SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – SMP Yuwati Bhakti berkolaborasi dengan Komunitas Bangga Berbatik Jakarta mengadakan lomba mewarnai dan Fashion Show bertema “Batik Nusantara” di aula Kampus Yuwati Bhakti, pada Rabu, 5 November 2025. Lomba mewarnai dan Fashion Show diikuti oleh 35 peserta didik dari 5 perwakilan setiap kelas. Sebanyak 3 peserta mengikuti lomba mewarnai dan 2 peserta mengikuti lomba fashion show.

Kegiatan bangga berbatik di SMP Yuwati Bahkti dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Batik, yang jatuh pada tanggal 2 Oktober. Sekaligus memperkenalkan berbagai corak batik yang ada di Nusantara kepada generasi muda Indonesia, secara khusus di Yuwati Bhakti. Besar harapannya, semoga batik tetap dicintai dan dilestarikan oleh semua masyarakat, terutama anak-anak muda zaman ini. 

SMP Yuwati Bhakti Sukabumi sebagai salah satu sekolah swasta Katolik di Sukabumi mendidik peserta didiknya untuk mencintai warisan budaya Indonesia, salah satunya batik. Wujud nyata dari ajakan untuk cinta warisan budaya itu, setiap hari Kamis seluruh peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan menggunakan seragam bercorak batik.

“Seru banget saat ikut mewarnai gambar corak batik. Saya bisa bebas mengekspresikan apa yang saya pikirkan. Sebelum lomba, kami diberi penjelasan tentang berbagai corak batik di seluruh nusantara. “kata Kiel kelas VII.

Sementara itu salah satu staf pelaksana kegiatan di SMP Yuwati Bhakti, Ibu Oyen menuturkan bahwa komunitas Bangga Berbatik diisi oleh kumpulan dari teman-teman yang senang dan mencintai batik. “Kenapa memilih SMP Yuwati Bhakt, karena salah satu teman kami adalah alumni SMP Yuwati Bhakti sehingga kami dibawa ke sini,” kata Ibu Oyen.

Bersama Komunitas Bangga Berbatik Jakarta, para peserta didik SMP Yuwati Bhakti menikmati dan antusias di setiap kegiatan yang dilakukan pada hari itu. Apalagi, seluruh peserta lomba mewarnai, Fashion Show, dan juga sekolah memperoleh kenang-kenangan berupa tas batik. Bangganya, kita memakai batik Indonesia dengan berbagai jenis produknya. Salam Serviam.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi : yuwatibhakti.sch.id

BANTEN, SERVIAMNEWS.com – Santa Ursula BSD mengadakan kegiatan Ajang Sanur Menari dan Bersuara (ASMARA) bertajuk “Merayakan Budaya, Menyatukan Generasi Muda”, Sabtu, 18 Oktober 2025. Kegiatan ASMARA merupakan kegiatan lomba tari kreasi tradisional yang diikuti peserta tingkat SD-SMP dan band dari peserta tingkat SMP-SMA yang diinisasi oleh kolaborasi Badan Pengurus OSIS SMP dan SMA. Tahun ini merupakan tahun pertama Kampus Ursulin Santa Ursula BSD mengadakan kegiatan ASMARA.

Kegiatan diawali dengan penampilan tari di lapangan upacara, kemudian dibuka oleh Ketua II Yayasan Sancta Ursula, Sr. Moekti K. Gondosasmito, OSU. Setelah pembukaan, dua kegiatan yaitu lomba tari kreasi dan band dilakukan di tempat terpisah dengan waktu yang bersamaan. Acara juga diisi dengan aneka tenant bazar.

Dalam kata sambutannya, Ibu Cicilia Budilestari, Kepala SMP Santa Ursula BSD mengungkapkan bahwa kegiatan ASMARA adalan panggung kita untuk melestarikan budaya Indonesia. Merayakan semangat cinta terhadap budaya nusantara dan semangat kebersamaan. “Budaya bukan sesuatu yang kuno tetapi yang hidup dan dinamis, yang bisa terus menerus kita rayakan dengan cara yang kreatif dan penuh makna. Mari merayakan budaya dan menyatukan generasi muda khususnya dalam rangka 35 tahun Santa Ursula BSD,” kata Ibu Cicilia.

