BANDUNG, SERVIAMNEWS,com – Kongres I Ikatan Alumni Kampus Santa Angela Bandung bertajuk “Unity as One Family” resmi dibuka oleh Ketua III Yayasan Widya Bhakti, Sr. Korina Ngoe, OSU, Sabtu, 29 Januari 2022. Dalam sambutannya, Sr. Korina mengatakan tujuan pembentukan ikatan alumni ada empat yaitu pertama, sebagi eksistensi peran alumni Santa Angela bandung. Kedua, dapat menjadi rekan jejak alumni, menjembatani antara lulusan ke perguruan tinggi atau dunia kerja. Ketiga, sebagai wadah informasi dunia kerja, para alumni dapat sharing pengalaman kepada peserta didik yang masih belajar. Keempat, sebagai wadah akreditasi Kampus Santa Angela Bandung.



“Saya berharap ikatan alumni dapat merangkul semua angkatan dalam persatuan dan soliditas karena persatuan itu adalah dasar kekuatan. Saya percaya ikatan alumni dapat menjadi landasan untuk kegiatan 3 tahun kedepan dan periode-periode yang akan datang. Mari bersama-sama kita kobarkan semangat Serviam dalam tugas pelayanan kita masing-masing,” kata Sr. Korina.


Sementara itu, Ketua Pelaksana Kongres I Ikatan Alumni Kampus Santa Angela Bandung, Ibu Vinsensia Prabaningrum menuturkan bahwa acara pokok kongres 1 adalah pembahasan dan pengesahan dari hasil sidang pra kongres pada 22 Januari 2022. Kemudian, pemilihan ketua umum Ikatan Alumni Kampus Santa Angela Bandung, dengan 4 orang calon yang telah lolos verifikasi. “Ketua umum akan dipilih dengan sistem voting yang akan dipilih dari kurang lebih 1.000 alumni yang telah resmi mendaftar dan diverifikasi sehingga memiliki hak pilih,” imbuh Vinsensia.


Turut hadir pula dalam acara, Ketua Ikatan Alumni Serviam Indonesia, Ibu Angela Basiroen. Dalam Sambutannya, Ibu Angela menuturkan dengan keyakinan dan kemauan para alumni Serviam dimanapun berada, lewat kekuatan dan ketangguhannya pasti dapat menjalankan program kerja dan kegiatan yang ada. “Semboyan Serviam lencana yang kita pakai sejak kecil, mari kita bersama bergandeng tangan, bersatu, dan sampaikan kepada semua saya mengabdi,” lanjut Ibu Angela.


Ada 4 orang calon Ketua Umum Ikatan Alumni Kampus Santa Angela Bandung yaitu Anastasia Herlijanti, Frangky Immanuel Kartawidjaja, Harianto, dan Abed Darmawan. Masing-masing diberi kesempatan untuk menyampaikan visi, misi dan program kerja. Hadir pula Bapak Richardus Eko Indrajit yang akan melakukan bincang-bincang dan tanya jawab dengan para keempat calon ketua umum.
Aprianita Ganadi
Kampus Santa Angela Bandung: https://portal.santa-angela.sch.id/
ATAMBUA, SERVIAMNEWS.com – Kualitas mengajar guru harus senantiasa ditingkatkan melalui refleksi, evaluasi serta penelitan tindakan kelas dalam rangka menerapkan suatu model pembelajaran baru agar pembelajaran di kelas menjadi lebih hidup dan dapat lebih dipahami oleh peserta didik. Selanjutnya hasil refleksi, evaluasi dan penerapan model pembelajaran baru perlu dituliskan dengan baik dan benar oleh guru dalam sebuah laporan penelitian yang selanjutnya dipadatkan dalam sebuah artikel ilmiah agar menjadi bacaan yang menarik dan bermanfaat bagi banyak orang.
Sehubungan dengan hal tersebut, pada Selasa, 4 Januari 2022 Kampus Santa Angela Atambua mengadakan pelatihan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Artikel Ilmiah bagi tenaga pendidik unit TK, SD, SMP, SMA. Narasumber pelatihan adalah Dr. Samuel Igo Leton, M.Pd. dan Dr. Maximus M. Taek, M.Si. Kedua narasumber ini adalah dosen Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.


Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan yang diadakan secara online dengan narasumber yang sama pada 29-30 Maret 2021. Pada pelatihan di bulan Maret para guru dibimbing untuk membuat proposal penelitian dan diberi kesempatan untuk mempresentasikannya. Pelatihan dibuka oleh Koordinator Kampus Santa Angela Atambua, Sr.Caritas Sri Lestari, OSU dengan mengutip nasihat Santa Angela “Awal yang baik belumlah cukup bila tanpa ketahanan.” Sr. Lestari, OSU memotivasi para guru untuk bertekun sampai akhir dalam penulisan PTK dan artikel Ilmiah.
Dalam pelaksanaan pelatihan peserta dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang sudah melaksanakan PTK (Guru SMA) dan kelompok yang belum melaksanakan PTK (Guru TK, SD, SMP). Bagi kelompok guru yang belum melaksanakan PTK, Dr. Samuel Igo Leton, M.Pd. melanjutkan materi PTK dengan menjelaskan tentang instrumen-instrumen penelitian yang harus disiapkan untuk melakukan PTK seperti instrumen untuk mengukur hasil belajar, lembar observasi kegiatan mengajar guru dan lembar observasi kegiatan belajar peserta didik.
Bagi guru yang baru bergabung pada tahun pelajaran 2021/2022 diberikan penjelasan mengenai bagian-bagian dari PTK, penentuan judul PTK serta landasan teori agar mereka dapat segera mulai membuat proposal PTK. Selanjutnya kepada para peserta pelatihan diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dengan narasumber.



Sementara bagi kelompok guru yang telah melaksanakan PTK, Bapak Maximus memberi bimbingan untuk menuliskan laporan PTK ke dalam bentuk artikel ilmiah. Dalam sesi ini dijelaskan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan suatu penelitian, bagian-bagian dari artikel ilmiah, cara mengutip pendapat para ahli, publikasi jurnal ilmiah, dan contoh-contoh jurnal ilmiah. Narasumber juga memberi motivasi kepada para guru untuk bertekun dan bersabar dalam proses penulisan artikel ilmiah karena banyak masukan atau perbaikan yang harus dilakukan untuk bisa sampai pada tahap publikasi.
Melalui pelatihan ini, para guru kembali mendapatkan pencerahan dan motivasi untuk melanjutkan penulisan PTK dan artikel ilmiah. Sr. Lestari, OSU menutup pelatihan dengan terus memberi semangat kepada para guru untuk tidak mudah berpuas diri, tetapi terus berupaya meningkatkan kualitas sebagai pendidik.
Sr. Indira Krisanti Lengkong, OSU
SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com- “Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus (Nasihat Terakhir SA: 2)” Kutipan nasihat terakhir St. Angela Merici dibacakan oleh Sr. Agustina Dede Mite, OSU dalam ibadat pembuka kegiatan Family Gathering Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi, Sabtu, 18 Desember 2021.


Kegiatan yang baru pertama kali diadakan di Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi ini dilaksanakan di Kompleks Kampus Yuwati Bhakti dan Rumah Retret “Griya Angela”, Jalan Suryakencana No. 39 Kota Sukabumi. Ada tiga tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan Family Gathering yang bertema “Work Together in Harmony” ini yaitu 1) para Suster Ursulin Sukabumi dapat mengenal lebih dekat dengan keluarga pegawai Kampus Yuwati Bhakti, 2) Antarkeluarga pegawai Kampus Yuwati Bhakti dapat saling mengenal lebih dekat, dan 3) seluruh keluarga pegawai Kampus Yuwati Bhakti merasakan sukacita dan mendukung suami/istri/ayah/ibu yang bekerja di Kampus Yuwati Bhakti.


Dengan penuh semangat dan sukacita, Bapak Kamil Inglan dan Bapak Nick Saragih mendampingi peserta Family Gathering berproses dalam berbagai permainan, baik dalam kelompok besar maupun kecil. Meski kadang ada tangisan kecil dari adik-adik balita, kegiatan berlangsung meriah. Semua peserta terlibat aktif dalam berbagai permainan dan tantangan yang telah disiapkan oleh narasumber dan panitia. Di sela-sela kegiatan, terlihat ada yang saling berkenalan, ada yang masih malu-malu, ada juga yang mendampingi anak-anak mereka bermain di taman bermain TB-TK Sukapirena. Semua peserta tertib dalam menjaga protokol kesehatan, mulai dari mengukur suhu, mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak demi kesehatan dan keselamatan bersama.
“Saya merasa bahagia hari ini. Terdengar tangis anak-anak, jeritan kecil, tertawa gembira, dan sendau gurau dalam kegiatan ini. Sangat terasa suasana keluarga. Inilah keluarga kita, Kampus Yuwati Bhakti. Semoga kegiatan ini mampu menyatukan kita dalam satu keluarga besar yang saling memiliki, saling menghargai, menghormati, saling membantu dalam ikatan cinta,” ungkap Suster Catharina Siti Margiyati, OSU di awal maupun akhir acara dengan senyum bahagia. Berbagai hadiah diberikan seusai kegiatan, baik hadiah souvenir dari yayasan, panitia, maupun hasil kerja keras kelompok dalam mengikuti kegiatan bersama.



