Oleh: Sr. Magdalena Lian, OSU

Nasihat dari Kata-kata Santa Angela 5: 3-7, 11-13

Ajaklah mereka agar meletakkan harapan mereka pada sukacita dan harta surgawi, agar mereka mendambakan pesta abadi di surga, yang penuh berkat dan tidak ada habis-habisnya. Hendaknya mereka dari sekarang menolak secara total semua cinta terhadap dunia yang berdosa dan menjerumuskan di mana tiada damai atau kepuasan yang sejati, tapi hanya impian hampa, kepahitan, dan segala macam kesusahan serta kebusukan.

Peringatkan mereka supaya berkelakuan baik di rumah, berakal budi sehat, bijaksana dan rendah hati, bersikap sopan dan sederhana dalam segala hal. Dan bila mendengarkan, hendaknya mendengarkan hal-hal yang baik dan yang bermanfaat. Bila berbicara, hendaknya kata-kata mereka bijaksana dan sopan, jangan sekali-kali keras atau kasar melainkan berbelas kasih dan membawa damai dan cinta kasih. Katakanlah bahwa saya ingin, mereka menjadi contoh yang baik,di mana pun juga

Renungan:

Apa tujuan hidup manusia di dunia? Tujuannya adalah hidup bahagia dan bisa kembali kepada Tuhan seutuhnya dan inilah jati diri kita yang sebenarnya. Lalu bagaimana caranya agar bisa kembali kepada-Nya? Tawaran dunia memang sangat menyenangkan bagi daging sehingga biasanya membuat kita menginginkan lebih dan mengakibatkan ketagihan tanpa batas. Namun jika direnungkan maka apa yang ditawarkan dunia hanyalah kegembiraan sesaat yang setelah rasa itu hilang maka yang muncul adalah rasa kosong, hampa, dan kehausan yang belum terpuaskan.

Misalkan kita ambil contoh orang yang kecanduan narkoba. Ketika rasa kenikmatan narkoba selesai maka yang tinggal hanya kekosongan dan rasa tidak nyaman. Akibatnya mereka akan terus terikat dengan narkoba hanya untuk dapat terus merasakan sensasi gembira tersebut. Pada batas tertentu, rasa gembira itu akan berkurang sehingga mereka akan meningkatkan dosisnya dan seterusnya sampai titik di mana tubuh tidak mampu lagi menahan efek samping.

Kondisi tersebut tidak hanya akan merusak tubuh namun juga mental. Oleh karena itu dari survei tercatat bahwa dari tahun ke tahun, semakin banyak orang yang mengalami stres, depresi dan berakhir dengan bunuh diri karena mereka tidak mampu mendapatkan kebahagiaan yang mereka cari. Tentu saja mereka tidak mungkin mendapatkan kebahagiaan sejati jika memilih jalan atau cara yang salah.

Pada dasarnya, kebahagiaan sejati tidak dapat kita cari atau gapai dengan kekuatan manusiawi. Kebahagiaan sejati adalah merupakah anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada siapapun yang memiliki kerinduan dan mencari di tempat yang benar. Namun jika manusia bisa mendapatkan rahmat ini maka hidup menjadi lebih ringan ketika menghadapi tantangan dan kenikmatan duniawi tidak lagi menjadi godaan yang tidak dapat dihadapi.

Santa Angela adalah salah satu tokoh yang mengajarkan bagaimana caranya agar kita bisa kembali kepada-Nya dengan “sukses”. Caranya adalah dengan cinta ganda, yakni mencintai Tuhan dan  sesama. St Angela mengatakan salah satu cara agar kita bisa dekat dengan Tuhan adalah dengan mengatasi godaan duniawi yang sangat mengiurkan. Ia memberi beberapa tips sederhana dan bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari tentang bagaimana caranya mengasihi sesama dengan menunjukkan perilaku dan tutur kata yang membuat orang lain merasa bahagia. Dengan perilaku dan tutur kata demikian, maka tanpa sadar kita sudah menciptakan surga di dunia bagi orang lain.

Ada kalanya orang muda yang berpendapat bahwa urusan spiritual adalah urusan orang yang sudah tua, yang sudah mendekati liang kubur. Ketika masih muda maka perlu menikmati dunia dan mengejar semua ambisi terlebih dahulu. Masalahnya adalah kita tidak pernah tahu batas usia kita sendiri. Meninggal dunia tidaklah identik dengan usia tua karena bayi dan orang muda pun bisa meninggal. Inilah alasan mengapa pencarian jati diri kita yang sejati perlu dimulai sejak dini.

Jangan sampai ketika akan dijemput malaikat maut, maka kita belum mempersiapkan hati kita untuk pulang ke “rumah”. Oleh karena itu, renungkanlah sejenak: di pagi hari Anda masih berakrivitas dengan semangat dan di sore hari Anda masih menikmati hidup atau hobi, dan besok paginya, di grup WhatsApp Anda, muncul berita bahwa si X sudah meninggal pagi ini. Tahukah Anda siapa si X tersebut? Si X itu, bisa saja Anda sendiri dan dengan tiba-tiba tanpa persiapan, tanpa koper, tanpa uang, atau kekuasaan yang mungkin dimiliki, Anda dipaksa untuk pergi ke tujuan yang belum dikenal. Hidup ini singkat, bro, yuk kita isi koper kita sekarang dan isinya cukup dengan hati yang berpasrah pada Tuhan Sang Pencipta saja kok.

