M.B.A, M.Phil, M.A. Dalam sesi yang penuh wawasan, Prof. Eko Indrajit membawakan materi tentang “Artificial Intelligence: Tantangan & Peluang di Era Digital”.

Dalam pemaparannya, Prof. Eko Indrajit menjelaskan bahwa AI adalah kemampuan mesin untuk meniru kecerdasan manusia dari pengenalan suara, visual, bahasa, hingga pengambilan keputusan. Teknologi ini terus berkembang dan kini hadir dalam banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Sementara Dampak AI dalam dunia pendidikan yaitu: membantu personalisasi proses belajar siswa, mempermudah evaluasi dan administrasi pembelajaran, memberi akses belajar yang lebih luas – cepat, dan interaktif.

Prof. Eko menekankan pentingnya memahami etika penggunaan AI adalah jangan sampai kecanggihan teknologi menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Guru dan pendidik tetap menjadi pemandu utama agar AI digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Sementara itu, peran siswa dan pendidik yaitu belajar memahami teknologi, bukan takut padanya. Berpikir kritis dan terbuka terhadap inovasi. Tetap menempatkan nilai, iman, dan karakter sebagai fondasi utama pendidikan.Kesimpulannya AI adalah alat, bukan pengganti manusia. Dengan pemahaman yang tepat, AI bisa menjadi sahabat dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Yohanes

Kampus Ursulin Santo Vincentius: santovincentius.sch.id

SOLO, SERVIAMNEWS.com – Yayasan Winayabhakti Solo menggelar kegiatan Ziarah dan Rekreasi (Ziarek) pada 23–25 Juni 2025 di Bandung dan Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta Gelombang 1 yang terdiri dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan KB/TK, SD, SMP Maria Assumpta Klaten serta SMP dan SMA Regina Pacis Solo yang berusia 42 tahun ke bawah. Selama tiga hari, para peserta diajak meluangkan waktu untuk hening, berbagi, mempererat relasi, dan memperdalam spiritualitas sebagai pendidik dalam terang nilai-nilai Serviam.

Pada hari pertama, ziarek dimulai di Bandung dengan sesi kesehatan mental bersama Ibu Asteria dari tim Solusi, dosen Psikologi Universitas Padjadjaran. Dalam suasana aman dan terbuka, peserta diajak mengenali dan mengolah emosi serta dinamika relasi dalam kehidupan pribadi dan profesional. Di sesi lain, peserta mengikuti yoga bersama Pak Agung, sebuah pengalaman menyegarkan yang mengajak mereka menyeimbangkan tubuh dan jiwa. Sore harinya, refleksi dalam kelompok kecil menjadi ruang penuh makna. Peserta saling membagikan rasa syukur dan pertumbuhan diri yang sedang dijalani. Malam ditutup dengan Ibadat Adorasi dalam Doa Taizé dan dilanjutkan dengan kunjungan santai ke Cihampelas.

Hari kedua diawali dengan kunjungan ke Sekolah Santa Angela Bandung. Para peserta merasa dikuatkan dan terhubung dengan jaringan Ursulin Indonesia. Ziarah ke Katedral Bandung melalui Porta Sancta memperdalam makna perjalanan iman. Dilanjutkan ke Floating Market Lembang dan makan siang di Dermaga Sunda, serta penampilan budaya di Saung Angklung Mang Ujo. Malam ditutup dengan makan malam di Parit 99 dan jalan-jalan santai di Jalan Braga.

Hari ketiga, pada pagi hari peserta menuju Jakarta dan mengunjungi Biara St. Maria Juanda, rumah pertama para Suster Ursulin di Indonesia. Kunjungan dilanjutkan ke Biara dan Sekolah St. Ursula Jakarta, serta Katedral Jakarta. Hari ditutup di Taman Mini Indonesia Indah dengan pertunjukan Water Dance yang menggugah hati. Refleksi peserta menunjukkan nilai-nilai kebersamaan, cinta kasih, syukur, sukacita, dan pengharapan yang kuat. Kegiatan ini dipersepsikan sebagai ziarah batin dan perjumpaan lintas unit dalam semangat Insieme. Para peserta pulang dengan hati yang dipulihkan, semangat yang diperbaharui, dan harapan yang diteguhkan, siap kembali menghidupi motto Serviam, Aku Mengabdi.

Kampus Ursulin Regina Pacis Solo: smp-reginapacis-slo.sch dan smareginapacis-solo.sch.id

Kampus Ursulin Maria Assumpta Klaten: mariaassumpta.sch.id

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Kampus Ursulin Santo Vincentius Jakarta mengadakan Pergelaran Seni bertajuk “Nostalgia Ursulin Nusantara” di aula Kampus, Jumat, 13 Juni 2025. Tujuan acara yaitu sebagai bentuk syukur atas perjalanan panjang pendidikan Ursulin di Indonesia khususnya untuk merayakan 70 Tahun SMP Santo Vincentius dan 125 Tahun Uni Roma Ordo Santa Ursula.

