JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Dalam rangka hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 80 tahun, Kampus Ursulin Santo Vincentius mengadakan lomba untuk para orang tua murid, suster, bapak/ibu guru, dan staf Tata Usaha, pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Semua peserta kompak memakai dress code bernuansa merah putih. Acara diawali dengan bernyanyi bersama “Hari ini Kurasa Bahagia” kemudian dilanjutkan dengan Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) di lapangan SD Santo Vincentius. Adapun lomba yang diadakan yaitu: estafet sarung, estafet gelas, lempar balon, kancing baju, memasukkan bola ke dalam dus, dan menyusun huruf menjadi kata.

Aprianita Ganadi

Kampus Ursulin Santo Vincentius : https://santovincentius.sch.id/

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Kampus Ursulin Santo Vincentius mengadakan Seminar AI for Learning di aula Sekolah, Senin, 7 Juli 2025. Acara yang diikuti oleh Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan ini menghadirkan narasumber Prof.Dr.Ir Richardus Eko Indrajit, M.Sc, M.B.A, M.Phil, M.A. Dalam sesi yang penuh wawasan, Prof. Eko Indrajit membawakan materi tentang “Artificial Intelligence: Tantangan & Peluang di Era Digital”.

Dalam pemaparannya, Prof. Eko Indrajit menjelaskan bahwa AI adalah kemampuan mesin untuk meniru kecerdasan manusia dari pengenalan suara, visual, bahasa, hingga pengambilan keputusan. Teknologi ini terus berkembang dan kini hadir dalam banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Sementara Dampak AI dalam dunia pendidikan yaitu: membantu personalisasi proses belajar siswa, mempermudah evaluasi dan administrasi pembelajaran, memberi akses belajar yang lebih luas – cepat, dan interaktif.

Prof. Eko menekankan pentingnya memahami etika penggunaan AI adalah jangan sampai kecanggihan teknologi menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Guru dan pendidik tetap menjadi pemandu utama agar AI digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Sementara itu, peran siswa dan pendidik yaitu belajar memahami teknologi, bukan takut padanya. Berpikir kritis dan terbuka terhadap inovasi. Tetap menempatkan nilai, iman, dan karakter sebagai fondasi utama pendidikan.Kesimpulannya AI adalah alat, bukan pengganti manusia. Dengan pemahaman yang tepat, AI bisa menjadi sahabat dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Yohanes

Kampus Ursulin Santo Vincentius: santovincentius.sch.id

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Kampus Ursulin Santo Vincentius Jakarta mengadakan Pergelaran Seni bertajuk “Nostalgia Ursulin Nusantara” di aula Kampus, Jumat, 13 Juni 2025. Tujuan acara yaitu sebagai bentuk syukur atas perjalanan panjang pendidikan Ursulin di Indonesia khususnya untuk merayakan 70 Tahun SMP Santo Vincentius dan 125 Tahun Uni Roma Ordo Santa Ursula.

Acara diisi oleh penampilan peserta didik TK, SD, SMP yang menampilkan pertunjukan musik nusantara, ansambel, biola, piano, band, paduan suara, dan tarian tradisional. Selain itu, acara juga diisi oleh penampilan siswa SMA St Maria Nanga Pinoh, Kalimantan Barat yang membawakan alat musik Sape dan alumni SMP Santo Vincentius yang membawakan alat musik biola.

Pergelaran seni mengisahkan sebuah perjalanan lintas waktu yang menghidupkan kembali kisah para suster Ursulin yang menginjakkan kaki di tanah Nusantara pada tahun 1856. Lewat tarian dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Sukabumi, Flores, Papua, hingga Nias kami merangkai kisah cinta, pengabdian, dan pelayanan dalam gerak yang penuh makna.

Pergelaran ini bukan hanya panggung seni, tapi panggung sejarah dan syukur. Untuk para Suster Ursulin yang telah menyalakan cahaya di hati anak-anak bangsa. Acara dibagi ke dalam 2 sesi yaitu sesi I pk 13.00-15.00 WIB dan sesi II pada Pk 16.00-18.00 WIB. Turut hadir dalam acara para Orang tua siswa, alumni, Pengawas Sekolah SMP Santo Vincentius, dan Suster-Suster Ursulin Komunitas Santo Vincentius Jakarta.

Aprianita Ganadi

Kampus Ursulin Santo Vincentius Jakarta: santovincentius.sch.id

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com– Sebanyak 17 Guru Bahasa Inggris hadir mengikuti pelatihan mengenai strategi dan teknik pengajaran menggunakan bahan belajar dari Cambridge University Press, di Kampus Santo Vincentius, Otista, Jakarta Timur, Sabtu, 7/9. Mereka datang dari Kampus Santa Ursula Jakarta, Kampus Santa Theresia Jakarta, Kampus Santa Maria Jakarta, dan Kampus Santo Vincentius.

Hadir sebagai narasumber Teacher Development Manager tingkat ASEAN di Cambridge University Press yaitu Mr. Allen Davenport. Pelatihan dibagi ke dalam 2 sesi yaitu sesi pertama untuk Guru Bahasa Inggris tingkat SD dan sesi kedua untuk Guru Bahasa Inggris tingkat SMP-SMA/SMK. Selama pelatihan, para peserta diberi tugas atau soal untuk dikerjakan bersama.

Selama 3 tahun, pelatihan bagi Guru Bahasa Inggris rutin diadakan. Tahun 2017, acara diadakan di Kampus Santa Maria Jakarta dan pada tahun 2018 acara diadakan di Kampus Santa Theresia Jakarta.  Tujuannya agar para Guru Bahasa Inggris semakin memahami bahan belajar dari Cambridge University Press.