Oleh: Sr. Magdalena Lian, OSU

Pada tanggal 25 November 1535, di Brecia, Italia Utara, Angela Merici membentuk sebuah kompani (persekutuan) yang beranggotakan 28 orang wanita. Kompani ini diberi nama Kompani Santa Ursula. Ini berarti bahwa Santa Ursula dijadikan sebagai pelindung agar mereka mampu meneladani dia yang sampai rela mati demi mempertahankan kemurniannya. Angela dan anggota kompani lainnya berikrar hidup demi Tuhan dan sesama dengan cara hidup murni, tidak menikah. Mereka hidup di rumah masing-masing dan tetap berkegiatan seperti biasanya. Di waktu tertentu, mereka berkumpul untuk berdoa atau melakukan karya sosial bersama.

Sebelum meninggal, Angela sempat mendiktekan Regula, Nasehat, dan Warisan sebagai pegangan bagi anggota kompaninya. Dalam Regula, Santa Angela berbicara kepada semua anggota Kompani Santa Ursula dan menunjukkan jalan yang harus ditempuh sebagai anggota kompani.  Dalam Nasehat, Santa Angela menyapa para pemimpin lokal yang membantu pembentukan para anggota kompani. Naskah ini merupakan suatu kumpulan nasehat untuk membantu para pemimpin dalam membimbing saudari-saudari muda mereka tentang hidup rohani. Sedangkan Warisan dimaksudkan untuk para ibu pembesar (matron), janda terhormat dari Brescia yang menjadi wakil dan penanggung jawab Kompani.

Tulisan tersebut ditulis sebelum Angela meninggal, 27 Januari 1540 maka berarti sudah berusia sekitar 481 tahun. Untuk tulisan yang sudah setua tersebut maka bisa muncul pertanyaan, “Apakah tulisan tersebut masih bisa dijadikan sebagai pegangan untuk jaman ini atau masih tepatkah untuk diikuti?” Semua pesan tersebut didiktekan oleh Angela kepada Gabriel Cozzano sehingga tulisannya lebih seperti bahasa lisan, Tulisan tersebut tentu dipengaruhi oleh budaya setempat dan kondisi jaman pada saat itu.

Jika mempelajari sejarah maka kita dapat melihat bahwa di jaman Angela dan jaman sekarang, ada beberapa kesamaan yang signifikan. Angela hidup dari tahun 1470 sampai tahun 1540. Pada masa itu, Italia terus dilanda perang. Selain itu juga ada pertikaian antara propinsi-propinsi dan kota-kota. Pertentangan antara majikan buruh di dalam kota di mana industri berkembang, antara tuan tanah dan penggarap di pedesaan. Kondisi semakin diperburuk dengan adanya wabah yang menyebabkan banyak orang meninggal termasuk saudari dan kedua orang tua Angela yang menyebabkannya menjadi yatim piatu.

Akibatnya Angela harus pindah ke Salo untuk ikut pamannya dari pihak ibu yang bernama Biancoso. Kehidupan Gereja pun sangat menyedihkan. Politik dan uang menjadi godaan yang besar dalam Gereja. Akibatnya banyak orang bersikap skeptis terhadap Gereja walaupun penghayatan agama golongan bawah banyak yang berbau magis dan percaya tahayul, ditambah lagi kehidupan moral masyarakat yang bobrok. Namun di tengah-tengah kebobrokan tersebut, tumbuh juga kerinduan akan iman yang murni dan yang didasarkan pada Injil sehingga pada masa itu, muncullah tokoh-tokoh pembaharuan iman, termasuk Angela Merici salah satunya.

Dari penelusuran sejarah di jaman Angela di atas, maka kita dapat melihat bahwa kondisi jaman saat ini pun tidak jauh berbeda dengan jaman Angela dahulu. Kesenjangan antara yang kaya dan miskin semakin tampak. Negara-negara saling bersaing dalam memperebutkan kekuasaan khususnya dalam bidang ekonomi. Monopoli dalam berbagai aspek dikuasai oleh mereka yang kuat baik secara politik maupun ekonomi. Kemajuan teknologi membuat manusia semakin skeptis dengan agama ditambah lagi semakin sedikitnya manusia yang dapat dijadikan panutan. Namun di lain pihak, semakin berkembangnya jaman, semakin manusia merasakan kekosongan sehingga pada abad ini, semakin banyak manusia berusaha untuk mencari kebahagiaan yang hakiki dengan masuk dalam dirinya sendiri.

