SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Oktober 2021, Kampus Yuwati Bhakti mengundang pegiat literasi dan inisiator Seni Baca Relief (SEBAR), Bapak Bambang Eka Prasetya, M.M. sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Berbahasa Berbasis Dongeng Nusantara. Kegiatan itu dilaksanakan pada hari Rabu – Jumat, 27 – 29 Oktober 2021 secara virtual yang terbagi dalam 7 kelompok, yaitu kelompok TB-TK, kelas I – II, III – IV, V – VI, VII, VIII, dan IX. Setiap kelompok menerima materi berupa kisah relief sesuai dengan tingkat pendidikan masing-masing. Tema yang diangkat dalam pelatihan ini adalah “Karakter Kepemimpinan dalam Dongeng Nusantara”.

Latar belakang pemilihan tema ini adalah karakter kepemimpinan banyak terkandung dalam dongeng nusantara, secara khusus kisah-kisah dalam relief candi yang banyak terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Dalam kesempatan ini, pemateri mengangkat 7 kisah dari relief Candi Borobudur dan Candi Mendut (Magelang, Jawa Tengah), serta Candi Sojiwan (Klaten, Jawa Tengah). Dengan menemukan salah satu karakter kepemimpinan tersebut, peserta didik diharapkan mampu mengembangkannya dalam bentuk karya, baik lisan maupun tulisan. Sesuai dengan Value Preposition (VP) Kampus Yuwati Bhakti, yaitu “Pemimpin Masa Depan Berpola Pikir Sains”, peserta didik diharapkan mampu memahami dan mengolah secara lebih dalam, karakter kepemimpinan yang ditemukan dalam kisah.

Antusiasme peserta didik sangat terlihat dari kehadiran peserta didik di Microsoft Teams lebih awal dari jadwal, rasa penasaran mereka terhadap narasumber yang akan hadir, dan banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan kepada narasumber. Bahkan, demi menjawab semua pertanyaan mereka yang unik dan bervariasi, narasumber rela memperpanjang waktu hingga 30 – 45 menit.

“Eyang, bagaimana cara menjadi pendongeng yang baik? Mengapa Eyang masih semangat mendongeng meskipun sudah tua? Apakah Eyang punya channel youtube?” demikian beberapa pertanyaan yang dilontarkan peserta didik. Dengan sabar dan penuh pengertian, Eyang BEP, sapaan akrabnya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk memuaskan dahaga para peserta didik Kampus Yuwati Bhakti.

Kegiatan pelatihan berbahasa ini ditutup dengan komitmen peserta didik untuk menghasilkan karya, yaitu bercerita untuk kelompok TB-TK dan kelas I SD, menulis cerita anak untuk SD kelas II – VI, menulis puisi, cerpen, dan esai untuk peserta didik SMP. Semoga komitmen mereka dapat dilaksanakan dengan baik sesuai deadline dan mereka mampu mewujudnyatakan karakter kepemimpinan yang mereka olah lewat karya dalam hidup sehari-hari hingga menjadi milik mereka masing-masing secara pribadi.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Yuwati Bhakti: www.yuwatibhakti.sch.id

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com- Jumat, 17 September 2021, peserta didik TB-TK Sukapirena belajar virtual di Kantor Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi yang terletak di Jalan Yulius Usman No. 2 Kota Sukabumi. Pembelajaran virtual ini dilakukan karena situasi pandemi yang belum memungkinkan peserta didik untuk hadir secara fisik. Di sisi lain,pembelajaran ini sangat penting bagi mereka karena merupakan kesimpulan dari tema pembelajaran dalam seminggu yaitu “Profesi dalam Keluarga”.

Pembelajaran virtual ini diikuti oleh seluruh peserta didik TB-TK Sukapirena dengan antusias. Melalui kegiatan jalan-jalan virtual tersebut, peserta didik memperoleh informasi tentang profesi dan kelembagaan petugas pemadam kebakaran, sumber api, penyebab kebakaran, cara memadamkan api mulai dari yang tradisional, pemadaman api ringan hingga pemadaman api menggunakan alat besar.

