By: ServiamAdminus

Comments: 0

SUKABUMI, SERVIAMNEWS.com – Ratusan peserta didik terhubung dalam satu ruang digital untuk merayakan International Peace Day 2026, di Aula Kampus Yuwati Bhakti, Sukabumi, pada Senin, 21 September 2026. Para murid yang mengikut kegiatan International Peace Day 2026 terdiri dari tiga negera yaitu Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi, St. Mary’s English Medium School India, dan Sekolah Regina Coeli Thailand.

Acara bertajuk “United in Diversity, Growing Together in Peace”, ini diisi dengan doa bersama, pembacaan puisi, lagu-lagu perdamaian, tarian, berbagi kebiasaan baik di sekolah (school habits), serta pesan perdamaian dari masing-masing negara. Hadir sebagai Master of Ceremony (MC) yaitu Guru Bahasa Inggris SMP Yuwati Bhakti, Ibu Imelda Jehandut, S.Pd dan Guru PPKn, Ibu Maria Try Ranny, S.Pd. 

Perdamaian Dimulai dari Diri Sendiri

Dalam pesan perdamaiannya, Ketua II Yayasan Yuwati Bhakti, Sr. Theresia Sri Biastuti, OSU mengungkapkan bahwa Gereja Katolik memperingati Hari Perdamaian Sedunia setiap tanggal 1 Januari, bertepatan dengan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. “Setiap orang memiliki kerinduan untuk hidup damai, mencintai satu sama lain, bersikap adil, bijaksana, dan mencintai musuh dalam suka maupun duka,” tutur Sr. Bias, OSU.

Pesan perdamaian juga turut disampaikan oleh Sr. Julia, OSU dari India. Suster mengajak kita untuk belajar dari Mahatma Gandhi, tokoh India yang menjadi panutuan dalam perjuangan hidup damai di tengah masyakarat. Sementara itu, pesan yang tidak kalah menarik datang dari Thailand. Perdamaian tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus selalu dimulai dari orang lain, tetapi justru dari diri sendiri.

“Perdamaian bukanlah sesuatu yang diciptakan oleh orang lain. Perdamaian bermula dalam pikiran kita, dalam perkataan kita, dan dalam tindakan kita,” demikian pesan yang disampaikan. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak menyadari bahwa perdamaian bukan sekadar kata, melainkan sesuatu yang dapat dimulai dari hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Berawal dari Pertemuan APUEC

Adapun kegiatan Peace Day 2026 diprakarsai oleh KSP SMP Yuwati Bhakti, Sr. Kristina Men Nggoik, OSU. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan sekolah Ursulin dari Indonesia, India, dan Thailand ini merupakan tindak lanjut dari hasil Pertemuan Asia Pacific Ursuline Education Conference (APUEC) yang berlangsung pada 2–6 Maret 2026.

Salah satu hal yang ingin dikembangkan melalui pertemuan tersebut adalah komunikasi dan kolaborasi dengan sekolah-sekolah di negara lain yang memiliki semangat sejalan dengan visi Yuwati Bhakti, yaitu “Pemimpin Holistik, berkarakter Serviam, dan berwawasan global.” Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk perwujudan misi Sekolah Ursulin Indonesia, khususnya Yuwati Bhakti, untuk meningkatkan kerja sama dengan sekolah-sekolah Ursulin dan mitra lainnya di Indonesia, Asia Pasifik, dan dunia. Sebagai langkah awal, Sr. Kristin, OSU berharap Peace Day dapat menjadi pintu gerbang bagi terselenggaranya berbagai kegiatan internasional bersama di masa mendatang. Seperti peringatan Hari Pangan Sedunia, Hari Anak Internasional, dan berbagai hari besar lainnya.

Bersatu dalam Keberagaman

Di akhir acara, Sr. Julia, OSU menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada Yuwati Bhakti Sukabumi karena telah menyelenggarakan program yang sangat berarti ini. “Saya berharap semangat perdamaian yang dibangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada pertemuan virtual, tetapi terus dibawa oleh para siswa ke sekolah, keluarga, dan lingkungan masing-masing,” kata Sr. Julia, OSU.

Dari satu layar, tumbuh satu semangat: berbeda negara, berbeda budaya, tetapi memiliki satu kerinduan yang sama yaitu hidup dalam damai.

Agnes Trimaryunani

Kampus Ursulin Yuwanti Bhakti : https://yuwatibhakti.sch.id/