JAKARTA,SERVIAMNEWS.com – Pada Jumat, 12 April 2019 KB-TK Santa Theresia, Menteng, Jakarta Pusat melaksanakan acara Family Gathering dengan tema “Aku Cinta Indonesia”. Kegiatan Family Gathering bertujuan untuk memupuk rasa percaya diri, memiliki semangat juang dan dapat bekerjasama pada anak. Selain itu, kegiatan ini untuk menciptakan rasa kekeluargaan diantara orangtua dengan sekolah dan orangtua dengan orangtua. Kegiatan diawali dengan upacara bendera bersama anak dan orangtua. Perwakilan orangtua bertugas dalam upacara bendera.


Acara Family Gathering dimeriahkan dengan berbagai macam perlombaan. Perlombaan itu meliputi: Lomba Menyanyi “Aku Anak Indonesia” untuk jenjang KB, Lomba Menari “Si Patokaan” untuk jenjang TK A serta Lomba Presentasi Kebudayaan yang ada di Indonesia (Yogyakarta, Flores dan Bali) untuk jenjang TK B. Selain itu, ada juga lomba ketangkasan seperti karpet strategi, lari membawa bendera dan memakaikan baju daerah yang diikuti oleh anak-anak dan orangtua juga sangat kompak.


Kami merasa bersyukur dan senang melihat antusias dari para orangtua dan anak-anak dalam mengikuti acara Family Gathering ini. Jelas terlihat nilai Team spirit, Achievement Motivation, Compasionate motherhood terlihat dalam acara ini. Dimana para orangtua saling memberikan support kepada anak-anak serta orangtua lainnya.


Setelah perlombaan selesai, seluruh orangtua dan anak-anak makan bersama. Semua orangtua saling berbagi kasih dengan membawa makanan bersama-sama untuk dimakan oleh seluruh anak-anak dan para orangtua. Yang sangat menarik dari kegiatan makan bersama ini adalah seluruh orangtua membawa kotak makan masing-masing saat antri untuk mengambil makanan. Ini merupakan salah satu implementasi renstra sekolah “Eco art preneur”. Bangga dengan seluruh keluarga besar KB – TK Santa Theresia. Tuhan Memberkati.
Kampus Santa Theresia Jakarta : http://www.sttheresia-jkt.sch.id/
Serviam
KLATEN, SERVIAMNEWS.com – Selagi siswa kelas IX berjuang menghadapi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), siswa kelas VIII SMP Maria Assumpta mengisi waktu liburan dengan mengikuti kegiatan live in, Senin, 22 April 2019 sampai Kamis, 25 April 2019 di Mranggen, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Adapun tujuan live in, yaitu mengajak siswa untuk mengalami secara pribadi hidup di desa (beberapa siswa yang tinggal di kota kabupaten mungkin tidak mengalami suasanan kehidupan di desa).

Selanjutnya mereka juga belajar menemukan makna hidup di tengah kesederhanaan masyarakat di desa, khususnya di lingkungan Mranggen, Jatinom, Klaten. Dalam kegiatan live in kali ini, anak-anak ditempatkan di rumah orang tua asuh yang memiliki mata pencaharian sebagian besar adalah petani ladang dan peternak yang sehari-hari bekerja di ladang atau mencari pakan ternak.

Hari Senin, 22 April 2019 pukul 12.00 WIB rombongan tiba di lokasi live in disambut oleh beberapa orang tua asuh yang akan membawa anak-anak selama live in. Setelah upacara penyambutan dan serah terima siswa SMP Maria Assumpta kepada orang tua dan perwakilan lingkungan Mranggen, anak-anak diajak pulang oleh orang tua asuhnya. Seluruh anak-anak melakukan kegiatan rumah tangga di rumah orang tua asuhnya, belajar berbaur dengan masyarakat dan lingkungan yang baru, dan tentunya belajar mandiri melakukan kegiatan dan memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
Hari kedua pelaksanaan live in, anak-anak melakukan kegiatan di rumah orang tua asuh mereka masing-masing, ada yang membantu membersihkan rumah, memberi makan ternak, berladang, membantu mengasuh balita, memasak, dan lain sebagainya. Anak-anak belajar untuk hidup mandiri melakukan pekerjaan yang mungkin selama ini tidak mereka lakukan di rumah.


