12
Apr

ENDE, SERVIAMNEWS.com- Meningkatkan ketertarikan dan kemampuan peserta didik untuk membaca sebuah buku adalah salah satu tugas kewajiban setiap guru. Guru adalah pelopor utama dalam pendidikan yang bertugas mencerdaskan anak didiknya termasuk di dalamnya adalah membaca. Namun, sebelum itu guru hendaknya terlebih dahulu menunjukkan teladannya dalam membaca buku.

Pada pandemi covid 19 ini, dengan proses pembelajaran jarak jauh para guru juga diwajibkan untuk meningkatkan kreativitasnya bagaimana cara mengajak anak untuk membaca. Hal ini dialami oleh para guru di SDK Onekore 2 Santa Ursula Ende yang berhasil lolos dalam seleksi oleh tim Taman Bacaan Pelangi dan menjadi mitra Taman Bacaan Pelangi untuk program membaca menyenangkan di tahun 2021 ini.

Taman Bacaan Pelangi berdiri sejak November 2009 di Flores. Bekerja sama dengan tokoh masyarakat, Nila Tanzil, pertama kali mendirikan perpustakaan di Roe, sebuah kampung kecil di kaki gunung Flores dengan menyediakan 200 buah buku. Sekarang, dengan bantuan dari para donor dan relawan, perpustakaan Roe memiliki 2.000 buah buku anak-anak. Pada 2013, Taman Bacaan Pelangi telah terdaftar secara resmi sebagai sebuah yayasan dengan nama “Yayasan Pelangi Impian Bangsa”.

Dengan dukungan dari relawan dan donatur dari berbagai belahan dunia, NGO dan perusahaan yang kredibel, Taman Bacaan Pelangi telah bertumbuh dari pemberian menuju jalan kehidupan. Hingga kini, telah mendirikan 62 perpustakaan anak-anak yang tersebar di 15 pulau di Indonesia Timur. Tujuan sederhana saja, yaitu memberikan kesempatan kepada anak-anak di daerah terpencil untuk mendapatkan akses terhadap buku cerita dan perpustakaan yang akan membuka cakrawala hidup mereka.

Setiap perpustakaan memiliki setidaknya 1.000 judul buku cerita anak, beberapa perpustakaan memiliki koleksi buku lebih dari jumlah tersebut dan dalam kurun waktu enam tahun terakhir, Taman Bacaan Pelangi telah menyediakan akses buku bacaan kepada lebih dari 12.000 anak-anak di Indonesia bagian Timur.

Literacy Cloud

Pada hari Senin 22 Februari 2021 hingga Rabu, 24 Februari 2021, para guru Santa Ursula Ende  mengikuti kegiatan sosialisasi tentang Literacy Cloud dari Tim Taman Bacaan Pelangi. Kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa sekolah lain yakni SDI Onekore 3, SDI Onekore 5, SDI Mbongawani, SDK Ndona 2, SDI Paupanda 3, SDI Woloara, SDK Koanara dan SDK Marsudirini. Dengan tiga narasumber yakni Bapak Koen Setyamwan selaku ketua Tim Taman Bacaan Pelangi, Bapak Widodo, dan Bapak Upan Thamrin sebagai angggota Tim Taman Bacaan Pelangi. Poin penting yang dibagikan ialah bagiamana membaca nyaring untuk anak-anak melalui akun Literacy Cloud.

Literacy Cloud adalah salah satu aplikasi yang menghadirkan berbagai macam buku cerita bagi anak-anak. Buku-buku tersebut bisa digunakan untuk dibacakan kepada anak secara nyaring melalui zoom. Untuk membaca secara nyaring adapun langka-langkahnya. Pertama, sebelum membaca. Langkahnya adalah guru menunjukkan sampul buku kepada anak, mengajukan pertanyaan tentang gambar sampul tersebut, memperkenalkan judul buku, penulis dan illustrator serta memperkenalkan  1-2 kosa kata baru.

Kedua, selama membaca. Guru membacakan cerita diiringi dengan ekspresi yang menarik, mengajukan pertanyaann prediksi, dan menunjukkan ilustrasi pada anak. Ketiga, Sesudah membaca. Setelah membaca guru mengajukan pertanyaan tentang cerita yang dibacakan dan mengajak anak untuk menirukan suara atau gerakan yang ada dalam cerita. Inilah tiga langkah yang hendaknya dilakukan oleh guru ketika membaca nyaring kepada  peserta didik.

Melalui sosialisasi dari Tim Taman Bacaan Pelangi ini,  para guru SDK Onekore 2 Santa Ursula Ende diharapkan untuk mengimplementasikan cara membaca nyaring kepada peserta didik, sehingga selaras dengan nilai-nilai Pendidkan Ursulin yakni Against  the tide (Melawan Arus) serta Renstra Kampus Santa Ursula Ende “Humanis dan Menguasai Teknologi”.

Daniel Sori dan Eltin