Peserta didik juga mengenal pekerjaan yang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran yakni: pencegahan dan penanggulangan kebakaran, pemadaman kebakaran, penyelamatan manusia dan harta benda, pemberdayaan masyarakat, dan pengawasan bahan peledak. Selain tentang kebakaran, peserta didik juga dapat menyaksikan berbagai jenis ular, cara menangkap, cara meghindari, dan pentingnya melestarikan ular.

Antusiasme dan rasa ingin tahu peserta didik TB-TK Sukapirena ternyata luar biasa dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada petugas kebakaran maupun pawang ular. Berbagai pertanyaan terlontar dari bibir mungil mereka dengan rasa ingin tahu yang besar. “Ularnya makan apa? Makanannya matang atau mentah? Ularnya umur berapa? Apakah ular bisa menggigit?” demikian beberapa pertanyaan yang sempat mengundang tawa Sr. Grace, OSU dan Miss Rani yang menjadi pengajar saat itu, serta para narasumber dari pemadam kebakaran. Terpercik perasaan bangga menyaksikan para peserta didik bertumbuh secara fisik, emosi, sosial, dan intelektual. Semoga kelak mereka mampu menjadi pemimpin-pemimpin yang berpola pikir sains, tangguh, jujur, dan penuh kasih pada sesama.

Agnes Tri Maryunani (Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi)

Kampus Yuwati Bhakti: www.yuwatibhakti.sch.id

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-76 tahun 2021 dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa keramaian di tengah pandemi Covid 19. Ada yang merayakan di tengah keluarga, lingkungan sekitar secara terbatas, ada juga yang merayakan secara virtual. Hal itu menandakan bahwa pandemi covid 19 tidak mematahkan semangat kemerdekaan, namun justru meningkatkan kreativitas dan inovasi. Demikian juga dengan peserta didik Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi.

Peserta didik Kampus Yuwati Bhakti, mulai dari TB-TK, SD dan SMP mengadakan berbagai kegiatan untuk menyongsong HUT Kemerdekaan RI ke-76.  Mereka mempersiapkan kegiatan dengan penuh antusias, semangat  dan sukacita, meskipun dilaksanakan secara daring. SMP Yuwati Bhakti memulai kegiatan lebih awal, yaitu pada tanggal 7 Agustus 2021.

Seluruh kegiatan direncanakan dan dilaksanakan oleh pengurus OSIS. “Dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-76, OSIS SMP Yuwati Bhakti mengadakan acara lomba dengan tema 76 Merdeka,”ungkap Beatrice Halim,ketuaOSIS SMP Yuwati Bhakti 2021-2022.Beatrice juga menjelaskan bahwa dalam lomba “76 Merdeka” ada 4 macam lomba untuk peserta didik dan satu lomba untuk para guru. Empat lomba untuk peserta didik adalah Self Make Up Capture, Decorate Your Mask, Tiktok Merdeka, dan  Kahoot Quiz.

Dalam lomba Self Make Up Capture peserta didik merias wajah atau melakukan face painting dengan tema kemerdekaan Indonesia. Decorate Your mask adalah lomba menggambar/melukis dengan media masker bertema Kemerdekaan Indonesia. Pada lomba “Tiktok Merdeka”, peserta didik mengikuti pakaian, aksesoris, dan gerak-gerik para pahlawan. Kahoot Quiz berisi tentang sejarah kemerdekaan Indonesia. Peserta didik diajak mengingat perjuangan para pahlawan dari sebelum merdeka hingga merdeka.

Sedangkan untuk guru, panitia menyiapkan lomba Copy The Picture, yaitu para guru harus mengikuti gaya, pakaian, dan latar belakang foto yang diberikan oleh panitia. Setiap lomba yang diikuti peserta didik akan dipilih 3 terbaik dan mendapatkan apresiasi dari sekolah, sedangkan lomba untuk guru dipilih satu yang terbaik. Peserta didik maupun guru sangat antusias dan bersemangat mengikuti semua lomba dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-76. Ada tiga tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan lomba tersebut yaitu meningkatkan rasa nasionalisme, kepercayaan diri, dan kreativitas peserta didik.