Untuk itu, lanjut Ibu Cicilia, sebagai generasi muda kita wajib mencintai Indonesia dengan cara yang positif salah satunya lewat menari dan berkarya. Kita harus menjunjung tinggi nilai persatuan, mencintai Indonesia, meski berbeda-beda kita mampu menjadi pribadi yang bisa berelasi dengan siapa saja. “Menang atau kalah adalah bonus. Tetapi bagi kita semua yang sudah mengikuti lomba adalah pemenang,” ungkap Ibu Cicilia.  

Kampus Ursulin Santa Ursula BSD: sanurbsd-tng.sch.id

BANTEN, SERVIAMNEWS.com – Keluarga besar KB -TK, SD, SMP, SMA Santa Ursula BSD merayakan pesta Santa Ursula, Rabu, 22 Oktober 2025. Para Suster, peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga penunjang berkumpul bersama dalam Misa Meriah yang dipimpin oleh Romo Pius Novrin Arimurthi, Pr. Misa bertajuk “Brave Hearts, Strong Spirits, Shining in Love” ini diawali dengan visualisasi kisah Santa Ursula atau mini drama yang diperankan oleh peserta didik.

Dalam homilinya, Romo Novrin menanyakan apa yang bisa kita contoh dari Santa Ursula. Salah satu yang bisa kita contoh dari Santa Ursula adalah integritas. Dimana ketika Santa Ursula dipaksa menikah tetapi dia tidak mau karena ingin mempersembahkan hidup dan dirinya untuk Kristus. “Integritas adalah apa yang kita percaya, apa yang kita imani selaras dengan sikap dan omongan kita. Begitu pula Santa Ursula yang selalu mengimani Kristus dalam hatinya. Kita dipanggil untuk bersaksi menjadi garam dan terang dunia, itulah panggilan hidup kita sama seperti Santa Ursula yang menjadi pelindung sekolah kita,” kata Romo Novrin.

Sementara itu, dalam kata sambutan Ketua II Yayasan Sancta Ursula, Sr. Moekti K. Gondosasmito, OSU menuturkan bahwa orang tua memberi kita nama pasti memiliki harapan terhadap nama yang diberikan.  Begitu pula Santa Angela yang mendirikan kompani Santa Ursula, ia memiliki harapan agar semua pengikutnya memiliki semangat yang sama seperti Santa Ursula. Sekolah ini bernama Santa Ursula dengan harapan ketika para Suster Ursulin mendirikan sekolah, semua warga komunitas juga memiliki semangat yang sama seperti Santa Ursula.

“Semangat yang seperti apa, dari kisah Santa Ursula menggambarkan semangat dalam keberanian, ketangguhan, dan totalitas. Itu sebabnya dalam nilai-nilai Serviam, Core Values Sekolah kita mengenai keberanian, ketangguhan, dan totalitas juga diharapkan hadir dalam diri semua peserta didik. Tantangan kita sebagai orang muda adalah menjadi pengikut Santa Ursula yang memiliki keberanian dan ketangguhan,” kata Sr. Moekti, OSU.

Usai Misa, para suster, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga penunjang menghadiri acara kekeluargaan bersama. Acara diisi dengan penampilan seni dari semua unit kerja dan pemberian penghargaan kepada mereka yang telah mengabdi bekerja di Kampus Ursulin Santa Ursula BSD selama 30 tahun, 25 tahun, 20 tahun, 15 tahun, 10 tahun, dan 5 tahun. Acara ditutup dengan kebersamaan dan persembahan keroncong.

Kampus Ursulin Santa Ursula BSD: https://sanurbsd-tng.sch.id/

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi menggelar acara Road to 100 Tahun Karya Ursulin di Sukabumi bertajuk “Bersyukur Bersama Santa Angela dalam Menebar Kasih”, pada Kamis- Sabtu, 25-  27 September 2025. Acara diisi dengan berbagai lomba dan sebanyak 17 TK serta 12 SD ikut berpartisipasi dalam kegiatan lomba tersebut.

Lomba diikuti dari kelompok pra TK hingga sekolah dasar (2 –12 tahun), antara lain lomba menyusun menara balok, memindahkan bendera, memindahkan dan mengelompokkan balok, dan menyerok bola yang diselenggarakan di kompleks TB-TK Sukapirena. Lomba mengarsir gambar, mewarnai gambar, dan fashion show di kompleks SD Yuwati Bhakti. Lomba solo vocal, serviam Idol, dan modern dance di aula kampus, storytelling di ruang kelas SMP Yuwati Bhakti, dan pertandingan futsal di lapangan kampus.