Hari ketiga, anak-anak melakukan kerja bakti bersama di Kapel St. Christophorus Mranggen. Sebelum kerja bakti, guru pendamping membagi tugas terlebih dahulu, ada yang menyapu bagian dalam kapel, menyapu halaman kapel, membersihkan rumput di halaman, mengamplas cat pagar gereja, dan mengecat pagar gereja agar tampak cantik kembali.
Pada malam hari, anak-anak beserta orangtua asuhnya bersama-sama berkumpul di Klaten untuk membuat acara malam keakraban.
Di acara malam keakraban ini, turut hadir pula Kepala SMP Maria Assumpta, Sr. Claudia Dalo, OSU. Dalam sambutannya, Sr. Claudia mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang bapak ibu warga lingkungan Mranggen berikan sehingga anak-anak bisa belajar apa arti hidup melalui kegiatan live in. Dalam acara tersebut, anak-anak peserta live in juga menampilkan kesenian berupa paduan suara dan ada juga tampilan dari adik-adik PIA kapel St. Christophorus Mranggen. Semua bergembira dan ada beberapa juga orangtua terharu karena pertemuan yang singkat dengan siswa SMP Maria Assumpta ini.

Masuk hari keempat, 25 April 2019, hari terakhir live in, anak-anak melakukan kerja bakti di Pasar Mranggen. Didampingi oleh bapak ibu guru pendamping, anak-anak membersihkan area di sekitar Pasar Mranggen. Setelah acara kerja bakti selesai, dilanjutkan acara MCK dan berkemas-kemas karena sebentar lagi tim penjemput akan tiba di lokasi. Siang hari pukul 12.30 WIB, tibalah acara perpisahan peserta live in. Pukul 13.00 WIB rombongan anak-anak kembali lagi ke sekolah untuk selanjutnya pulang ke rumah masing-masing membawa pengalaman berharga live in 2019.

Terima kasih Mranggen atas pengalaman hidup yang boleh kami dapatkan. Cerita ini akan terus mewarnai hari-hari kami selanjutnya. Salam Serviam!
Kampus Maria Assumpta Klaten : http://mariaassumpta.sch.id/
Serviam
Menjadi seorang guru harus senantiasa berbahagia, sebab kebahagiaan memancarkan aura positif ke lingkungan sekitar.
SURAKARTA, SERVIAMNEWS.com – “Menjadi Guru yang Bahagia” merupakan tema rekoleksi yang dibawakan oleh Romo Yohanes Abdi Pranata, SJ di auditorium Kampus Regina Pacis Surakarta, Sabtu 13 April 2019. Diikuti oleh suster serta guru-guru dari TK-SD-SMP Maria Assumpta Klaten dan SMP-SMA Regina Pacis Surakarta, rekoleksi dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Suster Veronica Sri Andayani, OSU. Acara yang bertajuk bahagia tersebut dilanjutkan dengan penampilan Pak Tono dari TK Maria Assumpta Klaten yang menyanyikan lagu seraya membawa nuansa ceria.


Dalam rekoleksi ini, Romo Abdi mengawali dengan pertanyaan yakni mengapa kita harus bahagia. Setiap orang ingin bahagia, namun tidak setiap orang mampu menjelaskan alasan di balik kebahagiaan yang didambakan. Terdapat empat poin tentang alasan bahagia yang diutarakan oleh Romo Abdi. Pertama, karena bahagia adalah ciri orang normal. Kedua, karena kita orang yang beriman akan Kristus. Ketiga, karena siapa berbahagia maka dia akan profesional. Keempat, karena kita harus punya aura bahagia.
Romo Abdi menerangkan bahwa guru yang bahagia menyemarakkan keadilan, peserta didik, dan sekolah. Guru yang bahagia melimpah berkat dan rezeki dari-Nya, bukan dari iblis. Guru yang bahagia akan selalu “survive” dalam situasi apa pun. Kebahagiaan seorang guru tidak dapat dilepaskan dari aspek pelayanan. Dalam hal ini, melayani yang dimaksud adalah melayani layaknya Yesus melayani, seperti yang tertulis dalam Matius 20: 28 dan Markus 10: 45