TB-TK Sukapirena menyongsong HUT Kemerdekaan RI ke-76 dengan mengadakan Upacara Bendera melalui meeting room di Microsoft Teams pada tanggal 16 Agustus 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air dan mengenalkan lagu kebangsaan Indonesia Raya kepada peserta didik. Setelah itu, peserta didik diajak membuat bendera  merah putih mini untuk menumbuhkan semangat nasionalisme serta mengenal makna warna merah putih yang terkandung dalam warna bendera kebangsaan Indonesia. Untuk menambah kemeriahan dalam merayakan HUT RI, mereka berfoto dan dipasang di twibbon.

SD Yuwati Bhakti juga melakukan kegiatan menyongsong HUT Kemerdekaan RI pada tanggal 16 Agustus 2021. Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Hari Merdeka,  menyaksikan kisah singkat Proklamasi Kemerdekaan RI, dan membuat ucapan HUT Kemerdekaan RI ke-76. Tanggal 17 Agustus 2021, seluruh peserta didik SD Yuwati Bhakti menyaksikan pementasan seni dengan tema “Kemerdekaan RI ke-76” dari tiap kelas dan para guru yang telah dikemas dalam bentuk Video.

Meskipun semua kegiatan dan lomba diadakan secara virtual, antusiasme dan optimisme peserta didik  dan para guru sungguh luar biasa. Mulai dari TB-TK, SD, dan SMP mengikuti semua kegiatan dengan penuh semangat dan sukacita. Semoga tema HUT Kemerdekaan RI ke-76 “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” dapat diwujudnyatakan di Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi.

Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Bagi Anda, hiduplah sedemikian rupa, hingga Anda menjadi contoh bagi mereka. Apa yang Anda ingin mereka lakukan, lakukanlah sendiri itu lebih dahulu. Bagaimana Anda bisa mencela atau menegur kekurangan mereka apabila mereka melihat kekurangan itu masih ada dalam diri Anda sendiri? Bagaimana Anda dapat mengajarkan dan menganjurkan suatu kebajikan kecuali kalau Anda sendiri memiliki kebajikan itu atau setidak-tidaknya bersama-sama mereka mulai menjalankannya. Maka, berusahalah memimpin dan mendorong mereka dengan contoh Anda sendiri sehingga mereka hidup baik (Nasihat 6: 1-6).

Menjadi contoh, teladan, model bagi orang lain dan bagi peserta didik dalam konteks sekolah merupakan inti dari cuplikan nasihat Santa Angela di atas. Tenaga pendidik, kependidikan, maupun penunjang di sekolah harus mampu menjadi contoh/model yang dapat dilihat dan ditiru oleh peserta didik.  Ketika kita mengharapkan peserta didik melakukan sesuatu, baik itu sikap maupun keterampilan hendaknya hal itu sudah dimiliki atau minimal dilakukan bersama-sama dengan mereka. Sikap demikian yang diharapkan Santa Angela, ada dalam diri kita sebagai pengikutnya.

Sebab, apabila kita hanya memberi instruksi tanpa memiliki atau tanpa pernah melakukan apa pun, mustahil peserta didik atau siapa pun percaya dan mau melakukan tindakan yang kita instruksikan tersebut. Ajakan dan himbauan Santa Angela ini sangat sederhana, tapi menyentuh jiwa manusia dan mengajak kita berani melihat ke dalam diri sendiri, memotivasi diri untuk berusaha memimpin dan mendorong mereka yang kita bimbing dengan contoh dan teladan kita sendiri.

Kampus Yuwati Bhakti terus menerus memotivasi seluruh pegawai untuk menghayati spiritualitas Santa Angela, salah satunya dengan menjadi contoh/model bagi peserta didik dengan cara apa pun. Semangat berprestasi, berdaya juang tinggi merupakan salah satu sikap yang ditanamkan dalam diri peserta didik di Kampus Yuwati Bhakti. Semangat itu  diwujudkan dengan mengikuti berbagai lomba baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Dalam upaya menjadi contoh bagi peserta didik, Pendidik dan tenaga kependidikan SMP Yuwati Bhakti Sukabumi mulai mengeksplor kemampuan mereka. Ibu Heny Alfanti Krisnareni, S.Pd. mengikuti Sayembara Puisi Kartini 2021 yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indoenesia, dalam rangka memperingati Hari Kartini 2021. Dalam sayembara yang bertema “Kartini Masa Kini dalam Meningkatkan Budaya Literasi” tersebut,  puisinya yang berjudul “Kartini Masa Kini” terpilih menjadi 50 karya terbaik dan diapresiasi dalam buku “Antologi Puisi Kartini”.