Kegiatan Family Gathering ini diharapkan mampu menjadi ikatan cinta dalam keluarga Kampus Yuwati Bhakti. Ikatan cinta yang akan dipelihara dan dipupuk dengan semangat persaudaraan yang mampu menghasilkan rasa memiliki, melayani, saling berbagi demi kemajuan dan perkembangan bersama. Perkembangan secara pribadi, keluarga, kelompok, dan Kampus Yuwati Bhakti. Bekerja bersama akan lebih ringan dan bermakna daripada bekerja sendiri. Salam Serviam.
Agnes Tri Maryunani
Kampus Yuwati Bhakti: www.yuwatibhakti.sch.id
SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Oktober 2021, Kampus Yuwati Bhakti mengundang pegiat literasi dan inisiator Seni Baca Relief (SEBAR), Bapak Bambang Eka Prasetya, M.M. sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Berbahasa Berbasis Dongeng Nusantara. Kegiatan itu dilaksanakan pada hari Rabu – Jumat, 27 – 29 Oktober 2021 secara virtual yang terbagi dalam 7 kelompok, yaitu kelompok TB-TK, kelas I – II, III – IV, V – VI, VII, VIII, dan IX. Setiap kelompok menerima materi berupa kisah relief sesuai dengan tingkat pendidikan masing-masing. Tema yang diangkat dalam pelatihan ini adalah “Karakter Kepemimpinan dalam Dongeng Nusantara”.


Latar belakang pemilihan tema ini adalah karakter kepemimpinan banyak terkandung dalam dongeng nusantara, secara khusus kisah-kisah dalam relief candi yang banyak terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Dalam kesempatan ini, pemateri mengangkat 7 kisah dari relief Candi Borobudur dan Candi Mendut (Magelang, Jawa Tengah), serta Candi Sojiwan (Klaten, Jawa Tengah). Dengan menemukan salah satu karakter kepemimpinan tersebut, peserta didik diharapkan mampu mengembangkannya dalam bentuk karya, baik lisan maupun tulisan. Sesuai dengan Value Preposition (VP) Kampus Yuwati Bhakti, yaitu “Pemimpin Masa Depan Berpola Pikir Sains”, peserta didik diharapkan mampu memahami dan mengolah secara lebih dalam, karakter kepemimpinan yang ditemukan dalam kisah.
Antusiasme peserta didik sangat terlihat dari kehadiran peserta didik di Microsoft Teams lebih awal dari jadwal, rasa penasaran mereka terhadap narasumber yang akan hadir, dan banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan kepada narasumber. Bahkan, demi menjawab semua pertanyaan mereka yang unik dan bervariasi, narasumber rela memperpanjang waktu hingga 30 – 45 menit.


“Eyang, bagaimana cara menjadi pendongeng yang baik? Mengapa Eyang masih semangat mendongeng meskipun sudah tua? Apakah Eyang punya channel youtube?” demikian beberapa pertanyaan yang dilontarkan peserta didik. Dengan sabar dan penuh pengertian, Eyang BEP, sapaan akrabnya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk memuaskan dahaga para peserta didik Kampus Yuwati Bhakti.


Kegiatan pelatihan berbahasa ini ditutup dengan komitmen peserta didik untuk menghasilkan karya, yaitu bercerita untuk kelompok TB-TK dan kelas I SD, menulis cerita anak untuk SD kelas II – VI, menulis puisi, cerpen, dan esai untuk peserta didik SMP. Semoga komitmen mereka dapat dilaksanakan dengan baik sesuai deadline dan mereka mampu mewujudnyatakan karakter kepemimpinan yang mereka olah lewat karya dalam hidup sehari-hari hingga menjadi milik mereka masing-masing secara pribadi.
Agnes Tri Maryunani
Kampus Yuwati Bhakti: www.yuwatibhakti.sch.id
Serviam
SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com- Jumat, 17 September 2021, peserta didik TB-TK Sukapirena belajar virtual di Kantor Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi yang terletak di Jalan Yulius Usman No. 2 Kota Sukabumi. Pembelajaran virtual ini dilakukan karena situasi pandemi yang belum memungkinkan peserta didik untuk hadir secara fisik. Di sisi lain,pembelajaran ini sangat penting bagi mereka karena merupakan kesimpulan dari tema pembelajaran dalam seminggu yaitu “Profesi dalam Keluarga”.