Melayani berarti mengikuti Yesus dan melakukan sabda-Nya. Dengan melayani maka kita akan bahagia. Dengan melayani maka kita akan menghayati panggilan sebagai guru. Semangat pelayanan inilah yang digaungkan dalam rekoleksi ini. Romo Abdi juga memaparkan sikap-sikap diri yang mampu menghambat semangat pelayanan. Sikap egois, mendua, diskriminasi, bermental minimalis, dan kebiasaan untuk tidak jujur merupakan gambaran tabiat yang wajib disingkirkan.
Penyampaian materi rekoleksi yang disampaikan dengan menyertakan contoh-contoh dari pengalaman nyata membuat peserta merasakan unsur kedekatan yang mendalam. Nuansa humor dan penuh canda tawa mendominasi jalannya rekoleksi ini sehingga waktu terasa begitu cepat ketika acara berakhir pada pukul 12.30 WIB.
Christianto Dedy Setyawan, S.Pd (Guru SMA Regina Pacis Surakarta)
Kampus Regina Pacis Solo : http://smareginapacis-solo.sch.id/
Serviam
Keluarga Besar TK St. Theresia Jakarta mengundang siswa-siswi TK Se-Kecamatan Menteng untuk mengahdiri acara “Pengenalan Budaya Sumatera Barat (Padang)”, Jumat, 22 Maret 2019. Acara yang berlangsung di Auditorium SMA St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat ini dimulai pukul 07.30- 09.00. Turut hadir dalam acara Pengawas TK Kecamatan Menteng Ibu Siti Nurani, M.pd.


Adapun tujuan acara ini untuk menjalin keakraban antar siswa-siswi TK Se-Kecamatan Menteng. Pada acara pembukaan, siswa-siswi yang hadir dan para tamu undangan disambut dengan “Tari Piring” oleh enam orang siswi TK A St. Theresia. Setelah itu, perwakilan dari siswa-siswi SMK St. Theresia mulai memperkenalkan budaya Sumatera Barat (Padang) seperti rumah adat, makanan dan minuman khas, tarian, tempat wisata, dan sebagainya. Melalui acara ini terlihat insieme baik dari siswa-siswi TK maupun SMK.


Tidak ketinggalan pula, kakak-kakak SMK St. Theresia mengajak semua peserta yang hadir untuk belajar menari bersama “Tari Indan (Dindin Badindin)”. Semua peserta baik anak-anak, para guru, dan tamu undangan yang hadir nampak antusias mengikuti gerakan tarian tersebut. Di akhir acara, semua peserta diajak foto bersama. Acara ditutup dengan makan bersama dan pembagian bingkisan sebagai tanda kasih.
Kampus Santa Theresia Jakarta : http://www.sttheresia-jkt.sch.id/
Serviam
SURABAYA, SERVIAMNEWS.com – Sabtu, 6 April 2019 merupakan hari spesial bagi Keluarga Besar Kampus Santa Maria Surabaya karena mendapat kunjungan istimewa dari Bapak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yaitu Ignasius Jonan berserta ibu. Sekitar pukul 13.30 rombongan Bapak Menteri tiba di Kampus Santa Maria Surabaya disambut oleh para Suster yaitu Sr. Hilda OSU dan Sr. Emma OSU.

Bapak menteri juga disambut oleh KSP TKK-SDK Santa Maria Surabaya – Sr. Cathrine OSU, KSP SMP Santa Maria Surabaya- Dra. Bernadetha Tae Meno, KSP SMA Santa Maria Surabaya -Maria Theresia Nike K., M.Pd. Pagar Ayu dan Pagar Bagus -Pengurus OSIS SMA Santa Maria Surabaya, Putra-Putri Sanmar, Tim Karawitan Kontemporer pimpinan Bapak Pambuko dan Bapak Ibu Guru menuju Aula lantai 4 Kampus Santa Maria Surabaya.