Bapak Heri Sujatmo dan Ibu Agnes bergabung menjadi peserta Antologi 1001 Puisi Gogyoshinus I tahun 2020 dan Urband Legend Story 2020 bersama beberapa penyair dari berbagai daerah di Indonesia. Semoga upaya mereka dapat menjadi contoh dan motivator bagi pendidik maupun peserta didik di Kampus Yuwati Bhakti, untuk berani berkarya dan berinovasi dalam dunia pendidikan, sehingga Yuwati Bhakti semakin dikenal sebagai lembaga pendidikan bermutu dalam menyiapkan generasi yang mampu menjadi pemimpin masa depan berpola pikir sains, bermartabat, mandiri, berdaya juang, dan penuh kasih. Salam Indonesia maju.

Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi  

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Ikatan Alumni Yuwati Bhakti (IKA YB) bekerja sama dengan Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi kembali menyelenggarakan donor darah. Pada bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah ini, IKA YB mengetuk hati masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk berbagi, menyumbangkan setetes darahnya demi keselamatan jiwa sesama. Kegiatan donor darah ini berlangsung pada hari Jumat, 30 April 2021 di gedung UTD PMI Kota Sukabumi, Jalan A.R. Hakim No. 51, Benteng Sukabumi, yang diselenggarakan dalam 2 sesi, yaitu sesi 1 Pkl. 08.00 – 14.00 WIB dan sesi 2 Pkl. 18.00 – 21.00 WIB.

Warga Kampus Yuwati Bhakti sangat mendukung kegiatan donor darah tersebut dengan menyebarluaskan kegiatan melalui whatshap grup maupun media sosial serta berpartisipasi menjadi pendonor. Para suster,  pendidik, dan orangtua murid antusias dengan rela menyumbangkan darah mereka demi pengabdian kepada sesama. Masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi hilir mudik memenuhi gedung PMI Kota Sukabumi untuk mendonorkan darah mereka. Ada yang baru pertama kali menjadi pendonor, ada juga yang telah rutin mendonorkan darah mereka tiap tiga bulan. Beberapa dari para pendonor mengatakan bahwa mereka merasa senang dengan adanya kegiatan donor darah ini. Dengan mendonorkan darah, mereka dapat berbagi tanpa kehilangan sekaligus dapat membarui darah mereka dengan sel darah yang baru. Setelah mendonorkan darah, mereka merasa bahagia karena punya kesempatan berbagi dan badan mereka terasa lebih sehat dan bersemangat.

Pada kegiatan donor darah ini, IKA YB dapat mengumpulkan 144 labu darah dari 158 peserta. Semoga kegiatan ini dapat membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan darah. Bagi IKA YB dan Kampus Yuwati Bhakti, semoga kegiatan ini dapat semakin meningkatkan relasi dan mempererat jalinan kasih demi kemajuan bersama, terutama dalam menanamkan nilai-nilai dasar pendidikan Ursulin (Serviam) di Kampus Yuwati Bhakti. “Jika Anda semua hidup bersatu hati, Anda seperti benteng yang kuat, menara yang tak tergoyahkan” (Nasihat Terakhir:15).

Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Jumat, 8 Januari 2021, Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi merayakan Natal bersama peserta didik, orangtua, dan seluruh pegawai kampus yang terdiri dari tenaga pendidik, kependidikan, dan penunjang, meskipun tidak berada di satu ruangan. Perayaan Natal di masa pandemi ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, perbedaan ini sama sekali tidak mengurangi kekhusyukan beribadah, kreativitas, dan sukacita di hati. Seluruh warga kampus sungguh merasakan sukacita dalam perayaan Natal di tengah pandemi.