Dalam kata sambutannya, Ketua II Yayasan Yuwati Bhakti, Sr. Theresia Sri Biastuti, M.Pd., OSU memberi semangat kepada para peserta agar dapat mengikuti lomba dengan penuh sukacita dan sportif. “Dalam perlombaan tentu ada yang menang dan kalah. Bagi yang menang silakan berterima kasih kepada pelatih, bersyukur pada Tuhan dan tidak menjadi sombong. Bagi yang kalah, terima kekalahan dengan terbuka dan rendah hati, menerima kemenangan lawan, dan yakin bahwa suatu saat pasti bisa menang bila mau berusaha lebih keras lagi,” lanjut Sr. Biastuti, OSU.

Hari kedua, acara diisi dengan donor darah yang terselenggara berkat kerja sama antara Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Sukabumi, Ikatan Alumni (IKA) Yuwati Bhakti, Paguyuban Peduli Pendidikan Yuwati Bhakti (P3YB), dan Kampus Ursulin Yuwati Bhakti. Ada juga pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan rumah sakit Betha Medika Sukabumi. Selain itu, acara diisi dengan pentas seni yang menampilkan ragam kegiatan ekstrakurikuler dari satuan pendidikan masing-masing, seperti menyanyi, permainan band kampus, permainan angklung, tari tradisional, dan modern dance.

Di hari ketiga, hampir 2000 orang memenuhi halaman kampus dan lapangan basket. Selain peserta didik dan orang tua, ratusan alumni dari berbagai angkatan, mulai angkatan tahun 1960-an hingga 2000-an hadir dari berbagai kota; Jakarta, Bogor, Bekasi, Pekalongan, dan masih banyak lagi. Mereka mengenakan kaos “Road to 100 Tahun Karya Suster Ursulin di Sukabumi” dalam berbagai warna dan model sesuai kekhasan angkatan masing-masing.

Acara diisi dengan senam bersama dan jalan santai. Semua peserta mulai dari TB-TK hingga orang tua dan alumni mengikuti kegiatan jalan santai dengan rute perjalanan yang sudah ditentukan oleh panitia, yakni jarak jauh sekitar 4 km, yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam 10 menit. Sedangkan anak-anak TB-TK sampai kelas III dan para orang tua yang mau mengikuti jalur pendek sekitar 2 km dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit.

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti : yuwatibhakti.sch.id

SURAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Pada Selasa, 30 September 2025, Ursulin Investment Club (UIC) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan bagi generasi muda. Melalui kerja sama dengan CIMB Niaga dan Mandiri Investasi, UIC menggelar seminar bertajuk “Smart Money, Happy Life: Dari Jajan ke Investasi.” Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMA Regina Pacis Surakarta yang tergabung dalam komunitas UIC, serta para guru dan peserta lain yang antusias mempelajari dunia investasi. Acara ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya berinvestasi sejak dini sekaligus mengajarkan cara mengelola keuangan secara bijak. Seminar menghadirkan narasumber profesional di bidang perbankan dan investasi, yaitu Fadhilla Adi Nugroho, sehingga para peserta memperoleh wawasan langsung dari praktisi yang berpengalaman.

Dalam sesi pembukaan, Fadhilla menjelaskan bahwa inflasi merupakan tantangan utama dalam menjaga nilai uang. Inflasi dipaparkan sebagai penurunan daya beli masyarakat yang ditandai dengan meningkatnya harga barang dan jasa secara umum. Peserta diajak memahami bahwa tabungan yang hanya disimpan tanpa diinvestasikan akan terus tergerus nilainya oleh inflasi. Oleh karena itu, setiap individu perlu mempersiapkan perencanaan keuangan sesuai siklus hidup, mulai dari tahap ketergantungan (dependent stage), tahap mandiri(independent stage), tahap pertumbuhan(growth stage), tahap kedewasaan (maturity stage), hingga tahap pensiun (retirement stage). Dengan memahami siklus ini, peserta diharapkan semakin menyadari pentingnya memulai investasi sedini mungkin.

