By: ServiamAdminus

Comments: 0

SURABAYA, SERVIAMNEWS.com -Wabah virus Corona (COVID-19) merambah penjuru dunia dengan begitu cepatnya, tidak terkecuali di Indonesia. SD Santa Maria Surabaya terimbas dampak tersebut. Yayasan Paratha Bhakti Surabaya mengambil tindakan pencegahan dengan cara bekerja (Work From Home)  dan belajar dari rumah (School From Home). Berikut catatan suka duka murid kelas 1 hingga kelas 6, orang tua murid, dan guru.  

Murid Bicara:

Monica Putri Dewayanti (murid Kelas 6): “Sukanya saya berada di rumah adalah dapat kumpul dengan keluarga, membuat kue bersama, dapat main game online lebih lama dengan teman-teman. Sukanya tidak dapat bertemu teman-teman di sekolah secara langsung. Semoga Corona segera berlalu!”

William Marvel Andaritji (murid kelas 2): “Sukanya adalah saya tidak perlu bangun pagi dan setelah mengerjakan tugas saya dapat tidur siang yang lama, bermain, dan menonton TV. Dukanya adalah saya tidak dapat bermain dan berkumpul bersama teman. Saya bosan hanya dirumah saja. Saya rindu semua Ibu Guru yang mengajar saya dan teman-teman. Semoga corona ini cepat selesai dan saya dapat kembali ke sekolah.”

Angela (murid kelas 1): “Sukanya tidak perlu bangun subuh, dapat tidur lebih malam dari jam biasanya. Tiap pagi dapat bermain sepeda sambil berjemur, lanjut main skipping. Siang, sore, kapanpun dapat bermain dengan mama (main bekel, karambol, lompat karet, ular tangga). Makan bisa lebih dari 3 kali dalam sehari, belum lagi nyemil ini itu. Dapat mengerjakan tugas-tugas sekolah secara online. Dukanya jauh lebih bahagia belajar di sekolah daripada di rumah. Rindu betemu teman-teman dan guru di sekolah.”

Tasia (murid kelas 5): “Selama belajar di rumah saya suka sekali karena dapat bangun siang, bisa tidur sampai malam. Saat belajar di rumah pun lebih banyak waktu bersama keluarga. Saat belajar di rumah, saya juga bisa belajar dengan bebas . Bisa belajar sambil makan, belajar sambil menonton tv, belajar sambil tiduran. Saat dirumah ada Penilaian Harian Online. Saya bisa ulangan tanpa buru-buru, tanpa waktu, bisa open book , pokoknya seru kalo ulangan di rumah . Tetapi di sisi lain saya sedih bila belajar di rumah. Terkadang bosan dan tidak bisa  keluar rumah. Saya kangen teman-teman.”

Shita (murid kelas 3): “Selama 4 minggu belajar di rumah, enak bisa bangun siang dan mengerjakan tugas bisa kapan saja. Saya juga bisa banyak bermain bersama keluarga di rumah.  Dukanya selama belajar di rumah adalah saya bosan karena terlalu lama belajar di rumah dan tidak dapat bermain bersama teman-teman. Kangen liat ikan di kolam ikan SD, kangen ibu guru dan kangen belajar  di kelas.”

Jerry (murid kelas 4): “Halo! Nama saya Jerry. Saya  mengerjakan tugas-tugas di rumah.  Saya kadang merasa bosan di rumah. Semoga saya segera masuk sekolah lagi.”

Guru Bicara:

Endang (Guru Kelas 6): “ WFH membuat saya dapat mengatur waktu untuk menyelesaikan pekerjaan sekolah dan rumah. Saya memanfaatkan aplikasi zoom, google classroom, google form, google drive, dan aplikasi camtag. Ada sedikit rasa kecewa karena terjadi perubahan mendadak  agenda kegiatan kelas 6. Namun, kami dapat menyusun kembali Agenda kelas 6 dengan waktu yang ada.”

Erika (Guru Kelas 1): “WFH??!! kosa kata yang sungguh sangat asing, bahkan tidak terbersit sedikitpun dalam benak. Biasanya kami selalu bertemu dengan murid sekarang hanya bertemu dengan video dan foto hasil pembelajaran yang dikirimkan orang tua mereka. Pembelajaran kali ini mengharuskan kami untuk membina kerjasama yang baik dengan orang tua.”

Orang Tua Bicara:

Mama William: “Pada hari pertama belajar online di rumah, saya merasa bingung apa yang harus dilakukan, dan ada sedikit kekhawatiran apakah saya bisa mendampingi William. Tantangannya adalah pembagian waktu karena saya masih bekerja dan bagaimana saya dapat menjelaskan materi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak. Untungnya, dari pihak sekolah membantu dengan menggunakan aplikasi yang mudah dalam pengumpulan tugas. Saya dan William sangat terbantu dengan hal ini.”

Mama Tasia dan Shita: “Dampak online learning juga dirasakan orangtua karena perlu mendampingi anak menyelesaikan tugas-tugas.”

Mama Angela: “Lebih banyak waktu aktivitas bersama Angela. Sejak online learning  kegiatan belajar  bersama  dilakukan  lewat  Google Classroom. Dibutuhkan kesabaran mendampingi anak belajar di rumah. Saya baru menyadari, tugas jadi guru sungguh mulia.”

FX. Marjanto (Guru SD Santa Maria Surabaya)

Kampus Santa Maria Surabaya : https://sanmarosu.org/

Serviam

Follow by Email
Instagram
Copy link
URL has been copied successfully!