Perayaan diawali dengan ibadat Natal melalui microsoft teams (SMP) dan link Youtube satuan pendidikan masing-masing. Pada perayaan ini, TB-TK Sukapiena, SD, dan SMP Yuwati Bhakti merenungkan Allah yang menyertai kita, yang hadir dalam diri Sang Penyelamat, Yesus Kristus. Allah yang mencari, menyertai dan menghadirkan sukacita di hati. Sebagai wujud nyata dalam hidup sehari-hari, kami pun hendaknya saling mencari, terutama dalam situasi pandemi dan pembelajaran jarak jauh ini. Saling membuka hati dengan penuh sukacita dan berkomunikasi efektif satu sama lain demi kemajuan Kampus Yuwati Bhakti.  Hati yang terbuka akan dipenuhi  cinta kasih Tuhan dan sukacita  yang dapat diwartakan kepada sesama di lingkungan sekitar kita.

Perayaan Natal ini semakin meriah dengan penampilan peserta didik yang direkam di rumah masing-masing bekerja sama dengan orangtua yang selalu mendukung kegiatan sekolah.  Dengan penuh semangat dan sukacita mereka tampil percaya diri mengekspresikan kemampuan dan bakat mereka. Ada yang menyanyi, menari, berpuisi, bermain musik, melukis, dan story telling. Bukan kesempurnaan yang diharapkan, tapi kepercayaan diri dan proses kreativitas peserta didik yang ingin digali melalui acara perayaan Natal bersama.

 Dengan demikian, setiap peserta didik di Kampus Yuwati Bhakti mampu menemukan bakat, mengasah, dan berani mengekspresikannya dengan percaya diri dalam berbagai bentuk tampilan di hadapan publik. Untuk memotivasi peserta didik, para pendidik pun menampilkan kreativitas mereka dengan menyanyi, menari, bermain drama, dan sulap. Kolaborasi yang memukau meskipun dalam tampilan yang sederhana.

Tenaga pendidik, kependidikan, dan penunjang Kampus Yuwati Bhakti merayakan Natal bersama dalam suasana yang berbeda dan menerapkan protokol kesehatan. Dalam kesempatan ini, selain bersukacita dalam acara tukar kado, Kami juga merefleksikan kata-kata Santa Angela, merenungkan penyertaan Tuhan selama tahun 2020 dan membangun niat di tahun 2021. Semoga sukacita ini tetap tinggal di hati dan kami mampu mewartakannya kepada setiap orang yang kami jumpai sehingga menjadi sukacita bersama.

Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Pandemi belum berakhir, peserta didik masih belajar dari rumah (BDR) hingga saat ini. TB-TK Sukapirena Sukabumi berupaya mencari inovasi baru dalam melaksanakan proses pembelajaran agar peserta didik tetap senang dan bersemangat belajar. Setelah melalui berbagai pertimbangan, drive thru class menjadi pilihan TB-TK Sukapirena untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Pada Senin-Jumat, 9-13 November 2020, drive thru class dilaksanakan di depan Kampus Yuwati Bhakti dengan menerapkan protokol kesehatan. Dengan gembira peserta didik bernyanyi, mendengarkan arahan pendidik, dan mengerjakan tugas. Tema yang diangkat pada  drive thru class kaliini adalah tanaman.

Hari pertama adalah giliran kelompok Taman Bermain (TB), dimulai pukul 09.00. Subtema yang diajarkan adalah buah-buahan. Setiap Peserta didik membawa 1 buah mangga, sedangkan pendidik menyediakan beberapa buah mangga dengan warna yang berbeda. Peserta didik diharapkan memahami bahwa buah mangga memiliki banyak jenis dengan warna dan rasa yang berbeda. Di akhir pembelajaran, peserta didik  membuat kolase buah mangga dengan kertas krep dan dipajang di papan kerja supaya semua peserta didik dapat melihat karya mereka.