Pembelajaran virtual ini diikuti oleh seluruh peserta didik TB-TK Sukapirena dengan antusias. Melalui kegiatan jalan-jalan virtual tersebut, peserta didik memperoleh informasi tentang profesi dan kelembagaan petugas pemadam kebakaran, sumber api, penyebab kebakaran, cara memadamkan api mulai dari yang tradisional, pemadaman api ringan hingga pemadaman api menggunakan alat besar.
Peserta didik juga mengenal pekerjaan yang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran yakni: pencegahan dan penanggulangan kebakaran, pemadaman kebakaran, penyelamatan manusia dan harta benda, pemberdayaan masyarakat, dan pengawasan bahan peledak. Selain tentang kebakaran, peserta didik juga dapat menyaksikan berbagai jenis ular, cara menangkap, cara meghindari, dan pentingnya melestarikan ular.


Antusiasme dan rasa ingin tahu peserta didik TB-TK Sukapirena ternyata luar biasa dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada petugas kebakaran maupun pawang ular. Berbagai pertanyaan terlontar dari bibir mungil mereka dengan rasa ingin tahu yang besar. “Ularnya makan apa? Makanannya matang atau mentah? Ularnya umur berapa? Apakah ular bisa menggigit?” demikian beberapa pertanyaan yang sempat mengundang tawa Sr. Grace, OSU dan Miss Rani yang menjadi pengajar saat itu, serta para narasumber dari pemadam kebakaran. Terpercik perasaan bangga menyaksikan para peserta didik bertumbuh secara fisik, emosi, sosial, dan intelektual. Semoga kelak mereka mampu menjadi pemimpin-pemimpin yang berpola pikir sains, tangguh, jujur, dan penuh kasih pada sesama.
Agnes Tri Maryunani (Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi)
Kampus Yuwati Bhakti: www.yuwatibhakti.sch.id
Serviam
SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-76 tahun 2021 dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa keramaian di tengah pandemi Covid 19. Ada yang merayakan di tengah keluarga, lingkungan sekitar secara terbatas, ada juga yang merayakan secara virtual. Hal itu menandakan bahwa pandemi covid 19 tidak mematahkan semangat kemerdekaan, namun justru meningkatkan kreativitas dan inovasi. Demikian juga dengan peserta didik Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi.
Peserta didik Kampus Yuwati Bhakti, mulai dari TB-TK, SD dan SMP mengadakan berbagai kegiatan untuk menyongsong HUT Kemerdekaan RI ke-76. Mereka mempersiapkan kegiatan dengan penuh antusias, semangat dan sukacita, meskipun dilaksanakan secara daring. SMP Yuwati Bhakti memulai kegiatan lebih awal, yaitu pada tanggal 7 Agustus 2021.

Seluruh kegiatan direncanakan dan dilaksanakan oleh pengurus OSIS. “Dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-76, OSIS SMP Yuwati Bhakti mengadakan acara lomba dengan tema 76 Merdeka,”ungkap Beatrice Halim,ketuaOSIS SMP Yuwati Bhakti 2021-2022.Beatrice juga menjelaskan bahwa dalam lomba “76 Merdeka” ada 4 macam lomba untuk peserta didik dan satu lomba untuk para guru. Empat lomba untuk peserta didik adalah Self Make Up Capture, Decorate Your Mask, Tiktok Merdeka, dan Kahoot Quiz.
Dalam lomba Self Make Up Capture peserta didik merias wajah atau melakukan face painting dengan tema kemerdekaan Indonesia. Decorate Your mask adalah lomba menggambar/melukis dengan media masker bertema Kemerdekaan Indonesia. Pada lomba “Tiktok Merdeka”, peserta didik mengikuti pakaian, aksesoris, dan gerak-gerik para pahlawan. Kahoot Quiz berisi tentang sejarah kemerdekaan Indonesia. Peserta didik diajak mengingat perjuangan para pahlawan dari sebelum merdeka hingga merdeka.

Sedangkan untuk guru, panitia menyiapkan lomba Copy The Picture, yaitu para guru harus mengikuti gaya, pakaian, dan latar belakang foto yang diberikan oleh panitia. Setiap lomba yang diikuti peserta didik akan dipilih 3 terbaik dan mendapatkan apresiasi dari sekolah, sedangkan lomba untuk guru dipilih satu yang terbaik. Peserta didik maupun guru sangat antusias dan bersemangat mengikuti semua lomba dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-76. Ada tiga tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan lomba tersebut yaitu meningkatkan rasa nasionalisme, kepercayaan diri, dan kreativitas peserta didik.

TB-TK Sukapirena menyongsong HUT Kemerdekaan RI ke-76 dengan mengadakan Upacara Bendera melalui meeting room di Microsoft Teams pada tanggal 16 Agustus 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air dan mengenalkan lagu kebangsaan Indonesia Raya kepada peserta didik. Setelah itu, peserta didik diajak membuat bendera merah putih mini untuk menumbuhkan semangat nasionalisme serta mengenal makna warna merah putih yang terkandung dalam warna bendera kebangsaan Indonesia. Untuk menambah kemeriahan dalam merayakan HUT RI, mereka berfoto dan dipasang di twibbon.