Sebagai makhluk pembelajar (homo sapiens), manusia terus ingin mengenal jati dirinya yang sejati sehingga banyak melakukan penelusuran termasuk ke abad sebelumnya. Manusia yang haus akan kebenaran mulai mencari referensi dari tokoh-tokoh terdahulu untuk melihat bagaimana mereka bisa melewati jamannya dengan mengalami pembebasan. Oleh karenanya, ada banyak harta karun yang tersembunyi yang dapat kita pelajari dari tokoh-tokoh inspiratif jaman terdahulu. Kali ini, tokoh yang akan saya angkat adalah Angela Merici yang dinobatkan menjadi Santa, sebuah pengakuan dari Gereja Katolik yang menandakan bahwa pribadi ini adalah orang yang telah terbukti menjalani hidup yang suci, sehingga kisah hidupnya bisa dijadikan contoh untuk generasi selanjutnya.

Berikut ini, saya mengambil masing-masing satu contoh dari Nasehat, Regula, dan Warisan untuk memperlihatkan bahwa pesan Angela masih mudah dipahami dan bisa dilaksanakan di jaman ini untuk berbagai usia, kalangan, dan kondisi.

  1. Regula

“Akhirnya, kami mendorong anda semua untuk menghayati kemiskinan, tidak hanya sebagai penolakan harta duniawi, tetapi terutama untuk menjalankan semangat kemiskinan yang sejati, dengan demikian manusia membebaskan hatinya dari semua kelekatan dan keinginan akan harta yang fana dan duniawi dan dari dirinya sendiri” (R 10, 1-5). Pengikut Kompani menginkrarkan kaul kemiskinan dan tulisan di atas menunjukkan makna penghayatan kemiskinan yang hakiki. Masalah pokok bukan pada memiliki atau tidak memiliki harta namun lebih pada sikap lepas bebas dari apapun yang kita miliki.

Pada jaman ini, penghayatan kemiskinan seperti ini sangat diperlukan sebab manusia modern semakin banyak yang menjadi hedonis. Harta menjadi tolok ukur keberhasilan dan harga diri seseorang. Manusia bisa melakukan apapun untuk bisa menjadi kaya atau mendapatkan materi yang diinginkan dengan menyesampingkan moral dan norma. Kelekatan secara jelas dikatakan oleh Angela bahwa bukan hanya soal materi namun manusia bisa lekat dengan apapun, termasuk pada idenya, egonya, atau pada manusia, dsb. Akhirnya menjadi lepas bebas merupakan salah satu sarana bagi kita sebagai manusia modern untuk merasa bahagia dan merdeka.

2. Nasehat

“Maka berusahalah memimpin dan mendorong mereka dengan contoh anda sendiri sehingga mereka hidup baik” (N 6,6). Di jaman Angela, belum ada teori leadership namun kebijaksanaannya yang diterangi oleh Roh Kudus memampukannya mengetahui apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin yang baik. Di Indonesia sendiri, makna tersebut baru diperkenalkan di tahun 1922 oleh bapak pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara. John Maxwell sebagai pembicara internasional yang mengkhususkan diri pada tema kepemimpinan mengatakan bahwa seseorang perlu meninggalkan legacy.  Hukum Warisan (The Law of Legacy) mengajarkan bahwa pemimpin hebat diukur dari apa yang ditinggalkannya setelah ia tiada. Nasehat Angela di atas bisa dijadikan sebagai contoh bahwa nasehat yang sudah berusia sangat tua ternyata masih berlaku sampai saat ini dan dipraktekkan secara umum. Pesan jadul yang masih up to date dan berlaku secara universal

3. Warisan

“Saya mohon kepada anda, usahakanlah membimbing mereka dengan kasih sayang dan kehalusan serta kebaikan, jangan menguasai dengan angkuh atau pun memperlakukan mereka secara kasar, tetapi dalam segalanya, usahakanlah selalu bersikap lembut” (W 3,1). Pesan ini sangat lazim digunakan oleh para pendidik Ursulin sampai saat ini dalam membimbing para peserta didik yang dipercayakan kepada mereka. Namun demikian, pesan ini juga tepat untuk para orang tua dalam membimbing anak mereka. Kita ketahui bahwa semakin banyak orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak mereka. Anak bisa tumbuh menjadi baik jika mereka merasa dikasihi, diterima, dan merasa aman. Mereka bisa merasakan hal tersebut jika diperlakukan dengan kelembutan dan pengertian. Ilmu psikologis banyak membahas tentang hal tersebut sampai saat ini.

Masih terlalu banyak contoh yang bisa diangkat baik dari Regula, Nasehat, maupun Warisan Angela Merici yang bisa memperlihatkan bahwa tulisan hampir mendekati 5 abad yang lalu masih bisa diterapkan dewasa ini dalam berbagai aspek hidup manusia, baik manusia sebagai pribadi, makhluk sosial, makhluk spiritual, maupun dalam peran lainnya. Semoga inspirasi dari tulisan Santa Angela Merici dapat membantu kita menjalani tahun 2021 dengan semakin merasa dikasihi oleh Tuhan dan semakin rindu mengenal Dia.

Saya akhiri dengan mengutip Nasehat Terakhir dari Santa Angela: “Kata-kata terakhir yang kusampaikan kepadamu dan kuanjurkan dengan segenap jiwaku ialah: Hendaknya kamu hidup dalam keserasian, bersatu, sehati dan sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus. Lihatlah betapa pentingnya persatuan dan keserasian maka dambakanlah, carilah, peluklah, pertahankanlah hal itu sekuat tenaga” (Nas. Ter, 1-2.10-14).