Lebih lanjut, seminar juga membahas berbagai hambatan yang kerap menghalangi seseorang untuk berinvestasi. Hambatan tersebut meliputi kurangnya pengetahuan, rasa takut terhadap risiko, serta keterbatasan modal. Untuk mengatasinya, peserta didorong untuk mulai belajar dan memperluas literasi finansial, membangun dana darurat sebagai perlindungan, serta memulai investasi dengan nominal kecil terlebih dahulu. Narasumber menegaskan bahwa investasi bukanlah proses instan, melainkan perjalanan jangka panjang yang menuntut konsistensi dan kesabaran. Dengan demikian, peserta diajak untuk tidak sekadar fokus pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan risiko serta strategi yang berkelanjutan.

Topik mengenai reksa dana menjadi salah satu pembahasan utama dalam seminar ini. Fadhilla menjelaskan bahwa reksa dana merupakan wadah investasi yang dikelola oleh manajer investasi profesional dan diawasi oleh bank kustodian. Keunggulan reksa dana terletak pada diversifikasi investasi, transparansi, likuiditas, serta pengelolaan portofolio oleh pihak berpengalaman. Peserta juga diperkenalkan dengan empat jenis reksa dana, yakni reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu peserta dalam memilih instrumen investasi yang paling sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing individu.

Tak hanya teori, seminar juga menyajikan pembahasan terkini mengenai kondisi pasar atau market outlook September 2025. Para peserta diajak memahami fenomena penurunan suku bunga global yang mendorong kenaikan harga emas, serta potensi pelemahan dolar AS akibat tren dedolarisasi. Dalam konteks ini, peserta diberi wawasan mengenai strategi berinvestasi di sektor-sektor potensial, seperti konsumsi, teknologi, jasa keuangan, dan infrastruktur, terutama ketika kondisi ekonomi tidak stabil. Dengan paparan ini, peserta memperoleh gambaran nyata tentang cara menghadapi dinamika pasar global secara lebih adaptif.

Sebagai penutup, Mandiri Investasi memperkenalkan tiga produk unggulan yang dapat menjadi pilihan bagi investor pemula maupun berpengalaman. Produk tersebut antara lain MITRA, yaitu reksa dana saham untuk investasi jangka panjang; MIPU, yaitu reksa dana pasar uang yang berfokus pada deposito dan obligasi; serta MMUSD, yaitu reksa dana berbasis dolar AS yang sesuai untuk investasi jangka pendek. Setiap produk memiliki karakteristik tersendiri, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta tujuan keuangan masing-masing investor. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan penuh antusiasme dari para peserta.

Melalui seminar “Smart Money, Happy Life: Dari Jajan ke Investasi” ini, UIC bersama CIMB Niaga dan Mandiri Investasi berharap dapat meningkatkan kesadaran sekaligus pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda mengenai pentingnya berinvestasi sejak dini. Edukasi ini diyakini akan membentuk pola pikir finansial yang lebih sehat dan berorientasi pada masa depan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk membangun jejaring, berdiskusi langsung dengan praktisi keuangan, serta mengasah keterampilan dalam merencanakan keuangan.

 UIC menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus diadakan secara berkelanjutan sebagai wujud kontribusi nyata dalam mencetak generasi yang cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan. Dengan demikian, visi untuk membangun kehidupan yang lebih sejahtera melalui investasi dapat diwujudkan bersama.

Chelsea Michelle Alim Loekito (SMA Regina Pacis Surakarta)

Kampus Ursulin Regina Pacis Surakarta: www.smareginapacis-solo.sch.id dan smp-reginapacis-slo.sch.id/

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com– Para Suster Ursulin dan tenaga pendidik TB-TK Sukapirena bersama Komunitas Petualang Cilik Sukabumi mendampingi puluhan anak usia 1-4 tahun dalam acara “Sensory Play Ocean”, Sabtu- Minggu, 20-21 September 2025. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari karena banyaknya peminat, sedangkan kuota dibatasi hanya untuk 20 anak setiap sesi agar kegiatan lebih efektif.

Para petualang cilik memasuki ruangan yang telah dihias dengan berbagai macam biota laut, latar belakang video, serta diiringi musik bertema laut. Di ruangan itu, mereka menyaksikan dongeng interaktif yang dibawakan oleh para pendidik TB-TK Sukapirena. Usai menyaksikan dongeng, para peserta beralih ke luar ruangan di kompleks TB-TK Sukapirena untuk berpetualang di 12 Spot Sensory Play.

