28
Sep

JAKARTA, SERVIAMNEWS.com-  Para Suster Ursulin, bapak, dan ibu guru Kepala /Wakil Satuan Pendidikan dari Kampus Regio DKI Jakarta dan Jawa Barat mengikuti School Leadership Essential Course (SLEC) Tahap IV di Wisma Samadi Klender, Jakarta Timur, Senin-Kamis, 23-26/9.  Pelatihan yang menggandeng International Test Center (ITC) ini merupakan rangkaian lanjutan dari kegiatan SLEC Tahap III yang telah dilaksanakan sebelumnya pada tahun awal tahun 2019.

Pelatihan membahas dua topik utama yaitu Critical Thingking dan Coaching. Materi Critical Thingking dibawakan oleh narasumber dari ITC yakni Mr. Damon Anderson. Sedangkan materi coaching dibawakan oleh Anggota Badan Akreditasi Nasional yaitu Ibu Itje Chodidjah. Selama pelatihan juga hadir pihak dari ITC yaitu Jenny Lee, Victor Chan, dan Tonny Arbianto.

Acara dibuka resmi oleh Ketua I Pusat Yayasan Pendidikan Ursulin (PYPU), Sr Ferdinanda Ngao, OSU. Dalam sambutannya, Sr. Ferdinanda mengucapkan bahwa SLEC sudah diadakan mulai dari tahap I-IV. Dan tahun ini merupakan tahun terakhir dari penyelenggaraan SLEC. “Banyak hal yang sudah kita dapat, kita patut bersyukur karena Bu Jenny dan Pak Victor sudah mencarikan kita narasumber yang hebat,” kata Sr Ferdinanda.

Adapun tujuan dari penyelenggaraan SLEC ini, lanjut Sr Ferdinanda, agar leadearship kita dapat semakin berkembang. Selama 3 hari, kepala sekolah dan calon kepala sekolah akan dibantu untuk meningkatkan profesionalitas sebagai pemimpin. “Ursulin mau pemimpin yang tidak hanya asal jalan saja, dalam proses kita harus gali critical thingking dan coaching,” tegas Sr Ferdinanda.

Kedua materi yaitu critical thinking dan coaching merupakan materi inti belajar abad 21. Kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan dalam membuat kesimpulan dan mengambil keputusan. Sedangkan, coaching sangat penting dalam pengembangan potensi orang-orang yang akan kita pimpin. “Gaya kepemimpinan kita tidak hanya dari atas ke bawah tapi lebih kepada bermitra atau bersahabat. Coaching itu mentoring.  Jadi kedua materi ini bermuara pada pemberdayaan orang-orang dan ini tanggung jawab kita bersama,” ungkap Sr Ferdinanda.

Leader yang Profesional

Sementara itu, selama 3 hari Ibu Jenny akan memandu jalannya pelatihan. Menurut Ibu Jenny, sebagai sebuah lembaga pendidikan kita harus menjadi leader yang baik dan professional. Dan seorang leader harus memiliki visi. Tanpa visi, seorang pemimpim tidak akan bisa membawa orang yang berada dibawahnya.

Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini sekolah-sekolah Ursulin dapat menjadi training center. Ke depan, akan banyak orang yang ingin belajar dari Sekolah Ursulin. Tahun 2020, diharapkan sudah membangun dan membentuk diri sebagai learning organisasi. “Kita akan belajar memahami mengenai critical thingking dan coaching. Dua tema ini bukan cuma ngetop sekarang saat pelajaran abad 21, tapi itu sudah ada sejak di Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru,” kata Ibu Jenny.

Selama pelatihan, para peserta akan dibagi ke dalam kelompok. Mereka akan mengerjakan beberapa tugas. Dalam sesi coaching, peserta akan melakukan praktek bersama 3 orang masing-masing berperan sebagai coach,coochie, dan observer untuk membicarakan satu kasus atau kejadian. Di akhir acara, beberapa suster dan peserta mengungkapkan refleksi singkat pribadinya. Acara lalu ditutup dengan pembagian sertifikat.

Aprianita Ganadi

Serviam