SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com- Dalam mempersiapkan peserta didik menjadi pemimpin masa depan berpola pikir sains (Core Value Kampus Yuwati Bhakti), SMP Yuwati Bhakti menyelenggarakan kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) bagi seluruh peserta didik sejak kelas VII. Kegiatan tersebut dilakukan agar peserta didik memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar tentang kepemimpinan, yang akan terus menerus dilatihkan di SMP Yuwati Bhakti dalam setiap kegiatan dan proses belajar mengajar di sekolah.
Tahun ini, LDK dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Januari 2020 bagi seluruh peserta didik kelas VII dan Sabtu, 1 Februari 2020 bagi calon pengurus OSIS yang didampingi oleh Bapak Kamilus Inguliman, S.Pd., MM, CH, CHT (Direktur Tyas Militia Study, Trainer, Konselor, Trapih & Motivator). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 – 17.00 itu diawali dengan menghargai dan memanfaatkan waktu dengan baik yaitu membentuk 4 barisan dalam waktu 5 detik. Kegiatan tersebut mengajarkan kami untuk bergerak cepat, kerja sama, dan disiplin diri. Kegiatan kedua adalah konsentrasi. Kami diminta menuliskan 3 kebaikan teman dengan menatap matanya.


Sikap tanggung jawab dan percaya diri salah satunya dilatihkan dengan menjaga 5 sedotan yang tersambung dengan satu jari hingga tidak terjatuh. Dalam kelompok, kami dilatih bekerja sama dengan membuat yel-yel dan bermain beberapa permainan menantang. Di saat kami kebingungan dengan permainan yang kami lalui, Kak Kamil mengingatkan kami dengan berkata “pasti bisa kalau tahu caranya”. Kata-kata tersebut memotivasi kami untuk mencari cara agar dapat bermain dengan sukses. Salah satu slogan yang diajarkan Kak Kamil kepada kami adalah Confidence is the best way to success yang berarti percaya diri adalah jalan terbaik untuk sukses
Hari kedua adalah pelatihan bagi peserta didik yang berani dan bersedia menjadi calon pengurus OSIS. Kami dilatih dengan berbagai permainan dan kegiatan pribadi maupun kelompok untuk meningkatkan daya juang, percaya diri, kritis, kreatif, dan inovatif. Salah satu permainan yang kami lakukan adalah kami harus mampu menemukan solusi terbaik untuk membawa kelompok tetap aman dalam perahu dan selamat melalui ombak di laut yang ganas.


Sangat sulit bagi kami untuk melaluinya namun kami harus menemukan cara terbaik agar tak satu pun di antara kami yang jatuh ke laut. Satu hal lagi yang menarik adalah kami dilatih untuk percaya pada orang lain dengan cara menjatuhkan diri dari ketinggian. Permainan tersebut benar-benar menguji kepercayaan kami pada kelompok dan ternyata kelompok kami benar-benar menjaga kepercayaan itu sehingga saat teman jatuh kami semua berusaha menjaga sebaik mungkin agar teman selamat dan tidak terluka sedikit pun. Melalui permainan tersebut, kami menyadari bahwa sangat penting memiliki rasa percaya diri, percaya pada orang lain, dan menjaga kepercayaan orang lain yang diberikan pada kami.


Tak cukup rasanya kami bergulat selama satu hari itu. Mental kami digembleng agar menjadi pribadi yang utuh dan pantang menyerah. Semangat kami dikobarkan untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab dan berdaya juang tinggi, namun juga berhati lembut dan peduli pada sesama. Semoga pelatihan yang singkat ini mampu mengubah mental kami yang rapuh menjadi sekuat baja, semangat kami yang lemah menjadi sekuat harimau. Bersama-sama, bergandengan tangan kami maju menuju cita-cita luhur.
Adinda/VII.2 SMP Yuwati Bhakti
Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/
Serviam
ENDE, SERVIAMNEWS.com– Keluarga Besar Kampus Santa Ursula Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur merayakan pesta nama Santa Angela. Para siswa SD-SMP, mahasiswa Sekolah Tinggi Pembangunan Manajemen (STPM), Suster Ursulin, Postulan, Satpam, Staf Yayasan, menyatakan syukur bersama dalam perayaan Ekaristi, yang dipimpin oleh Romo Lukas SVD, di Kampus Santa Ursula, Ende, Senin, 27 Januari 2020.