Drive thru class hari kedua dengan peserta didik kelompok TK A dilaksanakan pada pukul 08.00 – 09.00. Sebagian peserta didik belajar di dalam mobil, sebagian lagi duduk di kursi yang telah disiapkan. Subtema pada hari kedua adalah tanaman sayur, secara spesifik sayur brokoli. Dengan berkeliling, pendidik membagikan sayur brokoli yang sudah disiapkan agar peserta didik dapat mengamati secara langsung apa dan bagaimana sayur brokoli itu. Peserta didik juga diberi tugas mewarnai gambar sayur untuk melatih keterampilan motorik didampingi orangtua.

Drive thru class hari ketiga dan keempat dilaksanakan oleh pendidik kelompok TK B1 dan B2. Pembelajaran dimulai pada pukul 08.00 dengan subtema tanaman obat, secara khusus daun sirih. Peserta didik mempelajari tanaman daun sirih mulai dari mengamati daun hingga menemukan manfaat dan cara menggunakan. Pada akhir pelajaran, peserta didik membuat mahkota yang terbuat dari kertas berbentuk daun sirih didampingi orang tua masing-masing. Selain menyanyi, mengamati, dan membuat kerajinan tangan, proses pembelajaran di TB-TK Sukapirena memadukan berbagai pengetahuan dan keterampilan dasar seperti mengenal warna, huruf, angka, bahasa, berhitung, dan berbicara agar peserta didik lebih cepat memahami konsep yang diajarkan.

Sebelum pulang, peserta didik diberi kesempatan menceritakan perasaan mereka selama  drive thru class. Dengan semangat mereka pun bercerita dengan lantang bahwa mereka sangat senang mengikuti pembelajaran ini. Mereka dapat berkomunikasi dengan para pendidik dan teman-teman sehingga dapat mengobati kerinduan mereka untuk dapat kembali ke sekolah. Semoga inovasi pembelajaran yang dilakukan  TB-TK Sukapirena ini mampu meningkatkan efektivitas dan semangat belajar serta kerinduan mereka pada suasana belajar di sekolah, secara khusus selama masa pandemi. Salam sehat, salam serviam, tetap semangat belajar dan berkarya.

Agnes Tri Maryunani (Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi)

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com- Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi memacu peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif salah satunya dengan kegiatan membaca, baik di sekolah (sebelum pandemi) maupun di rumah bekerja sama dengan orangtua. Membaca dan menyimak merupakan pintu masuk menuju keterampilan berbahasa produktif, yaitu menulis dan berbicara. Keempat keterampilan itu harus dikuasai peserta didik sebagai salah satu sarana membentuk pemimpin masa depan berpola pikir sains.

TB-TK Sukapirena berupaya membangun habitus membaca sejak dini. Selain di perpustakaan, di tiap kelas disediakan berbagai buku cerita anak-anak. Peserta didik dapat  membaca buku setelah selesai belajar, saat istirahat atau sebelum dijemput orangtua. Habitus membaca juga dikolaborasikan dalam proses pembelajaran, dengan cara membacakan cerita atau dongeng kepada peserta didik. Karena saat ini sedang berlangsung pembelajaran online, pendidik menyarankan orangtua tetap melanjutkan pembiasaan yang telah dilakukan di sekolah dengan membacakan cerita di rumah setelah proses pembelajaran usai atau sebelum tidur.

Agar pembiasaan membaca tidak terputus, SD dan SMP Yuwati Bhakti menjadwalkan kegiatan membaca seminggu sekali di perpustakaan selama 1 jam pelajaran (sebelum pandemi). Pada jam itu, peserta didik melakukan kegiatan membaca, menulis, menggambar, diskusi, atau menceritakan kembali isi buku. Selama masa pandemi, pendidik mengingatkan peserta didik untuk tetap memperoleh dan mengolah informasi melalui buku maupun media lain. Untuk mendukung hal itu, perpustakaan melayani peminjaman buku dengan menerapkan protokol kesehatan. Habitus membaca pun dibangun melalui proses pembelajaran yang berlangsung, baik dalam meeting class atau tugas mandiri. Meskipun belum semua peserta didik menyadari dan merasakan kebutuhan informasi melalui membaca, mereka mulai membuka hati untuk mencintai buku dan merasakan asyiknya membaca buku.

