SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Peserta didik TB – TK Sukapirena, SD, dan SMP Yuwati Bhakti Sukabumi berbagi berkat kepada saudara umat Muslim yang sedang berpuasa. Seluruh siswa didampingi Bapak Ibu Guru, para Suster Ursulin membagikan takjil kepada pengendara di tepi Jalan Suryakencana, Rabu, 11 Maret 2026. Sebanyak kurang lebih 300 kantong takjil diolah dan dikemas sendiri oleh para Suster Ursulin Komunitas Sukabumi bersama tim Kampus Yuwati Bhakti.

Kegiatan berbagi takjil di bulan Ramadhan merupakan tradisi yang terus dilakukan oleh Kampus Yuwati Bhakti setiap tahun. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan seluruh warga kampus, kepada saudara umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa sekaligus untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama.  Setelah berbagi takjil, Ketua II Yayasan Yuwati Bhakti, Sr. Theresia Sri Biastuti, OSU mengundang seluruh siswa-siswi dan pegawai Kampus beserta keluarga yang Muslim untuk berbuka puasa bersama.

Menjelang waktu berbuka, salah seorang pemuka agama asal Sukaraja, yang diundang untuk memberikan tausiah sore itu Bapak Deden Jamaludin, S.Pd.I, menjelaskan kepada para hadirin arti berpuasa. Kemudian Bapak Deden menjelaskan hal-hal yang dapat membatalkan puasa, hingga contoh sikap yang bisa menghilangkan pahala puasa.

Untuk itu, Bapak Deden mengajak seluruh hadirin, agar masa puasa ini bukan hanya mengendalikan diri dalam hal makan dan minum, tapi juga sikap-sikap yang bisa menghilangkan pahala puasa seperti bergosip, berbohong, atau menghina orang lain. Sebaliknya, masa ini dijadikan kesempatan untuk berbuat baik bagi sesama. 

Senada dengan yang disampaikan oleh Bapak Deden, Sr. Biastuti, OSU menyampaikan bahwa saat ini umat Katolik juga sedang melakukan pantang dan puasa. Dalam masa Prapaskah ini, umat Katolik juga melakukan puasa dengan cara yang berbeda dengan saudara kita yang beragama Muslim. Meski demikian, ada persamaan dalam hal pengendalian diri dari makan, minum, perilaku yang kurang bermanfaat atau merugikan orang lain, mengurangi rasa marah, menyebar fitnah, dan lainnya.  

Sebaliknya, orang berpuasa diharapkan memperbanyak perilaku yang bermanfaat dan membahagiakan sesama.  Harapan dari Sr. Biastuti, OSU dengan adanya berbuka puasa bersama, kita bisa lebih meningkatkan suasana kasih dan persaudaraan sebagai umat Allah.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti : https://yuwatibhakti.sch.id/

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Para tenaga pendidik TB-TK Sukapirena dan SD- SMP Yuwati Bhakti mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam, di aula Rumah Retret Griya Angela, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat-Sabtu, 13-14 Februari 2026.  Pelatihan bertajuk “Implikasi Spiritualitas Santa Angela Dalam Pembelajaran Mendalam” ini dibawakan oleh Dr. Ignatius Agus Budiono, A.Md. Kat,S.Pd, M.Pd.

Dalam kata sambutannya, Ketua II Yayasan Yuwati Bhakti, Sr Theresia Sri Biastuti, OSU berharap pelatihan tidak hanya sekedar mendapat teori pembelajaran mendalam, tetapi para pendidik juga harus mendidik dengan “hati”. Bapak Ignatius Agus Budiono, lanjut Sr, Biastuti, OSU akan berbagi pengalaman tentang belajar mendalam dan mampu memberi semangat kepada para guru untuk mendampingi para siswa dengan penuh kasih dan kesabaran.

Harapannya, nilai-nilai Serviam dan spiritualitas St. Angela sungguh mampu menjiwai para pendidik dalam proses pembelajaran di sekolah, lingkungan keluarga, dan masyarakat. Inilah alasan Yayasan memilih pelatih Pembelajaran Mendalam Tingkat Nasional yang secara khusus telah menghidupi nilai-nilai Serviam di lingkungan tugasnya sebagai pendidik.