Dalam homilinya Romo Lukas menekankan bahwa Santa Angela dikenal tidak hanya di kalangan Katolik saja, tetapi karyanya juga dilanjutkan oleh para putri-Nya di berbagai tempat penjuru dunia. “Mari mengikuti teladan Santa Angela, untuk selalu berbelaskasih kepada siapa saja,” kata Romo Lukas.
Selain Misa Pesta Santa Angela, juga diadakan perayaan syukur 25 tahun masa kerja Ibu Maria Goreti Bebhe Guru SMP Santa Ursula Ende, Purna bhakti Bapak Aloysius B. Kelen Dosen STPM dan Ibu Maria Yasina Lapeng staf penunjang STPM. Secara simbolis, Ketua II Regio Flores, Sr. Regina Supraptiwi OSU menyematkan cincin kepada Ibu Etty, Bapak Aloysius, dan Ibu Yasina.


Usai Misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan penampilan kreativitas dari masing-masing unit. Dari unit SD menampilkan band bisu, para dosen muda STMP menyanyi lagu Rumah Kita, para pegawai penunjang menari “Gawi”, dan para Suster Ursulin menari Sarung.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua III Yayasan Nusa Taruni Bhakti, Sr. Lidwina Suhartati, OSU juga mengajak kepada seluruh Keluarga Besar Kampus Santa Ursula, Ende, untuk selalu bersyukur. “Kita harus selalu bersyukur untuk kebersamaan, terima kasih dan selamat, kami ucapkan kepada yang purna bhakti dan yang merayakan pesta perak, “kata Sr. Tati.
Serviam
SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Senin, 27 Januari 2020 pukul 07.00 seluruh peserta didik Kampus Yuwati Bhakti berpakaian seragam kotak-kotak hijau, berbaris rapi, berjalan beriringan menuju Gereja Paroki Santo Joseph Sukabumi. Peserta didik TB-TK Sukapirena, SD kelas 1 dan II telah siap lebih dulu karena pada Misa perayaan Santa Angela kali ini mereka bertugas memimpin lagu. Secara bergantian mereka memimpin lagu ke depan altar dengan penuh semangat tanpa takut dan malu. Kepercayaan ini diberikan kepada mereka untuk menempa rasa percaya diri dan keberanian tampil di depan umum menuju pemimpin masa depan berpola pikir sains.


Dalam homilinya, Romo Ignatius Irwan Sinurat menceritakan kisah seorang anak yang selalu diejek temannya. Melalui cerita itu, ia mengajak peserta didik Yuwati Bhakti mendekatkan diri kepada Tuhan supaya iman mereka tumbuh menjadi anak yang beriman, menghormati orang tua, guru, dan menyayangi teman seperti yang diteladankan Santa Angela. Sejalan dengan khotbah Romo Irwan, Sr Elisabeth Sri Utami, OSU pun menekankan hal yang sama melalui warisan terakhir Santa Angela yaitu “Langkah Anda yang pertama senantiasa kembali ke Yesus Kristus (Warisan Terakhir: 3)”.
Kami diajak meluangkan sedikit waktu hening untuk merenungkan Sabda Tuhan karena banyak sekali godaan di luar diri yang dapat menghambat pertumbuhan iman menjadi lebih baik. Seperti melawan orang tua, bermain games, malas belajar, mengobrol saat beribadah, mengejek teman, dan godaan lain yang sejenis. Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, hening, dan berdoa, niscaya ada kemampuan melawan godaan-godaan tersebut meski tidak mudah dan perlu perjuangan mengalahkan ego tiap pribadi. Pada kesempatan inilah, kami diajak untuk kembali ke Yesus Kristus.