Di setiap spot, para petualang cilik diajak melakukan kegiatan dengan tujuan untuk merangsang panca indera (penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, pengecap), gerakan (proprioception), dan keseimbangan (vestibular). Misalnya, ketika mereka harus melewati balance beam, mereka dilatih untuk menjaga keseimbangan. Di spot walking sensory (jalan sensori), mereka menginjak bahan-bahan dengan berbagai tekstur untuk merangsang indera, terutama kaki. Aktivitas ini bermanfaat bagi mereka untuk mengembangkan kesadaran akan tubuh, kemampuan motorik, kesadaran spasial, dan dapat membantu anak-anak yang memiliki kebutuhan pemrosesan sensorik.

Tidak itu saja, terdapat juga area memancing, melempar bola, playdough kerang, main basah-basahan, dan mewarnai gambar biota laut pada bahan plastik. Selain melalui tantangan di 12 Spot Sensory Play, mereka juga dapat bereksplorasi dengan melakukan photoshoot berkostum shark yang telah disediakan panitia. Kehadiran Komunitas Petualang Cilik Sukabumi sangat membantu para orang tua dan sekolah, terutama Pendidikan Anak usia Dini (PAUD).

Dengan hadirnya Komunitas Petualang Cilik, sekolah terbantu dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Petualang Cilik Sukabumi merupakan komunitas cinta anak yang berdiri sejak bulan Juni 2024. Mereka memiliki tujuan memberikan pengalaman berkesan bagi anak-anak dalam mengeksplorasi seluas-luasnya untuk mengembangkan kreativitas.  Mereka sadar, bahwa masa kecil hanya berlangsung sekali dan tak akan terulang. Mari bersama –sama mendukung kegiatan positif ini dengan berkolaborasi menciptakan petualangan seru lain untuk membantu proses tumbuh kembang anak-anak, terutama pada usia emas (golden age).

Agnes Tri Maryunani

Kampus Ursulin Yuwati Bhakti Sukabumi: yuwatibhakti.sch.id

BANTEN, SERVIMNEWS.com– Kampus Ursulin Santa Ursula BSD mengadakan Open Campus bertajuk “Building The Future, Preserving The Legacy, and Growing Together”, Sabtu, 23 Agustus 2025. Acara diisi dengan berbagai kegiatan yaitu: Pameran Pendidikan Santa Ursula BSD (PPSU) yang menghadirkan lebih dari 40 Universitas dari dalam dan luar negeri, Pameran Pembelajaran semua unit KB –TK, SD, SMP dan SMA, Talkshow Inspiratif bersama Rosiana Silalahi (Direktur Utama Kompas TV sekaligus alumni Santa Ursula BSD).

Tidak itu saja, terdapat aneka lomba fashion show (diselenggarakan oleh unit TK), lomba mewarnai (diselenggarakan oleh unit SD dengan target peserta usia 5-7 tahun), lomba menggambar (diselenggarakan oleh unit SD dengan target peserta usia 1-6 tahun), reporter cilik (diselenggarakan oleh unit SD dengan target peserta usia kelas 4-6 SD), dan Esports Mobile Legend (diselenggarakan oleh unit SMP dengan target peserta kelas 5-6 SD). Hadir juga lebih dari 50 stand bazar yang menjual berbagai makanan, snack, pernak- pernik, dan minuman.

Panggung gembira diisi dengan berbagai penampilan dari peserta didik dan Tari Kolosal lintas unit dengan tema “Nyala Semangat 35 tahun Santa Ursula BSD”. Terdapat juga Donor Darah yang diadakan oleh Ikatan Alumni Serviam Indonesia (IASI) dan Ikatan Alumni Santa Ursula Indonesia (ALUSIA), Homecoming oleh ALUSIA, dan photobooth.

Adapun tujuan dari acara yaitu sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama 35 tahun pelayanan Kampus Ursulin Santa Ursula BSD di dunia pendidikan, menyediakan ruang perjumpaan pribadi bagi siswa, alumni, guru, orang tua, hingga masyarakat dalam merayakan pencapaian sekolah. Mengenang, menghargai, dan menjaga nilai- nilai universal yang menjadi warisan para suster Ursulin, perintis Santa Ursula BSD, terutama Santa Angela Merici.