SD Yuwati Bhakti juga melakukan kegiatan menyongsong HUT Kemerdekaan RI pada tanggal 16 Agustus 2021. Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Hari Merdeka, menyaksikan kisah singkat Proklamasi Kemerdekaan RI, dan membuat ucapan HUT Kemerdekaan RI ke-76. Tanggal 17 Agustus 2021, seluruh peserta didik SD Yuwati Bhakti menyaksikan pementasan seni dengan tema “Kemerdekaan RI ke-76” dari tiap kelas dan para guru yang telah dikemas dalam bentuk Video.

Meskipun semua kegiatan dan lomba diadakan secara virtual, antusiasme dan optimisme peserta didik dan para guru sungguh luar biasa. Mulai dari TB-TK, SD, dan SMP mengikuti semua kegiatan dengan penuh semangat dan sukacita. Semoga tema HUT Kemerdekaan RI ke-76 “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” dapat diwujudnyatakan di Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi.
Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi
Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/
Serviam
SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Bagi Anda, hiduplah sedemikian rupa, hingga Anda menjadi contoh bagi mereka. Apa yang Anda ingin mereka lakukan, lakukanlah sendiri itu lebih dahulu. Bagaimana Anda bisa mencela atau menegur kekurangan mereka apabila mereka melihat kekurangan itu masih ada dalam diri Anda sendiri? Bagaimana Anda dapat mengajarkan dan menganjurkan suatu kebajikan kecuali kalau Anda sendiri memiliki kebajikan itu atau setidak-tidaknya bersama-sama mereka mulai menjalankannya. Maka, berusahalah memimpin dan mendorong mereka dengan contoh Anda sendiri sehingga mereka hidup baik (Nasihat 6: 1-6).

Menjadi contoh, teladan, model bagi orang lain dan bagi peserta didik dalam konteks sekolah merupakan inti dari cuplikan nasihat Santa Angela di atas. Tenaga pendidik, kependidikan, maupun penunjang di sekolah harus mampu menjadi contoh/model yang dapat dilihat dan ditiru oleh peserta didik. Ketika kita mengharapkan peserta didik melakukan sesuatu, baik itu sikap maupun keterampilan hendaknya hal itu sudah dimiliki atau minimal dilakukan bersama-sama dengan mereka. Sikap demikian yang diharapkan Santa Angela, ada dalam diri kita sebagai pengikutnya.
Sebab, apabila kita hanya memberi instruksi tanpa memiliki atau tanpa pernah melakukan apa pun, mustahil peserta didik atau siapa pun percaya dan mau melakukan tindakan yang kita instruksikan tersebut. Ajakan dan himbauan Santa Angela ini sangat sederhana, tapi menyentuh jiwa manusia dan mengajak kita berani melihat ke dalam diri sendiri, memotivasi diri untuk berusaha memimpin dan mendorong mereka yang kita bimbing dengan contoh dan teladan kita sendiri.

Kampus Yuwati Bhakti terus menerus memotivasi seluruh pegawai untuk menghayati spiritualitas Santa Angela, salah satunya dengan menjadi contoh/model bagi peserta didik dengan cara apa pun. Semangat berprestasi, berdaya juang tinggi merupakan salah satu sikap yang ditanamkan dalam diri peserta didik di Kampus Yuwati Bhakti. Semangat itu diwujudkan dengan mengikuti berbagai lomba baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Dalam upaya menjadi contoh bagi peserta didik, Pendidik dan tenaga kependidikan SMP Yuwati Bhakti Sukabumi mulai mengeksplor kemampuan mereka. Ibu Heny Alfanti Krisnareni, S.Pd. mengikuti Sayembara Puisi Kartini 2021 yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indoenesia, dalam rangka memperingati Hari Kartini 2021. Dalam sayembara yang bertema “Kartini Masa Kini dalam Meningkatkan Budaya Literasi” tersebut, puisinya yang berjudul “Kartini Masa Kini” terpilih menjadi 50 karya terbaik dan diapresiasi dalam buku “Antologi Puisi Kartini”.