Soli Deo Gloria,

Pesta Santa Angela Merici

27 Januari 2021

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Jumat, 8 Januari 2021, Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi merayakan Natal bersama peserta didik, orangtua, dan seluruh pegawai kampus yang terdiri dari tenaga pendidik, kependidikan, dan penunjang, meskipun tidak berada di satu ruangan. Perayaan Natal di masa pandemi ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, perbedaan ini sama sekali tidak mengurangi kekhusyukan beribadah, kreativitas, dan sukacita di hati. Seluruh warga kampus sungguh merasakan sukacita dalam perayaan Natal di tengah pandemi.

Perayaan diawali dengan ibadat Natal melalui microsoft teams (SMP) dan link Youtube satuan pendidikan masing-masing. Pada perayaan ini, TB-TK Sukapiena, SD, dan SMP Yuwati Bhakti merenungkan Allah yang menyertai kita, yang hadir dalam diri Sang Penyelamat, Yesus Kristus. Allah yang mencari, menyertai dan menghadirkan sukacita di hati. Sebagai wujud nyata dalam hidup sehari-hari, kami pun hendaknya saling mencari, terutama dalam situasi pandemi dan pembelajaran jarak jauh ini. Saling membuka hati dengan penuh sukacita dan berkomunikasi efektif satu sama lain demi kemajuan Kampus Yuwati Bhakti.  Hati yang terbuka akan dipenuhi  cinta kasih Tuhan dan sukacita  yang dapat diwartakan kepada sesama di lingkungan sekitar kita.

Perayaan Natal ini semakin meriah dengan penampilan peserta didik yang direkam di rumah masing-masing bekerja sama dengan orangtua yang selalu mendukung kegiatan sekolah.  Dengan penuh semangat dan sukacita mereka tampil percaya diri mengekspresikan kemampuan dan bakat mereka. Ada yang menyanyi, menari, berpuisi, bermain musik, melukis, dan story telling. Bukan kesempurnaan yang diharapkan, tapi kepercayaan diri dan proses kreativitas peserta didik yang ingin digali melalui acara perayaan Natal bersama.

 Dengan demikian, setiap peserta didik di Kampus Yuwati Bhakti mampu menemukan bakat, mengasah, dan berani mengekspresikannya dengan percaya diri dalam berbagai bentuk tampilan di hadapan publik. Untuk memotivasi peserta didik, para pendidik pun menampilkan kreativitas mereka dengan menyanyi, menari, bermain drama, dan sulap. Kolaborasi yang memukau meskipun dalam tampilan yang sederhana.

Tenaga pendidik, kependidikan, dan penunjang Kampus Yuwati Bhakti merayakan Natal bersama dalam suasana yang berbeda dan menerapkan protokol kesehatan. Dalam kesempatan ini, selain bersukacita dalam acara tukar kado, Kami juga merefleksikan kata-kata Santa Angela, merenungkan penyertaan Tuhan selama tahun 2020 dan membangun niat di tahun 2021. Semoga sukacita ini tetap tinggal di hati dan kami mampu mewartakannya kepada setiap orang yang kami jumpai sehingga menjadi sukacita bersama.

Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– TB-TK Sukapirena terus menerus memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi pedagogi melalui berbagai webinar dan pelatihan. Menindaklanjuti himbauan dari Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin (PYPU) untuk satuan pendidikan TB-TK, pada Kamis- Sabtu, 3 – 5 Desember 2020 TB-TK Sukapirena merealisasikan pemahaman materi webinar yang diikuti pada bulan September 2020 tentang pembelajaran sentra.

Model pembelajaran sentra merupakan pendekatan pembelajaran yang dalam prosesnya dilakukan dalam “lingkaran” (circle time) dan sentra bermain. Lingkaran adalah saat pendidik duduk melingkar bersama peserta didik untuk memberikan pijakan yang dilakukan peserta didik sebelum dan sesudah bermain. Sentra bermain adalah arena bermain yang dilengkapi dengan seperangkat alat bermain yang berfungsi sebagai pijakan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar peserta didik dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang. Arena sentra ditentukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki setiap satuan pendidikan.

Pendekatan pembelajaran sentra sangat cocok dengan value preposition (VP) Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi, yaitu pemimpin masa depan berpola pikir sains. Dalam pengantarnya,  Ketua III Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi, Sr. Elisabeth Sri Utami, OSU mengajak para pendidik untuk sungguh-sungguh hadir dengan sukacita dan hati yang terbuka agar kesempatan ini dipakai untuk menggali lebih dalam mengenai pembelajaran sentra dan mempraktikkan tahap demi tahap supaya dapat segera diterapkan dalam proses pembelajaran di TB-TK Sukapirena.

