16
Mar

SOLO, SERVIAMNEWS.com – Pendalaman spiritualitas Santa Angela selalu rutin dilaksanakan di semua sekolah yang dikelola para suster Ordo Santa Ursula. Harapannya adalah semua warga sekolah terutama pendidik, tenaga kependidikan, dan karyawan melayani dengan semangat Santa Angela. Pada tahun ini, Yayasan Winayabhakti Solo melakukan pendalaman spiritualitas Santa Angela untuk para pendidik dan tenaga kependidikan yang berlangsung empat kali pertemuan yaitu 24 Januari, 30 Januari, 6 Februari, dan 9 Maret 2024.  Tiga pertemuan pertama dilaksankan secara tatap maya dan yang terakhir secara tatap muka. Satu hal yang menarik dari kegiatan ini terletak pada pembicaranya yaitu seorang romo dari Serikat Jesus yang juga dosen di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, tepatnya Romo L. Suharjanto, S.J.

Pendekatan yang dilakukan Romo Janto sangat menarik dan berbeda karena beliau mengajak pendidik dan tenaga kependidikan menganalisis Regula, Nasehat, dan Warisan Santa Angela dari sudut pandang pedagogi. Pedagogi itu sendiri adalah praktek atau cara mengajar. Pendekatan ini membuat para peserta untuk membaca lebih detil Regula, Nasehat, dan Warisan Santa Angela. Secara tidak langsung, beliau mengajari kami untuk berliterasi dengan Regula, Nasehat, dan Warisan Santa Angela, dan ternyata pendekatan ini membuat kami menyadari betapa buku ini bisa menjadi pegangan, sumber inspirasi, dan motivasi yang bisa menyalakan semangat kami selama berkarya di dunia pendidikan.

Ada dua poin berharga yang menyemangati dan menginspirasi yaitu kepemimpinan dan pedagogi. Dalam Regula, Nasehat, dan Warisan Santa Angela,  kepemimpinan yang sejati bersifat menjaga, keibuan, komunikatif yang dilandasi kasih, dan pastinya terikat dengan Allah. Sebagai seorang pemimpin, Santa Angela  selalu melibatkan orang-orang di sekitarnya yang dipercayainya. Beliau membicarakan gagasan-gagasannya dengan mereka, mempercayai mereka untuk melaksanakan, bertanya dan mendorong untuk meneruskan gagasan-gagasan tersebut. Beliau terbuka terhadap reaksi dan pendapat mereka.

Dalam Regula, Nasehat, dan Warisan Santa Angela, beliau sering mengulang kata-kata memperlihatkan(to point out), mengundang(to invite), menasehati(to counsel), mendorong(to exhort). Beliau sangat menghargai percakapan, mendengarkan, nasehat, dan inspirasi dalam mengambil keputusan. Untuk mampu melakukan semua hal ini dibutuhkan kasih. Maka kasih menjadi dasar bagi seorang pemimpin untuk mengambil keputusan yang bijaksana.

Cara mengajar atau pedagogi juga tercantum dalam Regula, Nasehat, dan Warisan Santa Angela. Apa yang dialami Santa Angela saat beliau hidup di abad ke 15 dan 16 masih terjadi di abad ke 21 ini dimana manusia mengalami kegelapan yang berupa keraguan, ketakutan, kekasaran, ketidaksantunan, dan kecemburuan. Untuk menghadapi hal-hal ini, Santa Angela mengajari kita memohon Allah untuk menguatkan(to strengthen) dan menerima(to receive) indra, afeksi, jiwa, dan kehendak. Indra dan afeksi mudah dipengaruhi sehingga mengombang-ambingkan manusia. Oleh karena itu, perlu dikuatkan dan ditata terutama dalam pedagogi supaya tercipta hati yang gembira, kemurahan hati, dan belas kasih. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan doa vokal seperti doa rosario dan puasa.

Berbeda dengan indra dan afeksi, jiwa dan kehendak manusia bisa bersifat gelap atau buta. Maka kita perlu menerima dan menyerahkan kepada Allah untuk kemudian diterangi terutama melalui doa mental seperti meditasi dan membaca kitab suci. Dengan melakukan ini, kita akan dimampukan untuk bergembira dalam menjaga, merawat, memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani, menasehati, membersamai anak-anak Allah yang dipercayakan.

Pola menerima dan menguatkan ini penting terutama untuk kita yang bekerja di dunia pendidikan. Pola ini tidak hanya membantu kita untuk memahami diri sendiri tetapi juga untuk memahami dan membina anak-anak yang dipercayakan kepada kita. Inilah perwujudan rasa hormat kita terhadap kehendak dan kebebasan individu. Maka tidak mengherankan, Roh Penasehat sangat terasa menyemangati perjalanan kita sebagai pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah para suster Ordo Santa Ursula. Akhirnya Regula, Nasehat, dan Warisan Santa Angelamerupakan cara untuk menguduskan diri kita dan anak-anak yang dipercayakan kepada kita, yaitu dengan menata indra, afeksi, jiwa, kehendak, dan tingkah laku kita. Inilah pedagogi yang diajarkan oleh Santa Angela.

(M.M Wahyu Utami- Kepsek SMA Regina Pacis Solo)

Kampus Ursulin Regina Pacis Solo : https://smareginapacis-solo.sch.id/ dan https://smp-reginapacis-slo.sch.id/