Bapak Heri Sujatmo dan Ibu Agnes bergabung menjadi peserta Antologi 1001 Puisi Gogyoshinus I tahun 2020 dan Urband Legend Story 2020 bersama beberapa penyair dari berbagai daerah di Indonesia. Semoga upaya mereka dapat menjadi contoh dan motivator bagi pendidik maupun peserta didik di Kampus Yuwati Bhakti, untuk berani berkarya dan berinovasi dalam dunia pendidikan, sehingga Yuwati Bhakti semakin dikenal sebagai lembaga pendidikan bermutu dalam menyiapkan generasi yang mampu menjadi pemimpin masa depan berpola pikir sains, bermartabat, mandiri, berdaya juang, dan penuh kasih. Salam Indonesia maju.
Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi
Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/
Serviam
SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Ikatan Alumni Yuwati Bhakti (IKA YB) bekerja sama dengan Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi kembali menyelenggarakan donor darah. Pada bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah ini, IKA YB mengetuk hati masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk berbagi, menyumbangkan setetes darahnya demi keselamatan jiwa sesama. Kegiatan donor darah ini berlangsung pada hari Jumat, 30 April 2021 di gedung UTD PMI Kota Sukabumi, Jalan A.R. Hakim No. 51, Benteng Sukabumi, yang diselenggarakan dalam 2 sesi, yaitu sesi 1 Pkl. 08.00 – 14.00 WIB dan sesi 2 Pkl. 18.00 – 21.00 WIB.


Warga Kampus Yuwati Bhakti sangat mendukung kegiatan donor darah tersebut dengan menyebarluaskan kegiatan melalui whatshap grup maupun media sosial serta berpartisipasi menjadi pendonor. Para suster, pendidik, dan orangtua murid antusias dengan rela menyumbangkan darah mereka demi pengabdian kepada sesama. Masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi hilir mudik memenuhi gedung PMI Kota Sukabumi untuk mendonorkan darah mereka. Ada yang baru pertama kali menjadi pendonor, ada juga yang telah rutin mendonorkan darah mereka tiap tiga bulan. Beberapa dari para pendonor mengatakan bahwa mereka merasa senang dengan adanya kegiatan donor darah ini. Dengan mendonorkan darah, mereka dapat berbagi tanpa kehilangan sekaligus dapat membarui darah mereka dengan sel darah yang baru. Setelah mendonorkan darah, mereka merasa bahagia karena punya kesempatan berbagi dan badan mereka terasa lebih sehat dan bersemangat.


Pada kegiatan donor darah ini, IKA YB dapat mengumpulkan 144 labu darah dari 158 peserta. Semoga kegiatan ini dapat membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan darah. Bagi IKA YB dan Kampus Yuwati Bhakti, semoga kegiatan ini dapat semakin meningkatkan relasi dan mempererat jalinan kasih demi kemajuan bersama, terutama dalam menanamkan nilai-nilai dasar pendidikan Ursulin (Serviam) di Kampus Yuwati Bhakti. “Jika Anda semua hidup bersatu hati, Anda seperti benteng yang kuat, menara yang tak tergoyahkan” (Nasihat Terakhir:15).


Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi
Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/
Serviam
ENDE, SERVIAMNEWS.com- Meningkatkan ketertarikan dan kemampuan peserta didik untuk membaca sebuah buku adalah salah satu tugas kewajiban setiap guru. Guru adalah pelopor utama dalam pendidikan yang bertugas mencerdaskan anak didiknya termasuk di dalamnya adalah membaca. Namun, sebelum itu guru hendaknya terlebih dahulu menunjukkan teladannya dalam membaca buku.

Pada pandemi covid 19 ini, dengan proses pembelajaran jarak jauh para guru juga diwajibkan untuk meningkatkan kreativitasnya bagaimana cara mengajak anak untuk membaca. Hal ini dialami oleh para guru di SDK Onekore 2 Santa Ursula Ende yang berhasil lolos dalam seleksi oleh tim Taman Bacaan Pelangi dan menjadi mitra Taman Bacaan Pelangi untuk program membaca menyenangkan di tahun 2021 ini.
Taman Bacaan Pelangi berdiri sejak November 2009 di Flores. Bekerja sama dengan tokoh masyarakat, Nila Tanzil, pertama kali mendirikan perpustakaan di Roe, sebuah kampung kecil di kaki gunung Flores dengan menyediakan 200 buah buku. Sekarang, dengan bantuan dari para donor dan relawan, perpustakaan Roe memiliki 2.000 buah buku anak-anak. Pada 2013, Taman Bacaan Pelangi telah terdaftar secara resmi sebagai sebuah yayasan dengan nama “Yayasan Pelangi Impian Bangsa”.