Selepas perayaan ekaristi, seluruh guru, TU, dan karyawan Kampus Yuwati Bhakti bergembira bersama Paguyuban Peduli Pendidikan Yuwati Bhakti (P3YB) sambil menyaksikan penampilan peserta didik SMP. Dalam sambutannya, Sr. Utami, OSU menekankan betapa pentingnya “hidup dalam keserasian, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus (Nasihat Terakhir:2)”.
Perwakilan P3YB memberikan sambutan yang mengajak kami semua untuk bangkit dan lebih semangat dalam mendampingi peserta didik serta memajukan Yuwati Bhakti “lebih” dari sekolah lain. Di akhir acara, Bapak Thomas dan Ibu Sarah mengajak kami menjalin kebersamaan dengan berjoget dan berdansa. Semua ikut gembira dalam satu gerakan dan irama yang sama


Menutup acara perayaan Santa Angela, para Suster dan Guru berbagi tugas mengunjungi para Purna Bhakti yang tinggal di Kota Sukabumi. Kami disambut dengan rasa syukur, ramah, semangat, dan penuh kerinduan. Semoga semangat dan rasa cinta mereka terhadap Yuwati Bhakti menjalar, merasuk ke dalam hati kami para penerus Yuwati Bhakti dalam mendampingi dan mendidik anak-anak yang dipercayakan kepada kami.
Agnes Tri Maryunani (Humas Kampus Yuwati Bahkti)
Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/
Serviam
ATAMBUA, SERVIAMNEWS.com– Dalam rangka menyambut Pesta nama Santa Angela, keluarga besar TK, SD, SMP Kampus Santa Angela, Atambua, Nusa Tenggara Timur mengadakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap unit, pada Senin, 27 Januari 2020. Unit TK mengadakan kegiatan peduli terhadap sesama dalam bentuk pembagian sembako. Murid-murid TK Santa Angela mengumpulkan sembako dalam bentuk beras, minyak goreng, gula dan teh. Pembagian sembako dilaksanakan di Desa Lo’okeu, terdapat 93 orang lansia yang menerima sembako pemberian anak-anak TK Santa Angela Atambua.



Sementara itu, unit SD mengadakan lomba cerdas cermat tentang kehidupan Santa Angela, lomba ini diikuti oleh perwakilan dari kelas 4 sampai dengan kelas 6. Lomba cerdas cermat berlangsung menggunakan Bahasa Inggris. Kemudian, unit SMP mengadakan dua kegiatan yakni lomba cerdas cermat dan Colour Run. Cerdas cermat Unit SMP juga mengangkat tema. Kehidupan Santa Angela. Serangkaian kegiatan-kegiatan tersebut ditutup dengan Misa Perayaan Pesta nama Santa Angela yang di pimpin oleh Romo Kristianus Fallo, Pr.



Serviam
ENDE, SERVIAMNEWS.com– Seluruh peserta didik didampingi para guru SDK Santa Ursula, Ende, Flores mengikuti kegiatan Sahabat Santa Angela (SSA), pada Jumat, 24 Januari 2020. Kegiatan SSA merupakan salah satu dari antara beberapa kegiatan pembinaan karakter yang ada di SDK Santa Ursula, Ende, tahun pelajaran 2019/2020. Anak-anak terlihat senang dan semangat mengikuti kegiatan yang rutin diadakan setiap sebulan sekali ini.


Bersama Koordinator SSA dan Pendidikan Lingkungan Hidup yang juga guru kelas lima, Bapak Daniel, anak-anak diajak untuk merealisasikan satu diantara kegiatan yang dilakukan oleh SSA yakni membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, dan melakukan pemilahan daur ulang. Setelah mengikuti kegiatan ini, harapannya anak-anak mampu menjadi pribadi yang mandiri, memiliki tanggung jawab, mencintai alam ciptaan, dan saling membantu.


“Harapannya kebiasaan baik ini dilanjutkan oleh peserta didik di mana saja mereka beraktivitas. Semoga Anak-anak mampu menghidupi pembinaan karakter khusunya kegiatan SSA. Terima kasih untuk siapa saja yang telah mendukung kegiatan ini. Tuhan senantiasa memberkati,” kata kepala SDK Santa Ursula, Ende, Sr, Paulina Ping, OSU.
Serviam
BANDUNG, SERVIAMNEWS.com– – Keluarga besar KB-TK, SD, SMP, SMA Santa Angela, Bandung, merayakan pesta nama Santa Angela. Para siswa, guru, karyawan, pensiunan, tamu undangan, dan Suster Ursulin menyatakan syukur bersama dalam Misa Meriah yang dipimpin oleh Uskup Bandung, Mgr.Antonius Subianto Bunjamin, OSC di lapangan Kampus Santa Angela, Bandung, Jawa Barat, Senin, 27 Januari 2020. Perayaan Ekaristi ini merupakan pembukaan Tahun Syukur 115 tahun Biara Ursulin Santa Angela dan karyanya bertajuk “Moving into New Life”.