Selama tiga hari didampingi oleh Sr. Erna Verenanda Gai, OSU, pendidik  TB-TK Sukapirena mencermati proses pembelajaran sentra, mempersiapkan arena sentra dan perlengkapan yang akan digunakan di TB-TK Sukapirena yaitu sentra serviam, sentra balok, sentra bahan alam, dan sentra persiapan.  Di setiap sentra, peserta didik dapat mengembangkan 6 domain perkembangan anak usia dini (fisik, kognitif, bahasa, sosial, estetik, dan afeksi) serta berpikir sains, yaitu objektif, rasional, terbuka, dan berorientasi pada kebenaran.

Pendidik TB-TK Sukapirena sangat antusias dan optimis. Mereka berproses di arena yang telah dipersiapkan dan saling mengevaluasi untuk kebaikan bersama. Mereka sungguh-sungguh mempersiapkan diri dari segi pengetahuan, keterampilan, peralatan, dan arena sentra yang akan digunakan dalam proses pembelajaran sentra supaya ketika peserta didik sudah bisa belajar  di sekolah, proses pembelajaran sentra dapat dilaksanakan. Pembelajaran sentra di TB-TK Sukapirena ini sebagai salah satu penunjang tercapainya visi misi dan VP kampus sehingga lulusan Yuwati Bhakti mampu bersaing di jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Selama bulan November sejak tanggal 6-7, 13-14 dan 20-21 November 2020 Kampus Santa Maria Jakarta melaksanakan pelatihan coding. Pada 6-7 November pelatihan diikuti oleh unit KB-TK, SD Santa Maria pada 13-14 November, kemudian diikuti oleh unit SMP Santa Maria. Dan pada tanggal 20-21 November diikuti oleh SMK Santa Maria. Adapun peserta pelatihan coding yaitu semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Siapa yang tidak jenuh jika setiap hari harus bertatapan dengan layar komputer, sehingga pihak sekolah pun berusaha berinovasi agar pembelajaran lebih menyenangkan. Pelatihan coding sederhana bertujuan agar tenaga pendidik lebih variatif dan inovatif dalam pembelajaran. Pembelajaran Jarak Jauh berbasis online masih terus dijalankan selama masa pandemi Covid 19, besar harapan agar para peserta didik dapat menguasai materi pelajaran maupun menikmati proses pembelajaran.

Bersama Bapak Stephen, Bapak Denny dan Bapak Eky, semua tenaga pendidik KB-TK, SD, SMP, SMK Santa Maria Jakarta belajar bahasa pemrograman scratch. Adapun Scratch adalah sebuah bahasa pemrograman visual untuk lingkungan pembelajaran yang memungkinkan pemula untuk belajar membuat program tanpa harus memikirkan salah-benar penulisan sintaksis.

Peserta pelatihan cukup men-drag block instruksi yang sesuai dengan keinginan agar gambar bergerak. Dengan Scratch, tenaga pendidik dapat membuat game, animasi yang mana kontennya dapat disesuaikan dengan materi pelajaran. Antusias ya ng luar biasa terasa saat bapak ibu guru mencoba membuat project masing-masing.

Bapak Stephen menyemangati tenaga pendidik di Kampus Santa Maria dengan kisah Masako Wakamiya seorang progammer berusia 81 tahun, yang direkrut oleh perusahaan Apple setelah mengembangkan salah satu Aplikasi iPhone. Bahwa tidak ada yang tak mungkin jika ada kemauan untuk belajar, diusia berapa pun ketika ada kemauan maka akan ada jalan.

Sementara itu, Ketua III Yayasan Nitya Bhakti, Sr. Korina Ngoe, OSU menambahkan bahwa ke depannya akan mempertimbangkan Coding untuk dimasukan ke dalam ekstrakurikuler agar anak-anak tidak hanya bermain game melainkan bisa inovatif, kreatif dan produktif berkarya menjadi programer. Manfaat belajar coding lainnya yaitu untuk membantu cara berpikir yang runtut logis, berlogika, sekaligus memberikan efek fun. Tak hanya itu, dengan belajar coding diharapkan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan efektf dimasa pembelajaran saat ini.

Humas Santa Maria Jakarta

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Agnes Harmi Prihantini S.Pd telah membawa SD Santa Maria Jakarta meraih Juara II pada ajang bergengsi Lomba Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-75 dan Hari Guru Nasional tingkat Provinsi DKI Jakarta. Acara bertajuk “Kreativitas dan Dedikasi Guru Menuju Indonesia Maju,” ini diselenggarakan di Gedung Guru, Jagakarsa Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Sabtu, 21 November 2020.

Lomba yang diselenggarakan oleh PGRI Provinsi DKI Jakarta, mengambil tiga kategori yaitu Best Practice Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Menyanyi Tunggal dan Membaca Puisi. Proses hingga menuju ke babak final berlangsung dari 19 Oktober 2020 hingga 25 November 2020.

Perjuangan cukup panjang dilalui oleh Ibu Agnes sebelum maju menjadi finalis 10 besar menyanyi tunggal. Berawal dari mengikuti kegiatan di tingkat Kecamatan Gambir pada Agustus 2020 dalam lomba Menyanyi Tunggal Virtual untuk memperingati HUT RI 17 Agustus 2020 dan berhasil memperoleh juara I.