Dengan dukungan dari relawan dan donatur dari berbagai belahan dunia, NGO dan perusahaan yang kredibel, Taman Bacaan Pelangi telah bertumbuh dari pemberian menuju jalan kehidupan. Hingga kini, telah mendirikan 62 perpustakaan anak-anak yang tersebar di 15 pulau di Indonesia Timur. Tujuan sederhana saja, yaitu memberikan kesempatan kepada anak-anak di daerah terpencil untuk mendapatkan akses terhadap buku cerita dan perpustakaan yang akan membuka cakrawala hidup mereka.
Setiap perpustakaan memiliki setidaknya 1.000 judul buku cerita anak, beberapa perpustakaan memiliki koleksi buku lebih dari jumlah tersebut dan dalam kurun waktu enam tahun terakhir, Taman Bacaan Pelangi telah menyediakan akses buku bacaan kepada lebih dari 12.000 anak-anak di Indonesia bagian Timur.

Literacy Cloud
Pada hari Senin 22 Februari 2021 hingga Rabu, 24 Februari 2021, para guru Santa Ursula Ende mengikuti kegiatan sosialisasi tentang Literacy Cloud dari Tim Taman Bacaan Pelangi. Kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa sekolah lain yakni SDI Onekore 3, SDI Onekore 5, SDI Mbongawani, SDK Ndona 2, SDI Paupanda 3, SDI Woloara, SDK Koanara dan SDK Marsudirini. Dengan tiga narasumber yakni Bapak Koen Setyamwan selaku ketua Tim Taman Bacaan Pelangi, Bapak Widodo, dan Bapak Upan Thamrin sebagai angggota Tim Taman Bacaan Pelangi. Poin penting yang dibagikan ialah bagiamana membaca nyaring untuk anak-anak melalui akun Literacy Cloud.

Literacy Cloud adalah salah satu aplikasi yang menghadirkan berbagai macam buku cerita bagi anak-anak. Buku-buku tersebut bisa digunakan untuk dibacakan kepada anak secara nyaring melalui zoom. Untuk membaca secara nyaring adapun langka-langkahnya. Pertama, sebelum membaca. Langkahnya adalah guru menunjukkan sampul buku kepada anak, mengajukan pertanyaan tentang gambar sampul tersebut, memperkenalkan judul buku, penulis dan illustrator serta memperkenalkan 1-2 kosa kata baru.
Kedua, selama membaca. Guru membacakan cerita diiringi dengan ekspresi yang menarik, mengajukan pertanyaann prediksi, dan menunjukkan ilustrasi pada anak. Ketiga, Sesudah membaca. Setelah membaca guru mengajukan pertanyaan tentang cerita yang dibacakan dan mengajak anak untuk menirukan suara atau gerakan yang ada dalam cerita. Inilah tiga langkah yang hendaknya dilakukan oleh guru ketika membaca nyaring kepada peserta didik.

Melalui sosialisasi dari Tim Taman Bacaan Pelangi ini, para guru SDK Onekore 2 Santa Ursula Ende diharapkan untuk mengimplementasikan cara membaca nyaring kepada peserta didik, sehingga selaras dengan nilai-nilai Pendidkan Ursulin yakni Against the tide (Melawan Arus) serta Renstra Kampus Santa Ursula Ende “Humanis dan Menguasai Teknologi”.
Daniel Sori dan Eltin
JAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Dewasa ini, kita sering mendengar kata “Critical and Creative Thinking”dalam insititusi pendidikan. Creative Thinking merupakan proses cara berpikir kreatif yang menghasilkan kreativitas. Nantinya, kreativitas tersebut tidak selalu menghasilkan produk atau karya, tetapi juga meliputi aspek kehidupan lain misalnya sebuah ide. Sedangkan Critical Thinking adalah sebuah kemampuan untuk berpikir jernih tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang diyakini sebagai kebenaran.


Dalam dunia pendidikan, menanggapi perubahan kurikulum di Indonesia dan kebutuhan lulusan pendidikan di abad 21, era Revolusi Industri 5.0, maka makin besar pula kebutuhan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan mendasar yang disertai dengan pembangunan karakter yang kuat. Apa saja keterampilan dasar itu? Keterampilan yang mendasar tersebut adalah membangun keterampilan berpikir yang memiliki karakter Serviam.
Untuk itu, para pendidik pada semua jenjang yang bernaung di bawah Sekolah Suster-Suster Ursulin seluruh Indonesia perlu dibekali dengan keterampilan berpikir khususnya pada aspek Critical and Creative Thinking. Sehingga nantinya, para peserta didik mampu mengelola proses kurikulum dan proses pembelajaran yang jauh lebih menarik dan menantang guna membangun keterampilan berpikir peserta didik dan berbasis pada karakter Serviam.
Online Course
Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin (PYPU) kemudian memikirkan dan merencanakan kegiatan Online Course untuk melatih keterampilan Critical and Creative Thinking pendidik Ursulin di seluruh Kampus Pendidikan Ursulin Indonesia. PYPU lalu menggandeng International Test Center (ITC) yang memiliki narasumber kompetensi serta ahli di bidangnya masing-masing untuk menyelenggarakan Online Course Critical and Creative Thinking.