Di Aula lantai 4 Kampus Santa Maria Surabaya, rombongan Bapak Jonan disambut oleh tim musik SMA Santa Maria, para siswa SMA Santa Maria Surabaya, para Alumni, dan Bapak Ibu Guru dengan sangat hangat. Suasana Aula yang semula tenang menjadi gegap gempita menyambut Bapak Ignasius Jonan.
Acara di Aula lantai 4 Kampus Santa Maria Surabaya diawali dengan lagu Indonesia Raya, lagu SERVIAM, doa pembukaan, sambutan KSP SMA Santa Maria dan acara puncak: Sharing Session Bapak Jonan “Pemanfaatan Energi di Indonesia” kemudian sebagai acara penutup pemberian cindera mata dari SMA Santa Maria kepada Bapak Jonan dan foto bersama.

Pada akhir sambutan, KSP SMA Santa Maria Surabaya memberikan waktu sebentar kepada Ibu Ratna (Istri Bapak Jonan) yang merupakan alumni SMA Santa Maria tahun 1984 untuk memberikan kesan dan pesan kepada para siswa. Sebelum memulai sharing, beliau menyampaikan bahwa baru pertama kali mengunjungi Kampus Santa Maria dan Beliau sangat terkesan. Hal ini disampaikan oleh Beliau saat awal sambutan bahwa para siswa tertib dalam mengikuti acara, ramah, gedung yang terawat, bersih dan indah.

Ibu Ratna menceritakan bahwa selama ini pembangunan di Indonesia hanya dapat dinikmati oleh masyarakat yang hidup di kota besar saja, seperti pembangunan jalan tol, perbaikan fasilitas listrik, air bahkan jaringan telekomunikasi, pembangunan gedung-gedung bertingkat, ataupun pembangunan dan perbaikan infrastruktur lainnya. Sedangkan masyarakat yang berada di pelosok daerah Indonesia hanya dapat mendengar atau sama sekali tidak tahu karena minimnya listrik dan sarana prasarana komunikasi.



Melalui Kementerian ESDM saat ini,penduduk yang berada di daerah terpencil, yang mungkin seumur hidupnya tidak pernah mengalami terangnya lampu saat malam hari sudah dapat menikmati dengan biaya yang sangat murah melalui bantuan dari pemerintah berupa program LTSHE (Listrik Tenaga Surya Hemat Energi). Demikian juga dengan penduduk yang selama ini kesulitan air bersih, seperti yang dialami warga Desa Haulasi, Kecamatan Miomaffo Barat, Nusa Tenggara Timur sudah dapat menikmati air bersih dengan Program Bantuan Sarana dan Prasarana melalui Sumur Bor Dalam (Clean Water People).

Disampaikan juga bahwa Beliau mampu bekerja melawan arus seperti ini karena memiliki kekuatan, yaitu bermanfaat bagi orang lain, memiliki komitmen, berakal sehat dan selalu berdoa. Menurut Beliau, tiga kekuatan tersebut sebenarnya harus dimiliki juga oleh setiap warga negara Republik Indonesia demi kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Di akhir sambutannya, Beliau menyampaikan bahwa hidup adalah pilihan, maka pilihan itu haruslah berguna bagi orang lain dan untuk melaksanakan pilihan itu kita harus kerja keras.
Maria Theresia Nike K., M.Pd (KSP SMA Santa Maria Surabaya)
SMA Santa Maria Surabaya : http://www.smasanmarosu.sch.id/
Serviam
BANDUNG, SERVIAMNEWS.com– Seluruh peserta didik Kelompok Bermain dan TK A Santa Angela Bandung mengikuti kegiatan ziarah ke Le Grezze yaitu miniatur rumah Santa Angela Merici di Jalan Supratman No. 1, Bandung, Jawa Barat, Selasa 26 Maret 2019. Kegiatan ziarah bertujuan agar anak-anak mengalami dan menikmati secara langsung suasana masa kecil Santa Angela tinggal. Harapannya, iman anak semakin terbina dan anak-anak semakin mencintai sesama dan alam ciptaan.