Wanita asal Yogyakarta ini dipilih kembali untuk mengikuti lomba menyanyi tunggal ke tingkat Provinsi, melalui seleksi kandidat yang berasal dari berbagai wilayah di Kecamatan Se- Jakarta Pusat. Proses ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Jakarta di SD Kenari 7 yang dilakukan secara virtual dengan mengirimkan video murni vokal tanpa editan. Lagu Hymne PGRI melesatkan langkah Ibu Agnes ke- 10 terbaik dari 96 peserta, sekaligus mewakili Jakarta Pusat ke tingkat provinsi.

Pada hari Sabtu 21 November 2020 menjadi hari penentuan babak final, peserta wajib menyanyikan lagu Gebyar-Gebyar ciptaan Gombloh dan juga lagu pilihan daerah Betawi Sirih Kuning ciptaan Eng Cuih. Juri dalam lomba ini antara lain Bapak Bambang Guru Seni Musik SMP 99 Pulomas, Bapak Rony Simanjuntak Dosen Unindra, dan Ibu Ika jebolan Solo Vokal dalam ajang pencarian bakat salah satu stasiun TV Indonesia.

Terdapat 10 finalis dan terpilih 5 pemenang semua mendapatkan hadiah penghargaan berupa piala, sertifikat, bingkisan Wardah sebagai sponsor serta uang pembinaan. Juara I berasal dari perwakilan Wilayah Jakarta Timur yang akan melanjutkan ke tingkat nasional, sedangkan juara 2 dipersiapkan sebagai cadangan mewakili Provinsi Jakarta di tingkat nasional.

Latihan dan berdoa menjadi kunci sukses bagi Ibu Agnes, melakukan persiapan maksimal dengan mempelajari lagu, mulai dari syair, mengetahui penciptanya, makna, mengetahui cerita dibalik lagu itu sehingga dapat melakukan interpretasi musik yang sesuai. Semoga dapat terus berkarya dan mengharumkan nama Sekolah Santa Maria Jakarta.

Humas Kampus Santa Maria Jakarta

SURABAYA, SERVIAMNEWS.com– Keluarga Besar Kampus Santa Maria Surabaya merayakan Hari Guru Nasional yang bertemakan “Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar”, Rabu, 25 November 2020. Berbagai dinamika kegiatan dilakukan oleh unit KB/TK, SD, SMP, dan SMA Santa Maria. Unit KB/TK merayakan Hari Guru dengan membangun kebersamaan dan membangkitkan semangat tenaga pendidik serta kependidikan dengan permainan pembangun kebersamaan.

Unit SD Santa Maria mengadakan upacara bersama secara langsung melalui media zoom dengan menampilkan video ucapan selamat Hari Guru dari para siswa dan persembahan tenaga pendidik serta kependidikan. Hal tersebut mendapat apresiasi yang positif dari para orangtua. Unit SMP Santa Maria sedang fokus mempersiapkan diri untuk pembelajaran secara langsung pada bulan Desember karena menjadi salah satu sekolah percontohan new normal di Kota Surabaya.

Unit SMA mempersembahkan vlog yang diunggah melalui Youtube. Guru-guru yang tergabung dalam kelompok menampilkan atraksi sesuai dengan dinamika yang berkembang di kelompoknya dan memasukkan unsur pendidikan. Youtube tersebut ditayangkan langsung pada hari guru. Di antara Youtube diberi tampilan langsung bagaimana refleksi para guru terhadap panggilan. Para siswa SMA dapat berinteraksi dan berdinamika bersama para pendidiknya di SMA Santa Maria.

Dari semua kegiatan yang diadakan tiap unit memiliki spirit yang sama, membangkitkan semangat, meniti panggilan, memperjuangkannya, dan merdeka belajar dapat diraih melalui dinamika kegiatan yang dikemas secara apik. Selamat Hari Guru Nasional 2020 buat para pendidik di Indonesia.

FX. Marjanto-Guru SD Santa Maria Surabaya

Kampus Santa Maria Surabaya: https://sanmarosu.org/

Serviam

ENDE, SERVIAMNEWS.com–  Sebanyak 208 wisudawan mengikuti Rapat Senat terbuka dalam rangka Wisuda Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende Tahun 2020. Mahasiswa yang diwisuda terdiri dari 118 orang jurusan Ilmu Sosiatri dan 90 orang jurusan Ilmu Pemerintahan. Wisuda berlangsung di Aula STPM, Santa Ursula Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 24 November 2020.

Acara digelar secara sederhana dan tetap mengikuti standar protokol kesehatan. Untuk menghindari kerumunan, acara wisuda dilakukan dua kali yaitu Pk 08.00 WIT untuk jurusan Ilmu Sosiatri dan Pk 11.00 WIT untuk jurusan Ilmu Pemerintahan. Seusai acara, para mahasiswa dihimbau untuk langsung pulang ke rumah masing-masing. Dalam wisuda, terpilih Gaudensia Sero sebagai lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yaitu 3,90 dan lulus tercepat.