Para pemberi materi dari ITC yaitu Mr Damon Anderson, Ibu Hafilia, Ibu Jenny Lee, dan Bapak Victor Chan. Pelatihan dibagi dalam 2 batch, setiap hari Sabtu selama 2 bulan /8 minggu dengan waktu 20 jam. Batch 1 dilakukan pada 9 Januari-27 Februari 2021 dan batch 2 pada 6 Maret- 17 April 2021.
Pada batch 1 jumlah peserta yaitu 166 orang terdiri dari Kampus Santa Theresia Jakarta, Santa Angela Atambua, Santo Vincentius Jakarta, Santa Angela Bandung, Santa Ursula Bandung, Yuwati Bhakti Sukabumi, Santa Maria Surabaya, Santa Maria Nangapinoh, Santa Angela Labuan Bajo, Santa Ursula Ende, dan Theodorus Kotamobagu. Sedangkan pada batch 2 jumlah peserta yaitu 185 orang terdiri dari Kampus Santa Maria Jakarta, Santa Ursula Jakarta, Santa Ursula Bandung, Yuwati Bhakti Sukabumi, Regina Pacis Solo, Maria Assumpta Klaten, Cor Jesu Malang, dan Santo Bernardus Madiun.
Adapun Tutorial dilakukan pada hari Sabtu pertama dan Sabtu ketiga dengan durasi 2 jam. Sedangkan Classroom activities pada hari Sabtu kedua dan Sabtu keempat durasi 3 jam dengan tempat pelaksanaan di Kampus masing-masing menggunakan media online Moodle.


Testimoni
Sementara itu, Bu Lidia Rahayu dari Kampus Santo Vincentius, Jakarta menuturkan senang dapat menikmati setiap sesi pelatihan ITC. Materi disampaikan dengan pelan, jelas, dan terfokus sehingga menjadi lebih mendalam. Hanya sedikit terganggu jika ada kendala teknis. “Bertemu dengan banyak teman seperjuangan dari seluruh Indonesia. Mengenal dan dapat sharing satu sama lain. Bisa saling menguatkan dan pinjamkan kekuatan. Tidak ada perbedaan usia atau perbedaan lainnya. Semua sama rasa,” kata Ibu Lidia.
Selama 8 Minggu mengikuti pelatihan ITC, Ibu Lidia mendapat banyak ilmu dan pengalaman, terutama mengenai mindfulness. Sederhana namun cukup mendalam dan dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. “Pembicara atau narasumber menyampaikan secara perlahan dan pasti sehingga mudah dipahami. Tugas tidak menyulitkan malah menambah wawasan dan pengetahuan. Keterampilan berpikir juga terasah,” ungkap Ibu Lidia.
Hal senada juga diungkapkan oleh Sr. Teresita Bela, OSU dari Kampus Santa Angela Atambua bahwa bersyukur karena boleh diberi kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam pelatihan ITC. Sangat senang karena dapat belajar banyak hal dari para narasumber, sesama suster dan para guru Ursulin se-Indonesia.


Meski sebelumnya, lanjut Sr. Sita, sudah pernah belajar mengenai Critical Thinking, namun ilmu yang didapat sekarang merupakan suatu hal yang baru, menambah wawasan sebagai seorang leader dan pendidik. “Saya juga belajar melek IT. Terima kasih untuk semua orang yang terlibat didalamnya PYPU dan tim ITC. Di akhir kata saya mengutip kata-kata St Angela, Jangan sampai tugas ini menjadi suatu beban, tetapi sebaliknya berterimakasihlah kepada Allah dengan sepenuh hati,” imbuh Sr. Sita.
Tidak itu saja, Sr. Karolina Suryati Cendrakasih, OSU dari Kampus Santa Angela Labuan Bajo juga bersyukur dapat mengikuti pelatihan secara online, meski begitu proses belajar dapat terjadi secara efektif dan berjalan lancar. Selamat kepada PYPU yang dengan aktif dan kreatif mengadakan kegiatan ditengah masa pandemi, sehingga para guru dan suster semakin diperkaya dengan nilai-nilai positif yang dapat mengembangkan kepribadian sebagai pendidik yang berada di lapangan.
“Dengan mengikuti kursus ITC, saya diasah untuk semakin kritis dan kreatif dalam menjalankan hidup dan tugas/perutusan saya. Selain itu, saya juga semakin merasakan pentingnya berkomunikasi dan berkolaborasi dalam kerja tim,” cerita Sr Yati.
Aprianita Ganadi