Dalam homilinya, Mgr Anton menanyakan kepada para murid, siapakah orang Kudus? Santa Angela adalah salah satu orang Kudus karena Ia hidup setia menggambarkan wajah Allah. Orang Kudus bukan karena nama tetapi karena aktivitasnya. Orang Kudus juga bukan karena status, tetapi karena perjuangan hidupnya.
Para pengikut Santa Angela, lanjut Mgr Anton, yaitu para Suster Ursulin pada 115 tahun lalu memulai karyanya di Kampus Santa Angela Bandung. Para suster Ursulin dapat bertahan hingga saat ini karena selalu hidup dalam kekudusan. Sejatinya, hidup kudus bukan berarti karena banyak berdoa, tetapi menghayati hidup dengan memberi kesaksian sesuai dengan tugas dan fungsi diri kita masing-masing.


“Para pelajar hidup kudus lewat belajar dengan baik dan jujur, melarang teman yang mencontek, jika guru harus mengajar anak dengan sukacita. Jika kita sudah melakukan hal itu maka kita sudah naik kekudusannya satu tangga. Mari, untuk tidak takut hidup kudus di zaman ini. Moving into a life bergerak maju menjadi orang kudus,” ajak Mgr Anton.
Bergerak Maju Bersama
Sementara itu, Ketua II Regio Jawa Barat, Sr. Maria Theresia Sani, OSU dalam sambutannya mengucapkan bahwa kunci komunitas dan karyanya tetap ada sampai saat ini karena kesetiaan doa yang dihidupi setiap hari oleh para Suster Ursulin. “Doa itu adalah sumber hidup dan kekuatan. Apalagi, doa itu penting di era globalisasi saat ini. Kita harus terus bergerak dan berubah mulai dari diri sendiri dan nanti akan berdampak dari luar diri kita,” kata Sr. Maria Sani.


Dalam tema “Moving into New Life” terdapat logo atau gampar kapal. Artinya, lanjut Sr Maria Sani, kapal itu sedang berlayar. Kapal diisi oleh semua orang di dalam komunitas dan semua orang yang terlibat dalam karya Suster Ursulin. “Mereka semua harus bergerak maju bersama,” lanjut Sr. Maria Sani.
Tidak lupa, Ketua I Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin, Sr. Ferdinanda Ngao, OSU dalam sambutannya mengatakan bahwa perjalanan panjang Biara Ursulin Bandung seperti sebuah “mutiara” yang berharga dan tidak dapat dibeli. Senada dengan homili Bapa Uskup yang menyinggung soal kekudusan. Sr. Ferdin menjelaskan bahwa kekudusan yang dihayati oleh Suster Ursulin melalui ketekunan dan kesetiaan. “Dari sanalah, kemudian lahir tradisi pendidikan Sekolah Ursulin,” kata Sr. Ferdin.


Usai Misa, para siswa, guru, karyawan, pensiunan, tamu undangan, dan Suster Ursulin menghadiri acara kekeluargaan bersama. Acara diawali dengan penyematan cincin oleh Ketua III Yayasan Widya Bhakti, Sr. Caritas Sri Lestari, OSU kepada karyawan dengan masa bakti kerja 25 tahun. Rangkaian acara lalu dibuka secara simbolis dengan penerbangan burung ke udara oleh Bapa Uskup dan Para Suster Ursulin. Usai pembukaan acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan penampilan para peserta didik.
Aprianita Ganadi
Serviam
LABUAN BAJO, SERVIAMNEWS.com– Sebanyak 16 peserta yang terdiri dari guru TK dan SD mengikuti pembinaan pegawai baru di Kampus Santa Angela, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timu, Senin-Rabu, 20-22 Januari 2020. Hadir sebagai narasumber Ketua I Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin, Sr. Ferdinanda Ngao, OSU yang membawakan materi mengenai Tradisi Pendidikan Menurut Santa Angela, dasar-dasar, Cor Value dan Visi-Misi Pendidikan Ursulin.