Tidak itu saja, anak-anak TK/ TK A juga mendengarkan kisah hidup Santa Angela Merici. Dengan tenang, anak-anak mendengar cerita dari Suster dan ibu guru. Santa Angela Merici lahir pada tahun 1470 di Desenzano, Italia Utara, tepatnya di tepi Danau Garda. Ketika Santa Angela masih kecil, ia beserta keluarganya pindah ke kota Le Greeze.
Setiap malam, ayah Santa Angela menceritakan kisah hidup orang-orang kudus kepada Angela dan saudara-saudaranya. Salah satu orang Kudus yang menjadi idola Santa Angela adalah St. Ursula. Santa Angela pun mengikuti teladan dari orang-orang Kudus itu.


Santa Angela Merici adalah pendiri Ordo Santa Ursula (OSU). Ordo mereka terus melanjutkan karya bagi Yesus dan Gereja, khususnya dalam bidang pendidikan. Mereka dikenal dengan sebutan para Suster Ursulin yang juga menyelenggarakan pendidikan salah satunya di Kampus Santa Angela Bandung.
Kampus Santa Angela Bandung: http://santa-angela.sch.id/
KB/TK Santa Angela Bandung: http://tk.santa-angela.sch.id/
Serviam
JAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) Ordo Ursulin menyelenggarakan “Hari Studi, Memilih Secara Cerdas dan Bijak” di Kampus St Vincentius, Bidaracina, Jakarta Timur, Sabtu, 23 Maret 2019. Acara dihadiri oleh suster, guru, karyawan Kampus St Vincentius, dan perwakilan guru serta murid pemilih pemula dari Kampus St. Ursula Jakarta, St. Theresia Jakarta, dan St. Maria Jakarta. Turut hadir pula Koordinator Komisi JPIC Ursulin, Sr. Amanda, OSU.


Hadir sebagai narasumber dari Komisi Kerawam KWI, Romo P.C. Siswantoko, Pr dan Perhimpunan Untuk Pemilu dan Demokrasi Bapak Usep Hasan Sadikin. Dalam pemaparannya, Romo Siswantoko atau yang akrab disapa Romo Koko ini menuturkan bahwa pemilu yang akan berlangsung pada 17 April 2019 adalah bagian dari dunia politik.
Pada awalnya, dunia politik itu baik karena dapat menciptakan kesejahteraan umum. Namun, dalam prakteknya, politik baik itu berubah menjadi politik kotor karena orang atau si pelaku di dalam dunia politik tersebut.


Jika politik sudah kotor, kita sebagai warga negara harus bagaimana? Berdiam diri saja atau harus bersikap? Tentu, kita harus bersikap, salah satu caranya adalah dengan ikut pemilu. Dan memilih pemimpin bangsa sesuai dengan hati nurani. Kita wajib memilih, dan tidak boleh golput.
Menurut Romo Koko, ada yang menarik khususnya bagi umat Katolik di Pemilu tahun ini. Pemilu bertepatan satu hari sebelum umat Katolik memasuki Pekan Suci. “Cukup istimewa di tahun ini, karena pemilu jatuh pada hari Rabu dan besoknya kita sudah Kamis Putih. Jadi sebelum long weekend, dan merayakan Pekan Suci jangan lupa ke TPS ya,” ajak Romo Koko.
Usai pemaparan dari Romo Koko, Bapak Usep mengajak para peserta yang hadir untuk melakukan simulasi pemilu. Bapak Usep memberi tahu bentuk contoh kertas suara, cara mencoblos kertas suara yang sah atau tidak sah, cara mencari nama kita apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum, cara mencari informasi siapa politikus yang ikut pemilu dan pernah tersandung kasus korupsi, dan sebagainya.