Pada hari pertama, peserta diajak untuk melihat kembali hal-hal yang sudah diberikan kepada para siswa di kelas dalam pembelajaran. Sejauh mana pendidik menjadi teladan bagi para siswa, dan sejauh mana pendidik menjadi teladan (role model) bagi para siswa. Contohnya, ketika di akhir pelajaran para siswa diminta membuat refleksi, guru sebaiknya membuat refleksi juga pada saat itu, sehingga jika ada anak yang bertanya tentang cara membuat refleksi, guru memberikan contoh dari refleksinya sendiri bukan sekedar memberikan penjelasan.

Materi hari kedua, Pendidikan sebagai Proses Transformasi Hidup. Tujuan pembelajaran mendalam bukan hafalan tetapi merupakan suatu proses dalam perubahan cara berpikir, perubahan sikap, perubahan tindakan yang selaras dengan prinsip learning for life bukan sekedar for test. Belajar untuk hidup, bukan sekedar untuk kepentingan tes atau ujian.

Ketika anak bersalah, ia tidak diberi hukuman, tetapi diberi arahan dan pendampingan yang positif dengan kegiatan yang membangun, yaitu dengan restitusi, sebuah cara menanamkan disiplin positif pada siswa. Restitusi dalam pembelajaran merupakan pendekatan disiplin positif bertujuan memulihkan, memperbaiki kesalahan, dan memperkuat karakter siswa, bukan dengan menghukum. Contohnya, siswa diminta berdoa. Para siswa tidak akan merasa sakit hati, bila sulit mengucapkan langsung, siswa bisa diminta menuliskan doanya.

Para pendidik juga diajak untuk membuat rencana pembelajaran kelas, dari awal, inti sampai pada akhir pelajaran. Kesimpulan dari Pelatihan Pembelajaran Mendalam berdasarkan spritualitas Santa Angela adalah pendidikan yang mengutamakan siswa sebagai subjek, diperlakukan khusus oleh para pendidik dengan memperhatikan keunikan tiap pribadi dan diberi ruang. Selain itu, kesempatan untuk bertumbuh kembang sesuai dengan kelebihan dan kekurangan atau keterbatasannya.

Sebagai contoh, ketika di kelas ada siswa yang berkebutuhan khusus. Dengan keterbatasan guru yang mendampingi berhadapan dengan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), siswa tersebut tidak bisa dituntut sama seperti siswa lain yang normal cara berpikir dan bertindaknya.

Selain itu, narasumber juga berbagi kisah hidup memberikan diri seutuhnya bagi para siswa dan keluarga. Terutama memberi ruang bagi para siswa untuk bertumbuh kembang dalam dunianya di zaman ini, tanpa menyalahkan, menghukum, atau menghakimi. Sehingga mereka mampu menemukan solusi ketika mengalami jalan buntu, menemukan talenta ketika mencari arah hidup, menemukan role model ketika mereka membutuhkannya.

Sr. Theresia Sri Biastuti, OSU

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi : https://yuwatibhakti.sch.id/

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Peserta didik kelas II SD Yuwati Bhakti melakukan kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu, 28 Januari 2026. Jarak Sekolah Yuwati Bhakti menuju gedung Dispusipda tidak jauh, lokasi dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 5 menit. Dengan berbaris rapi berdua-dua, peserta didik jalan kaki bersama menuju gedung Dispusipda.

Setibanya di gedung Dispusipda, dengan tertib peserta didik mengambil buku yang berada di rak buku. Ada yang mengambil buku cerita, dongeng, olahraga, sejarah, majalah Bobo, dan jenis buku lainnya. Para peserta didik terlihat santai saat membaca buku, meski begitu mereka tetap serius karena harus menulis isi buku setibanya di sekolah. Itulah kebisaaan yang telah lama ditanamkan di SD Yuwati Bhakti untuk membudayakan kebiasaan membaca sejak dini.

Para peserta didik bisa membaca buku di mana saja. Di perpustakaan kota, di perpustakaan sekolah, di kelas, di pojok baca, di aula atau di halaman sekolah terutama ketika sedang diadakan kegiatan membaca bersama atau Readathon. Ada 5 hal yang dilatih pada kegiatan tersebut yakni: mengantri, hening, budaya baca tulis, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab.