Sementara itu, Ketua II Regio Flores, Sr. Regina Supraptiwi OSU memberikan sosialiasi mengenai Peraturan Umum Kepegawaian (PUK) Yayasan Nusa Taruni Bhakti. Pembinaan Pegawai Baru bertujuan memberi wawasan kepada para guru baru agar lebih mengenal, mensyukuri, dan mencintai tugas panggilannya sebagai pendidik di Kampus Santa Angela Labuan Bajo.


“Ada 4 guru yang benar-benar baru tes dan direkrut minggu lalu, sehingga menjadi kesempatan bagus untuk saling berbagi dengan yang sudah mengajar disini 1-2 tahun. Mereka merasa berat menjadi pendidik di Kampus Santa Angela dengan segala perjuangannya, namun juga merasa bangga karena banyak perkembangan diri yang dialami sejak menjadi guru di Kampus Santa Angela ini,” kata Ketua III Yayasan Nusa Taruni Bhakti, Sr. Lidwina Suhartati, OSU
Serviam
MALANG, SERVIAMNEWS. com– Hari Natal tiba, seluruh umat Kristiani menyambut kedatangan Sang Juru Selamat. Lagu-lagu dan dekorasi Natal menghiasi beberapa tempat di Kota Malang, semakin memeriahkan suasana Natal.


Atmosfer Natal juga dirasakan di Malang Town Square pada Sabtu, 14 Desember 2019 lalu. Acara bertajuk “Wonderful Christmas Holiday” ini diselenggarakan oleh Malang Town Square. Berbagai sajian menarik ditampilkan para siswa Kampus Cor Jesu dalam acara ini, dari mulai siswa TKK, sampai SMA dan SMK. Mereka menampilkan dance, vocal group, band, dan paduan suara. Para siswa berbakat dari Kampus Cor Jesu ini berhasil menghipnotis penonton melalui penampilan-penampilan yang memukau.


Semoga acara ini dapat dilaksanakan di tahun berikutnya sehingga bakat para siswa Cor Jesu dapat semakin dikembangkan dan dikenal masyarakat luas.
Maria Tina Septina
Kampus Cor Jesu Malang : https://www.smakcorjesu.org/ https://www.sdkcorjesumlg.com/ https://www.smkcorjesu.org/ https://smpkcorjesu.wordpress.com/
Serviam
SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Jumat, 17 Januari 2020 pukul 04.30, peserta didik SD Yuwati Bhakti Sukabumi kelas 4 dan 5 didampingi Kepala Sekolah dan wali kelas dengan 2 bus pariwisata menuju Ibu Kota Jakarta. Pukul 07.30 mereka sampai di Museum Santa Maria yang terletak di Jalan Juanda No. 29 Jakarta Pusat disambut dengan ramah oleh Sr. Lucia Anggraeni, OSU, Sr. Erna, OSU, dan beberapa Suster Ursulin. Kegiatan di museum diawali dengan menonton sejarah Ursulin Santa Maria. Usai menonton, mereka membentuk 10 kelompok untuk mengunjungi ruang-ruang dalam museum. Tiap Kelompok yang didampingi satu guru dan peserta didik dari SD Santa Maria itu melihat dan mengamati benda-benda di tiap ruang yang telah teridentifikasi sesuai jenisnya.


Di akhir kunjungan, mereka menyaksikan benda-benda antik peninggalan zaman Belanda yang terletak di bagian belakang gedung museum. Setelah puas melihat benda-benda di Museum Santa Maria, peserta didik SD Yuwati Bhakti berkesempatan melihat-lihat kompleks SD Santa Maria Juanda. Sambil berkeliling, mereka terlihat asyik berinteraksi satu sama lain hingga sampai di aula SD Santa Maria. Ucapan selamat datang disampaikan oleh Bapak Joko selaku wakil guru SD Santa Maria dan ditanggapi ucapan terima kasih oleh Sr. Ernawati, OSU selaku Kepala Sekolah SD Yuwati Bhakti.
Pukul 09.30 mereka bertolak dari SD Santa Maria menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang merupakan kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Kunjungan pertama adalah wahana IPTEK yaitu tempat peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di wahana itu, peserta didik disadarkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat sehingga kita harus dapat mengikutinya dan maju bersama supaya tidak ketinggalan.
Berikutnya, mereka mempelajari dunia kelistrikan Indonesia di museum listrik. Dunia Air Tawar, Museum Serangga, dan Theater Imax Keong Emas merupakan wahana terakhir yang mereka kunjungi. Keanekaragaman hayati air tawar yang sangat memesona dapat mereka saksikan di Dunia Air Tawar. Museum Serangga pun tak kalah menarik. Berbagai jenis serangga dan kupu-kupu dalam bentuk diorama menyedot perhatian mereka. Di Theater Imax Keong Emas, mereka menyaksikan film pembuatan rel kereta api di Kanada.