Selain itu, mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik dengan menghadirkan program-program yang mendukung pengembangan siswa dalam menghadapi tantangan global. Menjalin kerjasama dan membangun jejaring bersama para stakeholders untuk mengembangkan pendidikan di Kampus Ursulin Santa Ursula BSD.

Aprianita Ganadi

Kampus Ursulin Santa Ursula BSD : https://www.sanurbsd-tng.sch.id/

SIDOARJO, SERVIAMNEWS. com – Suasana penuh syukur melingkupi keluarga besar Yayasan Paratha Bhakti khususnya Kampus Ursulin Santa Maria Sidoarjo. Ada tiga peristiwa penting yang dirayakan secara bersamaan yaitu: Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, pembukaan tahun ajaran 2025/2026, dan Pemberkataan Piazza Santa Angela, Biara, serta Kantor Yayasan.

Acara ditandai dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Paulus Febrianto, Romo Cornelius Triwidya Thahja Utama, dan Romo Franciscus Yohanes Andry Hanafi Tjipto di Kampus Ursulin Santa Maria Sidoarjo, Jumat, 15 Agustus 2025. Misa dihadiri para pengurus, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, tenaga penunjang yang berada di bawah naungan Yayasan Paratha Bhakti, komunitas suster Ursulin dari Surabaya, Sidoarjo, Pacet, dan Malang.

Ada hal yang menarik dalam Persembahan kepada Tuhan, yaitu bibit tanaman Ara dan tumpeng sebagai wujud syukur kepada Tuhan. “Bibit tanaman Ara dipilih karena tanaman tersebut juga mengambil peran penting dalam kehidupan manusia. Tumpeng merupakan ucapan syukur kepada Tuhan,” ungkap Koordinaor Kampus Ursulin Santa Maria Sidoarjo, Sr. Lidwina Suhartati OSU.

Usai Misa, para imam memberkati salib, ruang, dan gedung baru. Doa pemberkatan memohon agar sarana ini menjadi pusat pendidikan dan pelayanan yang berlandaskan iman serta membawa damai bagi semua yang berkegiatan di dalamnya.
Perayaan ini menjadi tanda awal semangat baru: menjadikan Kampus Santa Maria Sidoarjo sebagai rumah belajar yang mendidik dengan iman, membentuk karakter, dan menumbuhkan generasi berpengharapan.

FX. Marjanto

Kampus Ursulin Santa Maria Sidoarjo : https://sanmarosu-jatim.sch.id/

(Refleksi tentang Pendidikan Berkarakter di Tengah Arus Zaman)

Anastasia M D Batmomolin*

Delapan puluh tahun kemerdekaan bukan sekadar peringatan historis, melainkan sebuah momentum reflektif: sejauh mana kemerdekaan itu telah memerdekakan manusia Indonesia? Tahun 2025 mengundang bangsa ini untuk menengok ke dalam dan memandang ke depan, dengan tema nasional yang kuat: Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. Sebuah visi tentang negara yang tidak hanya utuh secara geografis dan politik, tetapi berakar kuat dalam kesejahteraan dan daya saing rakyatnya.

Sejalan dengan semangat itu, Gereja Katolik merayakan Tahun Yubileum 2025 dengan tema spiritual: Pilgrims of Hope (peziarah harapan). Di tengah dunia yang kompleks dan rapuh, kita diundang untuk tetap berjalan dengan harapan, merawat masa depan dengan iman dan tanggung jawab.

Persinggungan kedua tema ini menemukan ruang yang paling nyata dalam pendidikan. Sebab pendidikan bukan hanya soal pembelajaran akademik; ia adalah ruang pembentukan manusia seutuhnya. Di sinilah kemerdekaan dan harapan bertemu: dalam proses mendidik manusia Indonesia agar mampu hidup merdeka, berpikir kritis, beretika, serta mampu menjadi penggerak perubahan bagi dirinya, sesama, dan bangsa.

Pendidikan dan Kemerdekaan: Bukan Sekedar Warisan, tapi Tanggung Jawab

Dalam sejarah bangsa ini, pendidikan selalu berperan sebagai gerakan kultural yang membebaskan. Ki Hajar Dewantara memaknai pendidikan sebagai usaha menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pendidikan, dengan demikian, adalah proses pemerdekaan yang berkelanjutan.