Harapan kami, para peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh karyawan Yuwati Bhakti dapat memiliki kebiasaan membaca agar wawasan mereka dapat semakin luas dan global. Hal ini selaras dengan Value Proposition (VP) Yuwati Bhakti 2023 – 2026 yakni menjadi pemimpin holistik, berkarakter Serviam, dan berwawasan global.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi : https://yuwatibhakti.sch.id/

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com –  Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi mengadakan kegiatan perayaan Pesta Santa Angela Merici pendiri Kompani Santa Ursula, pada Senin, 26 Januari 2026. Perayaan di sekolah disesuaikan dengan satuan pendidikan masing-masing. Unit TB dan TK A menempel gambar Santa Angela dan kelompok TK B mewarnai gambar Santa Angela dengan pensil warna.

 Sedangkan unit SD seluruh peserta didik mengikuti lomba bertema Santa Angela. Kelas I dan II mewarnai gambar Santa Angela. Kelas III dan IV menggambar Santa Angela. Kelas V dan VI menulis puisi Santa Angela. Peserta didik SMP Yuwati Bhakti juga tidak mau ketinggalan. Di pagi hari, mereka berkumpul di aula untuk Ibadat bersama. Selanjutnya, menuju ke lapangan rumput, di sana pengurus OSIS telah menyiapkan lomba Cerdas Cermat bertema Santa Angela.

Usai kegiatan di sekolah, para Suster dan seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan tenaga penunjang mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Tarcisius Puryatno. Dalam homilinya, Romo Tarcisius mengingatkan kepada semua mengenai misi utama Santa Angela mendirikan Kompani Santa Ursula. Misi Santa Angela yakni mengajak para pengikut dan mitra kerjanya menjadi garam, terang, dan ragi bagi sesama. Perayaan ini ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama di taman Biara.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti: https://yuwatibhakti.sch.id/

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi mengadakan “Workshop Smart Teaching: Hybird Coding & AI” bagi tenaga pendidik unit TB –TK, SD, dan SMP, pada Senin, 15 Desember 2025. Hadir sebagai narasumber Koordinator Bidang (Korbid) Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin (PYPU) Bapak Ockyanto Wibowo dan Korbid Penelitan dan Pengembangan (Litbang) PYPU Bapak Sonny Prasetio.

Adapun tujuan acara yaitu memberikan pengetahuan dan keterampilan cara memanfaatkan Coding dan AI untuk membekali para pendidik dalam kegiatan pembelajaran. Serta menambah pengetahuan dan wawasan bagi tenaga pendidik agar semakin terampil, kritis, kreatif, dan inovatif.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua II Yayasan Yuwati Bhakti, Sr. Theresia Sri Biastuti, OSU bahwa pelatihan diadakan agar para tenaga pendidik semakin percaya diri dalam perkembangan Coding dan AI. “Semoga bermanfaat dan dapat digunakan untuk pelayanan di sekolah maupun untuk mengembangkan diri. Terima kasih untuk Bapak Sonny dan Bapak Ocky,” tutur Sr. Bias, OSU.

Sementara itu, pelatihan dimulai dengan pengantar yang dibawakan oleh Bapak Ocky dan dilanjutkan dengan praktik membuka aplikasi Notion bersama Bapak Sonny. Ketika masuk dalam perencanaan pembelajaran, kelas dibagi menjadi dua, yakni kelas kecil (TB-TK, I – III) dan kelas besar (IV – IX). Pembelajaran dimulai dari perencanaan, pembelajan, hingga analisis.

Di akhir kegiatan, Guru SD, Ibu Emilita memberikan testimoninya. “Materi ini sangat berarti dan sangat bermanfaat bagi kami. Harapannya, semua guru di Kampus Yuwati Bhakti dapat menggunakan materi ini dalam pembelajaran,” tutur Ibu Emilita.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti : https://yuwatibhakti.sch.id/

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Kampus Yuwati Bhakti (YB) Sukabumi kembali menggelar kegiatan “Road to 100 Tahun Yuwati Bhakti”, pada Jumat- Sabtu, 12-13 Desember 2025. Berbagai acara diadakan untuk memeriahkan kegiatan ini. Panitia juga turut menggandeng Paguyuban Peduli Pendidikan Yuwati Bhakti (P3YB), para alumni YB, RS Betha Medika, dan UMKM Kota Sukabumi.