Pada peringatan bulan bahasa 2020 ini, ketika peserta didik belajar dari rumah (BDR) habitus membaca tetap dilakukan di rumah. Orangtua peserta didik TB-TK Sukapirena membacakan cerita kepada putra-putri mereka sedangkan para pendidik mendongengkan satu cerita secara virtual. Peserta didik SD dan SMP diberi tugas membaca buku dan mempresentasikan isi buku selama lebih kurang 1 menit dalam bentuk video dan dikirimkan kepada wali kelas untuk dipublikasikan lewat media sosial. Sebagai persembahan kasih dan apresiasi hasil karya peserta didik, seluruh pendidik SD berpantun secara kolaboratif, sedangkan pendidik SMP membacakan cerita pendek hasil karya salah satu peserta didik SMP Yuwati Bhakti secara virtual.

Semoga semua kegiatan yang dilakukan pendidik dan peserta didik Kampus Yuwati Bhakti, khususnya pada peringatan bulan Bahasa dan Sastra Indonesia 2020 ini mampu meningkatkan rasa cinta terhadap bangsa, negara, bahasa dan sastra Indonesia serta keterampilan berbahasa dan bersastra seluruh warga Kampus Yuwati Bhakti. 

Agnes Tri Maryunani – Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com- Selama enam hari yaitu Senin – Sabtu, 21-26 September 2020, pendidik TB-TK Sukapirena, Sukabumi ikut serta dalam bimbingan teknis (Bimtek) penguatan pembelajaran pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen PAUD Kemendikbud) bekerja sama dengan Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK). Bersama 187 peserta dari Keuskupan Purwokerto dan Benteng Jawa, Flores, pendidik TB-TK Sukapirena mendalami berbagai persoalan yang dihadapi dalam membimbing anak-anak usia dini, khususnya pada masa pandemi covid-19, yaitu Belajar Dari Rumah (BDR).

Anak merupakan tanggung jawab keluarga. Pendidik membantu orangtua dalam mengembangkan intelektual, motorik, psikomotorik, dan karakter anak di sekolah. Sebagai rumah kedua bagi anak, sekolah harus dikondisikan sebagai tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Karena situasi belum memungkinkan belajar di sekolah, anak-anak harus Belajar Dari Rumah (BDR). Selama BDR, pendidik berperan sebagai desainer dan fasilitator untuk membantu orangtua memberikan pembelajaran secara daring kepada anak dengan memanfaatkan kemajuan teknologi ICT dan fasilitas pembelajaran yang memungkinkan anak mengerjakan dari rumah.

Kegiatan pembelajaran dikemas secara menarik dan kontekstual oleh pendidik sehingga anak dapat  belajar, bermain, sekaligus membantu orangtua di rumah. Tanpa disadari anak telah mempelajari ilmu pengetahuan konkrit sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mereka pasti memiliki motivasi belajar yang tinggi, senang belajar, dan tidak mudah bosan sehingga orangtua lebih mudah mendampingi anak di rumah.  

Pada bimtek tersebut, pendidik memperoleh wawasan dan inspirasi tentang pentingnya bermain bagi anak usia dini dan tips mendesain permainan  bermakna di TB-TK, seperti permainan matematika, sains, bahasa, seni kriya, dan bermain musik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun lingkungan sekitar. Pendidik juga diharapkan dapat memberikan informasi kepada orangtua mengenai cara pengasuhan yang positif dan komunikasi efektif dengan anak. Sehingga pembelajaran dari rumah yang harus dilalui anak saat ini tidak menghambat proses perkembangan mereka di usia emas (golden age) pertumbuhan hidup sebagai manusia yang berkembang secara jasmani dan rohani.

Semoga dengan mengikuti bimtek ini, pendidik TB-TK Sukapirena makin kritis, kreatif, inovatif berwawasan luas, dan bersemangat serta mampu menerapkan ilmu yang didapat untuk memperlancar proses belajar dari rumah. Informasi, pengetahuan, skill maupun pengalaman konkrit yang diberikan atau dibagikan oleh pembicara maupun peserta lain merupakan sumbangan yang sangat besar bagi perkembangan para pendidik maupun anak-anak Indonesia yang merupakan generasi emas. Semoga mereka dapat berkembang dengan baik seiring perkembangan fisik, motorik, intelektual, sosial, dan spiritual. Salam sehat.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com–  Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus. Lihatlah betapa pentingnya persatuan dan keserasian maka dambakanlah, carilah, peluklah, pertahankanlah hal itu sekuat tenaga karena saya berkata kepadamu, jika Anda semua hidup bersatu hati, Anda seperti benteng yang kuat, menara yang tak tergoyahkan (Nasehat Terakhir: 1, 2, 10-15).