Namun, realitas mutakhir menunjukkan bahwa tantangan pendidikan kita belum selesai. Masih ada jurang ketimpangan akses, kualitas, dan makna pendidikan. Dalam konteks ini, kemerdekaan sejati hanya mungkin terwujud jika pendidikan mampu membentuk manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter; tidak hanya kompeten, tetapi juga berhati nurani.

Etika dan Karakter: Inti Pendidikan Sejati

Kemajuan teknologi dan globalisasi telah membuka peluang sekaligus menghadirkan tantangan baru. Generasi muda hidup dalam arus informasi yang deras, sering kali tanpa arah moral yang jelas. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya membekali pengetahuan, tetapi harus menanamkan nilai-nilai etis dan karakter: kejujuran, tanggung jawab, empati, keberanian moral, serta komitmen pada kebaikan bersama.

Pendidikan etis adalah fondasi dari masyarakat yang berdaulat dan sejahtera. Tanpa integritas, keadilan tidak akan terwujud. Tanpa empati, persatuan hanya menjadi slogan. Oleh sebab itu, pendidikan yang mendalam adalah pendidikan yang menyentuh hati dan nurani.

Mendidik dengan Hati: Jalan Panjang Peziarah Harapan

Dalam konteks Pilgrims of Hope, para pendidik, orang tua, pemimpin komunitas berbagai level adalah peziarah yang setiap hari menyalakan harapan melalui proses pembelajaran. Mereka hadir bukan sekadar sebagai pengajar, tetapi sebagai pendamping jiwa, yang mengenali potensi dan kerinduan terdalam setiap anak.

Mendidik dengan hati dan nurani berarti memanusiakan proses belajar: menciptakan ruang dialog, merawat keunikan, menyemai keberanian untuk bermimpi dan berbuat baik. Ini adalah pendidikan yang tidak berorientasi pada angka, tetapi pada pertumbuhan pribadi. Pendidikan seperti inilah yang melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi bijaksana; tidak hanya berprestasi, tetapi berbelarasa.

Harapan bagi Indonesia Maju

Jika cita-cita Indonesia 2045 adalah menjadi bangsa yang maju dan unggul di antara negara-negara lain, maka investasi terbesar harus ditempatkan pada pendidikan bermakna, yang memerdekakan pikiran, membentuk karakter, dan menumbuhkan harapan. Bangsa yang bersatu dan berdaulat hanya mungkin terwujud jika rakyatnya sejahtera, dan kesejahteraan sejati selalu berakar dari kematangan manusia secara utuh: spiritual, moral, sosial, dan intelektual.

Menjadi peziarah harapan di dunia pendidikan berarti bersedia berjalan bersama anak-anak bangsa, menuntun mereka melalui jalan yang mungkin berliku, tetapi pasti menuju masa depan yang lebih adil, manusiawi, dan bermartabat.

Kemerdekaan bukanlah akhir, melainkan ruang awal untuk terus mendidik dan dibentuk kembali sebagai bangsa. Dalam semangat Yubileum dan peringatan 80 tahun Indonesia merdeka, kita diajak tidak hanya untuk merayakan apa yang telah dicapai, tetapi juga untuk berkomitmen pada apa yang masih harus diperjuangkan. Pendidikan adalah medan nyata tempat kita menyatukan kebangsaan dan iman, kompetensi dan nurani, cita-cita dan tanggung jawab.

Mari kita terus menjadi peziarah harapan, yang tak pernah lelah mencintai bangsa ini dengan cara yang paling mendasar dan bermakna: mendidik dengan hati dan nurani.

***

*Dosen STPM Santa Ursula

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com – Dalam rangka hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 80 tahun, Kampus Ursulin Santo Vincentius mengadakan lomba untuk para orang tua murid, suster, bapak/ibu guru, dan staf Tata Usaha, pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Semua peserta kompak memakai dress code bernuansa merah putih. Acara diawali dengan bernyanyi bersama “Hari ini Kurasa Bahagia” kemudian dilanjutkan dengan Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) di lapangan SD Santo Vincentius. Adapun lomba yang diadakan yaitu: estafet sarung, estafet gelas, lempar balon, kancing baju, memasukkan bola ke dalam dus, dan menyusun huruf menjadi kata.

Aprianita Ganadi

Kampus Ursulin Santo Vincentius : https://santovincentius.sch.id/

Follow by Email
Instagram
Copy link
URL has been copied successfully!