Hari pertama, panitia mengadakan lomba cosplay yang dikuti oleh 40 peserta dari kelompok TK, SD, dan umum. Mereka menampilkan kostum yang diperagakan secara unik. Di tempat lain, RS Betha Medika melayani pengunjung untuk pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis. Tim P3YB melayani bakti sosial dalam bentuk pembagian sembako dan pasar murah kepada masyarakat sekitar kampus.

Panitia juga menyiapkan ruang pameran sejarah Yuwati Bhakti yang berisi narasi singkat, foto-foto para pendahulu, dan benda-benda antik yang pernah digunakan oleh para Suster, pendidik, peserta didik pada zaman dahulu, yang masih tersimpan rapi di biara dan sekolah. Di kelas TB-TK, SD, SMP, para pendidik dan peserta didik menampilkan hasil karya mereka setelah berproses selama 6 bulan belajar.

Pada hari kedua, acara dikhususkan bagi alumni Yuwati Bhakti dengan mengambil tema “Alumni YB Pulang Kampung”. Sejak pagi, para alumni yang berasal dari berbagai daerah, dari angkatan tahun 1950 an hingga 2025 mulai berdatangan dan memenuhi halaman kampus maupun aula. Tepat Pukul 08.30 WIB, semua alumni menempati area depan biara sambil menyaksikan Marching Band SMP YB di lapangan basket. Acara kemudian dilanjutkan dengan pawai keliling menuju Jalan Suryakencana diikuti oleh para alumni untuk menuju aula.

Di depan aula, para alumni disambut tarian lengser diikuti para penari SD Yuwati Bhakti dan ucapan Selamat Datang dari ketua panitia dalam Bahasa Sunda. Selanjutnya, para alumni disuguhkan dengan berbagai acara menarik dan sambutan dari ketua panitia, ketua yayasan, ketua Ikatan Alumni, dan perwakilan purnabhakti.

Ungkapan kasih para alumni terkumpul dan diwujudkan dalam bentuk bingkisan mungil dan unik dengan kartu ucapan 100 tahun perjalanan kasih Yuwati Bhakti. Semoga peristiwa ini bisa menjadi awal yang baik untuk acara selanjutnya hingga di puncak perayaan, di tahun 2026 mendatang.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti : https://yuwatibhakti.sch.id/

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – SMP Yuwati Bhakti berkolaborasi dengan Komunitas Bangga Berbatik Jakarta mengadakan lomba mewarnai dan Fashion Show bertema “Batik Nusantara” di aula Kampus Yuwati Bhakti, pada Rabu, 5 November 2025. Lomba mewarnai dan Fashion Show diikuti oleh 35 peserta didik dari 5 perwakilan setiap kelas. Sebanyak 3 peserta mengikuti lomba mewarnai dan 2 peserta mengikuti lomba fashion show.

Kegiatan bangga berbatik di SMP Yuwati Bahkti dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Batik, yang jatuh pada tanggal 2 Oktober. Sekaligus memperkenalkan berbagai corak batik yang ada di Nusantara kepada generasi muda Indonesia, secara khusus di Yuwati Bhakti. Besar harapannya, semoga batik tetap dicintai dan dilestarikan oleh semua masyarakat, terutama anak-anak muda zaman ini. 

SMP Yuwati Bhakti Sukabumi sebagai salah satu sekolah swasta Katolik di Sukabumi mendidik peserta didiknya untuk mencintai warisan budaya Indonesia, salah satunya batik. Wujud nyata dari ajakan untuk cinta warisan budaya itu, setiap hari Kamis seluruh peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan menggunakan seragam bercorak batik.

“Seru banget saat ikut mewarnai gambar corak batik. Saya bisa bebas mengekspresikan apa yang saya pikirkan. Sebelum lomba, kami diberi penjelasan tentang berbagai corak batik di seluruh nusantara. “kata Kiel kelas VII.

Sementara itu salah satu staf pelaksana kegiatan di SMP Yuwati Bhakti, Ibu Oyen menuturkan bahwa komunitas Bangga Berbatik diisi oleh kumpulan dari teman-teman yang senang dan mencintai batik. “Kenapa memilih SMP Yuwati Bhakt, karena salah satu teman kami adalah alumni SMP Yuwati Bhakti sehingga kami dibawa ke sini,” kata Ibu Oyen.