Perjalanan panjang dan melelahkan usai. Di malam yang hening dan gelap bus melaju dengan tenang menuju Kota Sukabumi hingga pukul 21.00. Dalam kelelahan fisik mereka, ada rasa bahagia, bangga, kagum, puas, dan sesuatu yang tak terkatakan membuncah memenuhi pikiran mereka. Semoga pengalaman studi wisata ini mampu membuka wawasan mereka tentang sejarah Ursulin melalui benda-benda bersejarah, kemajuan teknologi, dan berbagai macam biota air tawar dan serangga di museum TMII.
Dengan demikian, mereka dapat mengenal lebih dalam tentang Ursulin, menghargai budaya Indonesia, dan memiliki keingintahuan yang tinggi mengenai IPTEK dan tekologi yang diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dan di rumah. Harapannya, pendidik dan peserta didik makin berani bertanya, rajin membaca, dan meningkatkan pengetahuan mereka melalui berbagai sumber pembelajaran sehingga pembelajaran di sekolah semakin menarik dan menyenangkan bagi peserta didik.
Agnes Tri Maryunani (Humas Kampus Yuwati Bhakti)
Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/
Serviam
BANDUNG, SERVIAMNEWS.com– Literasi dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam membaca dan menulis. Namun sekarang ini literasi memiliki arti luas. Ada bermacam-macam literasi, misalnya: literasi bahasa, literasi digital, literasi keuangan, bahkan ada literasi moral. Jadi, literasi dapat diartikan melek, yaitu melek hukum, melek teknologi, melek informasi, berpikir kritis, peka terhadap lingkungan, bahkan juga peka terhadap politik. Inti literasi yaitu kegiatan membaca-berpikir-menulis (Suyono, 2009).
Penguasaan literasi merupakan indikator penting untuk meningkatkan prestasi generasi muda dalam mencapai kesuksesan. Penanaman literasi sedini mungkin harus disadari karena menjadi modal utama dalam mewujudkan bangsa yang cerdas dan berbudaya.

Kepekaan atau literasi pada seseorang tentu tidak muncul begitu saja. Menciptakan generasi yang paham literasi membutuhkan proses panjang dan sarana yang kondusif. Proses ini dimulai dari kecil dan dari lingkungan keluarga, lalu didukung atau dikembangkan di sekolah, lingkungan pergaulan, dan lingkungan pekerjaan nantinya. Budaya literasi juga sangat terkait dengan pola pembelajaran di sekolah dan ketersediaan bahan bacaan di perpustakaan.
Menyadari pentingnya literasi, maka para guru SD Santa Angela, melalui tim Literasi dan perpustakaan berusaha meningkatkan budaya literasi membaca dan menulis bagi warga sekolah, khususnya peserta didik dengan menyediakan ruang perpustakaan umum dan perpustakaan kelas. Di awal semester II ini, untuk lebih meningkatkan lagi minat membaca kami menghadirkan “BUS LITERASI”.

Buku-buku yang disediakan dalam Bus Literasi merupakan kumpulan buku-buku dari perpustakaan dan dari peserta didik sendiri. Dengan kata lain buku-buku tersebut dari kami untuk kami. Para peserta didik boleh membaca kapan pun, saat pagi sebelum bel masuk, istirahat, sesudah bel pulang sambil menunggu dijemput, atau waktu lainnya diluar itu dengan seizin guru. Syaratnya membaca di Bus Literasi ini mudah, cukup dengan mengambil dan mengembalikan buku yang dibaca dengan tertib dan rapi. Salam Literasi.
SD Santa Angela Bandung : http://sd.santa-angela.sch.id/
Serviam