By: ServiamAdminus
Comments: 0
SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Para tenaga pendidik TB-TK Sukapirena dan SD- SMP Yuwati Bhakti mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam, di aula Rumah Retret Griya Angela, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat-Sabtu, 13-14 Februari 2026. Pelatihan bertajuk “Implikasi Spiritualitas Santa Angela Dalam Pembelajaran Mendalam” ini dibawakan oleh Dr. Ignatius Agus Budiono, A.Md. Kat,S.Pd, M.Pd.
Dalam kata sambutannya, Ketua II Yayasan Yuwati Bhakti, Sr Theresia Sri Biastuti, OSU berharap pelatihan tidak hanya sekedar mendapat teori pembelajaran mendalam, tetapi para pendidik juga harus mendidik dengan “hati”. Bapak Ignatius Agus Budiono, lanjut Sr, Biastuti, OSU akan berbagi pengalaman tentang belajar mendalam dan mampu memberi semangat kepada para guru untuk mendampingi para siswa dengan penuh kasih dan kesabaran.

Harapannya, nilai-nilai Serviam dan spiritualitas St. Angela sungguh mampu menjiwai para pendidik dalam proses pembelajaran di sekolah, lingkungan keluarga, dan masyarakat. Inilah alasan Yayasan memilih pelatih Pembelajaran Mendalam Tingkat Nasional yang secara khusus telah menghidupi nilai-nilai Serviam di lingkungan tugasnya sebagai pendidik.
Pada hari pertama, peserta diajak untuk melihat kembali hal-hal yang sudah diberikan kepada para siswa di kelas dalam pembelajaran. Sejauh mana pendidik menjadi teladan bagi para siswa, dan sejauh mana pendidik menjadi teladan (role model) bagi para siswa. Contohnya, ketika di akhir pelajaran para siswa diminta membuat refleksi, guru sebaiknya membuat refleksi juga pada saat itu, sehingga jika ada anak yang bertanya tentang cara membuat refleksi, guru memberikan contoh dari refleksinya sendiri bukan sekedar memberikan penjelasan.

Materi hari kedua, Pendidikan sebagai Proses Transformasi Hidup. Tujuan pembelajaran mendalam bukan hafalan tetapi merupakan suatu proses dalam perubahan cara berpikir, perubahan sikap, perubahan tindakan yang selaras dengan prinsip learning for life bukan sekedar for test. Belajar untuk hidup, bukan sekedar untuk kepentingan tes atau ujian.
Ketika anak bersalah, ia tidak diberi hukuman, tetapi diberi arahan dan pendampingan yang positif dengan kegiatan yang membangun, yaitu dengan restitusi, sebuah cara menanamkan disiplin positif pada siswa. Restitusi dalam pembelajaran merupakan pendekatan disiplin positif bertujuan memulihkan, memperbaiki kesalahan, dan memperkuat karakter siswa, bukan dengan menghukum. Contohnya, siswa diminta berdoa. Para siswa tidak akan merasa sakit hati, bila sulit mengucapkan langsung, siswa bisa diminta menuliskan doanya.

Para pendidik juga diajak untuk membuat rencana pembelajaran kelas, dari awal, inti sampai pada akhir pelajaran. Kesimpulan dari Pelatihan Pembelajaran Mendalam berdasarkan spritualitas Santa Angela adalah pendidikan yang mengutamakan siswa sebagai subjek, diperlakukan khusus oleh para pendidik dengan memperhatikan keunikan tiap pribadi dan diberi ruang. Selain itu, kesempatan untuk bertumbuh kembang sesuai dengan kelebihan dan kekurangan atau keterbatasannya.
Sebagai contoh, ketika di kelas ada siswa yang berkebutuhan khusus. Dengan keterbatasan guru yang mendampingi berhadapan dengan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), siswa tersebut tidak bisa dituntut sama seperti siswa lain yang normal cara berpikir dan bertindaknya.


Selain itu, narasumber juga berbagi kisah hidup memberikan diri seutuhnya bagi para siswa dan keluarga. Terutama memberi ruang bagi para siswa untuk bertumbuh kembang dalam dunianya di zaman ini, tanpa menyalahkan, menghukum, atau menghakimi. Sehingga mereka mampu menemukan solusi ketika mengalami jalan buntu, menemukan talenta ketika mencari arah hidup, menemukan role model ketika mereka membutuhkannya.
Sr. Theresia Sri Biastuti, OSU
Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi : https://yuwatibhakti.sch.id/