Bersama Komunitas Bangga Berbatik Jakarta, para peserta didik SMP Yuwati Bhakti menikmati dan antusias di setiap kegiatan yang dilakukan pada hari itu. Apalagi, seluruh peserta lomba mewarnai, Fashion Show, dan juga sekolah memperoleh kenang-kenangan berupa tas batik. Bangganya, kita memakai batik Indonesia dengan berbagai jenis produknya. Salam Serviam.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi : yuwatibhakti.sch.id

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi menggelar acara Road to 100 Tahun Karya Ursulin di Sukabumi bertajuk “Bersyukur Bersama Santa Angela dalam Menebar Kasih”, pada Kamis- Sabtu, 25-  27 September 2025. Acara diisi dengan berbagai lomba dan sebanyak 17 TK serta 12 SD ikut berpartisipasi dalam kegiatan lomba tersebut.

Lomba diikuti dari kelompok pra TK hingga sekolah dasar (2 –12 tahun), antara lain lomba menyusun menara balok, memindahkan bendera, memindahkan dan mengelompokkan balok, dan menyerok bola yang diselenggarakan di kompleks TB-TK Sukapirena. Lomba mengarsir gambar, mewarnai gambar, dan fashion show di kompleks SD Yuwati Bhakti. Lomba solo vocal, serviam Idol, dan modern dance di aula kampus, storytelling di ruang kelas SMP Yuwati Bhakti, dan pertandingan futsal di lapangan kampus.

Dalam kata sambutannya, Ketua II Yayasan Yuwati Bhakti, Sr. Theresia Sri Biastuti, M.Pd., OSU memberi semangat kepada para peserta agar dapat mengikuti lomba dengan penuh sukacita dan sportif. “Dalam perlombaan tentu ada yang menang dan kalah. Bagi yang menang silakan berterima kasih kepada pelatih, bersyukur pada Tuhan dan tidak menjadi sombong. Bagi yang kalah, terima kekalahan dengan terbuka dan rendah hati, menerima kemenangan lawan, dan yakin bahwa suatu saat pasti bisa menang bila mau berusaha lebih keras lagi,” lanjut Sr. Biastuti, OSU.

Hari kedua, acara diisi dengan donor darah yang terselenggara berkat kerja sama antara Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Sukabumi, Ikatan Alumni (IKA) Yuwati Bhakti, Paguyuban Peduli Pendidikan Yuwati Bhakti (P3YB), dan Kampus Ursulin Yuwati Bhakti. Ada juga pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan rumah sakit Betha Medika Sukabumi. Selain itu, acara diisi dengan pentas seni yang menampilkan ragam kegiatan ekstrakurikuler dari satuan pendidikan masing-masing, seperti menyanyi, permainan band kampus, permainan angklung, tari tradisional, dan modern dance.

Di hari ketiga, hampir 2000 orang memenuhi halaman kampus dan lapangan basket. Selain peserta didik dan orang tua, ratusan alumni dari berbagai angkatan, mulai angkatan tahun 1960-an hingga 2000-an hadir dari berbagai kota; Jakarta, Bogor, Bekasi, Pekalongan, dan masih banyak lagi. Mereka mengenakan kaos “Road to 100 Tahun Karya Suster Ursulin di Sukabumi” dalam berbagai warna dan model sesuai kekhasan angkatan masing-masing.

Acara diisi dengan senam bersama dan jalan santai. Semua peserta mulai dari TB-TK hingga orang tua dan alumni mengikuti kegiatan jalan santai dengan rute perjalanan yang sudah ditentukan oleh panitia, yakni jarak jauh sekitar 4 km, yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam 10 menit. Sedangkan anak-anak TB-TK sampai kelas III dan para orang tua yang mau mengikuti jalur pendek sekitar 2 km dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti : yuwatibhakti.sch.id

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Para Suster Ursulin dan tenaga pendidik TB-TK Sukapirena bersama Komunitas Petualang Cilik Sukabumi mendampingi puluhan anak usia 1-4 tahun dalam acara “Sensory Play Ocean”, Sabtu- Minggu, 20-21 September 2025. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari karena banyaknya peminat, sedangkan kuota dibatasi hanya untuk 20 anak setiap sesi agar kegiatan lebih efektif.

Para petualang cilik memasuki ruangan yang telah dihias dengan berbagai macam biota laut, latar belakang video, serta diiringi musik bertema laut. Di ruangan itu, mereka menyaksikan dongeng interaktif yang dibawakan oleh para pendidik TB-TK Sukapirena. Usai menyaksikan dongeng, para peserta beralih ke luar ruangan di kompleks TB-TK Sukapirena untuk berpetualang di 12 Spot Sensory Play.