Ketua I Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin, Sr. Ferdinanda Ngao, OSU memberi kata sambutan dalam bentuk video. Dalam sambutannya, Sr. Ferdinanda mengharapakan agar para wisudawan dapat menjadi pribadi yang solider dan menjadi pelayan yang unggul, dapat mementingkan kepentingan bersama, dan mengutamakan pelayanan.  

 “Santa Angela mengajak kita menjadi hamba yang melayani, kebutuhan kita untuk melayani lebih besar dari pada kebutuhan yang kita layani. Dibutuhkan kerendahan hati, kerelaan hati, kepekaan dan pengorbanan. Menjadi pelayan masyarakat yang unggul lebih-lebih bagi mereka yang lemah. Semakin anda menghargai mereka, semakin anda mencintai mereka, semakin anda mampu melayani mereka,” kata Sr. Ferdinanda.

Aprianita Ganadi

Masker saat ini menjadi barang wajib dan dikenakan di semua area publik. Masker diyakini sebagai salah satu pelindung efektif untuk mencegah penularan Corona Virus Disease 19 (Covid 19). Pemerintah mengeluarkan peraturan wajib mengenai protokol kesetahan yaitu 3 M memakai maskser, mencuci tangan, serta menjaga jarak atau menjauhi kerumunan. Peraturan dikeluarkan oleh berbagai negara sejak pandemi muncul dan menyebar awal tahun 2020.

Apakah anda mengetahui kapan masker pertama kali digunakan? Masker memiliki sejarah panjang hingga akhirnya menjadi bagian tidak terpisahkan dari upaya melindungi kesehatan. Sejarah mencatat masker mulai digunakan masyarakat di dunia ketika menghadapi wabah. Masker mengalami berbagai perkembangan dari zaman ke zaman mulai dari bahan hingga model.   

Abad ke-16, Melilitkan Kain

Orang-orang hanya melilitkan kain untuk menutup hidung dan mulut mereka. Pada Era Renaissance Eropa abad ke-16, sebuah lukisan karya Michel Serre memperlihatkan kondisi kota Marseille, Perancis yang menjadi pusat wabah pes bubo. Dalam lukisan tersebut, para penggali kubur melilitkan kain di wajah mereka.

“Itu tidak dimaksudkan untuk mencegah penularan,” tulis Christos Lynteris dosen di Jurusan Antropologi Sosial di Universitas St. Andrews Inggris yang seorang ahli dalam sejarah topeng medis, dalam jurnal berjudul Plague Masks: The Visual Emergence of Anti-Epidemic Personal Protection Equipment (2018).

“Alasan orang-orang mengenakan kain di sekitar mulut dan hidung mereka adalah waktu itu, mereka percaya bahwa penyakit seperti wabah adalah racun, atau gas yang berasal dari tanah, “lanjut Lynteris.

Topeng Menyerupai Paruh Burung

Salah seorang sejarawan asal Indonesia, Bonnie Triyana mengatakan masker tertua dimulai di Eropa pada abad ke-17. Menurut dia, kala itu masker yang digunakan yaitu topeng yang menyerupai paruh burung dan digunakan untuk menghadapi penyakit yang tengah mewabah. Pada topeng itu dilengkapi dua lubang hidung pada ujung paruh. Selain itu, di bagian ujung paruh juga diletakan rempah-rempah, bunga-bunga, atau obat-obatan wangi yang digunakan untuk menyaring penyakit. 

Sekitar 200 tahun kemudian, seorang dokter Perancis bernama Antoine Barthélemy Clot-Bey berpendapat bahwa topeng wabah tersebut bertanggung jawab atas penyebaran wabah karena mereka membuat orang-orang takut. Antoine menyebut rasa takut dalam tubuh membuat tubuh mengidap penyakit kian berisiko.

Masker Pelindung Wajah

Selanjutnya pada tahun 1848, masker buatan America, Lewis Hassley yang diperuntukkan bagi penambang menjadi masker pertama yang dipatenkan sebagai masker pelindung. Ini sekaligus menjadi tonggak dalam sejarah perkembangan masker wajah. Masker pada tahap ini mirip masker gas. Hassley mengajukan paten pada tahuan 1849.

Kemudian pada tahun 1861, seorang ahli biologi, mikrobiologi dan kimiawan Perancis, Louis Pasteur membuktikan bahwa di udara terdapat bakteri. Penemuan ini semakin mendorong banyaknya orang untuk mulai memperhatikan desain masker modern. Sebagai contoh, seorang dokter bedah di Paris, Perancis bernama Paul Berger yang membuat masker dari enam lapis kain kasa. Ia menggunakan prototipe masker bedah pertama. Ini digunakan untuk mencegah agar droplet batuk atau bersin dokter tidak jatuh selama operasi.

Adapun pada akhir Dinasti Qing (1644-1911), ilmuwan medis Cina Wu Liande menemukan masker yang terbuat dari dua lapis kain kasa yang disebut “masker Wu”sebagai respon terhadap adanya wabah penyakit di Cina Timur Laut.  Pada Januari dan Februari 2011 produksi masker Wu meningkat puluhan kali lipat. Semua orang memakainya, mulai dari petugas medis, tentara, hingga warga biasa.