Aprianita Ganadi

Serviam

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com–  Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) Ordo Ursulin menyelenggarakan “Hari Studi, Memilih Secara Cerdas dan Bijak” di Kampus St Vincentius, Bidaracina, Jakarta Timur, Sabtu, 23 Maret 2019. Acara dihadiri oleh suster, guru, karyawan Kampus St Vincentius, dan perwakilan guru serta murid pemilih pemula dari Kampus St. Ursula Jakarta, St. Theresia Jakarta, dan St. Maria Jakarta. Turut hadir pula Koordinator Komisi JPIC Ursulin, Sr. Amanda, OSU.

Hadir sebagai narasumber dari Komisi Kerawam KWI, Romo P.C. Siswantoko, Pr dan Perhimpunan Untuk Pemilu dan Demokrasi Bapak Usep Hasan Sadikin.  Dalam pemaparannya, Romo Siswantoko atau yang akrab disapa Romo Koko ini menuturkan bahwa pemilu yang akan berlangsung pada 17 April 2019 adalah bagian dari dunia politik.

Pada awalnya, dunia politik itu baik karena dapat menciptakan kesejahteraan umum. Namun, dalam prakteknya, politik baik itu berubah menjadi politik kotor karena orang atau si pelaku di dalam dunia politik tersebut.         

Jika politik sudah kotor, kita sebagai warga negara harus bagaimana? Berdiam diri saja atau harus bersikap? Tentu, kita harus bersikap, salah satu caranya adalah dengan ikut pemilu.  Dan memilih pemimpin bangsa sesuai dengan hati nurani.  Kita wajib memilih, dan tidak boleh golput.

Menurut Romo Koko, ada yang menarik khususnya bagi umat Katolik di Pemilu tahun ini. Pemilu bertepatan satu hari sebelum umat Katolik memasuki Pekan Suci. “Cukup istimewa di tahun ini, karena pemilu jatuh pada hari Rabu dan besoknya kita sudah Kamis Putih. Jadi sebelum long weekend, dan merayakan Pekan Suci jangan lupa ke TPS ya,” ajak Romo Koko.

Usai pemaparan dari Romo Koko, Bapak Usep mengajak para peserta yang hadir untuk melakukan simulasi pemilu.  Bapak Usep memberi tahu bentuk contoh kertas suara, cara mencoblos kertas suara yang sah atau tidak sah, cara mencari nama kita apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum, cara mencari informasi siapa politikus yang ikut pemilu dan pernah tersandung kasus korupsi, dan sebagainya.    

Sementara itu, siswi dari kelas XI Sosial 2, SMA Santa Ursula Jakarta, Rachel mengungkapkan edukasi mengenai pemilu sangat berguna terutama bagi dirinya dan teman-teman lain yang baru pertama kali ikut pemilu. “Kita jadi tahu apa yang harus kita lakukan di TPS karena ini pertama kali buat kita.  Kami sangat antusias, tidak sabar ikut pemilu 17 April mendatang,” kata Rachel.

Aprianita Ganadi

Santo Vincentius Jakarta : http://santovincentius.sch.id/sd-vincentius.html

Serviam

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com- Santo Vincentius Jakarta menutup semester satu tahun ajaran 2018/2019 dengan mengadakan kegiatan bersama bertajuk “Vincentius Melukis” pada Sabtu 8 Desember 2018.  Setelah  sukses menggelar Vincentius Menari  pada tahun 2016 dan Vincentius  Menyanyi pada 2017, tahun ini melukis adalah talenta yang ingin dikembangkan.

Konsep acara adalah family gathering dengan mengadakan lomba melukis untuk para siswa bersama orang tua berkolaborasi pada media tas kanvas. Lomba diadakan untuk semua kelas dari KB/TK sampai SMP dengan tema “Cinta Tanah Air “. Lewat lomba ini diharapkan minat dan bakat melukis pada para siswa dapat berkembang selain untuk memupuk rasa cinta tanah air dan menanamkan penghargaan pada kemajemukan Indonesia. Lomba ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan dan kerjasama dalam keluarga.

Sabtu pagi pukul 06.30 WIB para siswa bersama orang tua sudah mulai berdatangan. Mereka disambut alunan gamelan dari kelompok ekstrakurikuler Gamelan SMP Santo Vincentius. Kelompok Karawitan Laras Pinem ini membawakan gendhing Kebo Giro, Suwe Ora Jamu dan Gugur Gunung. Pukul 07.45 WIB acara opening dimulai yang diisi berbagai penampilan seperti tarian TK dan SD serta drama musikal dari ekstrakurikuler drama  SMP.

Para orang tua pun tidak mau kalah. Para ibu, orang tua murid dari SMP, menampilkan Modern Dance yang juga mendapat sambutan meriah. Perlombaan dibuka oleh pengawas SMP Bapak Drs. M Hupni, M.Pd didampingi pengawas TK dan para kepala sekolah. Sebanyak lebih dari 900 siswa mengikuti lomba yang berlangsung selama 2 jam ini. Bersama orang tua mereka tekun menyelesaikan lukisan menggunakan peralatan yang sudah disiapkan panitia.

Pengumuman pemenang disampaikan pada acara closing yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB. Didahului penampilan dari Modern Dance SD dilanjutkan dari orang tua TK dan band dari SMP. Dari masing-masing kelas diambil tiga pemenang, juara satu, dua, dan tiga. Akhirnya kegembiraan hari itu ditutup dengan Flashmob menari bersama siswa  TK, SD, SMP, orang tua dan panitia.

Rini Angela

Follow by Email
Instagram
Copy link
URL has been copied successfully!