Nasihat terakhir Santa Angela Merici mengawali kegiatan bersama tenaga pendidik, kependidikan, dan penunjang Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi, Jawa Barat bertajuk “Team Building & Leadership”, Kamis-Jumat, 13-14 Agustus 2020. Kegiatan didampingi Bapak Kamil Inglan, S.Pd, M.M,CH.CHt dan Bapak Ign. Teguh Eko P, S.Pd. Dua poin penting sebagai awal kegiatan yaitu gerak cepat dan mindset.

 Seorang pemimpin (leader) harus gerak cepat dan menjadi role model. Gerak cepat dimulai dari hal kecil dan konsisten, hingga menjadi kebiasaan. Mindset mempengaruhi perilaku manusia. Apa pun yang dipikirkan atau dikatakan kepada orang lain dan sebaliknya akan menjadi kenyataan jika otak manusia mengijinkan. Kontrol ada pada diri sendiri agar hanya pikiran positif yang diterima otak bawah sadar.

Pemimpin harus memiliki keterampilan public speaking. Meskipun tidak semua orang memiliki bakat berbicara, semua yang terlibat dalam pendidikan di Kampus Yuwati Bhakti harus mampu berbicara di depan umum supaya dapat menjadi model bagi peserta didik. Oleh karena itu, Pak Teguh melatih hal paling dasar dan penting saat berbicara di depan umum, yaitu menguasai diri, materi, teknik, dan audiens. Cara berdiri, memegang mic, dan tatapan mata pun menjadi kunci keberhasilan seorang pembicara hingga dilatih tersendiri oleh Pak Teguh.

Permainan menjaga harta dan lempar tangkap bola mengajarkan pentingnya komunikasi efektif, kolaborasi, daya juang, pengorbanan, teknik, rencana strategis (renstra), dan fokus. Hasil dari refleksi permainan, kami merumuskan komitmen untuk perbaikan diri, salah satunya empat keterampilan yang harus dikuasai tahun 2020 ini yaitu critical thinking, communicative, collaborative, and creative (4C).

Proses hari kedua diwarnai dengan permainan dan dinamika kelompok yang mengarahkan kami lebih dalam melihat diri sebagai anggota komunitas dan menyadari bahwa keberhasilan kampus mencapai tujuan tergantung dari tiap pribadi. Harus ada komitmen yang konkret, mau berkembang, dan  bergerak bersama supaya roda kampus berjalan seimbang dan bergerak cepat.

Di akhir acara, 2 pendidik memberikan testimoni bahwa mereka sangat bersyukur, acara ini sangat membantu untuk saling mengenal, merasa diterima, dihargai, diakui, dan dianggap penting sehingga tiap pribadi lebih bebas berekspresi dan mengembangkan diri sesuai bakat, minat, dan keahlian yang dimiliki. Dengan demikian, Kampus Yuwati Bhakti menjadi kumpulan orang-orang yang berani berubah dan berkembang sejalan dengan kemajuan zaman dan bergerak cepat menjadi yang terdepan.  

Pada keesokan harinya Sabtu, 15 Agustus 2020 tiap satuan pendidikan melakukan refleksi bersama dan mengkongkritkan niat pribadi dan bersama serta langsung diterapkan dari hal paling kecil. Setelah merayakan hari Kemerdekaan RI ke-75, Selasa 18 Agustus 2020, terjadi perubahan kecil di Kampus Yuwati Bhakti yaitu datang, bergerak lebih cepat, dan pelayanan lebih ramah. Semoga niat dan komitmen yang telah ditargetkan dapat diwujudkan dan akan membawa dampak yang lebih besar dalam memajukan bangsa Indonesia. 

Agnes Tri Maryunani

Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/

Serviam