Tahun 1918, saat wabah Flu Spanyol melanda Amerika Serikiat, masker Wu sangat populer di kalangan ilmuan dan masyarakat. Saat muncul kabut asap dari industri modern, bahan dalam masker pun juga terus berkembang. Termasuk saat pandemi SARS tahun 2003 dan kabut asap tahun 2012. 

Makser N95

Seiring berjalannya waktu, muncullah masker N95 yang merupakan pengembangan dari desain masker Wu.  Kendati demikian, masker N95 jarang digunakan di rumah sakit hingga wabah Covid 19 merebak, lantaran tim medis membutuhkan alat pelindung diri yang sangat banyak.  Dewasa ini, kebutuhan maskser pun menjadi peluang usaha di masa pandemi covid 19. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya permintaan produk kesehatan, khususnya masker. Pandemi memberikan dampak yang besar bagi beberapa sektor termasuk fashion.

Beberapa label lokal, pengerajin, desainer, pengusaha ikut berbondong-bondong membuat masker kain. Selain menggunakan motif-motif lucu, beberapa label juga membuat masker bermotif batik.

Aprianita Ganadi

Sumber bacaan:

https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/31/152600665/melacak-sejarah-masker-dari-abad-ke-6-sm-hingga-wabah-black-death?page=all

Sumber bacaan:

https://sulsel.idntimes.com/life/education/ahmad-hidayat-alsair/sejarah-masker-selama-lima-abad-dari-model-paruh-burung-sampai-n95/7

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Pandemi belum berakhir, peserta didik masih belajar dari rumah (BDR) hingga saat ini. TB-TK Sukapirena Sukabumi berupaya mencari inovasi baru dalam melaksanakan proses pembelajaran agar peserta didik tetap senang dan bersemangat belajar. Setelah melalui berbagai pertimbangan, drive thru class menjadi pilihan TB-TK Sukapirena untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Pada Senin-Jumat, 9-13 November 2020, drive thru class dilaksanakan di depan Kampus Yuwati Bhakti dengan menerapkan protokol kesehatan. Dengan gembira peserta didik bernyanyi, mendengarkan arahan pendidik, dan mengerjakan tugas. Tema yang diangkat pada  drive thru class kaliini adalah tanaman.

Hari pertama adalah giliran kelompok Taman Bermain (TB), dimulai pukul 09.00. Subtema yang diajarkan adalah buah-buahan. Setiap Peserta didik membawa 1 buah mangga, sedangkan pendidik menyediakan beberapa buah mangga dengan warna yang berbeda. Peserta didik diharapkan memahami bahwa buah mangga memiliki banyak jenis dengan warna dan rasa yang berbeda. Di akhir pembelajaran, peserta didik  membuat kolase buah mangga dengan kertas krep dan dipajang di papan kerja supaya semua peserta didik dapat melihat karya mereka.

Drive thru class hari kedua dengan peserta didik kelompok TK A dilaksanakan pada pukul 08.00 – 09.00. Sebagian peserta didik belajar di dalam mobil, sebagian lagi duduk di kursi yang telah disiapkan. Subtema pada hari kedua adalah tanaman sayur, secara spesifik sayur brokoli. Dengan berkeliling, pendidik membagikan sayur brokoli yang sudah disiapkan agar peserta didik dapat mengamati secara langsung apa dan bagaimana sayur brokoli itu. Peserta didik juga diberi tugas mewarnai gambar sayur untuk melatih keterampilan motorik didampingi orangtua.

Drive thru class hari ketiga dan keempat dilaksanakan oleh pendidik kelompok TK B1 dan B2. Pembelajaran dimulai pada pukul 08.00 dengan subtema tanaman obat, secara khusus daun sirih. Peserta didik mempelajari tanaman daun sirih mulai dari mengamati daun hingga menemukan manfaat dan cara menggunakan. Pada akhir pelajaran, peserta didik membuat mahkota yang terbuat dari kertas berbentuk daun sirih didampingi orang tua masing-masing. Selain menyanyi, mengamati, dan membuat kerajinan tangan, proses pembelajaran di TB-TK Sukapirena memadukan berbagai pengetahuan dan keterampilan dasar seperti mengenal warna, huruf, angka, bahasa, berhitung, dan berbicara agar peserta didik lebih cepat memahami konsep yang diajarkan.

Sebelum pulang, peserta didik diberi kesempatan menceritakan perasaan mereka selama  drive thru class. Dengan semangat mereka pun bercerita dengan lantang bahwa mereka sangat senang mengikuti pembelajaran ini. Mereka dapat berkomunikasi dengan para pendidik dan teman-teman sehingga dapat mengobati kerinduan mereka untuk dapat kembali ke sekolah. Semoga inovasi pembelajaran yang dilakukan  TB-TK Sukapirena ini mampu meningkatkan efektivitas dan semangat belajar serta kerinduan mereka pada suasana belajar di sekolah, secara khusus selama masa pandemi. Salam sehat, salam serviam, tetap semangat belajar dan berkarya.

Agnes Tri Maryunani (Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi)

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

Follow by Email
Instagram
Copy link
URL has been copied successfully!