Acara diisi oleh penampilan peserta didik TK, SD, SMP yang menampilkan pertunjukan musik nusantara, ansambel, biola, piano, band, paduan suara, dan tarian tradisional. Selain itu, acara juga diisi oleh penampilan siswa SMA St Maria Nanga Pinoh, Kalimantan Barat yang membawakan alat musik Sape dan alumni SMP Santo Vincentius yang membawakan alat musik biola.

Pergelaran seni mengisahkan sebuah perjalanan lintas waktu yang menghidupkan kembali kisah para suster Ursulin yang menginjakkan kaki di tanah Nusantara pada tahun 1856. Lewat tarian dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Sukabumi, Flores, Papua, hingga Nias kami merangkai kisah cinta, pengabdian, dan pelayanan dalam gerak yang penuh makna.

Pergelaran ini bukan hanya panggung seni, tapi panggung sejarah dan syukur. Untuk para Suster Ursulin yang telah menyalakan cahaya di hati anak-anak bangsa. Acara dibagi ke dalam 2 sesi yaitu sesi I pk 13.00-15.00 WIB dan sesi II pada Pk 16.00-18.00 WIB. Turut hadir dalam acara para Orang tua siswa, alumni, Pengawas Sekolah SMP Santo Vincentius, dan Suster-Suster Ursulin Komunitas Santo Vincentius Jakarta.

Aprianita Ganadi

Kampus Ursulin Santo Vincentius Jakarta: santovincentius.sch.id

LABUAN BAJO, SERVIAMNEWS.com – Sebanyak 76 peserta didik kelompok B – TK Santa Angela Labuan Bajo mengikuti camping akhir tahun bertajuk “A Joyful Camping Adventure”, pada 5-6 Juni 2025. A Joyful Camping Adventure yaitu sebuah petualangan ceria yang membawa sukacita, namun juga sarat dengan nilai-nilai hidup yang bermakna. Camping akhir tahun merupakan kegiatan rutin yang selalu diselenggarakan oleh TK Santa Angela Labuan Bajo pada penghujung tahun ajaran. Kegiatan ini diperuntukkan bagi anak-anak kelompok B sebagai bagian dari proses transisi menuju jenjang pendidikan selanjutnya.

Dalam camping ini, terdiri atas dua bagian utama, yaitu outbond mini dan malam api unggun. Dalam kegiatan outbond, anak-anak diajak mengikuti berbagai permainan edukatif yang menantang namun sesuai usia mereka. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk melatih keterampilan pemecahan masalah, kemampuan menemukan solusi, serta menumbuhkan kepercayaan diri. Melalui interaksi dalam kelompok, anak-anak belajar bekerjasama, membangun sikap kolaboratif, serta mengembangkan kemandirian dan tanggung jawab mulai dari hal-hal kecil dan sederhana.

Puncak kegiatan berlangsung pada malam hari, yakni dalam acara malam api unggun. Dalam suasana hangat dan penuh semangat, anak-anak tampil membawakan berbagai atraksi seni yang bertemakan budaya serta wawasan global, yang disesuaikan dengan usia mereka.. Usai kegiatan api unggun, para orang tua kembali ke rumah, sementara anak-anak menginap di tenda camping, didampingi oleh para guru.

Camping akhir tahun ini menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan dan penuh makna. Anak-anak memperoleh pengalaman berharga yang akan terus membekas dalam memori mereka, sekaligus memperkuat karakter, kemandirian, dan kebersamaan yang menjadi bekal untuk perjalanan mereka di masa mendatang.

Sr. Karolina Suryati Cendrakasih, OSU

MALANG, SERVIAMNEWS.com – Kampus Ursulin Cor Jesu mengadakan Cor Jesu Art Performance (CJAP) Cahaya Sancta Trinitias di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, Kamis, 5 Juni 2025. Acara bertajuk “Ursulin 125 Tahun di Malang, Satu Hati, Satu Jiwa Bersama Melangkah, Bersama Bersinar” ini merupakan sebuah pergelaran seni yang menjadi bagian dari penilaian ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya untuk kelas X dan XI. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari berbagai kelas seni, yakni seni musik, seni teater, seni suara, seni tari, dan seni rupa.

CJAP 2025 adalah ajang kolaborasi yang melibatkan seluruh unit pendidikan Kampus Ursulin Cor Jesu mulai dari tingkat KB-TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, serta partisipasi dari para alumni. Acara ini juga menampilkan pameran seni rupa hasil karya siswa, yang merupakan bakat visual dan kreativitas peserta didik. Tahun ini, Cor Jesu Art Performance (CJAP) dikemas sebagai bagian dari rangkaian perayaan 125 tahun kehadiran Ursulin di Malang.

CJAP 2025 bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan gema sejarah, nyala semangat, dan getar jiwa dari generasi muda yang tumbuh dalam nilai Serviam Di panggung ini, suara masa lalu berpadu dengan irama masa kini, menyulam kisah dedikasi, cinta, dan harapan dalam harmoni yang memikat. Setiap langkah tari, lantunan nada, dan guratan warna adalah persembahan jiwa yang murni untuk merayakan 125 tahun karya kasih para Suster Ursulin di bumi Malang.

Aprianita Ganadi

Kampus Ursulin Cor Jesu Malang: corjesu-malang.sch.id

Follow by Email
Instagram
Copy link
URL has been copied successfully!