Di setiap spot, para petualang cilik diajak melakukan kegiatan dengan tujuan untuk merangsang panca indera (penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, pengecap), gerakan (proprioception), dan keseimbangan (vestibular). Misalnya, ketika mereka harus melewati balance beam, mereka dilatih untuk menjaga keseimbangan. Di spot walking sensory (jalan sensori), mereka menginjak bahan-bahan dengan berbagai tekstur untuk merangsang indera, terutama kaki. Aktivitas ini bermanfaat bagi mereka untuk mengembangkan kesadaran akan tubuh, kemampuan motorik, kesadaran spasial, dan dapat membantu anak-anak yang memiliki kebutuhan pemrosesan sensorik.

Tidak itu saja, terdapat juga area memancing, melempar bola, playdough kerang, main basah-basahan, dan mewarnai gambar biota laut pada bahan plastik. Selain melalui tantangan di 12 Spot Sensory Play, mereka juga dapat bereksplorasi dengan melakukan photoshoot berkostum shark yang telah disediakan panitia. Kehadiran Komunitas Petualang Cilik Sukabumi sangat membantu para orang tua dan sekolah, terutama Pendidikan Anak usia Dini (PAUD).

Dengan hadirnya Komunitas Petualang Cilik, sekolah terbantu dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Petualang Cilik Sukabumi merupakan komunitas cinta anak yang berdiri sejak bulan Juni 2024. Mereka memiliki tujuan memberikan pengalaman berkesan bagi anak-anak dalam mengeksplorasi seluas-luasnya untuk mengembangkan kreativitas.  Mereka sadar, bahwa masa kecil hanya berlangsung sekali dan tak akan terulang. Mari bersama –sama mendukung kegiatan positif ini dengan berkolaborasi menciptakan petualangan seru lain untuk membantu proses tumbuh kembang anak-anak, terutama pada usia emas (golden age).

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi: yuwatibhakti.sch.id

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi menyelenggarakan seminar kesehatan bertajuk “Cek Fakta Kesehatan Reproduksi” di aula Sekolah,  pada Jumat, 8 Agustus 2025. Hadir sebagai narasumber yaitu dokter spesialis dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG (K) dan dr. Martasono. Acara turut dihadiri juga oleh Ketua II Yayawan Yuwati Bhakti, Sr. Theresia Sri Biastuti, OSU, M.Pd, orang tua peserta didik, seluruh pegawai, dan Pengawas Pembina SD Yuwati Bhakti, Bapak Anwar Gymaris, M.Pd.

Seminar merupakan bagian dari rangkaian kegiatan perayaan 100 Tahun Karya Ursulin di Sukabumi yang puncaknya pada 1 Agustus 2026.  Usia 100 tahun merupakan tonggak sejarah yang penting dalam pengabdian di bidang pendidikan. Untuk itu, perlu adanya komitmen kolektif agar memberikan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat Kota Sukabumi.

Adapun tujuan dari seminar ini adalah untuk memberikan informasi dan menumbuhkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi kepada para orang tua peserta didik. Selain itu, untuk membekali data serta fakta sehingga mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dalam keluarga dan komunitas.

Sementara itu, menurut Pak Anwar seminar kali ini sangat penting terutama untuk memahami dan menggali informasi tentang kesehatan reproduksi. “Ini adalah informasi yang sangat berguna supaya kita dapat mengajarkan kepada anak-anak dan menjadi agen informasi kepada masyarakat sekitar,” ungkap Pak Anwar dalam sambutannya.

Dokter Spesialias, dr. Caroline menuturkan bahwa sebagian besar orang tua masih merasa tabu ketika membicarakan tentang organ reproduksi kepada putra-putrinya. Bahkan dengan sesama orang dewasa, kita sering malu untuk membicarakannya, “Untuk itu, penting memberikan pendidikan dan informasi tentang kesehatan reproduksi kepada putra-putri kita. Sejatinya, kita dapat memperkecil resiko hadirnya berbagai penyakit di tubuh kita dengan melakukan gaya hidup sehat, baik makanan, pakaian, maupun cara merawat organ tubuh kita, terutama organ reproduksi,” kata dr. Caroline.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi : https://yuwatibhakti.sch.id/