Sementara itu, siswi dari kelas XI Sosial 2, SMA Santa Ursula Jakarta, Rachel mengungkapkan edukasi mengenai pemilu sangat berguna terutama bagi dirinya dan teman-teman lain yang baru pertama kali ikut pemilu. “Kita jadi tahu apa yang harus kita lakukan di TPS karena ini pertama kali buat kita. Kami sangat antusias, tidak sabar ikut pemilu 17 April mendatang,” kata Rachel.
Aprianita Ganadi
Santo Vincentius Jakarta : http://santovincentius.sch.id/sd-vincentius.html
Serviam
SURAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Generasi muda merupakan kelompok umur yang akan meneruskan tongkat estafet dari generasi pendahulunya. Di tangan kaum muda, masa depan suatu potret kehidupan dipercayakan. Pada tanggal 11-12 Maret 2019, Yayasan Winayabhakti Surakarta menyelenggarakan Angela Session di Pondok Merici. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengenalkan sosok Santa Angela kepada guru serta karyawan SMP dan SMA Regina Pacis yang berusia muda. Selama dua hari, para kaum muda tersebut dibawa untuk memahami semangat dan nilai-nilai keteladanan Santa Angela.


Diampu oleh Sr. Veronica Sri Andayani, OSU dan Sr. Maria Hersin Jenuk, OSU, peserta Angela Session diberikan materi mengenai profil Santa Angela. Peserta merenungkan kisah hidup Santa Angela semasa kecil di Desenzano hingga ketika mendirikan Kompani Santa Ursula di Brescia. Dalam kelompok kecil yang pembagiannya kelompoknya dilakukan secara acak, peserta saling melakukan sharing mengenai bagian mana dalam kisah hidup Santa Angela yang paling mengesankan hati. Peserta menyampaikan bagian-bagian dalam kehidupan Santa Angela yang sungguh menginspirasi.
Dalam buku Kata-Kata Santa Angela: Regula Nasehat Warisan, yang dibagikan oleh Sr. Vero dan Sr. Hersin, peserta diberikan kesempatan untuk berkumpul dengan kelompoknya dengan tempat terpisah antar kelompok. Masing-masing kelompok membaca, meresapi, dan merenungkan nasehat pertama hingga kedelapan dari Santa Angela. Setelahnya, dalam forum bersama usai diskusi per kelompok, setiap perwakilan kelompok menyampaikan intisari (judul) dari masing-masing nasehat tersebut.
Di akhir sesi presentasi, disepakati bahwa judul nasehat pertama adalah kerendahan hati, kedua adalah cinta kasih, ketiga adalah ketaatan, keempat adalah kepedulian, kelima adalah perilaku hidup sesuai ajaran Kristus, keenam adalah keteladanan, ketujuh adalah berwaspadalah terhadap bahaya, dan kedelapan adalah cinta tanpa pilih kasih. Di akhir hari pertama, Sr. Vero memberikan pekerjaan rumah (PR) untuk merenungkan pengalaman hidup yang sesuai dengan petikan nasehat Santa Angela.
Hari kedua diawali dengan sharing pengalaman hidup yang sejalan dengan cuplikan nasehat Santa Angela. Bu Yunita, Pak Gogo, Pak Roga, dan Pak Dedy berbagi kisah hidup mereka di forum. Sesi hari ini adalah tentang Spiritualitas Manajemen Sekolah Ursulin, yang disampaikan oleh Sr.Vero. Dalam sesi ini dijelaskan nilai-nilai yang dihidupi dalam tata kelola pendidikan di sekolah Ursulin seturut nilai-nilai St.Angela.


