By: ServiamAdminus
Comments: 0
SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Jumat, 17 Januari 2020 pukul 04.30, peserta didik SD Yuwati Bhakti Sukabumi kelas 4 dan 5 didampingi Kepala Sekolah dan wali kelas dengan 2 bus pariwisata menuju Ibu Kota Jakarta. Pukul 07.30 mereka sampai di Museum Santa Maria yang terletak di Jalan Juanda No. 29 Jakarta Pusat disambut dengan ramah oleh Sr. Lucia Anggraeni, OSU, Sr. Erna, OSU, dan beberapa Suster Ursulin. Kegiatan di museum diawali dengan menonton sejarah Ursulin Santa Maria. Usai menonton, mereka membentuk 10 kelompok untuk mengunjungi ruang-ruang dalam museum. Tiap Kelompok yang didampingi satu guru dan peserta didik dari SD Santa Maria itu melihat dan mengamati benda-benda di tiap ruang yang telah teridentifikasi sesuai jenisnya.


Di akhir kunjungan, mereka menyaksikan benda-benda antik peninggalan zaman Belanda yang terletak di bagian belakang gedung museum. Setelah puas melihat benda-benda di Museum Santa Maria, peserta didik SD Yuwati Bhakti berkesempatan melihat-lihat kompleks SD Santa Maria Juanda. Sambil berkeliling, mereka terlihat asyik berinteraksi satu sama lain hingga sampai di aula SD Santa Maria. Ucapan selamat datang disampaikan oleh Bapak Joko selaku wakil guru SD Santa Maria dan ditanggapi ucapan terima kasih oleh Sr. Ernawati, OSU selaku Kepala Sekolah SD Yuwati Bhakti.
Pukul 09.30 mereka bertolak dari SD Santa Maria menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang merupakan kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Kunjungan pertama adalah wahana IPTEK yaitu tempat peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di wahana itu, peserta didik disadarkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat sehingga kita harus dapat mengikutinya dan maju bersama supaya tidak ketinggalan.
Berikutnya, mereka mempelajari dunia kelistrikan Indonesia di museum listrik. Dunia Air Tawar, Museum Serangga, dan Theater Imax Keong Emas merupakan wahana terakhir yang mereka kunjungi. Keanekaragaman hayati air tawar yang sangat memesona dapat mereka saksikan di Dunia Air Tawar. Museum Serangga pun tak kalah menarik. Berbagai jenis serangga dan kupu-kupu dalam bentuk diorama menyedot perhatian mereka. Di Theater Imax Keong Emas, mereka menyaksikan film pembuatan rel kereta api di Kanada.


Perjalanan panjang dan melelahkan usai. Di malam yang hening dan gelap bus melaju dengan tenang menuju Kota Sukabumi hingga pukul 21.00. Dalam kelelahan fisik mereka, ada rasa bahagia, bangga, kagum, puas, dan sesuatu yang tak terkatakan membuncah memenuhi pikiran mereka. Semoga pengalaman studi wisata ini mampu membuka wawasan mereka tentang sejarah Ursulin melalui benda-benda bersejarah, kemajuan teknologi, dan berbagai macam biota air tawar dan serangga di museum TMII.
Dengan demikian, mereka dapat mengenal lebih dalam tentang Ursulin, menghargai budaya Indonesia, dan memiliki keingintahuan yang tinggi mengenai IPTEK dan tekologi yang diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dan di rumah. Harapannya, pendidik dan peserta didik makin berani bertanya, rajin membaca, dan meningkatkan pengetahuan mereka melalui berbagai sumber pembelajaran sehingga pembelajaran di sekolah semakin menarik dan menyenangkan bagi peserta didik.
Agnes Tri Maryunani (Humas Kampus Yuwati Bhakti)
Kampus Yuwati Bhakti : http://kampusyuwatibhaktisukabumi.or.id/
Serviam