Di dalamnya di uraikan bagaimana Doa dan Kebersamaan (Insieme) menjadi dasar dalam pendidikan, Budaya Sekolah yang selalu menghargai keunikan setiap pribadi, Pertemuan Rutin, Peran Wali Kelas, Guru Sebagai Role Model dan bagaimana menghadapi Konflik diuraikan dengan jelas oleh St.Angela bagi para pengikutnya.Sebagai akhir pembahasan disampaikan sebuah peneguhan bahwa “St.Angela akan selalu mau dan mampu mendoakan kita pada Yesus Kristus”.
Pada akhir hari kedua, peserta menyimak dan meresapi bacaan berjudul “Seorang Pendidik Pengikut Santa Angela” yang dibacakan oleh Pak Bonny. Jalannya Angela Session selama dua hari tersebut berlangsung serius namun santai. Kedekatan antar peserta terbangun baik dalam kelompok kecil maupun dalam forum bersama. Materi yang diberikan oleh Sr. Vero dan Sr. Hersin memberikan sentuhan penting dalam upaya untuk lebih mengenali dan meneladani semangat hidup Santa Angela sebagai bagian dalam karya Pendidikan Ursulin.
Christianto Dedy Setyawan, S.Pd.(Guru SMA Regina Pacis Surakarta)
Kampus Regina Pacis Solo : http://smareginapacis-solo.sch.id/
Serviam
Proses pembelajaran untuk peserta didik harus benar-benar dalam suasana yang menyenangkan, sehingga peserta didik betah untuk belajar. Karyawisata merupakan salah satu upaya terciptanya pembelajaran di luar kelas agar terhindar dari kejenuhan, dan persepsi belajar hanya bisa dilakukan dalam kelas.

Lingkungan sekitar tidak hanya dapat dijadikan sebagai tempat belajar melainkan juga dapat dijadikan sebagai sumber belajar untuk lebih meningkatkan hasil belajar siswa pada suatu materi pembelajaran. Kali ini, peserta didik kelas 4 SD Santa Angela Bandung melakukan karyawisata pada Kamis, 14 Februari 2019 dengan mengunjungi beberapa tempat yaitu Gunung Tangkuban Perahu, Kebun dan Pabrik Teh Nusantara, Home Industri pembuatan tahu dan telur asin.


Banyak sekali pengalaman dan pengetahuan yang mereka dapatkan dari kegiatan karyawisata tersebut. Selain belajar, mereka pun merasakan kegembiraan bersama teman dan bapak ibu guru.
SD Santa Angela Bandung : http://sd.santa-angela.sch.id/
Serviam
JAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Para siswa-siswi beserta guru unit SD dan SMA Kampus St. Theresia memulai Masa Prapaskah dengan Misa Rabu Abu di Gereja St. Theresia, Menteng, Jakata Pusat, Rabu, 6 Maret 2019. Misa dipimpin oleh Romo Martinus Hadisiswoyo SJ. Sedangkan untuk Misa Rabu Abu unit SMP dan SMK dilaksanakan di Aula Kampus St. Theresia.


Dalam homilinya, Romo Martinus mengajak para siswa-siswi untuk melakukan pertobatan. Disaat, misalnya kita malas berdoa atau malas pergi ke gereja, lewat masa Prapaskah kita diajak kembali untuk memohon pengampunan kepada Tuhan. “Jika kita melakukan pertobatan, maka Tuhan dengan senang hati menerima kita. Jadi, masa Prapaskah adalah masa penuh rahmat, kembali ke jalan yang benar,” kata Romo Martinus.
Selama masa Prapaskah, Romo Martinus juga mengajak para siswa-siswi melakukan tiga hal. Pertama, mengajak kita untuk lebih tekun dan rajin berdoa. Melakukan doa rutin atau doa harian. Intinya, pada saat kita berdoa bukan hanya memohon atau meminta saja, tetapi juga harus akrab dengan selalu berdialog kepada Tuhan.


Kedua, mengajak kita untuk melakukan pantang dan puasa, yang bukan hanya sekedar mengurangi makan atau minum, tetapi harus mampu mengendalikan diri, tidak egois, dan tidak terpengaruh oleh hal-hal duniawi. Ketiga, kita diajak untuk selalu bermurah hati dan berderma dengan menyisihkan uang jajan membantu teman yang membutuhkan.
“Ketiga hal tersebut harus kita lakukan dengan niat yang tulus, jangan dilakukan agar dilihat orang saja. Lakukan dengan niat demi kemuliaan nama Tuhan yang besar. Jadi, anak-anak semua mari kita melakukan pertobatan hidup. Yesus penyelamat kita semua,” ungkap Romo Martinus.


Aprianita Ganadi